
......Happy reading.......
"Uhuk"Terdengar suara batuk lirih dari arah brangkar.
"Putra kau sudah sadar?Tunggu sebentar dokter akan segera kemari"Ucap Kelvin begitu tau Putra sudah sadar.
"Aku di mana?"Tanya Putra lirih sambil menahan nyeri di sekujur tubuhnya.
"Rumah sakit,kau ingat apa yang tlah terjadi?"Tanya Kelvin.
Putra mengerutkan keningnya,ia berusaha mengingat apa yang tlah terjadi lalu membulatkan matanya"Di mana Kirana?"Tanya Putra begitu ingat apa yang tlah terjadi.
"Yang aku tau dia bersama Saka"Jawab Kelvin singkat.
"Aku ingin bertemu dengannya"ucap Putra lirih.
"Kau akan bertemu dengannya nanti,tapi sembuhkan terlebih dulu tubuhmu"Lalu tiba tiba dokter datang mengintruksi perbincangan mereka.
"Maaf saya periksa dulu"Ucap dokter itu.
"Dokter saya harus menemui istri saya"Ucap Putra.
"Untuk sekarang anda belum bisa bangun tuan.Ada tiga tulang rusuk anda patah,tulang betis sebelah kanan anda juga retak.hidung anda patah dan rahang anda juga sedikit bergeser"Terang dokter setelah selesai memeriksa kondisi Putra.
"Aku tidak peduli,sekarang juga aku ingin menemui istriku"Teriak Putra sambil menahan nyeri di rahangnya.
"Putra tolong jangan keras kepala.kondisimu sekarang benar-benar buruk,jangan menyakiti dirimu sendiri."Bujuk Kelvin.
"Aku tlah menyakiti istriku,aku harus bertemu dengannya.aku mau tau kondisinya Kelvin"Bentak Putra.
"Kesampingkan dulu masalah Kirana.fokuslah dengan kesehatanmu"
"Kau gila atau bodoh hah?Kalo kalian tidak bisa membawaku bertemu Kirana,aku akan berusaha sendiri"Ucap Putra berusaha bangun.
"Tuan tolong jangan keras kepala.kondisi anda akan semakin buruk bila"
"Diam"Potong Putra sambil menatap tajam sang dokter.
"Dokter sepertinya tidak ada cara lain.turuti saja permintaannya jika terjadi sesuatu padanya,biarkan dia merasakannya"Ucap Kelvin datar.
Lalu sang dokter pergi meminta tolong perawat untuk mengambilkan kursi roda.
"Sebelum kau menemui Kirana,lebih baik kau menemui Tante Irene terlebih dahulu."Ucap Kelvin.
"Apa yang terjadi dengan mama"Ucap Putra kaget.
"Aku tak tau,Saka hanya mengatakan kalo Tante pingsan saat mengetahui apa yang terjadi pada Kirana.
__ADS_1
"Antar aku ke tempat mama"Ucap Putra dengan tatapan panik.
"Semoga mama baik baik saja,"batin Putra khawatir.
Di rumah sakit lain Bu Irine tengah di tangani oleh dokter.
Pak Bagas begitu khawatir menunggu dokter keluar dari ruang pemeriksaan.
"Cklek"
"Bagaimana kondisi istri saya dok?"Tanya pak Bagas.
"Istri anda kritis tuan.Saya khawatir beliau tidak bisa bertahan lebih lama lagi.Sesuatu tlah membuat nya syok hingga jantungnya tak bisa menerima itu."Terang dokter Jakfar.
"Tidak,tidak mungkin.Irine adalah wanita yang tangguh,dia tidak akan menyerah semudah itu pada penyakitnya.
"Kita hanya bisa berdoa dan menunggu keajaiban datang tuan.Saya permisi"
Mendengar penjelasan dokter seketika membuat pak Bagas terduduk.Masalah putranya belum juga selesai,kini istrinya malah jatuh sakit...
"Sayang bertahanlah,demi aku dan calon cucu kita.bukankah kau sangat menginginkan cucu?"Ucap pak Bagas meraba kaca yang ada di pintu ruang rawat Bu Irine.
"Pa bagaimana kondisi mama?"Tanya Putra begitu tiba.
"Kau.....😡Untuk apa kau datang kemari hah?belum puas kau menyakiti Kirana,sekarang kau datang kemari untuk menyakiti mamamu juga?"Tanya pak Bagas dingin dengan tatapan mata yang tajam.
"A....aku memang salah pa,tapi aku sama sekali tidak bermaksud"
"Permisi....Nyonya Irine ingin bertemu dengan pak Bagas dan Pak Putra"Ucap seorang perawat.
"Irine sudah sadar sus?"
"Ya tuan,silahkan masuk"Ucap perawat itu mempersilahkan masuk.
Pak Bagas masuk di ikuti Putra yang di duduk di kursi roda di bantu Kelvin.
"Sayang"Panggil pak Bagas pelan sambil menggenggam tangan Bu Irine erat namun tetap lembut.
