Perjuangan Seorang Istri

Perjuangan Seorang Istri
66


__ADS_3

Waktu terus berjalan dan malampun semakin larut,Putra masih saja duduk di depan pintu rumah Kirana.Walaupun air matanya Sudah tak mengalir lagi namun Putra masih sesenggukan karena terlalu lama menangis.


Sedangkan di balik pintu itu juga Kirana tengah bersandar."Aku ingin memaafkanmu mas,namun rasa sakit ini selalu menghalangiku.Bayang bayang akan kejadian itu akan selalu datang saat aku melihat wajahmu"Batin Kirana murung.


"Tok...........To ..........Tok......Kirana apa kau akan tetap membiarkanku dia luar sayang???tak kasihankah dirimu padaku?disini sangat dingin kirana.sebentar lagi sepertinya juga akan hujan.Kau juga tau aku tak bisa terlalu lama terkena hujan"Ucap Putra berusaha membujuk Kirana.


Beberapa saat tetap saja hening.Tak ada tanda tanda Kirana akan membuka pintunya,walaupun Kirana berada di balik pintu itu.


"Klunting"Tiba-tiba terdengar sebuah notif di smartphone milik Putra.


Buru buru Putra mengecek smartphonenya.


"Pulanglah jangan membuatku bersalah karena kau sakit"Isi chatt dari kirana.


Mendapatkan catt dari Kirana otomatis membuat Putra tersenyum.


"Kirana masih peduli denganku, berarti besar kemungkinanku untuk dapat maaf darinya"Batin Putra tersenyum.


"Sayang ku mohon buka pintunya,aku tak akan pulang bila kau belum memaafkanmu.Aku tak akan bisa tenang sayang"Ucap Putra terlihat benar sebuah kesedihan di setiap tutur katanya.


Kirana mulai geram dengan sifat keras kepalanya Putra.Ia mulai bangun dan membuka pintu dengan kasar.


"Aku ingin memaafkanmu mas,tapi aku nggak bisa!!!! Setiap kali melihat wajahmu aku akan teringat akan kejadian malam itu....Sakit mas,rasanya sangat sakit sekali di sini"Ucap Kirana sambil menunjuk dadanya sendiri dengan nada kesal juga terselip sebuah kesedihan.


Putra langsung menundukkan kepalanya sambil bertekuk lutut."Sayang maafkan suamimu yang bodoh ini,apa yang harus aku lakukan agar kau tak ingat malam itu lagi dan bisa memaafkan ku?A.....apa aku harus memakai topeng setiap bertemu atau bersamamu agar kau tak melihat wajah ini?"Ucap Putra memelas.


"Aku tak tau....Pulanglah,biarkan aku tenang disini"Ucap Kirana murung.


"Tapi aku juga tak akan tenang Kirana!!!Apa kau tak melihat bagaimana penampilanku sekarang?Hidupku berantakan tanpamu kirana"Ucap Putra sambil memegang tangan Kirana.


"Maaf mas pulanglah,besok aku harus bertemu pembimbingku.Aku tak mau hilang fokus karena dirimu"ucap Kirana melepas pegangan tangan Putra.


"Dan jangan sakiti dirimu sendiri hanya karena ku"Ucap Kirana lagi sambil membuka pintu dan masuk....


Ucapan Kirana benar benar membuat down hati Putra."Apa yang harus aku lakukan agar kau bisa melupakan malam itu dan memaafkan ku Kirana"Guman Putra lunglai berjalan ke mobil yang terparkir tak jauh dari rumah Kirana.


Dan benar saja beberapa saat setelah Putra masuk ke mobil hujan turun begitu derasnya di temani Guntur yang sangat menggelegar.


Putra memutuskan untuk pulang karena sekertarisnya menggambarkan akan ada metting penting dengan perusahaan asing.


🌄🌄🌄

__ADS_1


keesokan harinya seperti biasa Kirana akan merapikan rumahnya sebelum berangkat ke kampus.


Dia berusaha menyibukkan dirinya agar tak ingat akan suaminya.Karena jujur dia masih sangat menyayanginya,namun karena trauma malam itu membuat Kirana sekali merasakan sakit dan mimpi buruk yang tidak di ketahui siapapun.


"Pagi ayang bebnya akyuh...."Sapa Soni pada Kirana.


"☺️ pagi sayangnya Kirana"Jawab Kirana tersenyum genit.


