Perjuangan Seorang Istri

Perjuangan Seorang Istri
102


__ADS_3

 


........ Happy reading .....


 


"Bunda kita akan ke mana?"Tanya Zia pada Kirana.


"Coba tebak kita akan ke mana?!"Ucap Kirana menengok ke belakang.


Tepatnya saat ini Putra, Kirana,Zia dan Ken berada di dalam sebuah mobil yang sedang berjalan ke suatu tempat.


"Kak Ken apa kau tau?"Tanya Zia menoleh ke samping melihat Ken sibuk memainkan rubik berbentuk segi Eman tersebut.


"Tidak"Jawab Ken singkat yang masih fokus pada rubiknya.


"Ayah kita akan ke mana?"Tanya Zia masih penasaran.


"Kita akan bersenang-senang sayang"


"Ke mana?"


"Kejutan dong,Nanti kalau ayah kasih tau nggak jadi kejutan"Terang Putra tersenyum melirik spion.


Satu jam berlalu,akhinya mereka sampai ke tempat tujuan.


"Kita sampai"Ucap Putra semangat.


Kirana dan kedua anaknya langsung turus begitu mobil tlah terparkir.


"Ayah apa kita sedang berada di pantai?"Tanya Zia berbinar.


"Yap seratus buat Zia..."Jawab Putra ceria.


"Yeeeee ayo kak kita bangun istana pasir,Ayah tau ini pertama kalinya kita ke pantai,aku sering melihat pantai dan lautan di tv itu sangat bagus.Dan ternyata ini tidak bohong.Ini sangat indah"Ucap Zia bahagia.Bahkan Ken yang masih tenang berdiri di samping kiranapun langsung di seret zia menuju pantai.


Sedangkan Kirana dan Putra sendiri hanya terkekeh kecil melihat begitu senangnya Zia saat bermain dengan ombak..


"Zia jangan terlalu masuk ke tengah sayang"Teriak Kirana berjalan menghampiri kakak beradik itu.


"Bunda ayo sini,ini seru sekali"Panggil Zia begitu terlihat gembira berkejaran dengan ombak.


"Hahaha yeyeye nggak kena"Ucap Zia pada ombak yang mengejarnya.


Kirana menghampiri Zia dan ikut bermain ombak.


Sedangkan Ken lebih memilih membuat istana pasir.Karena sebelum mereka Putra tlah membawa banyak perlengkapan untuk ke pantai.


"Ken kamu tidak ingin ikut bunda dan Zia bermain air?"Tanya Putra duduk di samping Ken.


"Tidak...Dan menjauhlah dari ku"Ucap Ken dingin lalu berpindah tempat.

__ADS_1


Ia mulai mencetak pasir kembali.


Namun saat istana pasir Ken akan selesai tiba-tiba ada seseorang yang menyiram kepalanya dengan air.


"Hahaha kakak jadi basah"Ucap Zia senang.Sedangkan Ken masih terpaku karena kaget...


"Zia......awas kau...."Teriak Ken kencang saat baru menyadari bahwa bajunya tlah basah karena kejahilan adiknya.


Dan ya Ken dan Zia langsung berkejaran kejaran.Zia yang begitu senang bisa mengerjai kakaknya tertawa begitu lepas,dan Ken yang kesal karena sudah di jahili Zia.


Saat Zia mulai kelelahan berlari akhirnya ia melambat sambil menata kembali nafasnya yang ngos-ngosan.Namun tiba tiba ada seseorang yang memeluknya dari belakang.


"Ha...aku menangkap mu"


"A......tidak...tidak bisa, lepaskan aku kak"Ucap Zia panik saat tau itu ternyata Ken.


"Kau harus di beri hukuman adik kecil"Ucap Ken langsung menarik tubuh Zia yang sedang memberontak menuju bibir pantai.


Dan ya saat ombak datang Ken langsung melepaskan Zia...


"Ah.....kakak aku jadi basah...."Ucap Zia kesal karena ia di terjang ombak yang cukup besar karena Ken membawanya cukup ke pinggir.


"Biarin,ini setimpal,aku basah kau juga basah"Ucap Ken melipat tangannya di depan dadanya.


"Kakak jelek"Ucap Zia kesal lalu berdiri.


"Aku tampan"Saut Ken.


"Tampan"Ken tak mau kalah.


"Kak Ken jelek.....jelek....jelek"


"Aku tampan.....tampan....tampan"


"Bunda"Panggil Zia pada Kirana yang baru saja berdiri di samping Ken.


"Kenapa sayang?"Tanya Kirana membelai rambut Zia yang tlah basah.


"Lihat aku basah karena kakak jelek"Adu Zia dengan wajah cemberut.


"Hemmm kamu basah ya???? Kalau begitu kita buat semakin basah"Ucap Kirana senang sambil menciptakan air ke tubuh Zia dan juga Ken...


Zia dan Ken tentu tak mau kalah, mereka langsung membalas perlakukan Kirana dengan senang hati...Di sana mereka tengah gembira dengan liburan mereka.


"Ayah ayo ke sini,tolong aku....kita balas kak Ken dan bunda"Teriak Zia meminta pertolongan karena Kirana dan Ken kini sama sama menciprati Zia.


