
Di sisi lain Putra yang begitu khawatir memutuskan untuk menghampiri Kirana dan Olivia di kampusnya.
"Di mana Kirana?"Tanya Putra pada Olivia saat setelah bertemu dengan Olivia di depan gerbang kampus.
"Aku tak tau,setelah kelas usai Kirana bilang akan ke toilet.Tapu sudah satu jam berlalu dia tidak muncul juga.Bahkan aku juga sudah menghubunginya beberapa kali tapi tak di angkat"Jawab Olivia mulai panik.
"Si***Lalu mengapa kau masih berada di sini?Mengapa kau tak mencarinya bo****"
"Aku sedang menunggu yang lain,kampus ini luas asal kau tau"Ucap Olivia kesal.
"Jadi gimana kejadiannya Kirana bisa menghilang Oliv?"Tanya Tiara panik begitu sampai di samping Olivia.
"Ceritanya panjang,lebih baik kita cari Kirana sekarang saja"Ucap Olivia.
"Kau ikut aku,kita cari dia di setiap toilet yang ada di sini.Dan kalian di tempat lain seperti Taman atau kantin"Titah Putra.
Setelah itu akhirnya mereka bubar menuju tujuan mereka masih masih.Olivia mengecek setiap toilet dan Putra akan menunggu di luar toilet.Sedangkan Tiara dan Soni pergi ke kantin dan taman.
Kembali ke tempat Kirana.
"Ba***** akan ku bunuh kau berani menyakiti Kirana"Ucap Sosok itu memukul Jovan hingga babak belur.
"Kak Dion hiks hiks...."Panggil Kirana ketakutan.Yang lantas mengalihkan perhatian Dion.
"Kau akan mendapatkan balasan yang setimpal"Ucap Dion dingin dengan tatapan yang menghunus.
Lalu ia buru menghampiri Kirana,Kirana aku ada di sini.Semua akan baik baik saja"Ucap Dion sambil membantu Kirana bangun.
"Hiks.....hiks.....kak"Is ok aku ada di sini,selama aku disini tak akan pernah ada yang bisa menyakitimu"Ucap Dion berusaha merapikan kerudung Kirana yang berantakan.
"Maafkan aku karena hampir terlambat menyelamatkanmu...Maaf maafkan aku"Ucap Dion sedih.
Hatinya sakit melihat penampilan Kirana yang berantakan mata sembab dan bibir yang robek serta pipi yang lebam akibat tamparan Jovan tadi.
"Ayo kita pergi dari sini"Ucap Dion sambil menggendong Kirana ala bridal style.
Kirana yang masih ketakutan hanya menurut dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Dion.
Isak tangis Kirana membuat hati Dion sakit.Rasa sakit yang begitu terasa membuat dadanya sesak.
"Maafkan aku yang tak bisa melindungi mu dengan sepenuh nya Kirana.Maaf"Batin Dion memeluk Kirana erat dalam gendongannya.
"Ayo turun,aku antarkan kamu ke rumah sakit"Ucap Dion saat sampai di samping mobilnya.
"Hiks.....hiks....hiks....kak .....a....aku mau pulang .......aku....nggak mau ke. .....rumah sakit"Ucap Kirana sesenggukan.Bahkan tubuhnya masih bergetar hebat.
"Ok kita tidak akan ke rumah sakit.aku akan mengantarkanmu pulang.Tenanglah"Ucap Dion lalu memeluk Kirana kembali.
__ADS_1
"Bang*** apa yang kalian lakukan disini"Teriak Putra berang.
"Bug....."Putra langsung memukul wajah Dion keras hingga membuat Dion yang belum siap menerima serangan dari Putra terjatuh.
"Oh jadi ini yang kamu lakukan selama ini di belakangku kirana.itu sebabnya kau tak mau memaafkan ku itu hanya sebuah alasan agar kau bisa terus dekat dengannya iya"Bentak Putra marah.
Ia begitu marah juga cemburu melihat istrinya sedang berpelukan dengan orang yang ia ketahui juga memiliki perasaan lebih untuk Kirana.
Kirana yang masih syok dan ketakutan mendapatkan tatapan tajam dan juga bentakan dari Putra semakin terpuruk.Tanpa bisa bicara hatinya yang sakit karena mendapatkan pelecehan dan sekarang suaminya tiba tiba datang dan menuduhnya yang Tidak membuat Kirana semakin sakit.
Air matanya semakin deras menatap Putra.Dia ingin suaminya datang untuk memeluk dan menenangkannya.Bukan malah membentak dan menuduhnya seperti itu.
Sedangkan Olivia yang melihat Kirana menangis dan tubuhnya bergetar langsung menghampirinya"Nana apa yang terjadi padamu?"Ucap Olivia panik.sekilas ia melihat ada sedikit robekan di ujung bibir Kirana dan lebam di pipinya.
"pak Dion apa yang sebenarnya terjadi?"Tanya Olivia.
"Ayo pulang"Ucap Putra langsung menyeret Kirana hingga pelukan Olivia terlepas.
"Kau tak tau apa jadi jangan sok"Ucap Dion marah.Tatapannya tak kalas tajam dengan tatapan Putra.
"Bug.....Jangan pernah menyentuhnya kalo ka tak bisa jadi pelindungnya"Ucap Dion dingin setelah memukul wajah Putra.
"Ba******Aku suaminya.aku berhak melakukan apapun pada istrikušmemangnya kau siapa berani mencampuri urusanku?"Ucap Putra tersenyum sinis...
