
Keesokan harinya Kirana dan Putra tlah berada di dalam pesawat yang akan membawa mereka ke London.
Kirana terlihat begitu gugup saat pesawat akan terbang.Kirana pernah membaca kalo saat krusial pesawat adalah saat pesawat akan terbang dan mendarat.
"Sayang kamu kenapa?"Tanya Putra bingung.
"aku gugup juga takut mas,ini pertama kalinya aku naik pesawat."Terang Kirana dengan wajah sedikit pucat.
"Sayang tenanglah,semua akan baik baik saja.Aku ada bersamamu"Ucap Putra menenangkan Kirana sambil membelai rambut Kirana.
"Bagaimana kalo kamu tidur saja,nanti saat bangun tiba tiba sudah sampai"lanjut Putra.
"Mas apa kamu nggak tau kalo perjalanan kita ke London itu menempuh perjalanan 16 jam lebih"
"Bagaimana bisa kau memintaku tidur selama itu"ucap Kirana kesal.
Namun Putra tak menjawab,ia malah mencium pipi Kirana dengan gemas"Coba lihat ke jendela"perintah Putra.
"😳Ki ..kita sudah di atas awan mas?"Tanya Kirana sambil bolak-balik menoleh ke wajah Putra dan jendela.
"Nggak kerasa kan?"
Kirana yang terpaku melihat pemandangan indah di hadapannya pun tak membalas ucapan Putra.
Dia benar benar terpukau atas salah satu ciptaan Allah tersebut.
__ADS_1
Di tempat lain Bu Irine dan pak Bagas sedang bersantai di taman belakang setelah mereka sarapan bareng.
Pak Bagas yang sedang duduk sambil membaca koran,sedangkan Bu Irine tengah menyiram bunga bunga ke sayangannya.
"Sayang apa kau tau kalo Putra dan Kirana sekarang sedang berlibur ke London?"Tanya bu Irine pada pak Bagas.
"Oh ya?kapan mereka berangkat?kenapa tidak mengabari kita?"Tanya pak Bagas beruntun.
"Sayang tanyanya satu satu"ucap Bu Irine terkekeh.
"Tadi pagi Kirana telvon mama,katanya Putra memberikannya hadiah ulangtahun liburan ke london"
"Kenapa baru ngabarin mama karena Kirana sendiri juga baru tahu"Terang Bu Irine.
"Eh malah senyam senyum sendiri"ucap Bu Irine merasa aneh.
"aku hanya bahagia bila ternyata Putra sudah mau menerima Kirana sebagai istrinya"ucap pak Bagas.
"Heum kamu benar sayang,mama malah sempet takut kalo Putra akan berlaku kasar dan semena mena pada Kirana,tapi ternyata itu tidak terjadi"seru Bu Irine berbinar.
"Kamu tidak tahu saja bagaimana putramu itu menyiksa wanita pilihanmu di awal pernikahan mereka"batin pak bagas.
"Ah aku punya ide"ucap Bu Irine senang.
"Ide?ide apa dan untuk apa?"tanya pak Bagas mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Ck...kebiasaan kalo sudah bertanya pasti beruntun"
"Idenya......................... Gimana Bagus nggak ide mama?"tanya Bu Irene.
"Bagus,ya udah mama atur saja.Tapi papa rasa Kirana bukan tipe gadis yang suka keramaian dan juga kemewahan"
"Hemmm ya udah nanti mama fikirkan lagi buat acaranya"Ucap Bu irene.
Setelah belasan jam Kirana dan Putra akhirnya sampai juga di London.
Kirana yang sudah benar-benar kelelahan tak lagi bisa menahan kantuknya dan ingin segera merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk.
"Mas apa masih lama sampai hotelnya?"tanya Kirana lunglai.
"Sabar ya sayang sebentar lagi kita sampai,kalo nggak kuat menahan kantuknya tidur saja nanti aku gendong"Saran Putra.
"Nggak ah mas mataku masih kuat kok"ucap Kirana yang pada kenyataannyaatanya sudah tinggal lima Watt.
Haduh...kenapa aku ngerasa paragraf sama dialoknya agak memaksakan ya?
Semoga mudah kalian fahami ya,soalnya hpnya harus berebut dulu sama anak.
Like n komennya di tunggu....
See you....
__ADS_1