
Keesokan harinya seperti biasa pagi pagi sekali Putra akan menghampiri Kirana di rumahnya dengan membawa makanan.walaupun Kirana sering menolak pemberian Putra,namun Putra tak pernah putus asa.Baginya ini adalah bayaran yang setimpal setelah ia begitu menyakiti perasaan Kirana.
"Tok....Tok...TOk...."
"Ceklek"
"Eh pak Putra"Ucap Olivia.
"Kamu ngapain disini?"Tanya Putra saat mengetahui olivialah yang membukakan pintu.
"Iya saya semalam menginap di sini pak,temenin Kirana.Masuk pak"Ucap Olivia mempersilahkan Putra untuk masuk.
"Siapa Vi?"Tanya Kirana keluar dari dapur.
"Itu pak Putra."Jawab Olivia.
"Hay sayang apa kabar?"Sapa Putra.
"Baik,ada mas kesini?"Tanya Kirana pura pura biasa aja sebab ada Olivia.
"Aku kesini bawa sarapan untuk kamu"
"Wah bagus itu biar nambah banyak menunya.kebetulan tadi saya sama Kirana baru saja masak"Saut Olivia.
"Ya udah kalo gitu kita makan sama sama saja"Jawab Kirana berlalu ke dapur untuk menyiapkan makanan yang tlah ia masak untuk di bawa ke ruang makan.
Setelah semua sudah siap Kirana,Olivia dan Putra memulai makan bersama.
Putra sangat senang Kirana mau makan satu dengannya.Sepanjang waktu makan Putra terus saja tersenyum sambil sesekali mencuri pandang pada Kirana.
Kirana tau kalo Putra selalu meliriknya,namun Kirana cuek saja.Sedangkan Olivia sendiri malah merasa canggung karena Kirana yang hanya diam tak peduli dengan Putra yang selalu curi pandang padanya.
"Ini kenapa sih Kirana masih cuek dan diam saja.Bukannya semalam ia sudah bilang kalo mereka udah baikan.Kenapa suasanya masih kaku begini sih?"Batin Olivia kesal.
"Pak nanti berangkat kuliah saya nebeng bapak ya"Ucap Olivia memecahkan keheningan.
"Saya bukan bapak kamu kenapa kamu selalu panggil saya bapak"ucap Putra kesal.
"Ya terus panggil apa dong?emmm kakak aja ya?"
"Saya suami sahabat kamu bukan kakak kamu"
"Is susah banget sih mo ngomong aja,ya udah Putra nanti saya sama Kirana ikut nebeng ke kampus ya"Ucap Olivia sambil mengedip ngedipkan matanya antara gemas dan kesal.
"Tapi aku sudah pesan taksi online Via"Saut Kirana.
__ADS_1
"Ya di batalin aja lah.Kalo ada yang gratis ngapain milih yang bayar."Ucap Olivia kekeh.
"Olivia benar Kirana,mending kamu batalin aja taksi online nya.Aku juga nggak keberatan kalo harus antar jemput kalian"Saut Putra cepat sebelum Kirana sempat membantah.
"Akunya yang keberatan mas...."Batin Kirana kesal.
"Ya sudahlah terserah kalian saja"Ucap lirana langsung berdirinya setelah menghabiskan makanannya.
"Biar aku yang cuci piringnya kalian bersiaplah"Ucap Putra.
"Wah kesambet apa kamu jadi baik begini Put?"
Dan Putra hanya melirik Olivia tanpa berniat menjawab ucapan Olivia.
"Ck keliatannya ada maunya ini kalo baik baik begini"Guman Olivia sambil menuju ke kamar menyusul Kirana yang tlah berada di dalam kamar.
"Eh Na kenapa kamu malah mau duduk di belakang?itu liat suami kamu udah bukain pintu juga"Ucap Olivia saat melihat Kirana akan membuka pintu mobil.
"Eh aku mau bukain buat kamu"Ucap kirana gugup.
"Dih aneh kamu itu"Olivia langsung masuk dan duduk anteng di belakang.Sedangkan Kirana duduk di samping Putra.
"Wuuusssss"mobil melaju dengan sedang menuju ke kampus
Di dalam perjalanan suasana begitu hening, Olivia sibuk dengan handphone nya,Kirana yang sibuk memerhatikan jalan.Dan Putra yang sibuk menenangkan debaran jantungnya yang berdetak lebih kencang dari biasanya,karena akhirnya ia bisa sedekat ini dengan Kirana.
