
Â
......... happy reading ........
Â
Setelah dua hari menginap di rumah sakit akhirnya Zia di perbolehkan pulang.Kirana,Ken dan Zia langsung saja pergi menuju kediaman keluarga Atmaja.
"Wah bunda rumah ayah besar sekali?"Ucap Zia terkagum-kagum.
Kirana hanya tersenyum menanggapi ucapan Zia..
"Nyonya Kirana???"Ucap seorang satpam saat Kirana sampai di depan gerbang.
"Iya pak ini saya,bisa saya masuk?"
"Ah ya silahkan nyonya"Ucap pak satpam.
"Siapa yang ada di rumah pak?"
"Tuan Putra sudah berangkat ke kantor,sedangkan tuan Bagas masih di pesantren nyonya."
"Hem baiklah kalau begitu,saya dan anak anak ke dalam dulu."
"Nyonya biar saya panggilkan sopir dulu,"
"Emm baiklah"jawab Kirana setelah berfikir kesehatan Zia yang belum pulih benar.
"Iya pak ini anak anak saya, mereka kembar,si kakak namanya Kenzi,dan si adik cantik ini namanya Zia."
"Wah tuan muda dan nona muda sangat tampan dan cantik.selamat datang di kediaman keluarga Atmaja"
"Terima kasih paman."Jawab Ken dan Zia serentak.
"Silahkan masuk nyonya"Ucap sang sopir membukakan pintu belakang mobil.
Mengapa dari gerbang Kirana harus di jemput oleh supir?itu karena jarak antara gerbang dengan mansion Putra di pisahkan oleh sebuah taman yang cukup luas.jarak dari gerbang ke mansion sekitar dua puluh hingga tiga puluh meter....
"Bun itu apa?"Tanya Ken penasaran.
"Oh itu mini labirin yang di buat kakek untuk ayah kalian dulu saat kecil.Dan yang sebelah kanan itu adalah taman bunga milik mendiang nenek kalian."
"Nanti sore aku mau main di sana Bun"Ucap Ken menujuk ke labirin.
"Iya boleh sayang"
"Zia mau berkeliling mansion kakek,pasti sangat luas"Saut Zia semangat.
"Boleh tapi kalian harus istirahat dulu.Nanti sore atau besok saat kakek sudah di rumah baru kalian bermain.Pasti kakek sangat bahagia"Jawab Kirana lembut.
Saat sampai di depan pintu rumah Kirana tlah di sambut oleh semua pelayan dengan tatapan bahagia.
Akhirnya nyonya rumah ini telah kembali,tuan Putra pasti akan sangat bahagia.
Mereka memang tak begitu mengenal Kirana,namun mereka yakin Kirana adalah wanita yang baik.
"Selamat datang kembali nyonya"Sapa kepala pelayan Adam.
"Terima kasih....."
"Adam nyonya"Jawab Adam tersenyum.
"Tolong jangan beri tahu suamiku bahwa aku ada di sini,aku dan anak anak akan membuat kejutan.Dan bisa kah aku minta tolong pada pak Adam untuk menjemput mertua saya?Saya ingin menjemputnya langsung namun anak anak pasti lebih membutuhkan saya di sini"Terang Kirana.
"Tentu nyonya,mari saya antar ke kamar anda."Jawab pelayan Adam.
__ADS_1
Lalu Ken dan Zia langsung di antarkan ke kamar mereka masing-masing.
"Mengapa kamar anak anak sudah di siapkan pak?"Tanya Kirana bingung.
"Ah itu tuan Putra yang menyiapkan semuanya begitu tuan Putra datang."Terang Adam.
"Apa ayah sudah menebak kedatangan kita Bun?"Tanya Zia mengerutkan keningnya.
"Bunda rasa tidak,ayah pernah membicarakan ini.Ayah ingin kita menetap disini"Jawab Kirana membelai rambut Ken dan Zia.
"Kalau begitu kita akan menetap?"Ucap Zia gembira.
"Bagaimana denganmu kakak?"Tanya Kirana pada Ken.
"Aku akan ikut kemanapun kalian pergi,lagi pula kita bisa bersekolah di sini, Walaupun Kota ini hawanya lebih panas.Ku rasa aku bisa beradaptasi"Jawab Ken pura pura jual mahal.
Kirana langsung tersenyum dan memeluk ke dua anaknya.
"Baiklah kita bikin kejutan untuk ayah kalian"
"pak Adam tolong siapkan masakan kesukaan mertua dan suamiku,Minta asisten mas Putra untuk tidak membiarkan mas Putra pulang hingga waktu makan malam tiba.Dan setelah waktunya tiba hubungi suamiku,katakan ada tamu penting yang sedang menunggunya"
"Itu kejutan yang sangat bagus nyonya,saya akan lakukan sekarang."
"Saya akan bantu koki di dapur kalau begitu.Fan anak anak bunda bersenang senang lah kalian di kamar"
Saat sampai di dapur, Kirana Langsung di sambut oleh koki Jihan.
"Nyonya ada yang bisa saya bantu?"
"Aku ingin membantumu memasak masakan kesukaan mertua dan suamiku"
"Itu tidak perlu nyonya,biar aku saja yang mengurus semuanya"Cegah Jihan.
