Perjuangan Seorang Istri

Perjuangan Seorang Istri
81


__ADS_3

Waktu istirahat pun tiba,waktu yang sangat di tunggu tunggu oleh banyak Mirit di seluruh sekolah setelah lelah menghadapi banyak pelajaran.


"Kak ayo makan di taman"Ucap Zia mengajak Ken.


"Kamu duluan saja,aku harus ke ruang guru dulu untuk mempersiapkan lomba matematika lusa."Terang Ken sambil membawa beberapa bukunya untuk berlatih.


"Ck ini salah satu yang tidak ku suka kalau jadi anak yang cerdas.Sedikit sedikit kombat, sedikit sedikit lomba.Hidupmu sungguh membosankan"Ucap Zia mengerucutkan bibirnya lucu.


"😊Tapi ada untungnya juga cerdas kau pasti tau itu.Sudahlah aku ke ruang guru dulu"


"Ya kamu selalu di sanjung dan di gemari,sedangkan aku hanya menjadi kurir untuk memberikan semua barang pemberian dari penggemarmu"Keluh Zia kesal.


Sesampainya di taman Zia langsung membuka bekal makanannya dan memakan masakan bundanya dengan lahap.Namun saat sedang enak enaknya makan tiba tiba datang seorang gadis kecil menghampirinya.


Tanpa melihat pun Zia sudah bisa menebak,"Pasti salah satu penggemar nya kak Ken"


"Ada apa?"Tanya Zia acuh sambil tetap memakan makanannya.


"Kak Kenzi tidak makan bersamamu Zia?"Tanya gadis itu yang di ketahui bernama Jessy.


"Lusa dia akan ada lomba,jadi otomatis dia harus belajar lebih giat lagikan"Ucap Zia menyelesaikan makannya.


"Oh ya sudah kalau begitu aku titip ini ya buat kak Kenzi"Ucap Jessy memberikan sebuah kotak makan berwarna merah muda.


'Jessy apa kau tak lelah terus seperti ini walaupun pada kenyataannya kakakku sama sekali tak menanggapi semua pemberianmu?"


Jessy tersenyum"Walaupun kak Kenzi tak menanggapi ku tapi setidaknya dia masih mau makanan pemberianku itu sudah cukup"


"Terserah"Jawab Zia sambil mengambil kotak makan dari Jessy.


Baru beberapa saat setelah Zia menerima pemberian Jessy tiba-tiba ada beberapa gadis yang juga menghampirinya.

__ADS_1


"Wah si kurir lagi beraksi nih"Ucap seorang gadis kecil yang sangat cantik nan imut bernama Vania.


"Kamu yakin makanan titipanmu itu akan sampai ke tangan Kenzi ?"Tanya temannya yang bernama Sesil.


Jessy mengerutkan keningnya"Aku yakin Zia akan memberikan nya pada kak Kenzi,ya kan Zia?"


"Aku akan memberikannya tapi bila kak Ken tak mau menerimanya bukan salahku juga kan"


"Nah kamu lihat kan?Dia itu tak berniat membantumu untuk dekat dengan Kenzi"Saut teman satunya lagi yang bernama Steffi.


"Lagi pula aku heran deh sama kamu.Katanya kalian itu kembar,tapi mengapa kau sama sekali tak mirip dengan Kenzi?Ah atau jangan jangan kau hanya mengaku ngaku ya biar bisa mendapatkan semua hadiah dari penggemarnya Kenzi?"Ucap Vania sinis.


Zia memang tak sepintar dan sepopuler Kenzi,namun tetap saja banyak yang menyukainya karena sifat Zia yang ceria dan mudah berteman.Zia hanya akan bersikap acuh atau bahkan menantang hanya pada orang orang yang suka menggangunya.


"Memang apa urusanmu aku kembarannya kak Ken atau bukan?"Tanya Zia masih santai.


"Kau sama sekali tak pantas menjadi saudaranya Kenzi.Lihatlah dirimu" ucap Vania sambil melihat Zia dari atas ke bawah.


"ck.....ck....ck...."Lanjut Vania sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


Zia membelalakkan matanya mendengar ucapan Vania yang beruntun itu.


"Kau bukan siapa-siapa k.Untuk apa kau mencampuri urusanku dan keluarga ku?"Tanya Zia tajam.


"Wah dia marah Vania,jangan jangan apa yang kau katakan tadi adalah benar bahwa anak ini hasil dari hubungan gelap"Saut Steffi tersenyum sinis karena bisa membuat Zia terpancing amarah.


"Kalian benar benar mencari masalah denganku"Ucap Zia langsung berdiri dan menghampiri ke tiga gadis yang sedari tadi membullynya.


Dalam sekejap mata Zia langsung menampar pipi Vania dan mendorong Steffi hingga terjatuh"Jangan pernah menghina keluargaku"Ucap Zia dengan tatapan tajam.


Namun tanpa di duga Sesil langsung menarik rambut Zia ke belakang hingga Zia meringis kesakitan.

__ADS_1


"Kau mulai berani dengan kami heh?"Tanya Sesil tajam.


"Jangan kau fikir Karena kalian anak orang terpandang di kota ini aku menjadi takut dengan kalian"Jawab Zia langsung mencekal tangan Sesil dan memutarnya hingga membuat Sesil menjerit kesakitan.


"Dasar anak haram mati saja kau"Teriak Vania langsung memukuli Zia di susul Steffi dan juga Sesil.


Zia yang notabennya belum begitu mahir bela diri seperti Ken menjadi kualahan menghadapi tiga gadis itu yang memukuli dan menjambaknya secara brutal.


Sedangkan Jessy yang sedari tadi hanya melihat pertengkaran mereka mulai ketakutan dan berlari.Ia berniat memanggil guru untuk memisahkan ke empat temannya itu.


Tak berselang lama beberapa guru dan juga Ken beserta Jessy datang menghampiri Zia,Vania,Sesil dan juga Steffi.


"Hey apa yang kalian lakukan"Ucap seorang guru perempuan yang terkenal tegas bernama Jeslyn.


"Berhenti ku bilang"Teriaknya tegas yang sontak saja membuat ke tiga gadis kecil itu berhenti.


"Zia"Panggil Ken pelan sambil menghampiri Zia.


"Kakak"Ucap Zia yang sudah berkaca-kaca.


"Bu mereka bertiga yang memulai duluan.mereka menghina keluarga dan Zia"Terang Jessy.


"Bu...bukan begitu Kenzi,Bu guru.zia yang memulai terlebih dahulu.Dia mengatakan bahwa kami tak boleh mendekati mu Kenzi.Kami tak cukup pantas untuk berteman dengan Kenzi itu katanya.bukankah begitu teman teman?"tanya Vania mencari pembelaan.


"benar itu Bu"saut Steffi.


Ken memerhatikan Zia dari atas hingga bawah.Rambut Zia yang berantakan hingga bajunya yang compang camping hingga yang tak kalah mengejutkan Ken banyak bekas cakaran di wajah dan tangannya membuat Ken meradang.


Dengan tatapan yang tajam nan menusuk"Beginikah sikap seorang murid yang bersekolah di sekolahan favorit Bu guru?Bahkan mereka adalah anak anak dari keluarga terpandang di kota ini.Aku nggak mau tau mereka harus di hukum karena tlah menyakiti adikku.Atau aku tak akan pernah mau mengikuti perlombaan apapun lagi."Ucap Ken datar dan langsung pergi sambil memapah Zia di ikutin Jessy di belakangnya.


Ok readers sampai sini dulu ya....

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara like,komen dan juga vote.....


See you.....😊


__ADS_2