
Terdengar suara langkah kaki mendekati Mira, lalu Mira turun dari ranjangnya,
"Mas Riko?" Mira kaget karena memang benar Riko yang membawa tas nya.
"Ini tas mu, ayo pulang!"
"Tapi mas, Mira sudah sembuh."
"Sudah ayo pulang, mas sudah minta ijin sama bu Jena!" Riko menarik tangan Mira.
"Loh mas kok gitu sih, seenaknya saja nyuruh Mira pulang!" Mira berusaha melepas kan tangan Riko.
"Kamu kan lagi sakit, nanti malam juga menemani Izza kan!"
"Tapi mas?" Mira masih kekeh tak mau ikut Riko pulang.
"Kamu gak kasihan sama mas?"
"Nanti Izza marah lagi sama mas, karena gak menepati janji!
"Mas saja yang pergi sama Izza!"
"Tapi mas mau nya sama kamu juga!" Riko masih ngeyel.
"Mas gak boleh seenaknya, begitu sama Mira!"
Riko menatap Mira heran.
"Ma'af mas, Mira harus kembali ke meja Mira!"
"Lagian Mira sudah gak pusing lagi!"
"Terima kasih sudah memperhatikan Mira, Permisi!"
Mira meninggalkan Riko setelah mengambil tas nya.
Riko hanya diam saja, sdia tak menyangka Mira sudah berubah, tak lagi menurutinya.
-----
"Loh kamu kok kembali Mir?"
"Aku dengar dari bu Jena, kamu tadi minta ijin pulang!"
Mira menjawab pertanyaan Rena hanya dengan senyuman.
Rena menengok Faisal sekan bertanya ada apa?. Faisal hanya mengangkat bahu nya dan berkutat lagi dengan pekerjaannya.
-----
Suara pintu tertutup, pak Angga melihat Riko,
"Loh kamu gak jadi pulang?"
"Gak jadi kak!" jawab Riko dengan suara lesu.
"Ya sudah, kakak tinggal rapat dulu!"
"Iya."
Pak Angga meninggalkan Riko sendirian.
Ada apa dengan dia? pak Angga.
-----
"Pulang yuk Mir!" ajak Rena, dan disampingnya Faisal telah bersiap untuk pulang.
"Kalian pulang duluan saja!"
"Masih nanggung!" Mira masih berkutat dengan layar komputernya.
"Mira sudah waktunya pulang!"
"Kamu mau pusing lagi? karena gak istirahat?" Faisal menutup layar komputer Mira.
Mira mendengus kesal.
"Terima kasih sudah memperhatikan Mira, tapi ini nanggung banget!"
"15 menit lagi aku pulang deh, janji!"
Mira mengangkat jari kelingkingnya.
"Ya sudah kita tungguin ya!" pinta Rena.
"Terima kasih kalian duluan saja!"
"Lagian aku nanti mampir ke suatu tempat dulu kok!"
"Oh ya sudah, kita balik dulu!"
"Janji 15 menit harus selesai loh!" Faisal mengangkat jari kelingking nya.
"Janji!" Mira mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Faisal.
"Ok, bye Mira!" Rena menarik Faisal agar ikut pulang bersamanya,
Faisal melambaikan tangannya.
"Iya!" Mira melambaikan tangan juga.
-----
Riko memarkirkan mobilnya ditaman perusahaan, dia menunggu Mira dialam mobil itu. Setelah melihat Mira, Riko menjalankan mobilnya dan mengikuti Mira,
Din... din... din... suara klekson mobil Riko.
Mira menoleh, Mobil Riko berhenti tepat disamping Mira,
"Ayo naik!" ajak Riko
"Ma'af mas! Mira mau mampir ke suatu tempat dulu! permisi!" Mira berjalan lagi.
__ADS_1
Riko kesal kenapa Mira mengabaikannya.
"Mas antar!" Riko menjalankan mobilnya dnegan pelan mengikuti Mira.
"Gak usah maa, terima kasih!"
"Kamu kenapa sih, menghindari mas ya? Riko sudah mulai kesal.
"Gak mas! Mira biasa saja tuh!"
