Pertama Kali

Pertama Kali
Episode 20


__ADS_3

"Kakak sakit?" tanya Izza menengok ke belakang.


"Ah gak kok dek, kakak cuma mau tidur sebentar!"


"Disuruh pulang siang gak mau!" gerutu Riko.


"Kenapa Om?" Izza melihat Riko.


"Tadi siang kakak mu pusing, Om sudah minta izin, tapi masih ngeyel gak mau pulang!" Riko menjelaskan.


"Kan tadi siang mas, sekarang sudah gak pusing lagi kok!" jawab Mira kesal.


"Kalau kamu pulang bareng aku tadi, pasti bisa istirahat lama, ngeyel sih!"


"Gak mau pulang bareng!"


Izza memandang Riko dan Mira bergantian. Heran dia, seperti melihat Mama Papa nya berantem.


"Tadi kan Mira mampir ke sebuah tempat mas! masa Mira ajak mas!"


"Loh memang nya kenapa? kalau ngajak saya?"


"Apa saya ini ngrepotin kamu, ganggu kamu gitu?"


"Ya gak juga..."


"Stop... stop... stop...!"


"Ini kenapa jadi berantem?" Izza memotong kalimat Mira.


"Kakak mu tuh!"


"Aku kenapa mas... kenapa?" Mira ngeyel.


"Kamu... hadehb mending dengerin lagu dari pada denger kamu ngomel mulu!"


"Terserah!"


Izza cuma geleng-geleng melihat tingkah Om dan kakak nya itu.


"Izza, Nyalain bluetooth Hp Om dan sambungin ke speaker mobil!"


Izza menurut,


"Mau lagu yang mana Om? Izza membuka Hp Riko dan melihat daftar lagu.


"Ungu... Cinta dalam hati!"


"Om suka banget ya lagu jadul!"


"Kenapa memang nya, keren tahu!"


"Gak pa pa sih." Izza memutar lagu yang di maksud Om nya itu, lalu meletakkan hp nya ke tempat semula.


(*Intro)


Mungkin ini memang jalan takdirku


Mengagumi tanpa dicintai


'Tak mengapa bagiku


Asal kau pun bahagia dalam hidupmu, dalam hidupmu


Telah lama 'ku pendam perasaan itu


Menunggu hatimu menyambut diriku


'Tak mengapa bagiku


Mencintaimu pun adalah bahagia untukku, bahagia untukku


'Ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu


Meski 'ku tunggu hingga ujung waktuku


Dan berharap rasa ini 'kan abadi untuk selamanya


Dan izinkan aku memeluk dirimu kali ini saja


'Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya


Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejap saja


'Ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu


Meski 'ku tunggu hingga ujung waktuku


Dan berharap rasa ini 'kan abadi untuk selamanya


Dan izinkan aku memeluk dirimu kali ini saja


'Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya


Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejap saja*


Mereka menikmati lagu itu, setelah lagu itu selesai, terdengar suara yang tak asing bagi Riko dan Mira,


Tes... tes.. tes... a... a...


Teruntuk gadis yang ada disamping ku...


Mendengar suara itu Mira berteriak,


"Hey! Suara Mira memenuhi mobil itu.


Bebarengan dengan Riko menginjak Rem,


Citttt.....


"Haduh!" teriak Izza.


Buru-buru Riko mengambil Hp nya dan memilih lagu lain.


"Ada apa sih?" Izza melihat Mira dan Om nya gugup.

__ADS_1


"Tadi suara Om kan?" Izza mencari tahu apa yang di sembunyikan oleh mereka.


"Bukan kok dek!" Mira menjawab pertanyaan Izza dengan penuh keyakinan.


"Masa ih Om?"


"Iya beneran!" jawab Riko meyakinkan Izza.


Izza tak percaya dengan jawaban mereka.


"Lalu kenapa kalian gugup?"


"Terlihat sekali kalian menyembunyikan sesuatu dari Izza!"


Din... din... suara klakson mobil dari belakang, rupanya Riko berhenti di tengah jalan. Riko pun meminggirkan kendaraan nya.


"Za, Om punya lagu Ari lasso yang penjaga hati,"


"Kamu kan suka lagu itu!" Riko berusaha mengalihkan perhatian Izza.


Izza memincingkan matanya mengarah ke Riko.


"Mas punya lagu Noah gak? yang itu loh Bintang di surga?


"Oh ada kok Mira,"


"Nih cek sendiri!" Riko menyerahkan hp nya ke Mira, lalu Mira memilih lagu yang dimaksud nya.


Riko mengemudikan kembali mobilnya, sedangkan Izza masih penuh tanda tanya dengan mereka berdua,


Ok kali ini kalian bisa lolos, mungkin ada baiknya kalau aku pura-pura **** saja, dengan begitu aku bisa menyelidiki kalian! Izza.


Mereka pun menikmati lagu Noah dan juga Ari lasso di perjalanan mereka menuju mall, Izza pura-pura lupa dengan kejadian tadi, sedangkan Riko dan Mira saling memandang di spion, saling menyalahkan tentunya.


-----


Di dalam Mall. Izza menarik tangan Mira menuju toko boneka, karena kado yang akan dipilihnya adalah sebuah boneka, Riko hanya mengekori mereka, sesekali memegang boneka lalu mengembalikan.


"Kak, pilih yang mana ya?" Izza menimangcnimang boneka yang dipegangnya.


"Kenapa Izza mau memberi boneka?"


"Soal nya Izza suka boneka! hehehe."


"Kalau kakak boleh saran nih!"


"Izza dan teman Izza kan sudah mau lulus SD, kenapa gak ngasih Diary saja!" Mira memberi sebuah diary ke Izza.


"Kakak dapat dari mana?"


