
Kini Putra tlah sampai di club yang di tuju.
"Apa benar ini tempatnya?"tanya Putra.
"Ya tentu ayo"
Saat Putra masuk ke dalam ia langsung di sambut oleh kerasnya musik DJ dan juga para pengunjung yang sedang asyik berjoget di lantai dansa.
Putra mengamati setiap orang yang ia lewati guna mencari keberadaan Kalista.
Saat sampai di meja bartender Rey menawarkan sebuah minuman padanya.
"Minumlah"
"Tidak aku tidak minum"Tolak Putra halus,namun matanya masih sibuk mengawasi setiap orang yang lalu lalang.
"Hey tenanglah bro kau akan menemukannya,lagi pula minuman ini kadar alkoholnya sangat rendah"Terangnya.
"Sepertinya fikiranmu sedang kalut,jadi lebih baik kau minum ini sedikit biar otakmu bisa lebih fresh"Lanjutnya.
Setelah Putra fikir fikir tak ada salahnya ia minum sedikit,dia sudah sangat lama tak minum.Tepatnya saat menikah dengan Kirana ia mulai mengurangi minum dan akhirnya benar-benar berhenti.
Satu gelas sudah habis,Putra merasa sedikit kaget,"sepertinya ini minuman beralkohol tinggi'batin Putra.
"Kau memberiku minuman beralkohol tinggi heh?"ucap Putra pada Rey.
__ADS_1
"Tapi kau tidak mabukkan?Sudahlah kau nikmati saja man"Ucap Rey yang sudah mulai mabuk.
Bahkan ia menuangkan minuman itu ke dalam gelas milik Putra lagi.
Untuk sesaat Putra menolak,ia hanya ingin fokus mencari dimana keberadaan Kalista.
Malam semakin larut,Kalista belum juga muncul.Putra mulai gelisah,tanpa ia sadar Putra meminum minuman yang tadi di berikan oleh Rey.
"Sial kemana kamu Kalista"Batin putra.
Karena frustasi tak juga menemukan apa yang ia cari Putra memutuskan untuk minum hingga.Bahkan ia melupakan Kirana yang bingung mencarinya.
πππ
Kirana saat ini tengah berjalan kaki menuju hotelnya,karena sebenarnya restoran yang ia kunjungi tadi tak begitu jauh dari hotel tempatnya menginap.
"Ya Allah mengapa Kau memberikanku kebahagiaan hanya sesaat,lalu menerjunkan ku ke dalam jurang.Apa lagi yang akan terjadi setelah ini?"Batin Kirana murung.
Berjalan dengan banyak fikiran buruk dan baik yang mengelilingi fikirannya membuat Kirana tak sadar sudah ada di depan hotelnya.
"Hufff ..Bahkan aku tak sadar sudah sampai di depan hotel"Ucap Kirana pelan.
Dengan gontai Kirana berjalan menuju kamarnya.
Setelah ia sampai di kamar Kirana langsung membersihkan diri dan berganti pakaian.Kirana memilih menuju balkon untuk menunggu suaminya.
__ADS_1
Kirana harus mendapatkan penjelasan dari Putra secepatnya.Dia tak mau pernikahan yang sudah ia pertahankan dengan peluh dan airmata hancur begitu saja hanya karena seorang wanita di masa lalu suaminya.
Ia melihat jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari saat Kirana mendengar ada seseorang yang mengetuk pintunya...
Tok ..
Tok....
Tok...
Ceklek
"MasyaAllah mas"Ucap Kirana kaget,karena penampilan Putra yang terlihat berantakan dan di bopong oleh dua orang scurity.
"Selamat malam nyonya,kami menemukan suami anda tergeletak di dekat Pintu lobby hotel.Sepertinya dia mabuk berat nyonya"Terang salah satu security yang membopong Putra.
"Apa mabuk??Tanpa menunggu lama Kirana langsung mempersilahkan ke dua security tersebut untuk membawa Putra kedalam kamar mereka dan merebahkan Putra di kasur.
Ok readers sampai sini dulu ya up nya,maaf up kali ini cuman sedikit...
Saya usahain besok up lebih banyak lagi,cus jangan lupa like n komennya karena mungkin ke depannya akan ada banyak konflik yang akan menerjang rumah tangga pasangan Kirana dan Putra.
Kira kira mampukah kiran bertahan???kita lihat kelanjutannya...π
See you....βΊοΈ
__ADS_1