"Ah terserahlah,"
"Ya sudah kalau gak mau pulang bareng!" Rimo kesal lalu menjalankan mobilnya menghindari Mira.
"Ma'af mas!"
"Hufff!" Mira berjalan menuju halte bis.
-----
"Kamu mau makan apa Mir?"
"Kayaknya capek banget kamu!" tanya Tara teman Mira waktu di kampung, kini dia sudah punya restoran walaupun kecil, karena dia memang bercita-cita punya restoran sendiri.
"Mau kentang goreng sama cola saja!"
"Bentar aku ambil dulu ya!"
"Tolong sekalian, bungkusin 2 porsi ayam geprek tanpa nasi ya!"
"Iya sip."
Tara meninggalkan Mira, sedangkan Mira langsung menyenderkan kepalanya di meja. Sembari menunggu Tara, Rena membuka ponselnya, melihat apakah ada chat yang masuk saat dia bekerja tadi.
"Ini!" Tara meletakkan sepiring kentang goreng dan juga segelas cola di meja.
Mira mengangkat kepalanya dari meja,
"Terima kasih!" Mira memakan kentang goreng itu,
"Kamu kenapa kayaknya capek sekali!" Tara mengulangi pertanyaannya lagi.
"Tara, aku harus bagaimana?" Mira bertanya dengan mimik memelas.
"Loh kamu kenapa?" tanya Tara heran.
"Mas Riko sudah kembali!"
"Apa?" Tara kaget,
Tara sudah tahu apa yang dialami Mira dan juga Riko, karena Mira sudah cerita semuanya. Kini dia tahu sahabatnya sedang galau.
"Tadi mas Riko ngajak aku pulang bareng, tapi aku tolak." kata Mira sedih
"Kamu menghindar dari Riko ya?"
"Iya." jawab Mira jujur.
"Apa?"
"Perasaan mu sama Riko gimana sih?" tanya Tara penasaran.
"Em gimana ya? aku juga gak tahu sih,"
"Sebenernya aku ke mas Riko gimana?"
"Hadeh, kok gak tahu?"
"Waktu Riko gak ngabari kamu, perasaan mu gimana?"
"Biasa saja! tapi kadang juga ingin tahu kabarnya dia!" Mura mengaduk-aduk colanya dengan sedotan.
"Hemmm, ada baiknya kamu gak usah menghindari lagi dari dia!"
"Biar kamu juga tahu perasaan mu!"
"Gitu ya?"
"Iya lah!"
"Itu pesanan mu sudah jadi!" kata Tara setelah melihat karyawannya menenteng 2 kotak di meja kasir. Mira meminum cola nya dan langsung berdiri.
"Kamu langsung pulang?"
"Iya nih, nanti malam mau nemeni Izza juga!"
"Oh, ya sudah hati-hati!"
"Iya." Mira menuju ke meja kasir dan membayar bill nya.
Mira menuju halte terdekat, sembari menunggu bis lewat dia membaca novel nya. Bis yang akan melewati kompleks nya pun datang, Mira pun naik bis itu.
-----
Bis berhenti di halte dekat kompleks Mira, kemudian Mira turun dari bis itu menuju tempat penitipan sepeda. Iya Mira memang berangkat dan pulang dari kantor naik sepeda dan bis, selain tak mau merepotkan pak Angga dia juga bisa leluasa ketika ingin mampir disuatu tempat.
-----
"Loh, pagarnya kok terbuka?" gumam Mira.
"Kakaaak!"
Mira menoleh ke arah sumber suara itu, ternyata Izza sedang bermain dengan temannya.
Mira membalas dengan lambaian juga serta senyum nya. Mira memarkirkan sepedanya, lalu mengambil kotak darikeranjang sepeda itu dan masuk ke dalam rumah.
"Mak Idah? mak?"
Mak Idah menghampiri Mira,
"Ada apa Mir?"
"Mak belum masak kan?"
__ADS_1
"Baru masak nasi, kenapa?"
"Ini ayam geprek, untuk mak sama bapak!" Mira memberikan kotak itu.
