
....... Happy reading .......
Dan sejak saat itu Kirana tak pernah lagi menyentuh Kenzi.Karena setiap kali Kirana ingin menggendong Kenzi saat situ juga bayangan mengerikan Putra hadir.
Selama itu juga Kirana terus terapi namun tak begitu berdampak baik hingga akhirnya Kirana mulai depresi.Saat itu bukan hanya Ken saja yang tak mendapatkan ASI dari Kirana,namun Ziapun terkena dampaknya.
Sementara itu Ken dan Zia di asuh oleh Olivia,dan Dion yang terus berusaha mencarikan psikiater yang cocok untuk menangani trauma Kirana hingga akhirnya Kirana benar benar bisa sembuh saat Ken menginjak usia dua tahun.
"Jadi masih ingin mendekati Kirana?"Tanya Saka setelah selesai bercerita.
Putra yang mendengar kisah Kirana yang menyakitkan karena nya tak bisa berkata-kata.Ia hanya menunduk menahan Isak tangisnya.
Setiap penderitaan yang di rasakan Kirana selama lima tahun terakhir penyebabnya adalah dia.Hatinya sangat sakit mengetahui itu...
Rasanya seperti ada banyak jarum tak kasat mata yang terus menusuk nusuk hatinya.
Hidup sendiri di negeri orang dengan keadaan hamil saja sudah sangat sulit,dan itu di tambah dengan trauma yang ia berikan.Itu cukup mengerikan."Andai itu terjadi padanya entah ia bisa menahannya atau tidak"Batin Putra merasa bersalah.
Setelah tenang Putra mendongakkan kepalanya menghadap Saka.
"Apapun yang terjadi di masa lalu itu adalah salahku.Itu sebabnya aku kemari untuk menebusnya."
"Aku akan mengganti setiap rasa sakit yang Kirana rasakan menjadi setiap detik kebahagiaan yang tak pernah bisa ia lupakan."
"Bagaimana caranya?"Tanya Saka sangsi.
"Itu......???"
"Tidak tau????Tak tau harus berbuat apa !!Bahkan sekarang bukan hanya hati Kirana yang perlu kau luluhkan.Hati Ken juga,dia sangat mencintai Kirana."Terang Saka.
"Sekali saja kau mengambil keputusan yang salah,maka orang pertama yang akan sangat membencimu adalah Ken.Walaupun Kirana tak menginginkan itu.Ken bisa melakukan apa saja demi melindungi bunda dan adiknya dari orang orang yang berusaha menyakiti mereka berdua.Terlebih lagi sejak usia tiga tahun Olivia sudah melatih Ken dengan bela diri.Walaupun usianya baru lima tahun,ia bisa membanting lawannya dengan mudah."Lanjut Saka.
"Itu akan ku fikirkan nanti,tapi yang pasti aku akan bisa mengambil hati mereka bertiga cepat atau lambat."
Setelah itu Saka dan putra berpisah kembali ke rumah masih masing.
🌄🌄🌄
Keesokan harinya seperti biasa Kirana akan di sibukkan oleh rutinitas pagi mengurus anak-anak nya dan membuat sarapan untuk seluruh penghuni rumah.
Walaupun kondisi tubuhnya kurang fit karena semalam ia tak bisa tidur dengan nyenyak.Tetap saja ia memaksakan diri untuk sibuk di pagi hari.
__ADS_1
"Eh Nana kamu lagi ngapain?"
"Aku sedang mencuci pakaian"Jawab Kirana acuh.
"Ck mana ada orang mencuci pakaian di dapur Kirana"Ucap Olivia kesal.
"Ya itu udah tau kenapa tanya?Nah selesai.Aku akan memanggil anak anak untuk makan.Kak Dion belum juga bangun?"Tanya Kirana menengok kebelakang tubuh Olivia.
"Sudah,paling sebentar lagi juga kesini.yang harus kamu khawatir itu Saka.Tu orang kalau udah tidur kayak kebo susah banget di bangunin."Jawab Olivia sambil mendaratkan bokongnya ke kursi.
"Nanti biar Zia yang membangunkannya,entah apa yang di lakukan anak itu sehingga bisa membuat Saka bangun cepat."Ucap Kirana berlalu ke kamarnya untuk membangunkan kedua putra putrinya.
"Prince dan princessnya bunda ayo bangun ini sudah siang"
"Lima menit lagi bunda"Ucap Zia masih dengan mata terpejam.
