
..... Happy reading .....
Dan tanpa mereka ketahui di kejauhan Putra melihat interaksi Dion dan juga Kirana.
Ada amarah dan juga cemburu melihat Kirana di peluk laki laki lain.
Namun ia berusaha menahan itu semua dan perlahan Putra menghampiri mereka.
"Kirana"Panggil Putra pelan.
"Kau....sedang apa kau di sini?"Tanya Dion mengepalkan tangannya menahan emosi.
"Aku ke rumah kalian tapi sepi,jadi aku mengikuti GPS di smartphone Saka.Apa Olivia sudah melahirkan?Bagaimana kondisinya?"Tanya Putra peduli.
"Cih....tak perlu kau sok peduli,lebih baik kau cepat pergi dari tempat ini sebelum aku menendangmu"Ucap Dion sinis.
"Kirana lebih baik kita pergi"Ucap Saka dan di angguki Kirana.
Sepanjang jalan Kirana terus menunduk tanpa menoleh ke arah Putra.
Sedangkan Putra sendiri terus saja melihat Kirana hingga Kirana tak terlihat lagi dengan pandangan murung.
"Untuk apa kau masih disini hah?kehadiranmu sama sekali tidak di butuhkan disini.Andai Olivia tau apa yang tlah terjadi aku berani pastikan dia akan membuat mu masuk rumah sakit"Ucap Dion dingin dan langsung kembali masuk ke dalam kamar Olivia.
"Sebenarnya apa yang terjadi?Kemarin sepertinya keadaan masih baik baik saja.Mungkin aku harus bertanya pada Saka nanti"Ucap Putra duduk di bangku menunggu Zia atau Ken keluar.Syukur syukur bisa kembali bertemu Kirana lagi dan dia bisa berbicara empat mata dengan Kirana.
Ceklek
Tiba tiba pintu ruangan Olivia terbuka dan keluarlah Ken masih dengan topi dan masker yang terpasang rapih di wajahnya.
"Ken"Panggil Putra.
"Mengapa kamu berpenampilan seperti ini nak.?"Tanya Putra heran.
__ADS_1
Ken mengerutkan keningnya"Sedang apa kau di sini?"Tanya balik Ken datar.
"Aku?????aku ingin menemui Zia juga kamu, Kalian tidak sekolah?Oh mungkin kalian ingin menemani Olivia dan anaknya disini ya?"Ucap Putra sok akrab.
",😏Jangan sok akrab dengan ku tuan.Dan yah sebaiknya anda pergi dari sini sebelum aku melampaui batasanku"
"Tuan???apa maksudmu Ken??...Aku ayahmu,mengapa kamu memanggilku seperti itu?
"Cih aku tak punya ayah sepertimu!!! Kau sudah menyakiti bunda berulang kali,dan kehadiranmu disini juga sama sekali tidak membuat bunda Kirana semakin membaik.Sebelum aku semakin membencimu baik kau enyah dari hadapanku"Ucap Ken datar dan pergi.
"Ken aku kemari untuk mendapatkan maaf dari Kirana bundamu,apa kau tak ingin kita bisa hidup bahagia bersama?"Tanya Putra.
"Dulu aku memang sering menyakiti Kirana entah fisik maupun hatinya,tapi sungguh sekarang aku sudah menyesalinya.Aku kemari untuk meminta kalian kembali Dan meminta maaf pada Kirana.Aku akan melakukan apapun untuk itu.Bahkan aku sudah mengalihkan semua harta dan asetku atas nama kalian,andai nanti aku menyakiti ibu kalian lagi kalian bisa mengusirku dan membiarkanku hidup gelandangan"Terang Putra panjang lebar.
"Hidup bersama katamu?mimpi saja!!Aku tak akan pernah membiarkan bundaku tersakiti lagi karenamu."
"Aku kemari bukan untuk menyakiti Kirana lagi"Ucap Putra lemah dan terduduk.
"😏Apa tadi kau bilang?kemari bukan untuk menyakiti bunda ku lagi?Lalu ini apa tuan???"Ucap Ken sambil menyerahkan handphone miliknya dengan kasar.
Putra yang melihatnya pun tak kuasa menahan air matanya.Perlahan tetes demi tetes air matanya mengalir membasahi pipinya.
