Perjuangan Seorang Istri

Perjuangan Seorang Istri
85


__ADS_3

.......... Happy reading ...........


Keesokan harinya seperti biasa Kirana dan Dion mengantarkan Ken dan Zia ke sekolah.namun kali ini via tak ikut karena via harus badres di rumah karena via tak di perbolehkan kecapean di usia kandungannya yang sudah sembilan bulan itu.


Walaupun via hanya sendiri di rumah namun Dion selalu berusaha menjadi suami yang siaga.setiap satu jam sekali ia akan menghubungi via untuk tau keadaannya.


Dan lagi pula Saka tengah berlibur hingga Olivia melahirkan nanti.Katanya dia harus menjadi orang pertama yang menggendong bayi via setelah Dion.


"Sayangnya bunda belajar yang benar ya di sekolah,jangan berantem.Kalian harus selalu baik pada orang lain"Nasehat Kirana pada kedua anaknya.


"Kalo dia jahat pada kita Bun?"Tanya Zia.


"Kamu cukup menjauhinya.kalo sudah keterlaluan baru kamu lawan.itupun jangan saat sendirian.harus ada saksi agar kamu nggak di salahkan nantinya."


"Baik bunda.Kami masuk kelas dulu bunda dan papa Dion hati hati di jalan"Ucap Ken menyalami Kirana dan Dion secara bergantian.Dan di susul juga oleh Zia.


Di tempat lain Putra tengah bersiap untuk kembali mencari keberadaan Kirana dan anaknya.


"Hari ini aku akan mulai mencari mereka di sekolah sekolah.Tapi tunggu bagaimana aku mencari mereka?Aku bahkan Tak tau Bagaimana rupa anakku?!"Guman Putra bingung.


"Huffff ayo semangat,entah bagaimana aku mencari mereka di kota seluas ini.Tapi yang pasti aku akan bisa menemukan mereka.Ya Allah ku mohon bantulah aku"Batin Putra memantapkan hati.


ia lalu memasuki mobil yang selama ini membantunya pergi mencari Kirana.


Satu persatu sekolah taman kanak-kanak ia mulai sambangi dan tanyai.


Tak lupa ia juga mengamati anak anak yang tak sengaja berpapasan dengannya.


Namun hingga hampir jam makan siang pun Putra belum juga bisa menemukan orang yang ia cari.


"Ya Allah sudah lebih dari sepuluh sekolah tlah ku sambangi,namun belum juga mereka ketemu.Ya Allah ya Tuhan ku,ku mohon bantu aku bila memang Kirana masih jodohku.Namun bila kami memang tak berjodoh tuntun aku tuk bisa mengiklankannya"Guman Putra lemah.


Kini ia sampai di sekolah taman kanak-kanak internasional.Putra memerhatikan setiap anak yang keluar dari gerbang sekolah tersebut.


Dan saat ia tengah sibuk memerhatikan anak anak yang lewat,terdengar sebuah teriakan.


"Papa"Teriak gadis kecil itu menghampiri seorang laki-laki yang merentangkan tangannya.


Putra melihat laki-laki yang tak jauh darinya berdiri saat itu.


Putra mengerutkan keningnya"Bukankah itu Dion?"Batinnya.


"Papa bunda di mana?"Tanya Zia ceria sambil memeluk leher Dion begitu erat.


"Papa bisa mati kalau kamu memeluknya seberat itu Zia"Ucap anak laki-laki itu.


"Ye iri bilang bos.....iyakan pa?"Tanya Zia pada Dion.


"Hahaha Ken apa kau mau papa peluk juga?"Tanya Dion senang.

__ADS_1


"Tidak,aku sudah besar tidak suka peluk papa.kalo peluk bunda nggak papa"


"Halah nanti kalo udah sampai rumah palingan juga nempel terus sama uncle Saka.Ya pa"Saut Zia jutek.


"Yap uncle Saka kan kesayangannya Ken.


"Kok bunda nggak ikut jemput?"Tanya Ken saat tau Kirana tak terlihat.


"Bunda saat ini sangat sibuk.Alhamdulillah cafe lagi rame banget hari ini,jadi bunda ikut bantu melayani"


"Ya sudah Ken mau ke cafe saja"


"Zia mau pulang saja.main sama dedek bayi yang ada di dalam perut mama"


"Baiklah ayo masuk,kita antar kak Ken dulu ke cafe setelah itu baru pulang ok."Ucap Dion membukakan pintu belakang mobilnya untuk Zia.Lalu di susul Ken masuk.


