Perjuangan Seorang Istri

Perjuangan Seorang Istri
57


__ADS_3

Sesampainya di kantor Putra langsung menghubungi Saka,ia benar-benar butuh saran dari ahlinya wanita.


Sambil menunggu kedatangan Saka Putra memilih mengerjakan beberapa dokumen yang tlah ia minta dari sekertarisnya.


Beberapa puluh menit kemudian terdengar ketukan pintu dan orang itu langsung menyembulkan kepalanya lewat sela sela pintu.


"Hay bro ada apa kau memanggilku?"Tanya Saka langsung menghampiri Putra.


"Duduklah,aku perlu bantuan darimu"


"Bantuan apa?sepertinya serius"Ucap Saka.


"Istriku sedang marah padaku"Keluh Putra.


"Hah bagaimana bisa...?"Tanya Saka terkejut.


"Aku melakukan kesalahan yang mungkin sedikit fatal untuk perasaannya"


"Jangan berputar jelaskan dengan benar"


"Malam terakhir kami di London,saat itu kami berencana makan di sebuah restoran.Tapi saat sampai di sana aku bertemu dengan kalista"Terang Putra.


"Apa????Lo ketemu Kalista???"Tanya Saka terkejut hingga berteriak.


"Ck aku nggak bisu jangan teriak teriak"jawab Putra kesal.


"Cepet lanjutin"


"aku syok dan melupakan Kirana,aku meninggalkannya untuk mencari Kalista ke sebuah club,tapi malah berujung aku pulang dengan keadaan mabuk."


"Wah parah Lo....pantas saja Kirana marah,ck...ck...ck..."Ucap Saka sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Ya terus aku harus gimana??"Tanya Putra frustasi.

__ADS_1


"Lo masih cinta nggak sama masa lalu Lo itu?"Tanya Saka serius.


"Entahlah"Ucap Putra bingung.


"Saat bertemu dengannya aku terlalu syok,banyak pertanyaan yang ingin ku tanyakan padanya"Terang Putra.


"Lo sempet ngobrol sama dia?"


"Ya...dia bilang sebentar lagi kontrak kerjanya akan berakhir.Dia akan kembali ke sini dan akan menikah denganku"


"Jadi dia belum tau Lo udah nikah?"


"Aku tak sempat bicara"


"ck masih cerewet seperti dulu heh๐Ÿ˜"


"Jadi setelah ketemu sama Kalista sekarang perasaan Lo gimana? perasaan Lo sama Kirana gimana?Inget dia sekarang adik gue,jangan macem macem Lo"Acam Saka.


"Itu yang sedang aku fikirkan"Ucap Putra merenung.


Entah sejak kapan dia pindah di samping Putra.


๐ŸŒƒ๐ŸŒƒ๐ŸŒƒ


Seperti di katakan oleh Putra mereka di 7ndang makan malam oleh Bu irene di mansion mereka. menjelang makan Putra dan Kirana akhinya sampai di mansion 5ersebut,mereka di sambut oleh beberapa pelayan.


"BI mama sama papa mana?"Tanya Putra yang juga tak tau rencana Bu Irine.


"Mereka sedang di taman belakang tuan muda"


"Bukannya ini sudah waktunya makan malam ya"guman Putra sambil berjalan menuju taman belakang.


Kirana hanya dia saja mengikuti kemana suaminya pergi tanpa rasa curiga

__ADS_1


Namun saat sampai di taman belakang Kirana dan Putra mengerutkan keningnya.


"Katanya mama papa di sini,kenapa malah lampunya mati?"guman Putra.


Cklek tiba tiba lampu di sana menyala semua dan"kejutaaaaaan"


Teriak semua orang yang sudah berada di sana.


"Happy birthday to you....... Happy birthday to you...... Happy birthday...... Happy birthday..... Happy birthday to you"semua orang menyanyikan lagu itu yang di tujukan untuk kirana.


"๐Ÿฅบ๐Ÿฅบ๐Ÿฅบ"Kejutan yang di persiapkan untuk nya membuat Kirana sangat terharu.Semua orang hadir di sana.Ada sahabat sahabatnya,ada kakak angkatnya yakni Saka dan juga ke dua mertua Kirana.


Para pelayan rumah itu juga ada di sana untuk menambah meriahnya acara ulang tahun Kirana.


Putra yang tak mengetahui kejutan itupun juga ikut terkejut.Dia senang ternyata orang tuanya sangat peduli pada Kirana.Mereka memberikan kebahagian untuk Kirana di saat ia tlah menyakiti hati istrinya itu.


Perlahan Putra menuntun Kirana menghampiri kue ulang tahun yang sedang di bawa oleh Olivia.


"Happy birthday Nananya Via"Ucap Olivia sambil membawa kue itu.


"tiup dong,jangan lama-lama peluknya,Sonya juga mau di peluk ih"Ucap Sonya alias Soni dengan nada manjanya.


Dan Kirana hanya bisa tersenyum menanggapi sahabat termanis itu.


Setelah meniup lilinnya Kirana memotong kue itu.


Putra berharap potongan pertama akan di berikan padanya,nyatanya potongan itu malah di berikan kepada Bu Irine.Pupus sudah harapannya."Kirana benar benar marah padaku"Batin Putra murung.


"potongan pertama buat mama yang sudah mau susah-susah membuat kejutan ini untukku."Ucap Kirana langsung memeluk Bu Irine.


Ok readers sampai sini dulu ya kejutan dari Kirana....


Jangan lupa like n komennya ya โ˜บ๏ธโ˜บ๏ธ

__ADS_1


See you ๐Ÿ˜‰


__ADS_2