Perjuangan Seorang Istri

Perjuangan Seorang Istri
60


__ADS_3

Setelah mendapatkan no handphone Dion Putra langsung menghubunginya.


"Tut....tu.tu...t"


"Halo ini siapa?"


"Saya Putra suami kirana,dimana istriku sekarang?"Tanya Putra to the poin.


"Eh mana ku tahu Kirana ada di mana,kamukan suaminya mengapa kau menanyakannya padaku heh?"


"Jangan bicara omong kosong Dion,aku tau Kirana sedang bersamamu. Cepat berikan handphonemu padanya." Ucap Putra coba menekan emosinya.


"Memangnya di mana istrimu itu?apa dia tak memberi kabar padamu kalo dia pulang terlambat hah? Aku memang tak begitu dekat dengannya. Tapi aku tau kalo Kirana sangat menghormati suaminya itu,tak mungkin dia pergi dari rumah tanpa mengabarimu. Kau sedang ada masalah dengannya bukan?"Tebak Dion tepat sasaran.


"Ada masalah atau tidak itu bukan urusanmu" Jawab Putra langsung mematikan telepon nya.


"Ck... sebenarnya ada di mana kamu sayang"Batin Putra melihat jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.


Di tengah ke gelisahannya tiba tiba terdengar ketukan pintu yang mengagetkannya.


"Tok...


Tok...


Tok...


Putra kira itu adalah Kirana,ia langsung membuka pintunya"Kirana menga...."Ucapan Putra terputus karena bukan Kirana yang berada di hadapannya melainkan kalista.


"Kejutan......🥳"Ucap Kalista.


Dan Kalista langsung memeluk Putra erat.


"Aku merindukanmu"Guman Kalista pelan.


Tak jauh dari mereka Kirana tengah mematung melihat pemandangan menyakitkan di hadapannya.Makanan yang ia bawa untuk suaminya jatuh tergeletak tak berdaya.


Flashback


Tak jauh dari rumah Kirana terdengar sayup sayup azan isya' berkumandang yang membuat Kirana terbangun.


"Ah ya Allah sudah azan isya',aku belum mengabari mas putra kalo aku ada di sini.Entah dia khawatir atau tidak aku harus tetap mengabarinya karena dia suamiku"batin Kirana sedikit gelisah.


"Sebaiknya aku segera sholat setelah itu aku akan membeli makanan untuk nya makan.Aku marah padanya aku juga kecewa,tapi dia tetap suamiku yang harus ku urus"Ucap Kirana murung karena mengingat kejadian di malam ulang tahunnya.


Flashback end

__ADS_1


Lagi,lagi lagi Kirana harus melihat suaminya di peluk oleh wanita lain.


"Mas"Panggil Kirana dengan suara bergetar.


Mendengar suara Kirana Putra langsung menoleh dan kaget bukan kepalang.Putra langsung saja melepaskan pelukan Kalista dengan kasar.


Putra langsung menghampiri Kirana yang tengah mematung"Sayang ini semua tidak seperti apa yang kau lihat"Ucap Putra panik


"Kau?Kau bukannya sekertaris nya Putra,sedang apa kau malam malam begini ada di sini?Dan kau Putra mengapa sikapmu padanya seperti itu?"Tanya Kalista heran


"Bisa kau jelaskan semuanya mas?"Tanya Kirana menahan sesak di dadanya.


"Kalista dia bukan sekertarisku,tapi dia istriku"Ucap Putra sambil menatap Kirana.


Tanpa berkata Kirana langsung menerobos masuk ke dalam unit nya,lalu masuk ke kamar untuk mengambil koper dan pakaiannya.


Tanpa menghiraukan Kalista yang masih kaget akan penjelasan Putra,Putra langsung saja masuk dan menyusul Kirana ke kamar mereka..


"Sayang apa yang kau lakukan,mengapa kau memasukkan semua pakaianmu kedalam koper itu?"


"Tidak kau tak boleh pergi,aku tak mau kau pergi Kirana"Ucap Putra memegang lengan Kirana.


"Cukup mas....Selesaikan masalahmu dengannya dulu,setelah itu baru temui aku"Ucap Kirana menggeret kopernya.


"Tidak....tidak ...aku tak memiliki urusan apapun dengan-nya,aku....aku...."Ucap Putra bingung.


"Aku pergi"Ucap Kirana tercekat.