"Bermainlah sepuasnya,ayah akan menata ini"Jawab Putra sambil memperlihatkan keranjang piknik yang ia bawa.


🌄🌅🌄🌅


Hari berganti begitu cepat sejak liburan singkat mereka di pantai saat itu.

__ADS_1


Dan kini kedekatan Kirana dengan Putra semakin intens.


Terlebih lagi kini setelah menjalani terapi psikis,kesehatan mental Kirana semakin membaik,dia juga sudah tidak mengalami mimpi buruk lagi,namun Kirana Masih enggan untuk bersentuhan dengan Putra.


Putrapun selalu menemani dan membantu Kirana dalam masa terapinya,dan ya menurut psikiater mu ke hadiran Putra sangat membantu.


"Tinggal terapi beberapa kali lagi kamu akan benar-benar sembuh Na,aku sangat senang dengan itu.Lalu setelah ini apa yang kamu rencanakan?"Tanya Putra sambil mengendarai mobil nya setelah menemani Kirana terapi.


"Aku hanya ingin kembali menjalani kehidupan ku yang normal seperti dulu."Jawab Kirana tanpa menoleh.


"Itu berarti kamu mau kembali lagi padaku Na?"


"Ambil dulu hati putramu baru fikirkan keinginanku.Untuk seorang ibu,aku bisa melakukan apa saja untuk anak anak ku.Termasuk menerimamu kembali"Terang Kirana.


"Apa maksud dari kata mu itu Kirana?kamu seperti terpaksa menerima ku kembali ke kehidupanmu."Ucap Putra menepikan mobilnya.


"Aku tidak bermaksud begitu"


"Tapi aku menangkapnya seperti itu.... Kirana apa mungkin di hatimu tak ada lagi namaku?"Tanya Putra ragu ragu.


Namun Kirana sama sekali tak menjawab pertanyaan Putra.Kirana diam,ia tak tau apa di hatinya masih ada nama Putra atau tidak.Yang dia tau,dia hanya ingin hidup bahagia bersama kedua anaknya.


"Huffffff... Baiklah kalau begitu biarkan aku mengukir namaku di hatimu untuk yang kedua kalinya.Aku tak ingin menjanjikan apapun padamu,tapi aku akan berusaha menjadikanmu ratu di hati dan kehidupanku"Ucap Putra sambil menggenggam erat tangan Kirana.


Kirana cukup tersentak saat merasakan remasan lembut dari tangan Putra.Dan Kirana lebih terkejut lagi ternyata traumanya tak kambuh saat ia bersentuhan dengan Putra.


"Traumaku tak kambuh"Guman Kirana namun masih di dengar oleh Putra.


"Itu kabar bagus,jadi sekarang aku bebaskan menggenggam tanganmu ?!"Ucap Putra senang dan kembali melajukan mobilnya untuk mengantar Kirana pulang.


"Lepas mas"Ucap Kirana gugup.


"Tidak akan,aku sudah bersabar cukup lama,bukan tapi sangat lama untuk bisa menggenggam tanganmu.Andai bisa aku juga ingin memeluk mu,tak tidak sekarang"Ucap Putra gembira.


Karena saking gembiranya Putra terus saja menciumi tangan Kirana yang berbeda di genggamnya.Dan sungguh itu membuat Kirana mulai risih,namun apa yang bisa ia perbuat,walaupun genggaman Putra cukup lembut tapi tetap saja Kirana tak bisa melepaskannya.


"Minggu depan adalah ulang tahun Kenzia"Ujar Kirana tiba tiba.


"Kenzia?aku seperti tidak asing dengan nama itu"Ucap Putra mengerutkan keningnya.


"Kau bodoh atau bagaimana?itu nama anak anakmu"Jawab Kirana kesal.


"Hey jangan salahkan aku bila tak mengetahui nama asli mereka,aku terlalu sibuk mengejar maaf darimu Sayang"Ucap Putra mulai membual.


Kirana hanya memutar matanya malas"Kenzia putra Kirana,itu nama Ken.sadangkan Zia,Zia putri Kirana.Zia lahir lima menit setelah Ken di lahirkan"


"Terima kasih karena sudah menyelipkan namaku di antar nama Ken.Dan maaf karena ulahku kau harus mengandung dan melahirkan sendiri.Itu.....itu pasti sangat sulit dan menyakitkan"


"Memang itu sangat menyakitkan.Tubuhku rasanya seperti di belah saat melahirkan mereka.Dan itu dua kali,mungkin kau bisa sedikit membayangkannya.Tapi aku bersyukur karena merekalah aku sampai di titik ini.Dan untuk masalah nama,itu bukan maksudku untuk menyelipkan namamu di antara nama Ken.Aku hanya ingin semua orang tau bahwa Kenzi dan Zia adalah putra putriku.Hanya milikku"Ucap Kirana.


"Aku mengerti"Jawab Putra pelan.Putra cukup tau diri mengapa Kirana mengatakan itu.Saat itu pasti Kirana sangat membencinya...

__ADS_1


"Pasti Kirana berfikir suatu saat aku akan datang dan merebut anak anak darinya.Tapi tenanglah Kirana,aku sama sekali tak ingin merebut mereka darimu.Karena aku mencintai kalian bertiga.Dan aku tak akan membuatmu bersedih lagi karenamu."Batin Putra.


__ADS_2