Pertama Kali

Pertama Kali
Episode 46


__ADS_3

Riko memberikan satu kardus berukuran sedang ke Yunita. Dia meminta untuk membagikan coklat itu kepada seluruh karyawannya. Tentu saja mereka sangat senang karena mendapatkan camilan gratis.


Di kantor Riko.


"Bagaimana sudah dapat rekaman CCTV nya?"


"..."


"Oke, Aku tunggu di kedai kopi jalan A sekarang!"


"..."


"Waalaikumsalam."


Ponsel dimatikan. Riko mengambil jasnya bersiap untuk pulang.


-----


Di perjalanan menuju ke kedai kopi, Riko mampir ke sebuah toko bunga di pinggir jalan. Dia melihat beberapa bunga,


"Cari bunga untuk siapa mas?"


"Untuk pacar saya Bu!"


"Bagaimana kalau bunga tulip dan mawar ini mas?"


"Baru datang tadi pagi!" ucap penjual itu seraya menunjuk bunganya.


"Boleh, tolong rangkaikan buket bunga yang besar ya Bu!"


"Baik mas!"


Sementara penjual itu merangkai bunga untuk Riko. Riko menunggunya di kursi kayu di pohon besar dekat toko bunga itu.


Rinding... ding... ding... bunyi ponsel Riko tanda pesan masuk.


Loe dimana?


Gue minta nomor ponsel Johan.


 


Iya bentar®


 


Oke, gue tunggu.


 


Johan


08\*6®


 


Thank's bro!


Ingin Riko bertanya namun dia urungkan, dia akan bertanya pada Rama saat dia pulang nanti.


"Ini mas bunganya!"


"Oh, makasih Bu!"


Riko memberikan uang yang disebutkan oleh penjual tadi dan meninggalkan toko itu.


-----


Di dalam mobil.


Riko meletakkan buket bunga itu di samping kursi kemudinya dengan hati-hati,


"Semoga Mira suka!" ucap Riko tersenyum.


Riko mengemudikan mobilnya dengan kecepatansedang, mungkin saja sekarang Johan sedang menunggunya.


-----


Di kedai kopi.


Benar saja Johan sedang menunggunya,


"Sudah lama?"


"Baru saja datang pak!" jawab Johan seraya berdiri dengan mengulurkan tangannya.


Riko menerimanya dan langsung duduk,


"Kamu sudah pesan?"


"Belum pak!"


"Mas!" Riko memanggil waiters.


Waiters itu mendekat.


"Cappucinno nya dua!"


"Baik mas, mohon tunggu sebentar!" Waiters itu pamit.


"Jadi sudah kamu telusuri siapa mereka?"


"Sudah pak!"


"Dan ternyata mereka adalah orang suruhannya Bu Ike!"


"Ike yang menerima uang perusahaan itu kah?"


"Iya pak!"


"Dan tadi saya mampir di kantor polisi juga, tapi dia tak mau mengakui hal itu!"


"Siapa sih Ike itu sebenarnya!"


"Bikin geram saja!"


"Pak, saya punya info tentang dia sebelumnya!"


"Dan tahu mengapa uang perusahaan mengalir ke rekeningnya!"


"Jalaskan!"


"Dia adalah wanita simpanannya pak Ari, tetapi juga simpanannya Pak Aldi!"


"Jadi maksud mu?" tanya Riko menyelidik.

__ADS_1


"Benar pak, sebenarnya dia disuruh Pak Ari untuk mendekati Pak Aldi agar dia bisa mencuci uang lewat Bu Ike!"


"Apa ada bukti?"


"Ada pak!"


"Tapi..."


"Tapi apa?"


"Buktinya ada pada Bu Ike!"


"Cari tahu lebih banyak lagi tentang Ike!"


"Mungkin saja dia ada motif lainnya yang tersembunyi!"


"Baik pak!"


-----


Di rumah.


Setelah Riko mandi, dia segera menemui Mira yang berada di kamar Izza,


"Dek!" tanya Riko di ujung pintu.


