
Di parkiran. Riko membuka pintu untuk Mira, kemudian dia duduk di kursi kemudi. Mobil pun berjalan.
"Mas, cantik ya souvenirnya?"
"Lebih cantikan kamu!"
"Apaan sih mas!"
"Beneran gak percaya!"
"Kalau kita menikah, gimana kalau pakai bibit bunga juga untuk souvenirnya?"
"Ah... gak tahu ah."
"Cie malu!"
Mira membuang muka. Tiba-tiba ponsel mira berbunyi, tanda pesan masuk. Tertera nama Faisal.
Mir, kemarin waktu kamu pulang, kan kamu bawa dokumen banyak, ada gak dokumen ku yang terselip?
Wah gak tahu Sal! Aku gak dirumah soalnya!®
Tolong cek ya! mungkin dokumen ku ada sama kamu!
Iya, ntar aku kabar i kalau sudah sampai rumah!®
Puyeng aku dari kemarin nyari gak ada!
Kasihan 🙊®
Tega banget sama temen sendiri 😠
Hehehe ma'af😁®
Btw kamu lagi dimana?
Lagi di jalan!®
Oh, sudah makan belum?
Belum, kenapa memangnya? mau nraktir aku 😂®
Memangnya kamu mau?
Gak sih 😂😂😂®
Tuh kan😒
Mira tak membalas pesan dari Faisal lagi.
Riko kesal karena Mira senyum-senyum dari tadi, dia memilih untuk tidak menanyakan pada Mira.
-----
"Mas laper mau makan!" ucap Riko cuek setelah memarkirkan mobilnya di sebuah restoran.
Riko keluar dari mobilnya dan memilih untuk tidak membukakan pintu untuk Mira, sesudah di depan mobil Riko memberi kode dengan menjentikkan jari telunjuk nya ke Mira, supaya gadis itu mengikutinya, Mira pun bingung dengan tingkah Riko.
Riko dan Mira duduk di kursi dekat dengan jendela restoran itu, pelayan datang dengan membawa daftar menu.
"Saya mau pasta dan orange jus mbak!"
"Kalau saya pesan jus alpukat saja mbak!"
"Baik, permisi!"
Melihat Riko melototinya, Ia pun berkata,
"Mira masih kenyang mas, tadi Mira makan banyak kue di pesta!"
Riko membuang muka.
Mas Riko kenapa? apa aku ada salah? Mira.
Pelayan datang dengan membawa pesanan mereka,
"Selamat menikmati!"
"Terima kasih mbak!" Mira pun langsung menyambar jus pesanannya, sementara Riko langsung melahap tanpa menawari Mira.
-----
Di perjalanan pulang.
"Mas Riko kenapa?" tanya Mira yang sedari tadi melihat Riko cuek saja, tak biasanya dia seperti itu.
"Kenapa memang nya?" tanya Riko datar.
"Ya gak kenapa-kenapa! cuma kok gak biasanya mas seperti itu."
"Seperti itu? seperti apa?"
"Cuek."
"Oh."
"Nah kan!"
"Kenapa?"
"Ah gak jadi!"
"Ya sudah."
Mira kembali diam.
Ah sudah lah. Mira.
Rindingding... suara ponsel berbunyi, tanda panggilan masuk. Riko melihat layar ponsel nya, kemudian memasang handsfree,
"Hallo, Assalamu'alaikum."
__ADS_1
"..."
"Oh, besok sore Sya, kenapa memangnya?"
"..."
"Apa?"
"Kalau begitu besok pagi saya langsung berangkat!"
"..."
"Memangnya sampai segitunya ya?" tanya Riko seraya melirik Mira.
"..."
"Kamu mau dibawain apa?" Sengaja Riko senyum-senyum, dia ingin membuat Mira cemburu.
"..."
"Oh, baiklah."
"..."
"Kalau kangen sering telfon dong, hehehe."
"..."
"Iya, waalaikumsalam."
Riko melepaskan handsfree nya, ternyata perbuatan Riko berbuah manis, Mira jutek dibuatnya.
