
Setelah mandi Kirana kemudian mencari Olivia.
"Via kau dari mana?Aku mencarimu"Ucap Kirana saat sampai di ruang tamu.
"Aku habis membeli bahan makanan,kata asisten Saka di rumah ini tak ada bahan makanan"
"Ya sudah sini aku bantu memasak,kamu mau masak apa?"Tanya Kirana sambil berjalan menuju dapur.
"Eh aku nggak tau di mana dapurnya"Ucap Kirana berhenti.
"Kita cari saja,nanti juga ketemu.Aku nggak Saka suka. sarapan apa jadi aku mau buat sendwich sama susu aja yang gampang"
"Hem baiklah aku akan menghangatkan susunya"
"Kirana ceritakan apa sebenarnya yang terjadi?Aku tadi menemui Putra,wajahnya babak belur begitu"
"Emmm dia abis di pukuli kak Saka"Ucap Kirana mengalihkan pandangannya dari Olivia.
"mereka bertengkar?apa sebabnya?dan kenapa kau pindah disini,apa kalian bertengkar?"
"Ya kurang lebih begitu,kak Saka nggak terima mas Putra nyakitin aku jadi dia emosi dan mukulin mas Putra"
"Ini masih ada yang ganjal Kirana,kau tidak menceritakan semuanya"
"Itu tak penting,lagi pula aku sudah menceritakan garis besarnya"Ucap Kirana sambil menuangkan susu ke gelas.
"Ck kau selalu begitu"Ucap Olivia cemberut.
"kamu sudah tau seperti apa aku,lalu mengapa kamu selalu mengintrogasi ku Via"Ucap Kirana berlalu ke meja makan.
"Semua sudah siap capat panggil Saka untuk sarapan juga asistennya itu"suruh Olivia pada Kirana.
__ADS_1
"Sebentar"Ucap Kirana berlalu mencari kamar Saka.
"Tok....Tok...Tok..Kak,apa kamu udah bangun?"Tanya Kirana saat sampai di depan sebuah pintu yang ia yakini sebuah kamar.
"Cklek....nona ada perlu apa?"Tanya Jo saat membuka pintu kamarnya.
"Apa kak Saka sudah bangun?Aku dan Olivia membuatkan kalian sarapan"
"Tuan belum bangun nona"
"Bangunkan dia,katakan padanya aku menunggunya di ruang makan"Ucap Kirana berlalu pergi kembali ke ruang makan.
Beberapa saat kemudian Saka keluar kamar di temani oleh asistennya"wah siapa yang memasak,Seingatku aku tak pernah membeli bahan makanan"Ucap Saka langsung duduk begitu sampai ruang makan.
"Olivia yang belanja sekaligus memasak kak"
"Wah menjadi kekasih seorang Kelvin ada gunanya juga untukmu ya"Ucap Saka sambil mengigit sendwich nya.
"Aku heran dengan kalian berdua,mengapa setiap kali bertemu selalu saja bertengkar.Awas witing tresno jalaran Soko kulino"
"Dih amit amit"Saut Olivia mengetuk kepala dan meja bergantian.
"Memang apa artinya Na?"
"Cinta datang karena terbiasa"Ucap Kirana menghabiskan sendwich nya.
Di tempat lain setelah kepergian Olivia yang mengambil pakaian dan keperluan Kirana,Putra tak bisa tidur kembali,ia malah melamun di ruang makan sambil memegang cangkir kopi.
"Biasanya jam segini kamu ada di sini buat masakin aku"Ucap Putra murung sambil menatap arah dapur....
"Tok .....Tok....Tok ..."Terdengar ketukan pintu dari arah ruang tamu.
__ADS_1
"Astaga tak bisakah aku tenang sebentar saja"Guman Putra kesal.
"Cklek .......Mama?"
"Astaga ya Allah Putra anak mama kenapa?kenapa mukanya babak belur kayak gini?"Ucap Bu irene sambil membolak-balikkan wajah Putra.
"Aw.....ma sakit"Ucap Putra memegang pipinya yang di pegang dengan kasar oleh Bu Irene.
"Biasa putra habis berantem sama Saka"Ucap Putra mempersilahkan ibunya masuk.
"Kalian bertengkar karena apa?Kok bisa babak belur begitu,Kirana mana?"Tanya Bu Irene celingukan.
"Emmmm Kirana udah berangkat ke kampus karena ada keperluan mendadak sama dosen pembimbingnya."Terang Putra bohong.
"Sepagi ini?"
"Dosennya ada keperluan keluar kota untuk beberapa hari ma,jadi ......ya begitu"Ucap Putra kembali ke ruang makan.
"Hem begitu....luka di wajahmu cukup parah Putra apa tak sebaiknya di periksakan ke dokter saja?"
"Ck....Mama sendirikan tau dari dulu aku sering baku hantam dengan Saka walau hanya karena hal sepele,ini tidak apa-apa.Dua tiga hari lagi aku yakin sudah sembuh.Kirana juga selalu merawatku"Ucap Putra mencoba menutupi masalah yang tlah ia perbuat.
"Tapi tak biasanya Saka akan melukaimu hingga seperti ini Putra"Ucap Bu Irene khawatir.
"Itu karena aku sudah membuat sebuah kesalahan yang membuatnya benar-benar marah besar ma,sudahlah ini urusan antara laki-laki.Mama tak perlu tau,yang penting anakmu ini baik baik saja"Ucap Putra meyakinkan.
"Hah baiklah baiklah kau memang keras kepala"Ucap Bu Irene mengalah.
hai readers maaf ya malam ini cuman update sedikit,kepalaku cenut cenut nggak kuat buat ngetik lagi ...
Jangan lupa like n komennya ya ☺️
__ADS_1
See you