"Tuh..." Mira menunjuk rak penuh dengan buku diary.


Izza berjalan menuju rak itu,


"Banyak pilihannya ya kak!"


"Izza mau beli buat Izza juga!" Izza senang sekali.


"Yang ini cantik!" Mira memilih diary berbentuk tas.


"Iya kak lucu, ada kuncinya, setelah dibuka ada note sama pulpen nya!" Izza senang sekali.


Izza memilih-milih, lalu pilihannya jatuh ke motif spongebob dan doraemon.


"Ini kak!"


"Ayo ke kasir!"


Izza menggandeng Mira menuju kasir.


"Mbak tolong yang ini dibungkus kertas kado ya!" Mira memberikan diary bermotif doraemon itu.


"Benar kan Za?" Mira bertanya ke Mira, karena sedari tadi Izza melihat kearah lain.


"Eh iya kak!"


Karyawan itu langsung membungkus diary itu. Setelah membayar Mira dan Izza keluar dari toko itu, namun mereka tak melihat Riko,


"Om mana kak?"


"Gak tahu dek, kakak kira tadi di toko."


"Huff!"


"Padahal Izza mau main photobox di Time Zone!"


"Ya sudah telfon saja dulu! Biar nanti Om mu nyusul!"


"Iya kak." Izza menelfon Om nya sambil berjalan menuju Time Zone Mall itu.


-----


Bip... bip... bip... ponsel Riko berbunyi, segera dia mengangkat ponselnya itu,


"Hallo Assalamu'alaikum Za!"


"Waalaikumsalam Om,"


"Om dimana?"


"Om lagi nyari barang nih!"


"Kamu sudah selesai beli kadonya?"


"Sudah sedari tadi Om!"


"Ya sudah Om kesana!"


"Izza mau ke Timezone Om,"


"Om nyusul saja kesana!"


"Ok! Wassalamu'alaikum!"


"Waalaikumsalam."

__ADS_1


Telfon dimatikan, Buru-buru Riko membayar barang yang dibeli nya lalu segera menyusul Mira dan Izza.


-----


Izza dan Mira sudah sampai di Timezone itu, ketika Mira ingin membeli kartu game, Izza menghentikannya,


"Biar Om nanti yang beli kak!"


"Kenapa Za? kakak kan bisa beli."


"Biar Om yang traktir, lagian ngilang mulu sih!" Izza berkata dengan nada kesal.


"Trus kita nunggu dimana?"


"Kita beli es krim dulu disana!" Izza menunjuk kedai es krim yang dimaksud nya.


"Ok, ayo!" Mira menggandeng tangan Izza dan berjalan menuju kedai itu.


-----


"Kemana sih mereka, apa sudah masuk ya?" Riko melihat ke dalam Timezone namun tak ada Mira dan Izza, dia pun mengambil ponselnya,


Tut... tut... tut... Izza masih belum mengangkat ponselnya. Sudah 3x Riko menelfon Izza namun tak ada jawaban, Riko pun kesal dan menelfon Mira, saat mencari nama Mira di ponselnya,


Dorr... Riko kaget.


"Apaan sih Za?" Riko malu karena kaget.


"Om kaget kan, hahaha!"


"Kenapa gak angkat telfon dari Om?"


"Sengaja! Wekkkk." Izza menjulurkan lidahnya.


"Anak ini!" Riko kesal,


Mira menyodorkan es krim di tangan kanan nya,


"Thank's."


Mira berlalu meninggalkan Riko,


"Eh..."


Awas kamu Mira, nyuekin aku tanpa sebab. Riko.


Riko mengekori Izza dan Mira masuk ke Timezone itu, lalu membeli kartu game nya dan mengisi saldo nya.


"Mau main apa?" tanya Riko setelah menitipkan barang bawaannya dan Izza di tempat penitipan.


"Street basketball Om, ayo!"


"Ok."


"Kalahkan Om kak!" pinta Izza semangat.


"Siap."


Setelah Riko menggesek kartu nya, Mira dan Riko mulai bermain. Riko sangat kualahan menyeimbangi Mira, karena Mira dibantu Izza, sedangkan dia hanya sendiri.


"Ayo kak ayo! kalahkan Om!" kata Izza semangat dengan mengambil bola untuk Mira.


"Apaan kalian, masa 2 lawan 1." Riko mau kalah dengan mereka.


"Yeah kita menang!" kata Mira dan Izza serempak.


"Kalian gak adil!" Riko kesal.


"Ayo main sekali lagi!"


"Ayo siapa takut." kata Mira semangat.


Permainan dimulai namun hasilnya masih sama, Riko kalah.


"Ngaku aja Om, kalau kalah!" Izza senang sekali bisa menang dari Om nya itu.


"Hah... hah... hah..." suara Riko memburu.


"Ya, sudah deh!"


"Om ngaku kalah, sekarang mau main apa lagi!"


"Capit boneka!"


"Ayo, Om yang main karena kalah dari Izza!"


Mira dan Riko saling berpandangan, mereka ingat moment bersama saat itu.


"Jangan suruh Om mu main itu Za, Om mu gak bisa main itu!"


"Kamu ngremenin aku ya!"


"Aku sudah handal main itu, tau gak?"


"Gak tahu." jawab Mira.


"Ayo Om main kalau sudah handal!"


"Minimal dapetin 5 boneka!"


"5?"


"Kecil." jawab Riko dengan percaya diri.


"Lihat nih!"


Riko menggesek kartunya itu, lalu menjalankan mesin capit nya, setelah mencapit boneka, Riko menekan tombol agar boneka tercapit.


"Yes!" Riko melirik Mira.


Lihat nih, kamu kira aku masih gak bisa, hehehe. Riko.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung, terima kasih sudah mampir.


__ADS_2