"Bagaimana bisa aku menyakiti wanita sebaik Kirana hingga seperti ini?"Batinnya sesak.
"Kehadiranmu disini hanya membuat bundaku kembali merasakan kesakitannya.Sebelum bunda semakin parah lebih baik kau pergi dan jangan pernah kembali tuan."Ucap Ken melipat kedua tangannya di dada.
Putra menyerahkan kembali handphone miliknya Ken dan berkata"Aku yang tlah membuat Kirana seperti ini,maka aku juga yang harus menyembuhkannya"Ucap Putra yakin lalu pergi.
"Apa yang akan dia rencanakan?"Batin Ken khawatir.
Ken memiliki IQ di atas rata-rata dari pada anak seusianya,jadi wajar dia sudah bisa berfikir lebih kritis dan dewasa.
Hanya di depan orang terdekatnya saja dan juga Kirana Ken berulah layaknya anak kecil seusianya.
__ADS_1
Waktu tlah berlalu begitu cepat,tak terasa sudah seminggu berlalu sejak kejadian di rumah sakit waktu itu.
Dan sudah seminggu pula Putra tak menampakkan batang hidungnya di hadapan Kirana dan anak anaknya.
Zia mulai rewel dan menanyakan di mana keberadaan ayahnya itu.
"Bunda ayah kemana ya kok nggak ada kabar?Zia kan kangen"Keluh Zia saat duduk santai di teras bersama Kirana.Sedangkan Ken sedang asyik bermain bola sendiri.
"Mungkin ada perkejaan yang ayahmu tidak bisa tinggal sayang,itu sebabnya ayah tak kemari.Nanti kalau ayah sudah ada waktu luang pasti main kesini lagi"Terang Kirana menenangkan.
"Aku berharap dia tidak kesini lagi"Saut Ken mengambil botol minumnya.Hingga kini Ken masih saja suka memakai masker walau tak memakai topi ataupun kaca mata lagi.
"Huss kakak nggak boleh begitu,memang ayah berbuat apa sama kakak sampai kakak sepertinya tidak suka sama ayah"Tanya Kirana.
"Bun aku masuk duluan,pengen main sama dedek bayi.Malas Deket Deket kak Ken,setiap kali membahas soal ayah kakak terus saja menjelek jelekkan ayah.
"Memang kelakuannya sudah jelek kok"Jawab Ken acuh tak acuh.
"Ken....hey ada apa denganmu nak?Kamu nampak sangat membenci ayahmu...."
"Dia bukan ayahku...Hanya papa Dionlah ayahku"Jawab Ken datar.
"Kakak...bunda nggak tau apa yang sebenarnya terjadi di antara kalian,tapi sifat seperti ini tidak baik sayang...."
"Mengapa bunda selalu membela orang yang sudah terang terangan selalu menyakiti bunda?Aku hanya sedang berusaha menjaga bunda dan Zia dari orang orang yang ingin menyakiti kalian.itu saja"
Ia sangat kesal karena Kirana selalu membela Putra setiap kali mereka bertiga membahasnya.
"Seberapa seringpun dia tlah menyakiti bunda dia tetaplah ayah kalian.Bunda tidak punya hak untuk memisahkan kalian.Lagi pula bunda selalu mengajarkan kakak dan juga Zia untuk jadi orang yang pemaaf kan?Dan demi kalian bunda sekarang siap memaafkan ayah kalian.Bunda hanya perlu sembuh dari masa lalu bunda."
"Dan sepertinya ayah Putra sudah berubah lebih baik dari terakhir kali bunda bertemu dengannya."
"Ken tak peduli,yang Ken tau selama dia berani menyakiti bunda dan Zia entah di masa lalu kini ataupun nanti Ken akan tetap siap untuk menyingkirkannya kapanpun itu"Jawab Ken langsung berlalu pergi.
__ADS_1
"Aku tak menyangka Ken akan sebenci ini denganmu mas,apa yang harus ku lakukan?Aku juga lelah seperti ini terus,aku benar benar ingin berdamai dengan semua ini.Tapi trauma ini.......hufffffggg"Guman Kirana tercekat.