"Kamu ingin terlambat sekolah Hem?"Tanya Kirana sambil menciumi seluruh wajah Zia hingga Zia kegelian dan berakhir terbangun.
"Bunda mandiin"Ucap Zia manja.
"Eh anak bunda katanya udah besar masak masih minta di mandiin sih?"Ucap Kirana menoel pipi Zia gemas.
"Ah ya sudah Zia mau mandi di kamar mandi bunda saja.malas ke kamar."
Karena biasanya Ken akan bangun sendiri tanpa harus di bangunkan.
"Ken hari ini tidak usah sekolah ya Bun"Ucap Ken mengucek matanya.
"Kenapa?Kamu sakit?"Tanya Kirana khawatir sambil mengecek suhu badan Ken.
"Tidak panas"Guman Kirana.
"Ken hanya ingin lebih lama lagi sama bunda.Bunda nggak benci Ken kan karena wajah Ken mirip dengannya?"Tanya Ken tiba-tiba yang membuat wajah Kirana berubah mendung.
"Kakak bilang apa?Gimana bunda bisa benci sama anak sendiri?bunda yang mengandung dan melahirkan kakak.Bagaimana bunda bisa benci kakak?"Tanya Kirana langsung memeluk Ken.
"Ken takut bunda benci Ken"Ucap Ken sambil mempererat pelukannya.
"Bunda nggak akan bisa benci sama Kakak walaupun kakak menyakiti hati bunda"Ucap Kirana sambil menciumi wajah Ken.
"Ken tidak akan pernah bisa menyakiti hati bunda.Bunda adalah angel dan berliannya Ken,Ken akan selalu menjaga Bunda"Ucap Ken yakin.
__ADS_1
Kirana tersenyum mendengan celotehan anaknya itu.Ini sebabnya Kirana masih bisa bertahan hingga saat ini.Semua karena Ken dan Zia, malaikat kecilnya yang begitu perhatian dan peka.
"Baiklah cepat bangun dan mandi sana,Bu da akan siapkan baju kalian.Setelah itu kita sarapan bersama.
Selang beberapa menit akhirnya merekapun tlah berkumpul untuk sarapan bersama.Namun saat mereka tengah asyik sarapan dan bercengkrama terdengar suara bel berbunyi.
Ting. ....Tong
"Siapa yang pagi pagi begini bertamu?"Tanya Olivia.
"Biar aku saja yang membukanya"Ucap Saka berlalu pergi.
Tak lama berselang Saka kembali lagi dengan raut wajah yang sedikit berbeda.
"Siapa"Tanya Kirana.
"Putra"Jawab singkat Saka.
"Maksudnya ayah putra uncle?"Tanya Zia semangat.
Dan di angguki oleh Saka.
"Yeey ayah datang"ucap Zia senang.Ia langsung turun dari kursinya dan berlari menghampiri Putra yang masih berada di teras.
"Kenapa ayah masih disini ayo masuk kita sarapan bersama,ayah pasti kangen sama masakan bunda kan?Ayo hari ini bunda masak enak"ucap Zia semangat sambil menarik tangan Putra untuk masuk kedalam rumah.
"Eh tunggu...."Ucap Zia mendadak berhenti saat sampai di ruang makan.
"Ayah duduk di mana?"Tanya Zia bingung.
Sedangkan yang lain tak menanggapi ucapan Zia,mereka lebih memilih sibuk dengan piring mereka masing-masing.
Putra cukup sedih melihat Kirana dan Ken pura pura tak melihatnya.
"Ah sudahlah karena kursinya cuman enam ayah pangku Zia aja ya?"Ucap Zia yang tak peka dengan keadaan.
"Ayah sudah sarapan sayang,kamu lanjutin aja sarapannya.Ayah tunggu Zia di ruang tamu saja.Mulai sekarang ayah akan mengantar jemput Ken dan Zia untuk sekolah"
"Tak perlu repot-repot ada papa Dion yang siap mengantar jemput kami"Saut Ken datar.Nada bicara Ken yang biasa ramah kini berubah sejak kehadiran Putra.
"Beneran ayah mau antar jemput Zia?Yeey Zia akan pamerkan ke semua teman Zia bahwa Zia punya ayah kandung"Ucap Zia senang.
__ADS_1
Hatinya Zia saat ini amat bahagia ayahnya tlah kembali,jadi ia mengacuhkan semua perubahan dan ucapan kakaknya itu.
Yang terpenting ia bisa bersama dengan ayahnya itu sudah cukup.