-----
Di rumah. Mira turun dari mobil dan membukakan pagar untuk Riko. Setelah mobil masuk, Mira menutup pagar itu, dan berlalu meninggalkan Riko.
Riko masuk kedalam rumah tak lupa dia membawa souvenir ditangannya.
"Wah Om, ini souvenirnya ya?" tanya Izza seraya menyambar tanaman itu dari tangan Om nya.
"Buat Izza ya!"
"Iya boleh, asal jangan lupa harus dirawat!"
"Ok Om!"
Riko meninggalkan Izza diruang tamu sendirian. Badannya susah lengket semua, susah tak tahan untuk mandi.
-----
Di kamar Mira. Dia sudah berganti pakaian dengan baju tidur. Pada saat Mira memejamkan mata, ponselnya berdering tanda pesan masuk dari Faisal.
Mir gimana? sudah sampai rumah belum?
Wah ma'af Sal, aku lupa!®
Bentar, aku cek dulu dokumennya!®
Ok aku tunggu! ma'af ya! sudah ganggu waktu istirahat kamu!
Iya, gak pa pa kok!®
Mira mencari dokumen yang dia bawa kemarin, mungkin benar dokumen Faisal terselip diantara dokumen-dokumen yang dibawa nya,
"Nah ini nih, kok bisa sama aku dokumen dia?"
Mira menyalakan ponselnya lagi, mengetik pesan untuk Faisal,
Sal, bener nih! dokumen kamu aku yang bawa®
Kok bisa sama aku ya! hehehe!®
Mungkin pas waktu aku dari ruangan pak Aldi, dokumen nya aku letakkan di meja mu!
Oh®
Ya sudah, cepet tidur sana!
Besok aku jemput ya!
Ah gak usah Sal, makasih!®
Kenapa?
Aku merasa bersalah nih!
Bersalah kenapa?®
Sudah ganggu waktu kamu!
Slow aja! kayak sama siapa!®
Please jangan nolak dong (≧∇≦)
Ya sudah deh! tunggu di halte bis saja ya!®
Soalnya aku dari rumah naik sepeda®
Ok, thank's loh (~_^)
Iya, sudah ya! aku mau tidur.®
Dah ngantuk®
__ADS_1
Iya, have a nice dream Mira (*'▽'*)♪
Mira tak membalas lagi pesan dari Faisal, dia sudah ngantuk berat.
-----
Hari ini Mira bangun seperti biasanya, setelah memasak dia bersiap untuk mandi.
Anggota keluarga lainnya sudah duduk di meja untuk sarapan menunggu Mira dan juga Izza. Kebetulan Mira dan Izza datang ke meja makan dengan bersamaan,
"Pagi Ma, Pa!"
"Pagi juga sayang!" jawab Pak Angga dan Istrinya dengan bersamaan.
"Om sama kak Mira gak disapa nih!" kata Riko seraya mengoles rotinya dengan selai tomat.
"Eh lupa, pagi Om kakak!"
"Pagi juga dek!"
"Telat!" jawab Riko sebelum melahap roti ditangannya.
"Habisnya Om sama kakak silau banget, makanya gak kelihatan di mata Izza!"
Mira diam saja, menghindari perkataan Izza. Sementara bu Eny tak mau ikut campur dengan putri dan juga adik iparnya itu, karena setiap mereka bersama tak ada bendera putih untuk keduanya.
"Heist, alesan!
"Sudah-sudah ayo sarapan!" kata pak Angga melerai.
"Kamu Riko, nanti balik keJakarta pukul berapa?"
"Siang kak, kenapa?"
Heist, katanya pagi-pagi sudah mau ke Jakarta, kangen. Apaan siang baru berangkat! Mira.
"Sebelum berangkat!"
"Mampir ke kantor dulu ya!"
"Siap!"
Mereka pun melanjutkan sarapan paginya.
-----
Mira berangkat duluan setelah berpamitan, mengambil sepeda yang terparkir diujung taman mini rumah itu.
