
Seluruh anggota keluarga sudah pulang, disaat keluarga itu tengah asyik bercengkrama, Mira membawa nampan berisi kue pia dan juga teh ke ruang tengah.
"Kue dari mana mbak?" tanya bu Eny seraya mengambil kue itu.
"Dari bu Adi, bu."
"Oh sudah pulang ternyata."
Mira kembali ke dapur, mencuci piring yang kotor sehabis makan malam tadi.
"Siapa Ma?" tanya pak Angga yang masih menatap layar laptopnya itu.
"Keluarga Bu Adi Pa, baru pulang dari Banyuwangi."
"Oh." jawab pak Angga singkat.
"Enak ya Ma... kuo nyo." kata Izza dengan mulut sudah penuh dengan kue itu.
"Iya, pelan-pelan makannya!"
"Nanti keselek."
Izza tak menghiraukan perkataan Mama nya.
"Gini ya, lagi makan kue gak bagi-bagi." kata Riko spontan, seketika Izza terbatuk.
"Uhuk... uhuk... uhuk..."
Izza menghamburkan kue dari mulutnya.
Tuh kan, apa mama bilang."
Bu Eny menyeka mulut Izza dengan tissu.
"Om tuh Ma!"
Mata Izza sampai memerah.
"Aku lagi."
Riko memakan kue itu.
"Nih!"
Riko memberi teh hangat untuk Izza.
"Om sih, bicaranya tiba-tiba, Izza jadi kaget kan."
"Kan Om udah ngasih teh!"
"Ya udah makasih!"
Izza masih cemberut.
Tiba-tiba bel berbunyi.
Ting... tong... ting... tong...
Mak Idah membuka pintu dan pagar.
"Siapa Mak? kok gak disuruh masuk?" tanya bu Eny yang melihat Mak Idah masuk ke dalam rumah.
"Mbak Ima Bu, lagi nyari mbak Mira."
"Oh, suruh masuk aja Mak."
"Gak mau dia Bu."
"Oh."
"Permisi Bu, mau manggil mbak Mira."
"Iya Mak."
Mira segera keluar rumah, melihat mbak Ima, senyum sumringah nya tak dapat disembunyikan.
"Ada apa mbak?"
"Ini Ibu mu mau bicara sama kamu."
Mbak Ima menyerahkan hp nya.
"Hallo Assalamu'alaikum!"
"Waalaikumsalam nduk,"
"Gimana kabarmu, betah?"
"Alhamdulillah baik bu,"
"Mira disini betah, majikan Mira orangnya baik-baik bu."
"Alhamdulillah kalau gitu."
"Kabar Bapak sama Ibu gimana?"
"Alhamdulillah Bapak sama Ibu baik-baik saja Nduk."
"Bapak sama Ibu dah makan?"
"Alhamdulillah sudah nduk,"
"Kamu gimana sudah apa belum?"
"Sudah bu, tadi makan sama ayam panggang bu."
"Sehat-sehat ya Nduk,"
"Inget pesan Ibu sama Bapak!"
"Iya bu, Ibu sama Bapak juga jaga kesehatan,"
"Kalau capek gak usah ke sawah!"
"Iya Nduk, tadi juga Ibu gak ke sawah,"
"Ya sudah, Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam bu."
Telfon dimatikan, Mira menyerahkan telfon ke mbak Ima.
"Gimana mbak? kangen sama Ibu di kampung?"
Mira dan mbak Idah menoleh ke arah sumber suara itu.
"Eh iya bu." jawab Mira tersenyum simpul.
"Jadi betah gak disini?" tanya bu Eny setelah dibisiki Izza yang bergelayut dipinggangnya.
"Alhamdulillah betah bu."
"Alhamdulullah kalau gitu,"
"Mbak Idah suruh masuk aja mbak!"
__ADS_1
"Ayo mbak!" Ajak Mira memegang tangan mbak Ima.
"Gak usah bu, sudah malem,"
"Kalau gitu saya pulang dulu ya Bu, Mir, nona cantik?"
"Iya mbak."
"Sering-sering main lah mbak!" sahut bu Eny.
"Iya bu, Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam." Jawab Mira Izza dan juga Bu Eny bersamaan.