"Eh, apa mas?" Mira menoleh.


"Izza mana?"


"Izza lagi ke dapur mas!"


"Ada apa?"


"Nanti malam jam 7 ikut mas ya!"


"Kemana mas?"


"Rahasia!" jawab Riko tersenyum.


"Ehem!" Izza berdehem saat melihat Riko di pintunya.


"Om, kalau masuk ya tinggal masuk aja!"


"Gak ah, Om mau ke kamar saja!"


"Lah kenapa?"


"Om tadi cuma mau pinjem pensil mu!"


"Tapi gak jadi!" ucap Riko berbohong.


"Kenapa?"


"Gak jadi saja!"


"Heleh, alesan!"


"Ya sudah minggir!" ucap Izza menggeser tubuh Riko.


"Santuy Za... santuy!"


"Bodo!"


"Siapa suruh berdiri di pintu!" ucap Izza sambil duduk di dekat Mira.


Mira membalas dengan mengedipkan matanya. Kemudian Riko berlalu.


"Kak Izza mau tanya boleh!"


"Mau tanya apa dek?"


"Kakak pacaran kan sama Om?"


Dari mana Izza tahu? Mira.


"Gak usah di sembunyikan Kak!"


"Sebenarnya Mama juga sudah tahu kok!"


"Izza tahu dari mana?"


"Ya tahu aja kak!"


"Ma'afin kakak ya dek!" ucap Mira eraya memeluk Izza.


"Kenapa minta ma'af kak!"


"Kakak mau minta ma'af saja, seharusnya kakak lebih perhatian ke kamu!"


"Tapi kakak malah sibuk pacaran!"


"Kakak gak usah minta ma'af!"


"Izza seneng kok! apalagi kalau kakak jadi tantenya Izza!"


"Makasih ya dek!"


"Iya kak!"


"Kalau bisa secepatnya ya kakak jadi tantenya Izza!"


"Kok gitu!"


"Memangnya kenapa?"


"Izza pingin gendong adek kecil kak!"


"Sebenarnya Izza pingin punya adek sendiri!"


"Tapi...?" Izza tak meneruskan kalimatnya, dia teringat kembali pada Papanya.


"Sudah ya Dek!"


"Semoga Papa Adek di terima disisi-Nya!"


"Dan kakak minta doanya agar kakak dan Om bisa berjodoh!"


"Iya kak!"


"Ayo di terusin lagi belajarnya!"


"Iya kak!"


Izza kembali belajar di temani oleh Mira, dia sangat senang karena kemungkinan besar Mira akan jadi Tantenya.

__ADS_1


-----


Di kamar Mira.


Mira tengah bersiap dengan mengenakan rok denim midi dan kaos polos warna putih, kamudian dia juga memakai sneakers berwarna senada tak lupa dia membawa tas kecil berwarna coklat, untuk rambutnya dia hanya mengambil sisi kiri dan kanan lalu mencepitnya di tengah-tengah. Kini dia juga berdandan dengan make up natural karena Mira memang tidak bisa bermake up tebal. Setelah bercermin lagi kini Mira keluar dari kamarnya.


Di teras Riko menunggunya. Dari jauh terlihat Riko juga menggunakan celana jeans dan juga kaos putih kini dia juga memakai jaket denim. Mira berpamitan kepada Mak Idah agar nanti malam Mak Idah tak menunggunya dan dia juga berkata bahwa dia keluar dengan Riko, tentu saja agar Mak Idah tak mengkhawatirkannya.


Riko sangat senang sekali, entah apa yang membuatnya senang. Pipi Mira sampai merah karena Riko memandanginya tanpa berkedip,


"Mas ayo berangkat!"


"Ayo!"


"Sudah, jangan lihatin aku terus!"


"Mas suka!"


"Kamu cantik!" kata Riko membukakan pintu untuk Mira.


Riko duduk di kursi kemudi, kemudian dia mengambilkan bunga yang dia letakkan di kersi belakang,


"Ini untuk mu!"


"Wahhh cantiknya!"