"Nanti malam Mira, Izza sama mas Riko makan diluar, makanya Mira beli ini, biar mak Idah gak masak!"
"Oh, makasih ya Mir."
"Iya mak,"
"Kalau begitu Mira mandi dulu ya mak!"
"Iya."
-----
Mira sudah siap dengan kaos oblong warna putih dan memadu padankan dengan celana jeans navy, sepatu kets menjadi pilihannya, serta tas selempang, kali ini Mira menekuk rambut nya dengan jepit rambut. Mira hanya memakai pelembab serta bedak tabur tipis dan juga lipgloss, dia tidak ingin terlihat menor.
"Masuk!" pinta Izza setelah mendengar suara diketuk.
"Izza sudah siap?" Mira meliht Izza tengah melanggak-lenggokkan tubuh nya di kaca, Izza terlihat cantik dengan dress warna kuning berhias bunga di pinggang serta di lehernya.
"Iya kak! gimana?" Izza bertanya tentang kepangan rambut nya pada Mira.
"Cantik, Izza sudah bisa ngepang rambut sendiri?"
"Sudah kak, kan kakak yang ngajari."
"Berangkat yuk!"
"Sebentar kak! Izza ambil tas dulu!"
Izza mengambil tas di lemari,
"Ayo!"
Mira dan Izza keluar dari kamar Izza.
"Sudah minta izin papa mu belum?"
"Belum kak, hehehe."
"Ya sudah izin dulu, kakak tunggu disini!"
"Ok."
Izza masuk kedalam kamar orang tuanya setelah mengetuk pintu, sedangkan Mira menunggu di tangga.
Riko berjalan mendekati Mira,
dia tersenyum-senyum saat teringat dia berganti baju setelah melihat Mira memakai kaos warna putih.
Flashback on
Riko keluar dari kamar nya setelah memakai kaos warna coklat serta celana warna navy, tapi setelah melihat Mira menuju kamar Izza dengan memakai kaos warna putih, Riko buru-buru masuk kedalam kamar nya,
"Untung saja belum sempat turun, ganti baju ah, biar samaan, hihihi."
Riko membuka lemari baju nya dan mengambil kaos warna putih, namun tak lama kemudian, kaos itu di kembalikan ke tempat semula,
"Kalau pakai warna putih, nanti di bilang gak ganti baju, hadeh,"
"Apa pakai warna hitam saja ya!" Riko mengambil kaos warna hitam, lalu di tempelkan ke tubuhnya, setelah menimang-nimang, Riko menggelengkan kepala nya,
"Ah gak ah, pakai warna putih saja." Riko mengambalikan kaos itu. Setelah Riko berkali-kali membolak balikan tumpukan kaos warna putih, pilihannya jatuh pada kaos putih polos dengan tulisan Black di bagian dada nya,
"Nah ini nih, tadi siang kan putih polos, sekarang pakai yang ini saja, hehehe."
Riko pun membuka kaos yang di pakainya kemudian memakai kaos putih yang telah dipilihnya
Flashback Off
Riko berjalan mendekati Mira,
"Izza mana?"
Mira menoleh,
"Izza pamit sama pak Angga mas." jawab Mira lalu kembali melihat layar ponselnya.
Apaan gak balik nanya. Riko.
Izza keluar dari kamar orang tua nya
"Ayo!"
"Wah baju Om Riko dan kakak samaan nih ye?" ledek Izza setelah memperhatikan Mira dan Riko.
"Apaan sih, anak kecil ini." Riko meninggalkan Mira dan Izza karena malu.
"Cie om Riko malu cie, hahahaha" Izza berteriak keras karena tahu kalau Riko menghindari mereka.
"Adek sudah tahu, kasih kado apa?" Mira berusaha mengalihkan perhatian Izza.
"Belum kak, hehehe."
"Ya sudah, nanti kakak bantu."
Din... din... din... suara klakson mobil.
"Apaan sih, om gak sabaran amat." gerutu Izza.
"Ayo kak, nanti Om Riko ngambek!"
Izza setengah berlari keluar dari rumahnya, sementara Mira pamit ke mak Idah dulu.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1