"Sayang ku mohon jangan pergi,aku sangat mencintaimu...aku sama sekali tak mencintainya Di...dia hanya masa laluku,Dia sama sekali tak penting lagi.Kau yang jauh lebih penting untukku,kau calon ibu untuk anak anakku kelak bagaimana bisa kau meninggalkanku begini?"Ucap Putra bersujud memegang tangan Kirana.


"Ku mohon jangan pergi,kita menikah bukan hanya sehari dua hari.Sudah tiga tahun lebih kita menjalani pernikahan ini.Ku mohon maafkan aku"Ucap Putra mulai menitihkan air mata.


Kalista yang melihat semua kejadian itu benar benar merasa syok bukan kepalang.Laki laki yang sangat ia cintai bersujud kepada wanita lain bahkan memohon dan menitihkan air matanya di depan matanya sendiri.


"Mas jangan seperti ini,aku bukan Tuhanmu yang bisa kau Sujudi seperti ini....ku mohon berdirilah"Ucap Kirana juga mulai berderai air mata.


"Tidak aku tidak akan berdiri bila kau belum memaafkanmu"


"Sayang apa yang kau lakukan...mengapa kau memohon padanya,lihat aku aku ada di sini untukmu.aku datang ke sini untuk bisa menikah denganmu.A....aku meninggalkan semua pekerjaanku hanya untuk bisa bertemu dan bersamamu.Me....mengapa kau malah memohon padanya hiks....hiks.....hiks..."Ucap Kalista ikut bersujud di samping Putra.


"Semuanya sudah jelas mas...aku bukan siapa-siapa mu lagi,dia sudah kembali.jadi kembalilah padanya hiks...hiks ..."Ucap Kirana sesenggukan.


"Aku sama sekali tak mencintainya Kirana,kau cintaku sekarang dan selamanya"


"Apa buktinya?"Tanya Kirana membalikkan tubuhnya menghadap Putra.

__ADS_1


"Apa perlakuanku selama ini tak bisa menjadi bukti kalo aku sangat mencintaimu Kirana?"


"Kau bisa saja hanya terbawa suasana atau merasa kasihan padaku yang hidup sebatang kara mas, hiks...hiks...dulu di awal pernikahan kita kau begitu membenciku,namun perlahan sikapmu berubah saat adikku pergi selamanya...hiks...hiks...hiks...."


"Kirana ku mohon aku benar-benar mencintaimu"


"Kau sangat mencintainya mas,aku tau itu.maka sekaranglah waktunya kau bersatu dengannya"Ucap Kirana menghapus air matanya.


"Tidak ..aku sama sekali tak mencintainya,aku hanya mencintaimu Kirana!!Harus berapa kali lagi aku mengucapkan itu..."


"Kau ingin lihat bagaimana aku bisa yakin bahwa kau masih mencintainya mas?"


"Apa maksudmu Kirana"Ucap Putra bangun dari sujudnya.


"Baik akan ku perlihatkan"Ucap Kirana perlahan.


"Kau tau mengapa sejak dari London aku selau memakai kerudung bahkan saat aku tertidur?"Tanya Kirana sambil melepas perlahan kerudungnya.lihat ini"




"Dan ini"Ucap Kirana mulai melepas gamisnya.


Di tubuh Kirana yang hanya tinggal memakai bra dan juga celana pendek nampa terlihat beberapa luka cakaran yang sudah mengering dan juga lebam keunguan.


Kalista dan juga Putra begitu kaget melihat luka dan lebam yang ada di tubuh Kirana.


Bahkan Putra duduk tersungkur melihat semua luka luka yang ada pada istrinya.


"A....apa yang tlah ku lakukan???"Batin putra menangis.


Dengan terbata Kirana mulai menceritakan bagaiman Kirana mendapatkan semua luka itu....


"Kau....kau sangat mencintainya hingga setiap pelepasanmu nama wanita itu yang.....yang kau sebutkan mas....hiks....hiks.... hiks...."Ucap Kirana menangis sesenggukan.


Dia benar-benar sudah tak sanggup menahan luka di hatinya.


Luka di tubuhnya akan sembuh dengan berjalannya waktu,namun luka di hati dan batinnya akan sangat sulit untuk di sembuhkan....


Huaaaaaa,😭😭😭😭aku ikut sakit ngetiknya.


Maaf ya kalo mungkin kurang dramatisir babnya...


Ok readers jangan lupa like n komennya ya.votenya juga kalo boleh...☺️

__ADS_1


See you....😉


__ADS_2