"Ada apa denganmu?"Tanya Kirana tiba tiba saat tak sengaja ekor matanya melihat Putra memegang dadanya.
"Ah tidak ada apa-apa"Jawab Putra gelagapan.
"Oh astaga mengapa jadi salah tingkah begini?!"Batin Putra bingung.
"Terima kasih"ucap Kirana saat sampai di depan kampusnya.
"Nanti aku jemput ya"Jawab Putra.
"Tidak perlu aku tak mau merepotkan mu"Ucap Kirana sambil membuka pintu mobil.
"Makasih ya Put,jangan sungkan sungkan kalo mau kasih aku tumpangan"Ucap Olivia langsung buru-buru mengikuti langkah Kirana.
"☺️Terima kasih Olivia kau sudah membawa Kirana lebih dekat denganku.Akan ku beri bonus untukmu"Guman Putra tersenyum sambil menatap kepergian dua sahabat itu.Lalu setelah mereka tak terlihat lagi oleh netra Putra mulai melajukan kembali kendaraannya menuju tempatnya bekerja selama ini.
Setelah beberapa jam berjalan,akhirnya makul Kirana dan yang lain selesai Kini mereka tengah mengisi perut mereka yang keroncongan di kantin.
"Eh mau pada pesen apa nih?Biar aku pesenin"Ucap Tiara saat semua sudah berkumpul.
__ADS_1
"Aku somay sama es jeruk"Jawab Olivia.
"Aku mau soto ayam dong beb sama es teh es batunya yang banyak ok."Ucap Sonya.
"Emmmm aku ketoprak aja deh sama es teh"Jawab Kirana.
"Ok di tunggu ya,eh Son bantuin bawa dong,aku yang bagian es kamu yang makanannya"
"Ah siap ayang bebku"Ucap Sonya langsung berdiri.
"Na nanti malam kamu nginap di rumah lagi nggak?"Tanya Olivia.
"Iya emang kenapa?"
"Gimana kalo kita kerjain tugas dari dosen bareng bareng aja,kan lebih seru tuh"
"Oh ya udah nanti kita bicarain sama Tira dan Soni"Jawab Kirana celingukan.
"Kamu lagi nyari siapa sih Na?Dari sejak duduk tadi kok kamu kayak nggak fokus gitu kalo di ajak bicara."Ucap Olivia bingung.
"Emh nggak papa,cuman lagi nikmatin suasana kantin aja,jarang jarang aku bisa merhatiin sekita kayak gini"
Olivia mengerutkan keningnya"Kamu aneh"
"Mengapa dari tadi aku merasa ada yang merhatiin ya"Batin Kirana masih celingukan.
"Siang boleh duduk disini"
"Eh pak Dion silahkan pak"Jawab Olivia mempersilahkan Dion duduk.
"Kalian nggak pada makan?kok mejanya masih kosong?"Tanya Dion yang saat itu sudah membawa makanannya berupa soto ayam dan es teh.
"Lagi di pesenin sama Tiara juga Soni"Jawab Olivia.
"Kirana kamu lagi nyari siapa sih?"Tanya Dion heran karena sejak dia duduk Kirana hanya menoleh pas dia sapa.lalu sibuk dengan kegiatannya sendiri.
"Dari datang juga gitu pak"Jawab Olivia.
"Nggak lagi nyari siapa siapa pak Dion"Jawab Kirana tersenyum.Lalu ia menghentikan kegiatannya dan berusaha cuek.
Di tempat lain yang tak jauh dari tempat Kirana duduk ada seseorang yang diam diam memerhatikan gerak gerik Kirana tanpa di ketahui siapapun.
"Aka ku pastikan aku bisa merasakan tubuhmu hari ini juga Kirana.Karena kau sudah berani beraninya melukai juniorku."Ucap Jovan menyeringai.
Alhamdulillah bisa nepatin janjiku tadi siang.Moga kalian suka ya sama bab ini,kasihan Kirana terus saja di sakiti sama laki-laki.🥺
__ADS_1
Ok jangan lupa tinggalkan jejak ya, like komen dan vote nya di tunggu🙏☺️
See you....😉