
Setelah membaringkan Putra di tempat tidur,para security langsung pamit keluar kamar.
Kirana menghampiri Putra yang tertidur di kasur setelah menutup pintu kamarnya.
"Sebenar apa yang terjadi denganmu mas"Ucap Kirana pelan.
Lalu Kirana langsung melepas sepatu yang di kenakan Putra.Setelah itu beralih ke jas yang di kenakan Putra.
Saat Kirana akan membuka kemeja Putra untuk di ganti dengan piyama tiba tiba Putra bersuara...
"Kalista kau di mana,mengapa kau selalu meninggalkanku....apa kekuranganku?Aku sangat mencintaimu,tapi kau selalu meninggalkanku tanpa kabar"guman Putra dalam tidurnya.
Mendengar itu seketika saja Kirana langsung terdiam.
Ada jarum jarum tak nampak yang tiba-tiba saja menusuk begitu dalam hatinya begitu mendengan ucapan suaminya.
Bahkan tanpa Kirana sadari air matanya tlah mengalir begitu saja membasahi pipi mulusnya.
"Apa sebegitu berpengaruhnya kehadirannya untukmu mas?kalo kau mencintainya lalu kata cinta yang selalu kau ucapkan itu apa?di mana posisiku sekarang ini di hati dan kehidupanmu mas....hiks....hiks"Ucap Kirana luruh di samping tempat tidur.
Setelah beberapa saat menangis,Kirana berusaha menguatkan dirinya.Ia bangun lalu mencoba untuk menggantikan kemeja Putra.
Sesakit apapun hatinya ia tetaplah seorang istri yang wajib mengurus suaminya.Begitu fikir Kirana.Walau dengan berderai air mata yang masih berusaha Kirana tahan.
__ADS_1
Namun saat Kirana akan memakaikan baju piyama unyuk Putra tiba-tiba Putra membuka matanya.
Samar samar Putra melihat seorang wanita yang duduk di sampingnya.
"Sayang kamu di sini?"Tanya Putra sambil berusaha bangun walaupun kepalanya cukup pusing.
Diantara sadar dan tidak Putra melihat Kalistalah yang ada di depannya.
Tanpa kata-kata Putra langsung memeluk Kalista erat.
"Sayang jangan pergi lagi aku mohon,aku sudah cukup lama menunggumu,sampai kapan lagi aku harus menunggu"ucap Putra sambil memeluk Kirana yang di Kira adalah Kalista.
"Mas"Panggil Kirana bergetar karena menahan sesak di dadanya.
Putra tiba tiba melepas pelukannya dan berkata"kamu tau aku sudah tak bisa hidup jauh darimu,kau harus segera menjadi milikku seutuhnya Kalista.Agar kau tak akan bisa pergi jauh dariku atau mencoba meninggalkanku lagi"Ucap Putra sambil mencengkram lengan Kirana begitu erat hingga membuat Kirana meringis kesakitan.
Mata Putra begitu tajam dan merah akibat terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol.
"Kau harus menjadi milikku Kalista,harus walaupun dengan cara membuatmu hamil"ucap Putra berulang ulang.
Tingkah dan tatapan Putra yang seperti itu membuat Kirana ketakutan dan berusaha lari dari kungkungan tubuh Putra,namun sayang tenaganya tak sebesar yang di miliki oleh Putra.
"Ma....mas ku mo ..mohon jangan seperti ini,i...ini aku Kirana hiks hiks....hiks"Ucap Kirana menangis ketakutan sambil menolak ciuman dari Putra.
__ADS_1
Menerima penolakan dari Kirana yang di kira adalah Kalista Putra malah semakin meradang,ia tak terima dengan penolakan itu.Putra malah semakin bringas dan kasar menye***** Kirana.
Mendapat perlakuan yang sangat kasar dari Putra Kirana berusaha melepaskan diri dari Putra,bahkan karena ke kasaran Putra Kirana sampai menjerit dan menangis menahan rasa sakit di area tubuhnya...
Ada beberapa luka lebam dan cakaran di area tubuh Kirana, hanya wajangnya saja yang selamat tak tergores apapun.
Dan semakin lama Kirana berusaha melawan semakin terkuras pula tenaganya.
Kini hanya ada Isak tangis dari Kirana dan ******* dari mulut Putra.
Akibat alkohol Putra benar benar lupa bahwa yang ia se****** dengan kasar adalah Kirana istrinya sendiri.
Hingga beberapa jam berlalu akhirnya setelah Puas menye******* tubuh Kirana.Putra tumbang dengan keringat bercucuran dan nafas ngos-ngosan,ia langsung tertidur tanpa peduli akan sekitar.
Sedangkan Kirana sendiri sudah tergeletak pingsan tak sadarkan diri karena tak mampu lagi menahan rasa sakit di seluruh tubuh dan hatinya.
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
huaaaaa ya Allah di kau kejamnya Putra pada Kirana...
Bener bener minta di tenggelamkan di sungai Amazon kau Putra.,😡😡😡
Siapa yang setuju denganku ayo like n komen....
__ADS_1
Kita tenggelamkan Putra bersama sama...
Sedikit catatan ya readers,kamar hotel tempat Kirana itu kedap suara,jadi sekencang apapun Kirana berteriak tak akan ada yang mendengar.