
........ Happy reading......
Detik berlalu berganti menit,dan menit berlalu berganti jam.Dan tak terasa jam sudah menunjukkan pukul dua belas tengah malam.
Setelah lelah menangis Kirana mulai berjalan perlahan menuju kasurnya untuk mengistirahatkan tubuh dan batinnya.
"Aku harus tidur karena besok akan ada banyak tugas yang harus ku selesaikan"Batin Kirana lemah.
Namun baru saja beberapa jam ia tertidur terlihat nampak kerutan di dahi kirana.Matanya yang terpejampun mulai bergerak gelisah.Bahkan kini air matanya mulai mengalir dari sudut matanya.
Mulutnya sepertinya ingin berbicara atau bahkan berteriak,namun hanya kebungkaman yang terlihat.
"Tubuhnya mulai bergetar dan tangannya mulai meremas seprei ranjang dengan kuat hingga akhirnya Kirana terbangun dengan teriakan yang sangat keras.
"Jangan........."Kirana terbangun dalam keadaan air mata yang masih mengalir dengan tatapan yang linglung.
Teriakan Kirana yang kencang membuat Ken yang tengah tertidur pulas terkaget dan langsung berlari menuju kamar Kirana.
Brak...Pintu terbuka dengan kasar.
"Bunda"Panggil Ken panik.
"Bunda kenapa? Kenapa bunda menangis?"Tanya Ken panik melihat wajah Kirana yang sudah penuh air mata.
Kirana melihat Ken yang memegang lengannya.Dan di mata Kirana saat ini bukanlah wajah Ken putranya,namun Putra.Orang yang selama ini pernah menyakiti dan menyiksanya.
Dengan membulatkan matanya keget Kirana langsung menepis tangan Ken dengan kasar dari lengannya.Dia langsung mundur dari tempat tempatnya duduk hingga ia terjatuh dari kasurnya.
"Bunda kenapa?Bunda kenapa seperti ini??"Tanya Ken mulai berkaca-kaca melihat Kirana bertingkah tak biasa.
"Pergi.....jangan sakiti aku lagi"Teriak Kirana ketakutan.
Ken berusaha mendekat namun lagi lagi Kirana menjauh dan berteriak.
"Pergi...jangan siksa aku lagi mas,,,ku mohon hiks ..hiks ..i...ini sakit...a...aku tak tahan...ku mohon jangan ...Sa....sakiti aku lagi"Ucap Kirana ketakutan sambil menangis dan terus mundur.
Teriakan Kirana kali ini membuat Zia terbangun dan menghampiri kamar Kirana.
"Kak"Panggil Zia pada Ken hingga membuat Ken langsung menoleh dengan air mata yang tlah mengalir.
"Kakak mengapa menangis?"Tanya Zia yang belum mengetahui kondisi Kirana.
"Pergi... jangan sakiti aku lagi....kau...kau bisa kembali padanya..A....aku tak akan mencegah kalian...tapi jangan sakiti aku lagi hiks... hiks"Ucap Kirana duduk meringkuk di pojok kamarnya.
"Kak bunda kenapa?Kenapa bunda menangis dan menyuruh kita pergi?"Tanya Zia juga mulai ikut berkaca-kaca.
Mendengar semua ucapan Kirana,Ken mulai teringat akan cerita Saka bahwa Putra ayahnya pernah menyakiti Kirana hingga membuat Kirana trauma.Terlebih lagi Ken sadar bahwa wajahnya mirip dengan Putra.Dan itu membuatnya merasakan rasa sakit yang tak terhingga di hatinya.
Ia menggenggam tangan nya erat sambil menahan Isak tangisnya.
"Kakak hiks...hiks...bunda kenapa kak?Bunda sakit?"
__ADS_1
"Bunda sakit apa?biar Zia yang bantu obatin"Ucap Zia ingin menghampiri Kirana.
Namun di cegah Ken.
"Zia .. Telfon uncle Saka dan katakan bahwa bunda menangis dan berteriak"Perintah Ken dalam tangisnya.
"Tapi bunda kenapa kak?"Tanya Zia sedih.
"Kakak akan beritahu nanti.Sekarang cepat hubungi uncle agar bunda cepat sembuh"Pinta Ken lagi tanpa mengalihkan pandangannya dari Kirana yang masih duduk meringkuk sambil menangis dan meracau.
Zia langsung berlari kembali ke kamar untuk mengambil handphone nya guna menghubungi Saka.
Sedangkan Ken sendiri begitu terkejut hingga membuatnya terduduk di tempat.Beginikah rasa sakit yang terus ibunya rasakan selama ini?Ken tak tau haru berbuat apa.
Yang ia tau hanyalah sekarang ini hatinya sangat sakit melihat kondisi ibunya?Mungkin inilah rasanya sakit tak berdarah.
"Maafkan Ken bunda,maafkan Ken Hiks....hiks...maaf karena wajah Ken yang selalu membuat bunda tersiksa dan terus mengingatkan bunda akan wajah laki laki bang***** itu."
"Aku tak akan pernah membiarkan dia bisa menyakiti bunda lagi hiks ...hiks ...hiks"Ucap Ken sambil memukul dadanya yang terasa sangat sakit dan sesak.
"Tak akan pernah"Ucap Ken pingsan.
Ken yang kelelahan dan kejadian malam itu yang membuatnya syok akhirnya membuat tubuhnya tak mampu menahan beban itu hingga membuat Ken pingsan.
