Perjuangan Seorang Istri

Perjuangan Seorang Istri
110


__ADS_3

......... Happy reading .......


Sore harinya Ken dan Zia menyusul Putra ke rumah sakit bersama pak Bagas.


Ceklek


"Assalamualaikum..."Ucap salam len dan Zia berbarengan.


"Waalaikum salam"Jawab Putra.


"Yah di mana bunda?"Tanya Zia melihat ke sekeliling ruangan.


"Bunda masih di ruangan pemulihan"


"Itu ruangan untuk orang yang habis operasi sayang "


"Apa bunda baik baik saja?"Tanya Ken khawatir.


"Bunda baik baik saja,dia sedang berada di bawah pengawasan dokter"


Saat Zia sedang bersemangat menceritakan harinya di sekolah, tiba-tiba pintu terbuka.


Ceklek


"Bunda.."Panggil Zia senang.


"Sayang..."Jawab Kirana lemah.


"Di mana adikku suster?"Tanya Zia pada suster yang mengantarkan Kirana.


"Adikmu sedang berada di ruangan bayi cantik,besok suster akan mempertemukan kalian"Jawab suster gemas.


"Kenapa harus besok?mengapa tidak sekarang?"Saut Ken heran.


"Itu karena bunda kalian harus istirahat dulu,baru setelah itu bisa mengurus adik adik kalian"


"Yang di katakan suster adalah benar,sekarang jangan berisik dan biarkan bunda kalian istirahat"Ucap pak Bagas gemas.


Dia benar-benar bersyukur melihat Kirana dalam kondisi baik baik saja.


πŸŒ„πŸŒ„πŸŒ„


Esok harinya adalah weekend,maka Ken dan pagi pagi sekali sudah berada di rumah sakit untuk menemani Kirana. Di sana juga ada Putra tentunya. Mereka banyak mengobrol dan bercanda bersama hingga tanpa terasa waktu tlah berlalu.


"Wah adikku kecil sekali,apa mereka perempuan yah? Mereka sangat lucu dan imut"Ucap Zia gemas.


"Mereka laki laki semua sayang" Jawab Putra membelai rambut Zia.


"Laki laki semua? Jadi Zia tak memiliki teman bermain? Hanya Zia satu satunya ayah yang perempuan?" Tanya Zia kecewa.


"Memang kenapa kalau Zia satu satunya anak perempuan ayah? Bukankah itu bagus? Zia princess satu satunya keluarga Atmaja akan mendapatkan perhatian sepenuhnya dari semua orang.Berbeda dengan kak Ken dan adik adikmu,Meraka harus berbagi,atau mungkin saat dewasa nanti mereka harus bersaing"


"Jadi Zia adalah pusat perhatian kalian?"


"Ya tentu, saudara saudara mu akan selalu menjaga adik dan kakak perempuan mereka satu satunya"Jawab Putra yakin.


Mendengar itu Zia mulai tersenyum senang.


Mulai hari ini hanya ada dua wanita di keluarga Atmaja,Kirana sudah memiliki Putra.Jadi dialah satu-satunya gadis paling cantik di keluarga itu.Begitu fikirnya.


πŸŒ„πŸŒ…πŸŒ„πŸŒ…πŸŒ„


Hari berganti Minggu dan Minggu berganti bulan,tak terasa dua bulan sudah Kirana melahirkan anak ke tiganya.


Kali ini Putralah yang memberikan nama untuk kedua anak kembarnya.Sang kakak bernama Dave Putra Atmaja,dan sang adik bernama Davin Putra Atmaja.


Mereka tumbuh dengan baik dan sehat,dan kebahagiaan keluarga Atmaja semakin tampak bersinar sebab kehadiran dua jagoan baru di keluarga mereka.


Namun semua itu tidak mereka dapatkan begitu saja.Saat Kirana mengetahui rahimnya tlah di angkat,ia begitu syok dan terpukul.Berkat semua dukungan dan kasih sayang dari semu pihak akhirnya perlahan Kirana mulai bisa menerima itu.


"Oek........oek........oekk"Terdengar tangisan yang cukup kencang dari kamar Kirana yang membuat semua orang di rumah itu kaget dan panik.


"Bunda kakak membangunkan Dave"Teriak Zia kencang.

__ADS_1


"Ya Allah Kakak apa yang kau lakukan?"Tanya Kirana panik saat melihat wajah anak ketiganya menuh dengan bedak dan perona pipi.


"Aku mendandaninya agar cantik seperti Zia bunda"Jawab Ken polos.


"Ck kau ini,sudah tau adikmu ini laki laki kenapa malah kamu dandani seperti ini? Ya Allah anak bunda jadi kayak badut Ancol"Ucap Kirana sambil menyusui Dave agar mau diam.


