
Di tempat lain Bu Irine sedang sibuk-sibuknya merencanakan kejuatan ulang tahun untuk Kirana.Sebenarnya ia ingin merayakan ulang tahun Kirana dengan mewah dan meriah,namun di larang oleh pak Bagas.
Karena menurutnya Kirana tak akan suka dengan sesuatu yang berlebihan.Jadi lebih baik mengadakan pesta yang sederhana dan kekeluargaan.
Dan setelah menimbang nimbang Bu Irine akhirnya memutuskan untuk mengadakan pesta barbeque saja,dia akan mengundang sahabat sahabat anak dan menantunya,juga para pelayan agar lebih terkesan ramai.
"Bik tolong di tata ya taman belakang,saya mau kasih kejutan ulang tahun buat Kirana."
"Memang acara seperti apa yang akan nyonya adakan?"Tanya bi Maryam sebagai kepala maid.
"Aku ingin kita barbequean saja,nanti para pelayan di sini juga akan ikut bersama merayakan ulang tahun Kirana,jadi siapkan sebaik mungkin ya"Pinta Bu Irine.
"Baik nyonya,saya akan persiapkan semuanya"Tutur bi Maryam langsung pergi menuju taman belakang.
Kembali ke London.
Tok....
Tok ..
Tok ..
Cklek"Maaf nona ini pesanan anda"Ucap seorang pelayan.
"ah ya Terima kasih tolong tata di meja tamu saja"Pinta Kirana dengan sopan.
Setelah menata sarapan pelayan itu langsung undur diri.
Kirana kemudian kembali duduk di sofa tempatnya tadi tiduran,ia menatap makanan makanan yang ia pesan.
"Aku malas sekali makan,tapi kalo tak makan dari mana aku mendapatkan tenaga?perjalanan ke Indonesia tak sebentar"Batin Kirana nelangsa.
Namun perlahan Kirana memutuskan untuk memakan makanan yang berada di depannya.
Sedang asiknya memakan sarapannya Kirana mendengar erangan tertahan dari arah kasur tempat Putra sedang tidur.
Melihat ada pergerakan dari Putra sepertinya dia sudah bangun. Kirana langsung berjalan menuju kamar mandi untuk menyiapkan air mandi untuk Putra.
Setelah itu ia menyiapkan pakaian untuk Putra kenakan.
__ADS_1
Saat sampai di kasur ternyata Putra tlah bangun sambil memegang kepalanya
"Kepalaku sangat pusing"Guman Putra.
"Sayang"Panggil Putra saat melihat Kirana akan beranjak dari tempat tidurnya.
"Apa yang terjadi padaku semalam?"Tanya Putra bingung.
"Kau tak ingat"Tanya Kirana sambil berbalik ke arah Putra.
"Aku hanya ingat aku datang ke club untuk mencari Kalista."Terang Putra.
"Kau mabuk"jawab Kirana datar.
"Mandilah dan cepat sarapan"Ucap Kirana beralih pergi.
Namun saat Putra melihat jalan Kirana yang tertatih dan tersendat-sendat merasa aneh."Sayang apa yang terjadi padamu?mengapa jalanmu seperti itu,dan tunggu....mengapa aku baru sadar kalo aku sama sekali tak berpakaian?"tanya Putra bingung.
"Kau mabuk lalu menye******ku dengan kasar.itu sebabnya aku seperti ini"Terang Kirana langsung melanjutkan jalannya tanpa menghiraukan Putra lagi.
Mendengar penuturan Kirana Putra merasa bersalah,dia sama sekali tak ingat apa yang tlah terjadi semalam hingga membuat istrinya susah berjalan seperti itu..
Akhirnya Putra memilih untuk membersihkan dulu tubuhnya baru bicara dengan Kirana lagi.
"Sayang aku ingin bicara padamu"Ucap Putra menghampiri Kirana.
"Makan dulu,baru bicara"Ucap Kirana masih sibuk merapikan tempat tidur mereka.