Mira menutup dan mengunci pagar. Lalu mengikuti bu Eny dan juga Izza kedalam rumah.
"Mbak betah kan dirumah ku?"
"Betah kok non."
"Mbak bakalan lebih betah lagi kalo kamu gak minta ngepang rambut terus!" kata Riko terkekeh.
"Apaan sih Om,!
Izza melempar bantal kearah Riko.
Buk... "Apaan sih, sakit tau!"
"Biarin.. wek."
Izza menjulurkan lidahnya.
"Beneran mbak?" tanya Izza memelas.
"Gak kok non, mbak tambah seneng kalo bantu non."
"Tuh kan Om, Om aja yang sirik,"
"Rambutnya gak bisa di kepang.. wek"
Kali ini bukan hanya lidahnya yang menjulur tapi kedua tangan Izza menarik ujung matanya juga.
"Dasar jelek!"
"Biarin, dah ayo mbak ke kamar ku, main barbie ya mbak!"
"Iya ayo."
Mira menggandeng tangan Izza.
Sementara Bu Eny hanya mengeleng-geleng melihat tingkah putri dan adik iparnya itu.
Mira menutup pintu kamar Izza, setelah memastikan Izza tertidur.
"Izza dah tidur ya mbak?"
"Sudah bu."
"Ya sudah kalo gitu mbak istirahat,"
"Betah-betah ya mbak disini, emang Izza anak nya manja."
"Iya bu."
Mira turun kebawah, melihat Riko diujung tangga, dia sudah merasakan hawa tak enak, benar saja Riko menggoda Mira lagi, Mira ke kiri Riko juga ke kiri, Mira ke kanan Riko juga ke kanan, lalu Mira menghela nafas,
"Hufffh.. ma'af mas saya mau lewat!"
"Oh ada mbak,"
Riko mengibaskan buku ditangannya.
Mira memiringkan tubuhnya memberi jalan untuk Riko.
"Mbak katanya mau lewat?"
"Kok malah nempel di tembok?"
"Eh.. biar mas Riko aja yang lewat duluan."
"Ya udah."
Riko berlalu.
Mira ke kamarnya dan segera tidur setelah memasang alarmnya. Dia tak mau terlambat bangun seperti tadi pagi.
-----
Suara jam beker membangunkan Mira, dia bergegas ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi. Setelah itu dia menuju dapur, membantu Mak Idah.
"Masak apa Mak hari ini?"
"Hari ini dan besok Ibu yang masak."
"Oh... kalo sabtu minggu Ibu yang masak ya mak?"
"Iya, nanti kamu bantu Ibu masak ya!"
"Mak mau bersih-bersih!"
"Iya mak."
Didapur, Bu Eny melihat Mira sedang mengisi termos panas.
"Hati-hati mbak panas!"
"Eh iya bu."
Mira meletakkan termos itu di ujung meja dapur.
"Mbak bantuin Ibu masak ya!"
"Iya bu, masak apa hari ini bu?"
Bu Eny mengambil wortel dari kulkas dan menaruh dimeja dapur.
"Omelet sayur mbak,"
"Tolong kupas dan potong wortelnya ya mbak!"
"Iya bu."
Mira mengerjakan apa yang disuruh bu Eny. Bu Eny memotong sosis, lalu memecahkan telur.
"Mbak tolong iris tipis bawang ini!" ucap bu Eny menyerahkan bawang bombay.
"Iya bu,"
Kres... kres... kres...
"Sudah bu sekarang apa lagi?"
"Tolong bangunin Izza mbak,"
"Bilangin mau diajak Ibu jogging ditaman!"
__ADS_1
"Baik bu."
"Mbak nanti ikut ya?"
"Saya bu? gak usah bu."
"Kanapa mbak? kan bisa kenalan ama mbak-mbak kompleks sini."
"Ya sudah kalau gitu bu,"
"Permisi bu."
"Iya mbak."
Mira ke lantai atas untuk membangunkan Izza, selagi bermenaiki tangga dia mencerna kata-kata bu Eny. Sebenarnya Mira menolak ajakan bu Eny karena dia terlalu malu untuk bertemu orang baru, apalagi bajunya juga terlihat kucel. Dia tak ingin membuat malu keluarga Bu Eny dengan adanya dia.
----
"Mbak kamu mandi dulu ya,"
"Trus pake ini!"
