Perjuangan Seorang Istri

Perjuangan Seorang Istri
56


__ADS_3

Enam belas jam sudah Kirana berada di atas pesawat yang akan membawanya pulang ke Indonesia.


Setelah sampai di bandara Kirana di sambut pelukan erat oleh Olivia..


"Ya Allah Kirana aku kangen banget tau"Ucap Olivia sesaat setelah melepas pelukannya pada Kirana.


"Aku juga merindukanmu"Ucap Kirana tersenyum.


"Apa hanya kau yang menjemput kami?"Tanya Putra.


"Hem yang lain sedang sibuk pak"Jawab Olivia.


Meraka berjalan beriringan hingga sampai di parkiran bandara.


Putra cukup terkejut melihat siapa yang menunggu di samping sebuah mobil.


"Dia bersamamu Olivia?"Tanya Putra.


"Iya pak terpaksa,soalnya nggak ada yang bisa di ajak menemani saya untuk menjemput kalian.


"Hay Nana apa kabar?"Tanya Dion langsung menyapa saat Kirana dan yang lain tlah sampai.


"Aku baik pak Dion"Jawab Kirana santai.


Kirana tau Putra adalah pencemburu,jadi dia sengaja bersikap ramah pada Dion.


"Bisa tolong jangan panggil pak kalo di luar kampus?itu terkesan tua Nana"Terang Dion santai.


"Loh pak Dion nggak nyadar ya kalo bapak tuh perjaka tua"Saut Olivia acuh dan langsung masuk ke dalam mobil.


"Hey umur saya baru memasuki tiga puluh,itu tidak tua tapi matang"Ucap Dion kesal.


"Bapak Bika matang tapi kematangan,jadi enggak enak hahahaha"Puas sudah Olivia mengejek dosennya itu.


"Sekali lagi kau mengejekku akan ku pastikan nilaimu di pelajaranku akan sangat buruk"Ucap Dion telak.

__ADS_1


"Ck selalu saja mengancam dengan nilai"keluh Olivia pelan.


"Itu untungnya menjadi dosen😏"Saut Dion langsung menghidupkan mobilnya.


Posisi duduk mereka kini Dion tengah menyupir,lalu di sampingnya ada Putra dan di kursi belakang ada Kirana dan Olivia.


"Sepertinya aku melewatkan sesuatu"Ucap Kirana.


"melewatkan apa?"Tanya Olivia bingung.


"Sejak kapan kalian jadi akrab dan akur?"tanya Kirana sambil menoleh ke Olivia dan Dion.


"Ck dari mana kamu melihat kami akur Na?"Tanya Olivia cemberut.


"Dia benar Na,setiap kali bertemu dia selalu mengajakku bertengkar.Lalu dari mananya kamu melihat kami akur?"Terang Dion.


"Kalian akur dengan cara kalian masing masing"ucap Kirana tersenyum.


"Aku tak faham dengan ucapan mu"Saut Oliva.


Sebenarnya Putra cukup kesal mengapa Kirana jadi akrab dengan Dion,apa yang ia lewatkan.Tapi Putra memilih diam karena ia sadar Kirana masih marah dengannya.Dia tak ingin memperburuk hubungan mereka karena cemburu buta ya. Walaupun hatinya sangat dongkol akan itu.


Setelah itu perjalan di isi dengan kesunyian.


Satu jam berlalu akhirnya mereka sampai di apartemen Putra.


"Kalian tak mampir"Tanya Kirana.


"Tidak Na,saya dan Via harus segera kembali ke kampus untuk urusan kami masing-masing"Jawab Dion dari dalam mobil.


"Kamu pasti lelah,cepat istirahat saja,"Sambung Olivia.


"Hem baiklah,hati hati dan kak Dion tolong jaga sahabatku ini"Ucap Kirana.


Dan Dion hanya membalas acungan jempol 👍pada Kirana.

__ADS_1


Sesampainya di unit apartment mereka Kirana langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Mereka sampai di Indonesia cukup pagi,jadi Kirana tak bisa tidur walaupun ia ingin karena tubuhnya sangat amat lelah.


"Sayang aku sudah memesan sarapan buat kita.setelah makan kau istrahat saja,karena nanti malam mama mengundang kita untuk makan malam bersama"Ucap Putra saat Kirana baru saja keluar dari kamar mandi.


Kirana hanya menoleh lalu langsung keluar kamar tanpa menghiraukan Putra yang mengekorinya.


"Sayang apa yang harus aku lakukan agar kamu mau memaafkan ku?"Tanya Putra mulai frustasi menghadapi sikap Kirana yang terus mendiaminya.


"Apa kau tak lelah mengoceh terus mas?dari saat makan sampai sekarang kau terus mengoceh,aku lelah.... kenapa kau tak bisa membiarkanku tenang sejak kemarin"Ucap Kirana kesal.


"Itu karena kau selalu mengacuhkan dan mendiamiku kirana.aku sudah berulang kali meminta maaf dan sangat menyesal"Ucap Putra memegang tangan Kirana.


Kirana benar benar malas menhadapi Putra,terlalu sering berbicara dan bersentuhan membuat Kirana ingat kejadian yang tlah menghancurkan hati dan tubuhnya"


Kirana memijat pangkal hidungnya tanda ia benar benar pusing."Aku lelah,aku ingin tidur"Ucap Kirana pada akhirnya.


"Kau mau kemana?kamar kita ada di atas"Ucap Putra sedikit panik.


"Sepertinya aku sekarang lebih nyaman tidur di kasurku yang dulu"Ucap Kirana pelan.


"Jangan....maafkan aku Kirana ku mohon,ok aku nggak akan ganggu kamu.Kamu bisa tidurnya nyenyak di kamar.Aku akan pergi ke kantor saja untuk mengurus kerjaanku yang tertunda.Ku mohon jangan pindah kamar ok"Ucap Putra memohon.


Tanpa bicara lagi Kirana melepas genggaman tangan Putra dan langsung pergi ke kamarnya dan Putra.


Setelah melihat Kirana masuk kamar putra langsung berteriak frustasi dan mengacak rambutnya.


"Apa sebesar itu ke salahku hingga kau malas berdekatan dan berbicara padaku Kirana"Ucap Putra fustasi sambil mengusap wajahnya kasar.


Setelah itu Putra lagsung melesat pergi menuju kantornya.Entah disana bisa berkonsentrasi untuk pekerjaannya atau tidak yang penting dia harus menjaga jarak terlebih dahulu pada Kirana,atau Kirana akan semakin marah padanya.


"Aku harus menghubungi Saka,mungkin dia bisa memberiku saran untuk membujuk Kirana agar mau memaafkan ku"Batin Putra.


Ok readers aku tepatin janjiku buat up malam ini,ya walaupun kemalaman karena ada drama rebutan hp sama anak hehehe.

__ADS_1


Jangan lupa like n komennya ya ☺️


See you....😉


__ADS_2