Zia kembali ke kamar Kirana dan melihat Ken yang tengah pingsan dan Kirana yang masih meracau dan berteriak membuat Zia takut dan menangis di sambil Ken.
Bug ....bug....bug... suara langkah kaki Saka yang terdengar seperti berlari.
Namun bukan sosok Kirana yang pertama kali terlihat dari pandangannya.Melainkan Ken yang tengah tertidur dan di sampingnya Zia tengah menangis sambil menatap Kirana yang masih meringkuk sambil meracau.
Kini penampilan kirana bisa di katakan buruk dengan wajah yang berantakan penuh air mata dan sambut yang acak-acakan begitu juga pakaiannya.
"Zia Ken kenapa?"Tanya Saka panik.
"Hiks ....hiks.. zi...Zia nggak tau uncle.Sa....saat Zia kembali kak Ken sudah seperti ini hiks....hiks...Bun..bunda kenapa uncle,kenapa bunda terus menangis dan berteriak"Tanya Zia di pelukan Saka sambil terisak.Bahkan tubuhnya kini tlah bergetar.
"Cup...cup...cup tenanglah Zia,bunda sedang sakit saat ini.uncle yakin besok bunda akan sembuh.sekarang ayo Zia ke kamar.Uncle akan menggendong Ken kemar kalian.Biarkan uncle yang mengurus bunda"Ucap Saka melepas pelukan Zia.
"Zi...Zia takut uncle,...bunda terus berteriak tak jelas"
"Tenanglah ayo kita kekamar"Ucap Saka dengan wajah khawatir.
"Tidurlah kembali.nanti setelah uncle menenangkan bunda uncle akan kembali untuk menemani Zia tidur"Ucap Saka begitu sampai di kamar Zia dan Ken.
Setelah itu Saka kembali ke kamar Kirana dan mencoba menenangkan Kirana.
"Nana ini aku Saka lihatlah aku disini untukmu"Ucap Saka lembut berjalan pelan menghampiri Kirana.
"Tidak...jangan dekat-dekat...jangan setuh aku hiks...hiks....jangan sakiti aku lagi..."Ucap Kirana semakin merapatkan tubuhnya ketembok
"Lihat aku Kirana ini aku Saka,Orang yang sudah kau anggap kakakmu sendiri.Lihatlah ini aku,aku tak akan menyakitimu"Ucap Saka berlutut sambil berusaha menggenggam bahu Kirana.
__ADS_1
"Tidak jangan sakit aku ..pergi"Ucap Kirana panik lalu berdiri dan berlari keluar kamar.
"Sial sepertinya trauma Kirana kambuh lagi"Batin Saka.
"Kirana tunggu kau mau pergi kemana?"Panggil Saka mengejar Kirana yang lebih dulu berlari menuruni tangga.
"Pergi jangan sakiti aku lagi....biarkan aku pergi darimu"Teriak Kirana terus berlari keluar rumah.
"Gawat Kirana lari keluar rumah.Aku harus menghubungi Dion sebelum terjadi sesuatu yang akan berakibat fatal.
Sambil menghubungi Dion Saka terus mengejar Kirana dan memanggilnya.
π±"Halo Dion tolong cepat kembali,Kirana sepertinya kambuh HOS hos hos"Ucap Saka panik masih sambil berlari mengejar Kirana.
π±"Apa maksudmu Kabuh,dan mengapa nafasmu terdengar ngos-ngosan Saka"Tanya Dion di seberang sana.
Olivia baru saja selesai melahirkan dan sekarang ia berada di ruang pemulihan.Esok pagi dia baru bisa di pindahkan ke ruang rawat inap.
"Kirana meracau,menangis dan berlari keluar rumah untuk menghindari ku.Jangan banyak tanya cepatlah kemari.kamu bisa ikuti GPS di smartphone ku"Ucap Saka mematikan telfonnya sepihak.Lalu mempercepat larinya untuk mengejar Kirana.
Sudah jauh Kirana berlari dari rumahnya tanpa alas kaki.Dan mungkin saat ini telapak kakinya sudah terluka.
Perlahan-lahan Kirana mulai melambatkan larinya.Ia berjalan sempoyongan masih sambil meracau.Pandangan matanya pun belum bisa fokus.Matanya terus bergerak gelisah hingga akhirnya Kirana terjatuh pingsan di dekat sebuah jembatan.
"Kirana"Panggil Saja panik menghampiri Kirana yang pingsan.
"Kirana bangun"Ucap Saka panik.
Ia langsung menggendong Kirana ala bridal style untuk membawanya kembali ke rumah.
Namun baru beberapa saat Ska berjalan tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti di sampingnya.
"Kirana kenapa Ka?Bagaimana bis dia sampai di sini?"Tanya Dion panik.
"Ya itu ternyata Dion yang datang dengan sebuah taksi.
"Ayo cepat masuk"Dion membukakan pintu mobil untuk Saka bisa masuk.
"Apa yang sebenarnya terjadi?"Tanya tak sabar.
"Akan ku ceritakan saat sampai rumah"Ucap Saka sambil memeluk Kirana dalam pangkuannya.
Hay readers aku up lebih awal nih khusus buat kalian.π
Part ini khusus buat kalian yang masih setia stay menunggu up terbaruku.βΊοΈ
Jangan lupa dukung author dengan cara vote,like n komennya ya.π
Karena dukungan kalianlah author bisa sampai di titik ini.....π
See you.....
__ADS_1