"Habis wajahnya seperti Zia,jadi ku fikir akan lebih cantik lagi kalau dia memakai bedak"


"Dasar kakak bo****. Sudah tau dia laki-laki tapi masih saja menganggap nya perempuan" Guman Zia kesal.


Kirana hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan anak pertamanya yang suka usil itu.


Malam ini bunda harus menemani ayah ke jamuan makan malam rekan bisnis ayah.Jaga adikmu baik baik dan jangan mengusiknya mengerti"Titah Kirana tegas.


"Zia boleh ikut bunda??"


"Tidak boleh,kalau kau ikut lalu siapa yang akan menjaga mereka? Aku tak mungkin mampu mengurus mereka sendirian"Saut Ken kesal.


"Ck kau seperti orang miskin saja kak,di sini ada banyak pelayan. Mengapa kau pusing sih?Sepertinya setelah memiliki saingan IQ mu jadi menurun" Ucap Zia mengejek Ken.


"Zia bicara yang baik,bunda tak suka mendengar kak Zia berbicara kasar seperti itu."Ucap Kirana tegas.


"Maaf bunda"


Dan begitulah perdebatan mereka berakhir.Selalu saja ada yang membuat mereka bertengkar dan berdebat.Namun Kirana selalu bisa membuat mereka akur dan kembali damai lagi dengan ketegasannya.


πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™


Malam harinya seperti ucapan Kirana pada Ken tadi siang,kini ia tengah bersama Putra untuk menghadiri jamuan makan malam bersama salah satu klien Putra.


"Selamat datang pak Putra,nyonya Atmaja"Sambut pak Thohir beserta istri.


"mari silahkan,kami sudah menyiapkan meja untuk kalian berdua."


"Terima kasih nyonya"Jawab Kirana tersenyum sopan.


"Ini pertama kali nya ya anda menghadiri perjamuan seperti ini?"Tanya istri pak Thohir.


"Iya nyonya, sebenarnya saya kurang suka acara formal seperti ini"


Putra asyik berbincang-bincang dengan rekan lainnya sedangkan Kirana lebih asyik berbincang dengan istri pak Thohir.


Setelah beberapa jam mengikuti acara formal itu,kini Kirana dan Putra akhirnya bisa pulang.


"Sayang aku harus ke toilet dulu,kamu ke parkiran duluan ya"


"Ya sudah aku tunggu di sana"Ucap Kirana lalu pergi menuju ke tempat mobil Putra di parkirkan.


Namun saat ingin ke parkiran Kirana melihat seorang tukang siomay lewat.


"Wah aku sudah lama tak makan siomay Abang Abang"Guman Kirana berbinar.


Ia langsung menyebrang menghampiri pedagang siomay itu.


"Bang siomay empat ya, yang dua tidak pedas,dan yang dua lagi sedang"Ucap Kirana memesan siomay.


"Sebentar ya mbak"


Setelah beberapa saat Kirana menunggu, akhirnya siomay pesanan Kirana tlah jadi,saat Kirana akan menyebrangi jalan tiba-tiba muncul truk kontainer melaju cukup kencang menuju arah Kirana.


"Mbak awas......."Teriak tukang siomay mengetahui Kirana yang sudah berada di tengah jalan.


Kirana membulatkan matanya,ingin berlari namun kakinya terasa membeku di tempat.Ingin berteriak pun sudah tak mampu.


"Suaranya tlah tenggelam dalam dentuman tubuh Kirana yang sudah terpental ke trotoar sejauh sepuluh meter,sedangkan truk itu sendiri menabrak beberapa toko di pinggir jalan sebelum berhenti menabrak sebuah pohon besar yang mengakibatkan pohon itu rubuh.Sepertinya truk itu mengalami rem blong.


Si tukang siomay itu langsung menghampiri Kirana yang tlah bersimbah darah.


"Tolong......Tolong......Tolong ada kecelakaan"Teriaknya panik.


Ia ingin menolong namun takut nanti malah jadi masalah untuknya.Maka ia hanya bisa berteriak tanpa berani menyentuh tubuh Kirana yang sedang mengejang.


Putra yang saat itu baru sampai parkiran mencari keberadaan Kirana sebelum suara dentuman mengagetkannya.

__ADS_1


Lalu di susul sebuah teriakan minta tolong seseorang.


Tak berapa lama Putra langsung menghampiri tempat kejadian yang sudah di kerumuni banyak orang.


Dan entah mengapa hatinya tergerak untuk melihat korban.Putra berusaha untuk menerobos kerumunan tersebut.


"Hey apa kalian gila???Mengapa korban tidak segera di bawa ke rumah sakit"begitu teriaknya.