"Tapi aku ingin memasak untuk suamiku, biarkan aku membantumu,aku janji tak akan merepotkan mu"Bujuk Kirana.
sedangkan di tempat lain, tepatnya di kamar Ken.Ken asyik mengelilingi kamarnya yang sangat luas,ada beberapa lemari besar tempat pakaian yang masih kosong,lalu ada sebuah lemari kaca terpajang berbagai miniatur pahlawan adventure.
Dari mana ayahnya tau dia sangat menyukai para superhero itu? Begitu fikirnya.
Di kamar Zia,Zia tengah berbahagia karena banyak boneka di kamarnya,bahkan ada istana Barbie juga dengan peralatan lengkapnya.
Tok.....Tok....Tok....
Ceklek
"Maaf nona apa mau saya temani bermain?"Tanya seorang pelayan muda.
"Siapa nama kakak?"
"Saya Diva nona"Jawab Diva sopan.
"Jangan panggil nona,namaku Zia,"
"I...itu tidak bisa nona,anda adalah putri majikan saya,wajib bagi saya memanggil anda nona"
"Kalau begitu jangan bermain denganku,majikanmu adalah ayah bukan aku"Keluh Zia kesal.
"Jangan seperti ini nona,emmmm baiklah aku akan memanggil nama anda,tapi saat hanya ada kita berdua ya"
"Emmm itu lebih bagus"
"Sekarang kita main apa?"
"Bagaimana kalau kita main Barbie saja no...eh maksudku Zia"
__ADS_1
"Ok ayo"
Waktu terus berjalan,akhirnya makan malampun tiba..
Pak Bagas sudah berada di rumah sejak magrib tadi dan dia sangat bahagia bisa bertemu dengan menantu dan ke dua cucunya.
Pak Bagas lalu saling bertukar cerita pada kedua cucunya.
Namun berbeda dengan Putra,di kantornya di kesal karena biasanya magrib dia sudah sampai rumah,namun asistennya yang baik hati itu terus memberinya banyak pekerjaan.
"Siska urusan disini sudah selesai, yang lainnya kamu urus saja dengan asistenmu,aku ingin kembali ke LA besok pagi."
"Tapi bos masih ada banyak dokumen yang harus anda tanda tangani,"
"Kumpulkan semua,akan ku selesaikan di rumah.Besok pagi datang ke rumah dan ambil"Jawab Putra dengan nada yang sangat lelah.
Karena pasalnya Siska sang asisten membuatnya sibuk seharin.datang metting dengan si A,si B,si C dan seterusnya.
📱"Halo pak Adam ada apa?"
📱"Halo tuan,ada tamu penting yang sedang menunggu anda di sini"
📱"Siapa??"
📱"Maaf saya kurang tau,tapi dia bersikerang ingin bertemu dengan anda.Bahkan tadi ia menyerobot masuk ke kamar anda tuan"Ucap pak Adam memanas manasi Putra.
📱"Baik aku sedang dalam perjalanan.sebentar lagi akan sampai di sana."Terang Putra mempercepat kendaraan nya.
Beberapa menit kemudian,Putra tlah sampai di rumah.
"Aneh biasanya saat ada tamu pintu utama pasti akan selalu terbuka"Batin Putra heran.
Ceklek
"kejutan"
"Kejutan"
"Kejutan"
"kejutan"Ucap Kirana,Zia,Ken dan pak Bagas kompak.
Sepicles....
Putra langsung terpaku melihat orang orang yang di cintai ya sedang berkumpul.
"Kalian......kalian ada di sini??anak ayah ada di sini??"Tanya Putra tak percaya sambil menghampiri mereka dengan tatapan bahagia.
"Ya Zia di sini,karena Zia sudah jauh-jauh ke sini menyusul ayah.Besok ayah harus mengajak kita pergi jalan-jalan"Todong Zia langsung.
"Aku ingin ke Dufan"Saut Ken.
"Tentu tentu ayah akan mengajak kalian jalan jalan kemanapun kalian mau"Jawab Putra langsung memeluk kedua anaknya.
Setelah beberapa saat memeluk kedua anaknya, Putra langsung berdiri menghampiri Kirana.
"Mau ngapain?"Tanya Ken memegang ujung jas mahal Putra.
"Jangan coba-coba menyentuh ibuku sebelum permintaan kami di kabulkan"
Putra terpaku"Apa???aku....aku kan hanya ingin memeluk wanitaku saja?istriku !!!kenapa tidak boleh"Batin Putra memberontak.
"Ayo Bun kita makan,aku sangat lapar karena menunggu ayah"Keluh Ken menggandeng tangan Kirana.
Sedangkan Kirana sendiri hanya terkekeh melihat keposesifan anak laki-laki nya itu.
__ADS_1
"Ken ayah belum melepas rindu dengan ibumu"Ucap Putra kesal.
"Sudahlah Putra,lebih baik tahan dirimu atau Ken akan mengajak Zia dan Kirana kembali lagi ke LA"Ucap pak Bagas menepuk bahu Putra lalu pergi menyusul Cici dan mantunya ke ruang makan....