
"Maaf chef,Olivia di panggil konsumen yang tadi memakan masakannya"
"Masakan yang mana?"Saut Olivia.
"Yang terakhir itu,emmm steak"
"Kau membuat masalah Hem?"tanya Kelvin tajam.
"Aku nggak tau,tadi aku hanya berusaha membuat platingan yang bagus,aku sama sekali nggak menambahkan apapun"Ucap Olivia bingung.
"Sudah lah ayo temui dia,aku ingin tau kesalahan apa yang tlah kau perbuat"Ujar Kelvin langsung pergi mengikuti pelayan tadi.
"Maaf permisi,saya chef yang memasak steak yang anda makan,apa ada keluhan?"
"Apa kamu yang plating steak ini?"
"Bukan,asisten saya yang plating.Ini dia"ucap Kelvin memperlihatkan Olivia.
"Maaf Bu saya Olivia,apa platingan saya salah hingga membuat ***** makan Anda hilang dan akhirnya memanggil saya?"Tanya Olivia panjang lebar.
Namun kecemasan Kelvin dan Olivia di balas oleh sang pelanggan dengan senyuman.
"Kamu belajar plating dari siapa chef.....Olivia?"
"Emm saya tidak belajar dari siapapun,it....itu hanya karangan saya saja"Ucap Olivia pucat pasif.
Sedangkan Kelvin yang mendengar jawaban Olivia menatap tajam gadis itu"Astaga aku lupa kalo gadis ini hanya bisa memasak,tidak untuk plating"batinnya.
"Wah kalo begitu kamu harus belajar mendalaminya.Tanpa belajar saja sajiannya sudah secantik ini,bagaimana kalo kamu belajar chef"
__ADS_1
"Ku sarankan kamu memperdalam bakatmu itu,saya benar-benar terpana melihat kecantikan platingan kamu"Ucap ibu itu masih dengan senyumannya.
"Terima kasih Bu, insyaallah kalo ada waktu dan biayanya pasti saya akan memperdalam bakat tak terduga ini😁"
"Kalo begitu saya kami permisi Bu,"ucap Kelvin dan selamat menikmati hidangannya.Kalo ada keluhan langsung saja panggil saya atau chef Olivia"
"Baiklah terima kasih"Jawab ibu itu.
Di tempat lain Putra benar benar mewujudkan ucapannya untuk membuat Kirana tak bisa berjalan dengan ulahnya.
"Mas kau benar-benar keterlaluan,bagaimana kita liburan kalo untuk berjalan saja aku tak bisa.Kau benar benar.......aih......"keluh Kirana malam itu setelah seharian di gempur oleh Putra.
"Hehehe maaf sayang abis kamu nafsuin,setiap suara dan expresi yang kau keluarkan saat di atas ranjang itu selalu membuatku ingin dan ingin lagi"ucap Putra tanpa bersalah.
"Ck....lalu kapan kita akan pergi ke London?aku bahkan belum izin cuti"keluh Kirana.
"Apa besok pagi?"tanya Kirana kaget
"kamu harus tanggung jawab pokoknya nanti selama di London nggak ada minta jatah"ucap Kirana cemberut.
"Loh kok gitu sih"
"biarin itu hukuman buat mas Put yang semena mena"
"jangan gitu dong sayang,mas minta maaf ya?emmm kamu maunya apa selama di London?mas pasti turuti semuanya.Tapi jatahnya tetep jalan ya"
"enggak mau"ucap Kirana pura pura merajuk.
"Sayang jangan gini dong,kamu tau nggak wanita di London itu rata rata pakaiannya kurang bahan loh.Nanti kalo tiba tiba aku pengen terus mau luapin kesiapa?"tanya Putra melas.
__ADS_1
"Ya udah nggak usah ke London.Kita ke Mekkah aja umroh,disana semua wanitanya pakaiannya semua tertutup,jadi ***** mas nggak akan keluar"
"Skak"Putra tak bisa lagi menjawab ucapan Kirana.Ia langsung lunglai tak berdaya kalo sifat keras kepala istrinya ini sudah keluar.
Ini salahnya juga tlah membuat Kirana benar benar tak bisa berjalan,tapi ini juga bukan sepenuhnya salah Putra"padahal dia juga menikmatinya tapi kenapa sekarang aku yang rugi banyak"batin Putra kesal campur sedih.
Dalam diam Kirana terkekeh"mas bisa janji nggak kalo selama di Landon mas bisa mengurangi durasi olah raganya?"
"Pasti bisa"Jawab Putra berbinar.
"Ya sudah kalo begitu lebih baik kita tidur lebih awal"ucap Kirana tersenyum.
"Kamu maafin mas sayang?"
"Memang mas Put salah apa?"
"Kamu kerjain mas ya?"
"hehehe"
"Awas kamu ya"lalu Putra langsung menggelitik Kirana hingga Kirana tertawa terbahak-bahak.
Ok readers sampai sini dulu ya,nanti di sambung lagi kalo like nya udah banyak.Syukur syukur ada yang mau kasih vote.
Nulis itu nggak gampang loh butuh memeras otak untuk membuat paragraf dan dialoknya.
Biar novel ini bisa lulus kontrak.
See you ..
__ADS_1