"Apa Dion sudah menikah? Dengan siapa?mengapa anak laki-laki itu mirip saat aku masih kecil.Dan anak perempuan itu sangat mirip dengan Kirana.Atau jangan jangan anak laki-laki itu adalah putra ku?Tapi sepertinya mereka seumuran"Batin Putra bergelut.


Dan masih banyak pertanyaan yang berkelebatan tentang pemandangan di depannya.Putra buru buru masuk kembali ke mobil saat Dion mulai masuk dan menjalankan mobilnya.


Setelah beberapa saat mengikuti mobil Dion putra berhenti di sebuah cafe yang sangat ramai.


"Mereka sedang apa di sini?"Batin Putra mengamati lingkungan sekitar.


Lalu ia melihat Ken keluar dari mobil dan berjalan masuk ke cafe itu sendiri.


"Mengapa anak itu masuk ke dalam cafe itu sendiri?Oh tidak bagaimana ini?aku harus mengikuti yang mana?"Batin Putra panik saat melihat mobil yang di kendarai Dion mulai meninggalkan cafe tersebut.


"Dimana anak itu?"Batin Putra melihat sekitar mencari keberadaan Ken.


"Mari saya antar mencari tempat duduk tuan"Ucap seorang pelayan membuyarkan perhatian Putra.


Cafe yang saat itu sangat ramai hingga agak Sulit menemukan tempat duduk yang kosong.


Namun beruntung putra mendapatkan tempat duduk disalah satu pojok hingga ia bisa memerhatikan seluruh ruangan.


"Mau pesan apa tuan?"Tanya pelayan itu memberikan daftar menu.


"Emm saya pesan kopi expreso satu"


"makanannya tuan?"


"Nanti saja"Jawab Putra singkat masih dengan memerhatikan sekitarnya.


Setelah sekian menit memerhatikan sekitar cafe Putra membelalakkan matanya.


"Kirana??"Batin Putra kaget.


Kirana masuk dari pintu samping sambil membawa sebuah nampan.Wajahnya nampak sedikit kelelahan,namun tak melunturkan senyumannya untuk setiap pelanggan yang menyapanya.

__ADS_1


Hari ini Kirana memakai gamis yang simpel namun tetap terlihat elegan.


Lima tahun lebih Putra tak bertemu dengan Kirana membuatnya terpaku pada kecantikan alami yang ada dalam diri Kirana.


Kirana masih tak menyadari setiap langkahnya ia tengah di perhatikan oleh Putra.Ia masih di sibukkan dengan pekerjaan melayani pembeli.


"Mbak Kirana ini ada yang pesan kopi.dia duduk di pojok sana"Ucap seorang pelayan.


"Oh ok,yang pakai masker itu ya?"


"Iya"


Dan perlahan Kirana mulai menghampiri Putra.Awalnya Kirana tak tau kalo itu adalah Putra.


"Silahkan minumannya tuan"Ucap Kirana mempersilahkan lalu langsung berlalu.


Sedangkan Putra sendiri masih tak percaya akhirnya bisa menemukan Kirana.


Jantungnya berdetak sungguh kencang bisa melihat Kirana dari jarak sedekat itu.


"Jedug....jedug.....jedug..."Putra memegang dadanya.


Putra memerhatikan sekitar,ia sadar cafe ini sangat ramai.Ia tak ingin membuat keributan di sana.Lalu ia memutuskan untuk memesan makanan sembari menunggu cafe sudah cukup lengang.


"Permisi saya mau pesan makanan"Ucap Putra pada seorang pelayan.


"Saya mau menu ini"ucap Putra memperhatikan gambar sebuah menu



.


"Anda yakin mau memakan semua ini sendiri tuan?"Tanya pelayan itu heran.


"Ya saya sedang sangat bernafsu makan kali ini.Jadi saya memesan semua ini"Terang Putra.


"Baik mohon di tunggu sebentar"


"Tunggu saya mau bertanya,apa wanita berhijab yang tadi mengantarkan kopi saya juga adalah pelayan di sini juga?"


"Oh bukan tuan, beliau adalah pemilik dari cafe ini"


"Wah kebetulan sekali kalau begitu.Saya ingin bertemu dengan nya untuk mengajaknya bekerja sama."Terang Putra.


"Setelah cafe ini cukup lenggang tolong beri tahu saya kapan bisa menemuinya.Oya siapa namanya?"


"Nona Delia tuan"


"Delia?"Ucap Putra mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Rupanya Kirana mengganti nama panggilan nya menjadi Delia."Batin Putra.


__ADS_2