Namun saat melihat seorang terkapar di hadapannya,untuk sesaat tubuh Putra membeku...


"Itu gaun milik Kirana...."Batinnya masih ragu ragu.Perlahan ia mendekatinya...


Wajah Kirana yang sudah berlumuran darah nampak tak di kenali Putra.


"Pak jangan menyentuhnya, khawatir kalo nanti malah jadi masalah buat bapak"Cegah seseorang.Namun tak di hiraukannya,ia berlutut di samping tubuh wanita yang sudah terkapar tak bergerak tersebut.


Pelan pelan ia membersihkan wajah wanita itu dan betapa terkejutnya Putra.


"Kirana......."Teriaknya histeris....


"Kirana sayang bangun....Tolong siapapun tolong istriku"Ucap Putra panik penuh ketakutan..


"Kirana bangun sayang,ini aku....."Ucap Putra bergetar..


Tak beberapa lama kemudian sebuah ambulans datang lalu membawa Kirana dan Putra menuju sebuah rumah sakit terdekat.


Di perjalanan Putra terus meminta Kirana untuk bertahan."Sayang jangan tinggalkan aku ku mohon,jangan tinggalkan aku,aku anak anak masih membutuhkanmu"Pinta Putra di sela tangisnya.


Entah sejak kapan air mata Putra tlah mengalir deras.Putrapun tak memperdulikannya.


Jas mahalnyapun sudah penuh dengan darah Kirana.


Begitu sampai di rumah sakit Kirana langsung di bawa ke UGD.


Terpaksa Putra menunggu di luar UGD setelah seorang dokter mencegahnya masuk.


Putra terus mondar mandir dengan gelisah.


"Ya Allah jangan ambil Kirana dariku sekarang,ku mohon....anak anakku masih membutuhkannya.Ku mohon kabulkan permintaanku....ku mohon"Batin Putra berdoa.


Ceklek...


"Bagaimana keadaan istri saya dok??"Tanya Putra begitu pintu terbuka.


"Maaf pak....Istri anda sudah meninggal sebelum sampai di sini"Terang sang dokter penuh penyesalan...


JEDERRRRRRRRRRR


"Tidak .....itu tidak mungkin dok...To....tolong priksa kembali,aku yakin istri ku hanya pingsan"Ucap Putra panik.


"Priksa istri ku dengan baik dok"Teriak Putra emosi...


"Maaf pak,tapi anda harus mengiklaskannya"


"Itu tidak mungkin....Kami....kami baru saja berencana untuk berlibur bulan depan....Kirana tak akan mungkin meninggalkanku,tidak....tidak mungkin"Racau Putra seperti orang linglung


"Sayang....."Panggil Putra saat sampai di brangkar Kirana"


"Bagaimana keadaanmu?bangun sayang....Ini aku....Kau tak ingin melihatku???Kau marah padaku karena terlalu lama pergi ke toilet?Maafkan aku"


"Sayang ayo bangun....Jangan menggodaku....i...ini tidak lucu....kau...kau tau aku tak bisa hidup sendiri tanpamu....Ba...bagaimana aku mengurus anak anak kita kalau kamu pergi???Kamu tau jika Ken tau kamu pergi seperti ini dia akan marah besar padaku dan akan membenciku seumur hidupnya...."


"Sayang....hiks....hiks....jangan pergi...Jangan tinggalkan aku sendiri....sungguh aku tak sanggup...."Ucap Putra terisak sambil menggenggam tangan kirana.ia berlutut di samping brangkar Kirana.Kakinya seolah mati rasa hingga tak mampu menahan tubuhnya lagi.


"Kirana bangun....Kalau kamu marah,maka marahi aku....Hukum aku ..hiks...hiks...tapi jangan tinggalkan aku lagi...Aku butuh kamu...anak anak juga butuh kamu..ku mohon bangun sayang....hiks....hiks....hiks...


Hah ya Allah sedih tulis bagian ini.....Dan lebih sedihnya lagi cerita Kirana berakhir sad ending....,😭😭😭😭


Maaf readers....karena aku buat ending nya sedih....moga ngena di hati nya....,πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯Ί...


Author mohon maaf pada kalian yang mungkin update nya lama,atau cerita kurang bagus....Karena jujur ini Coreta pertama author yang bisa sampai ending....Awalnya author nggak tau harus buat ending nya bagaimana dan kapan....Nggak nyangka khayalan abstraksiku bisa tertuang di sini😁.


Dan terima kasih untuk semua readers yang tlah sudi menyempatkan waktu kalian untuk membaca coretanku ini.

__ADS_1


Terima kasih untuk kalian semua yang tlah sudi mendukungku dan mamberikan komentar komentar positif kalian....khususnya untuk mbak Ulfa terima kasih..πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2