"Sayang sudah jangan di teruskan,biar room servis saja yang mengurusnya"Ucap Putra memegang pergelangan tangan Kirana.
"Ayo makan,kamu pasti juga belum makankan?"Tanya Putra sambil menarik pelan tangan Kirana,namun di tolak oleh Kirana.
Kirana melepaskan tangan Putra yang memegang pergelangannya.
"Aku sudah makan"Ucap Kirana datar lalu berbalik menuju ke balkon kamar nya.
Putra merasa bingung dan aneh,"Mengapa tiba tiba Kirana sikapnya berubah jadi datar seperti itu?dalam keadaan tidak sadar pasti aku melakukan kesalah yang cukup fatal"Batin Putra mengerutkan keningnya sambil menatap Kirana yang tengah memandang pemandangan dari balkonnya.
Setelah menyelesaikan sarapannya yang sedikit tertunda Putra memutuskan menyusul Kirana yang sedang bersantai di balkon sambil memainkan handphone nya.
__ADS_1
"Sayang ada apa denganmu?Mengapa tiba tiba sikapmu berubah seperti ini?"Tanya Putra to the poin.
Namun sayangnya Kirana tak menggubris pertanyaan putra.
Putra yang merasa bersalah duduk dekat Kirana. Ia menggenggam tangan istrinya.
"Sayang kita sudah berumah tangga lebih dari tiga tahun,kalo ada masalah atau sesuatu yang menggangu fikiranmu biasanya kau akan mengatakannya,namun kenapa sekarang kau hanya diam saja.Jangan seperti ini ku mohon"Ucap Putra sambil menciumi punggung tangan Putra.
"Cih...setelah kau meneriaki nama wanita lain di atas tubuhku semalaman kau masih berani bersikap sok romantis begini"guman setan dalam hati Kirana.
"Kau bisa mulai mengingat dan menghitung semu kesalahanmu semalam"Ucap Kirana datar langsung menarik tangannya kasar.
Putra langsung memutar ingatannya beberapa saat hingga ia tak sadarkan diri.
"Aku sudah ingat semua,maafkan aku,bukan maksudku meninggalkanmu di restoran itu sendiri tanpa kabar. A...aku masih terlalu syok bertemu dengan Kalista."Terang Putra menyesal.
"Ya sepertinya dia sangat berpengaruh di dalam kehidupanmu"Ucap Kirana acuh.
"Dia masa laluku yang dulu sangat aku cintai,namun dia tiba-tiba pergi tanpa alasan yang jelas.Dia pergi meninggalkanku sendiri dengan perasaan malu yang ia berikan pada keluargaku hingga mama sangat membencinya"Terang Putra menunduk lalu mencoba memegang tangan Kirana lagi.
Namun sayang Kirana langsung menepis tangan Putra dan berlalu masuk ke dalam kamar.
Kirana berusaha menghindari Putra dengan menelfon sahabat sahabatnya.
Dan Putra mengerti Kirana tengah marah padanya karena ia meninggalkan Kirana begitu saja di malam ulang tahunnya.
"Itu pasti sangat sakit"batin Putra.
Akhirnya Putra mengalah dan membiarkan Kirana asyik mengobrol dengan Olivia.
Dia akan menjelaskan masalah ini nanti setelah sampai di Indonesia.
Hai hai readers,maaf ya upnya sedikit terlambat😁🙏
Kemarin banyak banget kerjaan yang menumpuk dan minta untuk segera di selesaikan.
Tapi hari ini aku usahain up dua bab untuk kalian yang stay nungguin kisah Kirana.
Sekedar catatan disini Kirana memang sangat sakit hati dengan Putra.Namun Kirana selalu bisa memendam rasa sakit itu hingga tidak semua orang bisa tau kesedihannya.
__ADS_1
Dan tentang Kirana yang masih melayani Putra dengan baik karena sadar betul ia adalah seorang istri yang wajib mengurus semua keperluan suaminya.Cukup suaminya sajalah yang berdosa padanya,tidak dengannya,begitu fikir Kirana.
Ok see you nanti malam ya.....☺️😉