Perjuangan Seorang Istri

Perjuangan Seorang Istri
104


__ADS_3

 


......... Happy reading ...........


 


Satu bulan telah berlalu,Putra tak kunjung kembali ke LA,dan itu membuat Zia rindu berat padanya.


Padahal hampir setiap hari mereka berkomunikasi,entah itu melalui video call atau pesan suara..


Namun tetap saja itu tak bisa menghapuskan kerinduan Zia terhadap Putra.Sepertinya Zia sudah terlalu terikat dengan ayahnya.


"Bunda mengapa ayah sangat sulit di hubungi beberapa hari ini?Apa di tidak tau aku sangat merindukannya?"Keluh Zia kesal.


"Mungkin ayah memang sibuk Zia,kan ayah sudah bilang ada masalah di perusahaan milik nya.Ayahmu memang seperti itu kalau sudah menyangkut pekerjaan.Dia tidak akan berhenti sebelum masalah itu benar benar terselesaikan.Apa lagi yang bunda dengar sekarang ayah juga mengurus usaha kakek."Terang Kirana lembut.


"Bagaimana kalau kita memberikan kejutan untuknya?"Saut Ken pura pura sibuk dengan bukunya,padahal dari tadi dengerin percakapan Zia dan Kirana.


"Kejutan apa maksudnya kak?"


"Bukankah sekarang kita libur setelah ujian?Kita datang ke Indonesia untuk memberinya kejutan.setelah itu kita bisa jalan jalan di sana"Terang Ken.


"Wah itu ide yang sangat bagus kak,aku setuju,ayah pasti sangat bahagia melihat kita ada di Indonesia..."Jawab Zia senang...


Kirana diam memikirkan ide Ken,apa ini saatnya ia kembali? Dia sudah sembuh,sudah tak ada keluhan lgi terhadap Putra,tapi bagaimana dengan pekerjaannya di sini?


"Bunda kapan kita akan berangkat?"Tanya Zia semangat.

__ADS_1


"Bunda akan bicarakan dulu sama papa,mama Via ya.Bunda tidak bisa begitu saja meninggalkan pekerjaan bunda yang di sini"Terang Kirana.


"Sudah cukup berdiskusi nya,ini sudah larut malam,ayo tidur"Ucap Kirana menepuk kasurnya.


Dan Ken langsung menutup bukunya dan menghampiri Kirana,sekarang Ken sudah tak memakai masker lagi,malah saat setiap kali putra berada di dekat Kirana,ia akan lebih manja dan menempel terus pada Kirana.


Sepertinya Ken belum rela perhatian Kirana terbagi untuk Putra juga.


🌄🌄🌄


Keesokan harinya, setelah sarapan Kirana langsung saja membicarakan keinginan Ken dan Zia untuk menyusul Putra ke Indonesia.Awalnya Olivia ragu apa akan mengizinkannya atau tidak,tapi Kirana meyakinkan Olivia Tak akan terjadi apapun di sana,ada pak Bagas dan Putra yang akan menjaga mereka.


Lagi pula Kirana ingin mengunjungi makam kedua orangtuanya dan adiknya.Lima tahun lebih dia tidak pulang, sesungguhnya ia sangat merindukan mereka.


Dan mau tak mau Olivia menyetujuinya dengan berat hati.


"Kamu tenang saja Via,kamu orang pertama yang aku kabari kalau aku sudah sampai Indonesia"


"Harus itu"


"Jangan terlalu galak sama kak Dion,aku kasian padanya"Ucap Kirana melirik Dion yang sedang mengobrol dengan Ken dan Zia.


"Kau fikir aku segalak itu?"Tanya Olivia tak terima.


"Kau memang galak Olivia"Ucap Kirana tersenyum sambil memeluk nya.


"Sudahlah pergi sana,kamu sangat menyebalkan"Ucap Olivia pura pura kesal padahal air matanya sudah menumpuk mendesak keluar.

__ADS_1


Kirana,Zia dan Ken lalu mulai masuk ke dalam pesawat.


"Bunda Zia takut"Ucap Zia memeluk lengan Kirana kuat saat pesawat bersiap lepas landas.


"Ada bunda juga kakak,Zia tidak perlu khawatir.Ini hanya sebentar sayang,berdoalah agar Allah selalu melindungi kita."Ucap Kirana menenangkan Zia.


Sedangkan Ken sendiri hanya diam sambil menggenggam tangan nya erat.


Kirana mengetahui itu dan langsung menggenggam tangan Ken.


Beberapa jam tlah mereka lalui,akhirnya mereka sampai juga di bandara internasional Soekarno Hatta.


Zia mengalami jetleg berat,setelah turun ia terus muntah hingga harus di bawa ke rumah sakit.


Mau tak mau Kirana harus membawa ke dua anaknya ke rumah sakit terlebih dahulu.


"Jangan beri tahu ayah kami disini Bun"Ucap Ken tenang,y hanya Zia yang mengalami jetleg,sedangkan Ken hanya sedikit pusing dan dia bisa menutupinya agar Kirana tak semakin khawatir.


"Sayang kamu tidur di sofa dulu ya,bunda ingin menghubungi mama Via untuk mengabari kita sudah sampai"Ucap Kirana sambil keluar dari ruang rawat Zia.


Hay readers maaf untuk malam ini aku hanya bisa up segini...dan mungkin untuk beberapa hari ke depan author mau libur nulis dulu.


soalnya author cukup sedih ngeliat hingga saat ini tak ada seorang pun yang menvote cerita author 🥺🥺🥺..


Kalo ada typo tolong di maafkan.Nanti kalo cerita ini sudah tamat baru mau aku revisi.


See you....

__ADS_1


__ADS_2