"Ih kamu kesambet apa say kok jadi kayak gini?"


"Emang aku kayak gimana? Perasaan biasa biasa aja deh"ucap Kirana sambil mengerutkan keningnya.


"Kamu jadi genit"


"Genit sama kamu ini"Jawab Kirana singkat.


Lalu ia kembali membaca buku yang ia pegang tadi.


"Eh yang lain di mana kok belum ada yang keliatan?"Tanya Soni sambil memerhatikan sekitar karena saat ini mereka tengah berada di taman kampus sambil menunggu mata kuliah mereka mulai.


"Entah mungkin mereka masih di perjalanan"Ucap Kirana sambil mengendikkan bahunya.


"Dih sorry yeeee ni tempat udah ada yang ngotrak jadi nggak boleh di tempat"Ucap Soni ketus.


"Sayangnya gue nggak peduli tuh"Jawab si cowok langsung duduk di samping Kirana.


"Lagi baca apa?"Tanyanya.


"Baca buku"Jawab singkat Kirana masih sibuk dengan bukunya.


"Ya tau kalo kamu lagi baca buku,udah keliatan jelas Kirana.Eh ya kenalin aku Jovan"


"Kirana nggak ada nanya nama kamu,lagian ya kamu itu aneh deh,tadi ngomongnya sama aku Lo gue,la pas ngomong sama Kirana kenapa jadi aku kamu.Sok akrab banget deh😒"Ucap Soni sinis.


"Lah suka suka gue dong,kenapa Lo sewot?Kirana aja biasa wekkk🤪"


"Suka suka kamu lah"


"Ini anak pada kemana sih,mereka harus bantu buat ngusir ni orang yang sok SKSD."Batin Soni sambil melirik kanan kiri.


Beberapa saat kemudian mata Soni langsung berbinar saat melihat Olivia datang bersama Tiara.

__ADS_1


"Ahhh akhirnya my angel angel ku datang juga."Batin Soni langsung melambaikan tangannya saat Olivia tak segaja melihat mereka.


"Eh Ra itu yang duduk di samping Kirana siapa?"Tanya Olivia


"Lah itu bukannya si playboy cak Kampak ya?Ngapain tu orang di situ?"Tanya Tiara balik saat mengetahui siapa yang duduk di samping Kirana.


"Ya udah Ayuk kita samperin,harus di usir itu orang biar nggak ganggu sohib kita"Ucap Olivia menggebu-gebu.


🏢🏢🏢


Kantor


Seperti biasa Putra sedang sibuk dengan dokumen dokumennya setelah menyelesaikan metting dengan klien penting dari luar negri.


Setelah kepergian Kirana Putra menjadi orang yang suka marah marah karena hal kecil.Dia juga lebih dingin terhadap siapapun.


"Seeetttt Sis pak Putra kenapa sekarang jauh lebih nyeremin ya beberapa Minggu ini."


"Aku nggak tau,mungkin lagi ada masalah sama istrinya"


"Kok kamu ngomong gitu,emang kamu tau apa masalahnya pak Putra sama istrinya?"


"Ya nggak tau,aku cuman asal tebak aja,soalnya setelah dari London Bu Kirana udah nggak pernah kesini lagikan.Padahal sebelum ini Bu Kirana sering bawain makan siang buat pak Putra,kalopun nggak bisa datang pasti dia ngirimin makanan.Lah ini nggak pernah"Terang Siska saat makan di kantin kantor.


"wah jangan-jangan mereka lagi berantem"Jawab si karyawan lainnya.


"Eh.....eh itu bukannya mantan calon tunangannya pak Putra ya,mau apa dia kemari"Saut seorang karyawati lainnya.


"oh iya mau apa itu orang,waduh pak Putra nggak ada kasih tau kalo ada dia datang.jangan sampai Pak Putra marah karena ini"Ucap Siska langsung buru buru menyusul Kalista.


"Woy makannya siapa yang bayar"Teriak salah satu temannya.


"Bayarin dulu"Saut Siska langsung masuk begitu pintu lift terbuka.


Wah kira kira Kalista mau ngapain ya di kantornya Putra....Jangan bilang dia mau jadi pelakor....


Ok readers maaf ya baru up,semalem ketiduran karena ngetiknya kemaleman😁


Jangan lupa like,komen n vote nya ya....☺️


See you....😉

__ADS_1


__ADS_2