"Sayang bagaimana kondisi Kirana?"Tanya Bu Irine.
"Dia baik baik saja.kau tenang ya,menantu kita adalah wanita yang tangguh sepertimu."
"Tolong jaga Kirana dan calon cucu kita sayang"Ucap Bu Irine lemah.
"Cucu🤨"Guman Putra pelan saat mendengar Bu Irine berbicara tentang cucu.
"Kita akan menjaganya bersama"Ucap pak Bagas pelan.
"Aku sudah tidak sanggup lagi sayang"
"Ma...."Panggil Putra dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"aku kecewa padamu Putra.kau bukan lagi putraku yang ku kenal.Siapa kau berani beraninya menyakiti menantuku hingga hampir keguguran"Tanya Bu Irine lemah dengan tatapan kecewa.
"🤨Keguguran???Itu artinya.....Kirana hamil??!"Batin Putra.
"Maafkan aku ma....maaf"ucap Putra lirih menahan tangisnya.entah itu tangis bahagia karena ia tlah mengetahui Kirana sedang hamil anaknya atau karena sedih melihat kondisi ibunya.
"Aku kecewa padamu,pergi dari hadapanku dan jangan pernah menampakkan wajahmu di depanku lagi"Ucap Bu Irine penuh nada kecewa dan sakit hati.
"🥺Ma ..."
"Jaga Kirana dan calon bayinya.jangan biarkan orang itu menyentuh sedikitpun mereka.Aku pergi"Ucap Bu Irine lemah.
Perlahan genggaman tangan Bu Irine melemah.dan terjatuh.
"Sayang.....Sayang bangun....Irine jangan bercanda,aku tidak suka bercandamu Yang seperti ini"Ucap pak Bagas panik...
"Mah....."Panggil Putra bergetar.
"Pergi dari sini kau si*****.dokter dokter...."Teriak pak Bagas....
"Permisi.pak tolong tunggu di luar ya,biarkan dokter menanganinya."Ucap seorang perawat.
"Tidak...saya tida akan meninggalkan istri saya sendirian.kalian periksa saja,saya akan tetap diam di sini"Ucap pak Bagas kekeh.
Beberapa saat kemudian"Maaf pak Bagas,tapi Bu Irine sudah pergi"Ucap dokter Jakfar pelan.
"Apa maksudmu pergi?Kau tak lihat istriku tidur,bagaimana bisa kau bilang pergi hah?"Bentak pak Bagas.
"Maaf tolong iklaskan beliau.Beliau sudah tenang sekarang"Terang dokter.
"Tidak....tidak....sayang kau....kau tidak pergikan?Kau....kau hanya tidurkan??a...aku tau kau tak akan pergi meninggalkanku sendiri...a...aku tak mampu mengurus dan menjaga Kirana sendiri.Bangunlah jangan membuatku takut"Ucap pak Bagas memeluk tubuh Bu Irine yang tlah terbujur kaku.
"Sayang bangun jangan membuatku takut....hiks ....hiks ...kau...kau sudah berjanji padaku untuk tidak meninggalkanku sendiri..
Kau bilang sangat menginginkan cucu bukan?Sekarang Kirana tengah hamil.ayo bangun kota jenguk Kirana.Dia pasti sedang menunggu kita.Ayo bangun sayang hiks....hiks...hisk .."ucap pak Bagas terpuruk...
"Mama🥺😭"Guman Putra lirih.air matanya mengalir deras melalui pipinya.
"Kepergian Bu Irine yang tiba-tiba membuat Putra syok tak bisa berkata apa apa...bahkan tanp sadar ia bangun dari kursi rodanya untuk merengkuh tubuh mamanya...
Namun sayang kakinya yang cedera tak memperbolehkan ia menggapai mamanya.ia terjatuh begitu saja saat baru berdiri.
"Hiks ...hiks....hiks...mama jangan pergi...hiks..hiks..."Ucap Putra merangkak.
Kelvin berusaha membantu putra untuk duduk di kursinya lagi,namun di tepis kasar oleh Putra.
"Kau....untuk apa kau masih di sini hah?Kelvin seret dia pergi sebelum kesabaranmu habis...kau sudah menyakiti menantuku,kau juga hampir membunuh calon cucuku.kau tak puas dengan itu lalu kau datang kemari dan merenggut nyawa ibumu sendiri pergi ku bilang ... pergi"Teriak pak Bagas marah....
"Pa...tapi mama....aku ingin memeluk mama hika...hiks...hiks...biarkan aku memeluk mama pa"Mohon Putra memegang kaki pak Bagas.
"Kau bukan anakku pergi kau"Ucap pak Bagas menepis kasar tangan Putra.
__ADS_1
"Sayang hiks....hiks....hiks ..jangan pergi....ku mohon...hiks ..hiks....kau pelangiku...kalo kau pergi bagaimana hidupku???jangan tinggalkan aku sendiri hiks...hiks....."Ucap 0ak Bagas memeluk erat tubuh Bu Irine.