Pertama Kali

Pertama Kali
Episode 7


__ADS_3

Mira mulai membiasakan diri, sesekali dia bertanya sama mak Idah, apa yang harus dia kerjakan, karena memang bu Eny hanya memintanya untuk menemani Izza. Mak Idah juga sangat baik hati, meskipun dia tahu bahwa Mira adalah anak dari kampung yang juga baru mulai bekerja, dia tak memanfaatkan Mira untuk mengerjakan tugas nya, kecuali Mira sendiri yang menawarkan diri.


Cuaca siang hari itu sangatlah cerah, baju yang telah dijemur tadi pagi sudah kering, Mira membantu mak Idah mengangkat jemuran itu. Seperti kata mak Idah, Mira memisahkan baju Izza sendiri, karena memang dia yang harus menyetrikanya, sedangkan baju lainnya mak Idah yang menyetrikanya, sebagian besar memang cuma baju santai saja, karena baju kerja milik majikan mereka semuanya masuk ke laundry.


"Mir, nanti kalau sudah selesai menyetrika, kita makan bareng ya!" ucap mak Idah sambil menyusun baju yang sudah disetrika ke dalam keranjang.


"Baik mak."


"Mak mau meletakan baju ini dulu ke lemari."


"Iya mak."


Setelah menyetrika baju Izza, Mira naik ke lantai atas. Saat melewati dapur, (karena memang tempat menyetrika menyatu dengan tempat cuci baju dan area tempat untuk menjemur baju yang juga taman belakang rumah, dekat dengan dapur) mak Idah bertanya,


"Kamu mau telur dadar gak Mir?"


"Mak mau bikin soal nya buat makan siang kita."


"Mau mak, makasih."


"Oh ya sudah, kita pake lauk telur dadar aja ya, tempenya tinggal 2 soalnya."


"Iya mak,"


"Mira mau ke kamar non Izza dulu mak."


"Iya, yang rapi ya naruh bajunya."


"Iya mak."


Mira berlalu meninggalkan mak Idah di dapur. Ketika Mira membuka lemari milik Izza, dia sangat kagum dengan isi lemari Izza. Meskipun tadi pagi Mira sudah masuk kamar Izza, tetapi dia tak memperhatikan kamar tersebut. Mulai dari yang paling ujung, lemari kaca, ada 3 baris. Baris paling atas ada 5 buah topi lucu dan juga cantik, warna nya pun berbeda, sedangkan disebelahnya ada 4 Tas lucu berukuran sedang, yang tentunya pas untuk anak seusia Izza. Di bagian tengah lemari itu ada banyak sekali boneka, sebagian besar boneka berbentuk beruang, ada yang kecil ada juga yang sedang dan warna nya pun beragam, selain itu di tempat tidur Izza juga ada boneka besar sekali mungkin seukuran tubuh Izza agar pas saat Izza memeluknya. Sedangkan bagiah bawah lemari kaca itu, ada deretan sendal dan sepatu milik Izza.


Mira membuka lemari kayu yang ada disebelah lemari kaca tersebut, dan meletakkan baju yang sudah di setrikanya tadi. Beranjak ke meja rias yang juga meja belajar, karena di tengah-tengah meja itu ada cermin, disebelah kiri kaca itu berjejer buku tulis dan juga buku paket sekolah. Sedangkan disebelah kanan, ada sisir rambut, handbody dan bedak milik Izza, dibawahnya ada laci-laci kecil. Karena Mira sangat penasaran dia membuka laci-laci itu, ada pita-pita lucu dan juga karet warna warni, lalu aksesoris lucu seperti jepit rambut, bros, dan juga gelang, kemudian laci paling bawah ada kaos kaki Izza. dan terakhir lemari kecil di meja itu ada tumpukan kotak-kotak, tapi Mira tidak berani membuka, dia sudah berani membuka laci-laci Izza pun, itu sudah terlalu lancang, makanya dia tak ingin bertindak lebih jauh lagi.


