Perjuangan Seorang Istri

Perjuangan Seorang Istri
51


__ADS_3

Flashback


Putra dan Kalista berkenalan saat mereka masih di bangku kuliah.


Awalnya Putra yang kutu buku tak pernah menghiraukan sekitarnya.


Namun saat Kalista tak sengaja menabrak Putra saat akan pergi ke perpustakaan,Kalista jadi terpana pada pandangan pertama.


Kalista yang ceria dan supel menjadikan mereka cepat akrab.dari mulai belajar bersama,mengerjakan tugas bersama walau jurusan mereka yang berbeda,namun tak mengurangi ke dekatan mereka.


Putra yang mulai nyaman dan merasakan bunga Bungan cinta bermekaran di hatinya membuat dia memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaan nya.


Dan Kalista yang dari awal sudah menyukai Putrapun langsung menerima pernyataan cinta Putra.


Waktu terus berjalan,kini Kalista dan Putra sudah menjadi sarjana di bidang masing-masing.


Putra yang memutuskan untuk meneruskan usaha orang tuanya dan Kalista yang meniti karirnya menjadi modeling membuat mereka mulai jarang bertemu dan jarang berkomunikasi.


Empat tahun berlalu,karir Kalista mulai bersinar dan itu membuat Putra mulai khawatir Kalista akan meninggalkannya.


Pada suatu saat Putra dan Kalista bertemu,putra memberi kejutan anniversary hubungan mereka berdua.


"Sayang happy anniversary yang ke lima ya"Ucap Putra.


Dan Kalista hanya tersenyum dengan mata berbinar.


"Kita sudah lima tahun pacaran,aku ingin kita melanjutkan hubungan kita ke jenjang pernikahan sayang"Tutur Putra menggenggam tangan Kalista.


Mendengar permintaan Putra Kalista menjadi murung"Sayang maafkan aku"


"Maaf kenapa?"Tanya Putra heran,karena tak biasanya Kalista mau meminta maaf untuk sesuatu kesalahan kecil.


"Sebelum aku kesini aku bertemu dengan menegerku,dia mengabarkan bahwa aku mendapatkan kontrak dari agensi di Paris"


"Lalu?"Tanya Putra mulai khawatir.

__ADS_1


"Disana terdapat sebuah syarat bahwa selama kontrak aku tak boleh terikat hubungan spesial dengan siapapun,Kita tak bisa menikah sekarang Putra"


"Ka...kau bisa menolaknya"Ucap Putra mulai terbata.


Putra benar benar mulai khawatir,ini sudah ke sekian kalinya Kalista menolak untuk segera melangsungkan pernikahan.Sedangkan Putra dia sudah ingin mengikat Kalista di pelaminan agar semua orang tau bahwa gadis ini adalah miliknya.


"Aku tak bisa menolak kontrak itu Putra,kau tau kalo aku sangat ingin menjadi model internasional,dan kontrak itu adalah jalan untukku bisa mencapai impianku.bagaimana bisa aku menolak kesempatan ini"


"Bisakah kau menunggu sebentar lagi?"


"Berapa lama?"


"Tiga tahun"


"Bagaimana kalau kita tunangan dulu?kau tak perlu mempubliskan pertunangan kita"Saran Putra.


"Aku tak bisa sayang,terlalu beresiko"


"Apa kau masih mencintaiku?"Tanya Putra.


"Tentu.... tentu aku masih sangat mencintaimu,tapi kau tau sendiri aku juga sangat bermimpi bisa menjadi model internasional.Setelah sekian tahun aku berjuang sekarang aku sudah mendapatkan jalannya"


"Tapi"Kalista bingung harus bagaimana,di satu sisi ia juga ingin segera meresmikan hubungan mereka,tapi bagaimana dengan cita citanya yang tlah lama ia perjuangkan.Selama ini Putra tak pernah meminta apapun yang bisa merepotkan Kalista,Putra sangat pengertian pada Kalista dan tak pernah mengeluh dengan kesibukan nya,ia malah selalu mendukung dan memberi semangat untuknya.


"Bagaimana ini"batin Kalista bingung.


Setelah berfikir keras akhirnya Kalista memutuskan untuk mengikuti keinginan Putra.


Mereka akan bertunangan satu Minggu kemudian,namun saat pertunangan itu akan segera di mulai Kalista tak kunjung datang.Dan itu membuat Putra dan ke dua orang tuanya menjadi gelisah.


"Sayang di mana Kalista?acara akan segera di mulai.Mengapa dia belum juga datang?"Tanya Bu Irine khawatir.


"Aku nggak tau ma,dari tadi aku sudah mencoba menghubunginya namun tak di di jawab jawab"Tutur Putra juga mulai khawatir.


"Tenanglah kalian,mungkin Kalista masih di perjalanan.Coba tunggu sebentar lagi."Ucap pak Bagas mencoba menenangkan anak dan istrinya.

__ADS_1


Menit menit terus berjalan hingga berganti jam,acara pertunangan mereka yang awalnya di mulai jam tujuh malam molor hingga jam sembilan.


Para tamu mulai bertanya di mana sang calon tunangan,Dan Bu Irine mulai kesal karena teman teman sosialitanya menggunjing di di belakangnya.


"Pa lebih baik kita batalkan pertunangan ini,mama malu semua orang mulai menggunjing kita karena Kalista tak juga hadir."


"Mama benar,sebaiknya kita bubarkan saja acara ini"


Setelah meminta maaf kepada semua tamu karena pertunangan di batalkan pak Bagas langsung menemui Putra yang masih berada di balkon.


"Nak apa Kalista sudah bisa di hubungi?"


"No nya sekarang tidak aktif pah,aku akan ke apartemennya.Aku khawatir bagaimana kalo sesuatu terjadi padanya."Terang Putra.


"Pergilah,para tamu juga sudah papa bubarkan"


"Maafkan Kalista pa"


"Eh Putra ayo pulang"Ucap Bu Irine


"Maaf ma aku mau ke apartemennya Kalista dulu,aku mau mengeceknya apa dia baik baik saja, mengapa dia tak datang"


"Sudahlah itu tak perlu,dia sudah tak mencintaimu lagi,dia juga mempermalukan kita"Ujar Bu Irine ketus.


"Mah jangan begitu,biarkan Putra menemui kekasihnya"ucap pak Bagas.


Setelah itu Putra segera menuju ke apartemen Kalista.


Namun apa yang ia temukan malah membuat hatinya hancur.kalista sama sekali tak ada di apartemennya,saat ia bertanya pada seorang satpam di sana katanya Kalista tlah pergi tadi pagi dan ia membawa sebuah koper besar.


Itu artinya Kalista sengaja pergi meninggalkannya tanpa memberi kabar padanya.


Flashback end.


Ok aku kembali lagi lanjut upnya,tapi mungkin belum bisa sesering kemarin kemarin.jadi tetep stay nunggu ya😁

__ADS_1


Jangan lupa like n komennya ya ☺️


See you...😉


__ADS_2