Lalu Putra langsung kembali menarik Kirana dengan kasar hingga beberapa kali Kirana hampir terjatuh.
Hingga membuat Putra yang masih di liputi emosi langsung berhenti dan menatap Olivia tajam.
"Jangan sakiti Kirana,lihat wajahnya.Ingat dia istrimu,bicara baik baik dulu sebelum bertindak"Ucap Olivia bijak.
"Aku tau apa yang harus aku lakukan"Jawab Putra datar.
"Sebenarnya apa yang terjadi pak Dion?"Tanya Olivia begitu kembali menghampiri Dion.
"Kirana hampiri mengalami pelecehan.Aku harus melaporkan ini pada rektor agar bisa di usut.Kalo perlu akan ku laporkan kejadian ini ke polisi bila Kirana berkenan"Terang Dion.
"A....apa Kirana mengalami....Oh astaga Tuhan masalah satu belum selesai mengapa Kirana harus menghadapi masalah kembali"Ucap Olivia kaget sekaligus pusing.
Di dalam mobil Putra mengemudi begitu kencang hingga membuat Kirana ketakutan.Belum sembuh goncangan yang Kirana terima,sekarang ia harus menghadapi emosi Putra yang sedang meluap luap.
"Sebenarnya apa maumu kirana.mengapa kau melakukan itu?"Tanya Putra marah...
"I....itu ti ..dak seperti apa yang kau lihat mas.A...aku bisa menjelaskannya hiks .....hiks...."Ucap Kirana takut.
"Apa yang aku lihat sudah sangat jelas kirana.itu sangat jelas"Teriak Putra lagi.
Saat mobil sudah berada di parkiran apartemen Putra langsung saja menarik Kirana.
__ADS_1
"Kau harus mendapatkan hukuman atas perbuatanmu Kirana.Satu yang harus kau ingat.Apa yang sudah menjadi milikku tak akan pernah aku biarkan lepas"Ucap Putra dingin sambil menarik tangan Kirana kasar...
"Mas dengarkan aku dulu....kamu salah faham hiks....hiks ..."Ucap Kirana saat berada di dalam lift.
Putra yang begitu marah tak mau lagi mendengar ucapan Kirana walau Kirana merintih dah memohon agar Putra bisa lebih lembut lagi menariknya.
"Dimana obat penunda kehamilan itu"Ucap Putra saat sampai di kamar mereka.
"Un...untuk apa mas?"Cepat dimana obat itu"Teriak putra marah sambil menggeledah semua isi laci bahkan lemari Kirana.
Dengan tangan gemetar Kirana menunjukkan laci yang ada di meja rias Kirana.
Putra langsung membuka dan membuang obat itu ke tempat sampah.
lalu ia beralih menatap tajam Kirana,jangan pernah berani coba coba meminum obat obatan itu lagi"Ucap Putra langsung melempar Kirana ke arah ranjang.
"Ma....as apa yang akan kau la....lakukan?"Tanya Kirana ketakutan mencoba bangun dan mundur perlahan saat Putra dengan perlahan membuka bajunya sambil berjalan menuju ranjang Kirana.
"Aku akan membuatmu hamil anakku hingga kau tak akan pernah bisa berfikir untuk pergi atau berpaling dariku"Ucap Putra tajam dengan tatapan yang sudah mulai berkelabut gairah.
Sudah satu bulan ini Putra tak menyentuh Kirana.Melihat mata Kirana yang ketakutan dan gerak gerik Kirana malah membuat nafsu Putra semakin meningkat...
"Ma...as jangan lakukan ini"
"Mengapa jangan Kirana?Kau istriku!Apa salahnya aku melakukan itu Kirana"Ucap Putra langsung berusaha melepas kerudung Kirana saat ia bisa meraih Kirana.
Dan putra langsung mengungkung Kirana saat itu juga.
"Mas jangan ku mohon.....tolong jangan"Ucap Kirana ketakutan dan berusaha memberontak.namun sayangnya kedua tangan Kirana tlah di genggam oleh Putra.Satu tangan Putra berusaha untuk melepas pakaian yang masih melekat di tubuh Kirana.
Penolakan Kirana malah membuat Putra semakin gelap mata dan akhirnya ia melakukannya tanpa foreplay.
"Ahhh tidak mas sakit"Teriak Kirana kesakitan karena kewanitaannya masih sangat kering.Namun teriakan Kirana tak di indahkan Putra.
Putra terus saja melakukannya dengan kasar.
Tubuh Kirana terasa terbelah dan terbakar di bagian intimnya karena perlakuan Putra.
Air mata Kirana mengalir deras merasakan sakit di bagian intimnya.kepalanya terus geleng geleng menahan rasa sakit yang menjalar ke semua tubuhnya.
Kirana terus berteriak mengeluh kesakitan agar putra mendengarnya dan berhenti.Namun sepertinya Putra tuli tiba-tiba hingga sama sekali tak mendengar teriakan Kirana yang kesakitan.
"Aacccchhhh mas sakit ku mohon hentikan...ampun mas...ini sakit.....hiks....hiks....hiks..."Begitulah kira kira teriakan Kirana.
Ya Allah hatiku ngilu nulis ini,maaf ya readers kalo dialognya atau paragrafnya kurang ngena di hati....
Jangan lupa like komen n vote nya...
__ADS_1
See you.....