Bu Eny memberikan 3 celana olahraga dan 2 kaos pendek.
"Iya bu,"
Mira segera mandi dan ganti baju yang diberikan bu Eny. Mira kedapur untuk mencuci piring.
"Kamu sarapan dulu mbak, biar nanti mak Idah yang nyuci piringnya,"
"Mbak kan harus nemeni Izza jogging."
"Eh Iya bu."
Pak Angga juga sudah siap dengan kaos pendek dan celana pendeknya, bersiap memakai sepatu. Riko juga sudah turun dengan kaos putih tanpa lengan sengaja mempertontonkan lengannya yang berotot, terlebih dia juga memakai celana hitam terlihat pas dengan tubuhnya.
"Ma... kayak pernah liat kaos itu deh?" kata pak Angga memperhatikan kaos Mira.
"Oh itu kaos milik Izza Pa," jawab bu Eny seraya memakai sepatu nya.
"Daripada gak kepake, lagian tubuh mbak Mira kan kecil, jadi pas make kaos dari Izza yang bongsor itu."
"Oh."
"Mbak tolong panggilkan Izza ya, ngapaik dia kok lama banget."
"Iya pak."
Mira setengah berlari kelantai atas memanggil Izza. Ternyata Izza sudah menutup pintunya. Dia terlihat lucu dengan rambut kuncir kuda, dengan memakai baju setelan bergambar spongsbob.
"Ayo mbak... Papa dah nunggu ya?
"Iya non."
----
Pagi yang cerah untuk menikmati udara sejuk ditaman kompleks perumahan itu. Izza dan teman-temannya berlarian di tengah taman luas berbentuk lingkaran dengan air mancur ditengahnya, jika mbak-mbak lainnya hanya mengamati anak asuhnya dikejauhan, Mira malah terlihat ikut berlarian mengejar Izza.
"Mbak Istirahat dulu ya non?" tanya Mira teriak, agar Izza mendengar.
"Iya mbak."
Hah... hah... hah... suara nafas memburu dari mulut Mira. Dia membuka botol yang dibawanya tadi dari rumah. Riko duduk mendekati Mira.
"Mas mau minum?"
Mira memberi botol air mineral yang masih bersegel ke Riko.
"Dah bawa sendiri."
Riko meminum Infused water miliknya.
"Kamu kenapa ikut lari-lari? kurang kerjaan?"
Riko menutup botol miliknya.
"Bingung mau ngapain mas, makanya saya ikut lari."
"Tuh mbak yang lain cuma duduk-duduk." Riko menunjuk mbak-mbak yang sedang melihat mereka.
"Belum kenalan mas, gak berani kesana."
"Makanya kenalan biar kenal!"
"Iya mas."
Riko berdiri.
"Mas Riko mau kemana?"
"Muter, mau ikut?"
"Gak mas, makasih."
"Ya udah aku tinggal."
Riko berlari mengelilingi taman itu.
Mbak-mbak yang bergerombol itu mendekati Mira. Terlihat ada Ina dan mbak Ima diantara mereka.
"Bos mu ganteng banget hari ini?" tanya Ina genit.
Mira hanya membalas dengan senyuman kecil.
"Kamu deket ya sama bos mu itu?" tanya Ina lagi.
"Ah gak juga kok Na."
"Jangan deket-deket ya Ra, takut nanti kamu suka sama bos mu." ucap mbak Ima menyela.
"Mbak Ima aneh-aneh aja, gak bakalan deh mbak,"
"Mira mana berani." ucap Mira meyakinkan.
"Aku juga tau lah status aku dan mas Riko."
"Ya sudah kalo gitu, mbak pulang duluan bos kecil dah ngajak pulang nih."
"Iya hati-hati mbak." ucap yang mereka bersamaan.
"Eh kenalin ini mbak Rina sama mbak a
Ani."
Mereka bersalaman memperkenalkan diri. Tak lama kemudian Izza mengajak Mira pulang, Mira pun berpamitan dengan teman barunya.
.
.
.
Bersambung.
Terima kasih sudah bersedia membaca novel pertama Author. Mohon kritik dan sarannya. Ma'af jika ada tanda baca ataupun typo. Mohon bimbingannya.
__ADS_1