"Makasih ya mas!"


"Kamu suka?"


"Iya mas!"


"Bunga nya cantik!"


"Tapi tak lebih cantik dari kamu!"


Mira tersipu malu dia menyembunyikan senyum nya dengan mencium bunga itu. Berkali-kali Mira memegang bunga tulip yang membentuk love di antara bunga mawar merah yang berada di luarnya, dengan mencium aroma dan juga melihatnya, membuat senyum mengembang di bibir tebalnya.


-----


Di parkiran.


"Yuk turun!" ajak Riko seraya membukakan pintu untuk Mira.


"Bunganya gak Mira bawa ya mas!"


"Takut kalau ada yang minta!"


"Hahaha mana ada yang minta bunga dari kamu!"


"Ya gak tahu mas!"


"Mungkin saja nanti ada yang minta!"


"Ya sudah terserah kamu!"


Riko dan Mira berjalan bergandengan menuju ke Bioskop. Riko membeli popcorn dan juga colanya karena dia sudah punya tiket nya yang telah di beli oleh Johan tadi. Setelah lama menunggu akhirnya mereka masuk ke bioskop untuk menonton.


"Mas suka nonton film horor ya?"


"Gak juga!"


"Lagi kepingin aja!"


"Oh!"


"Kalau kamu dek?"


"Suka sih, tapi sedikit takut!"


"Gak usah takut!"


"Kan ada mas!" ucap Riko dengan menepuk-nepuk tangan Mira yang berada di genggamannya.


Benar kata Rama, kalau mau tambah mesra itu harus nonton film horor! Riko.


Film diputar.


Ternyata apa yang diharapkan Riko tak terjadi, bukannya takut dan memeluk Riko tapi Mira malah ketiduran disepanjang film itu. Bahkan saat adegan romantinya pun Mira tak bangun padahal Riko sudah berkali-kali membangunkannya. Semakin kesal saat adegan ciuman di film itu, tanpa pikir panjang Riko mencium bibir Mira. Tak di sangkan ternyata Mira bangun dari tidurnya,


"Ah ma'af mas!"


"Mira ketiduran ya!"


Bukannya menjawab tetapi Riko malah menatap nya dalam diam. Dia melihat bibir Mira dan mendekatkan nya lagi, saat akan menciumnya Mira mengalihkan wajahnya. Riko kecewa ternyata Mira menolaknya, melihat Riko kesal. Mira mengalihkannya dengan memberikan popcorn ke Riko,


"Mas, ma'af Aku malu!"


"Sudah gak pa pa!" jawab Riko kesal.


"Hmmm."


Riko mendengar orang men***** di belakang kursinya dan menolehnya sebentar, semakin kesal saja di buatnya setelah menoleh dan melihat apa yang mereka lakukan. Akhirnya dia kembali menonton film nya, sampai film itu berakhir tak ada percakapan diantara mereka.


Film selesai.


Mira meminta izin ke toilet sebelum pulang dan Riko menunggunya di depan toilet. Ada dua orang cewek yang masuk di toilet, terdengar mereka membicarakan seseorang,


"Wah ganteng sekali ya cowok tadi!"


"Andaikan aku jadi pacar nya!"


"Rela banget kalau setiap hari di ******!"


"Hahaha!"


"Dasar mesum!"


"Biarin daripada munafik!"


Mira keluar dari toilet itu dan melihat Riko.


Apakah yang tadi cewek itu bicakrakan adalah mas Riko? Mira.


Riko dan Mira bergandengan menuju ke parkiran, saat mereka menuju ke mobilnya. Mereka melewati sepasang cewek dan cowok yang sedang ber ***** di dalam mobil itu. Melihatnya Mira segera menghindar, dan segera masuk ke dalam mobil. Sedangkan Riko mengingat-ingat bahwa mereka adalah orang yang duduk di kursi belakangnya tadi


"Pantas saja!" gumam Riko.


Sial! kenapa aku jadi pengen? Riko.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung. Terima kasih sudah mampir, mohon krisannya.


__ADS_2