Wah cantik-cantik ya barang-barangnya non Izza, jadi iri deh. Mira tak bisa menyembunyikan perasaan iri tersebut karena memang dia sampai usia sekarang tak pernah memiliki barang-barang seperti milik Izza. Cepat- cepat Mira menyingkirkan rasa iri tersebut dia tak ingin memikirkan hal tak penting seperti itu.

__ADS_1


"Mir, sudah selesai belum?"


"Makan yuk, mak udah laper!"


Terdengar teriakan mak idah dari lantai bawah.


"Iya mak bentar."


Segera Mira turun, dia tak ingin membuat mak Idah menunggunya.


"Habis makan, kamu boleh tidur siang."


"Iya mak, tapi non Izza biasanya pulang jam berapa mak?" tanya Mira setelah selesai menelan makanannya.


"Jam 2an biasanya udah sampai rumah."


"Nanti kalau non Izza udah pulang, mak bangunin kamu deh." kata mak Idah.


"Iya mak, mak gak ikut tidur siang juga?"


"Gak Mir, mak mau nonton sinetron ikan terbang, hehehe." jawab mak terkekeh.


"Nanti mak ketinggalan lagi, hehehe."


"Wah nduk kamu pengertian sekali, makasih ya, mak tinggal dulu." kata mak Idah terburu-buru karena memang dia tak ingin ketinggalan sinetron kesayangannya itu.


Sementara Izza, mata nya berkaca-kaca mendengar mak Idah memanggilnya dengan nama "Nduk", seketika dia ingat ibunya di kampung.


Sekarang ibu sama bapak lagi apa ya?Tak terasa air mata Mira menetes, segera dia mengusap air mata nya, dia tak ingin mak Idah melihatnya menangis.


Izza pulang dijemput Riko, karena kebetulan Riko akan mengambil dokumen yang tertinggal, dia sengaja meninggalkan dokumen itu, karena dia mengira dokumen itu akan diserahkan besok siang, tapi ternyata Atasannya memintanya menyerahkan dokumen itu besok pagi, sekalian meninjau pekerjaan operator dilapangan.


Mira bergegas bangun dari tidurnya ketika dia mendengar suara mobil, dia sangat kaget melihat jam beker dikamarnya sudah jam 2 lebih 20 menit, artinya Izza sudah pulang dari tadi. Tapi kenapa mak Idah lupa membangunkannya? Mira berlari menuju ke ruang tamu, dan dia melihat Izza baru masuk ke rumah.


"Met sore mbak!"

__ADS_1


"Mbak baru bangun tidur ya? hehehe."


"Eh... sore non."


"Iya non.. mbak baru bangun tidur, ma'af mbak gak denger non pulang."


"Udah gak papa kok mbak,"


"Ya sudah mbak, Izza mau ke kamar ganti baju."


"Da mbak Mira." ucap Izza melambaikan tangan dan meninggalkan Mira dengan om nya itu.


Mira melirik Riko lalu menunduk.


"Apa lirik-lirik?" Riko berusaha membuat suaranya sinis, agar bisa melihat pemandangan indah yang tak dia rasakan tadi pagi.


"Eh... ma..a..a..'aff mas!" kata Mira gugup, tapi dia mengekori Riko.


"Ngapain kamu ngikutin aku?"


"Eh... ma..a..a...aff mas!"


"Kalau gitu cepet buatin aku jus jambu tanpa gula ya, haus nih,"


"Awas kalau gak cepet, aku marah nih!" kata Riko melotot.


Mira hanya mengangguk, dia segera ke dapur mengambil buah jambu.


Sedangkan Riko menikmati kegugupan Mira, lalu dia pergi ke kamar nya.


.


.


.

__ADS_1


A**pakah kali ini Riko mengerjai Mira lagi ya, tunggu episode selanjutnya ya**!


Terima kasih sudah bersedia membaca novel pertama Author. Mohon kritik dan sarannya. Ma'af jika ada tanda baca ataupun typo. Mohon bimbingannya.


__ADS_2