Riko mengambil kunci motor nya, dia juga akan keluar dari rumah. Sengaja melewati Mira dengan kecepatan sedang.
Pasti mau beli oleh-oleh, ah sudahlah! Mira.
Riko telah sampai di halte tempat Mira menunggu bisnya, sengaja dia parkir di sebuah mart agar bisa mengintai Mira, dia akan memberi tumpangan untuk Mira. Namun Mira tak kunjung datang,
Mampir kemana dia, lama banget! hufff. Riko.
Dengan menenteng beberapa dokumen ditangannya Mira keluar dari tempat dimana dia memarkirkan sepedanya, di saat Riko bersiap untuk mendatangi Mira, ada sebuah motor gede menghampiri. Riko kesal dibuatnya, karena Mira langsung saja memakai helm yang diberikan oleh pria itu.
Oh sudah janjian toh! Sial kenapa juga aku harus ada disini! Arghhhh. Batin Riko dengan mengacak-acak rambutnya, saat Mira dan pria yang membocengnya melewati Riko.
-----
Di parkiran kantor. Mira melepas helm yang dipakainya dan memberikan pada Faisal.
"Nanti pulang bareng ya!"
"Ah makasih Sal, tapi aku mau mampir dulu!" tolak Mira halus, sebenarnya Mira hanya ingin menghindari Faisal, dia tak ingin memberi harapan palsu ke teman kantornya itu, bagaimanapun hatinya sekarang untuk Riko.
"Oh!" kata Faisal sedih.
"Ayo masuk!" Mira menarik tangan Faisal.
Faisal pun mengikutinya.
-----
Mira dan Faisal berlari menuju lift, karena lift itu hampir tertutup, untung saja masih keburu. Ternyata yang didalam lift itu adalah Rena,
"Cie, dateng bareng nih ye!" goda Rena.
"Iri kan loe!" kata Faisal tak mau kalah.
"Gue gak iri, apalagi sama jomblo kayak kalian, hahaha!" tawa Rena membahana di dalam lift itu.
"Jomblo bahagia tahu! daripada kamu punya pacar, pusing mulu!"
"Iya gak Sal?"
"Iya bener tuh!"
"Tos!" Faisal mengarahkan telapak tangannya untuk Mira bersiap untuk beradu, Mira pun menerima nya.
"Kalian gak tahu aja, enaknya punya pacar! dasar!" bela Rena yang tak mau tersudutkan.
"Ya emang gak tahu dan gak mau tahu,"
"Kita masih menikmati keindahan menjadi jomblo sejati! ya kan Mir!"
"Tentu dong!" jawab Mira semangat.
"Awas ya kalian."
"Wekkk." Faisal menjulurkan lidah nya ke Rena dan memepet Mira. Tepat disaat pintu lift terbuka. Untung tak ada siapa-siapa sehingga mereka tak kena omelan.
-----
Riko datang disaat jam makan siang, dia sengaja menuju ke tempat dimana Mira bekerja. Ternyata Mira masih duduk dikursinya, Riko berinisiatif untuk menghampiri Mira,
"Mir, ayo makan siang!" pinta Rena dan juga Faisal yang sudah berdiri disampingnya.
"Iya!" Mira beranjak dari kursinya.
"Ehem..." kata Riko berdehem.
"Eh mas Riko, ada apa kemari?"
"Kamu sudah makan siang?"
"Makan bareng yuk!"
"Ah, ma'af mas, Mira sudah sama teman Mira nih!"
"Udah Mir, kamu sama mas nya saja!"
"Biar gue sama Faisal makan bareng!"
"Tapi Ren?"
"Gak usah tapi!"
"Yuk Sal!" Rena menggandeng tangan Faisal. Faisal kesal karena gagal makan siang dengan Mira, namun dia tak bisa berbuat apa-apa.
"Yuk!" ajak Riko.
Mira pun mengikutinya.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung. Terima kasih sudah mampir, mohon krisannya. Gimana sudah bosen cerita author yang biasa-biasa saja? semangatin Authornya dong. Hehehe.