Pertama Kali

Pertama Kali
Episode 32


__ADS_3

Setelah membeli dompet untuk pacarnya, Rena, Mira dan juga Faisal bercanda gurau menuju kedai es krim di mall itu. Saat melewati toko peralatan rumah tangga, Mira meminta teman-temannya untuk berjalan duluan dan memesan es krim untuknya,


"Loe mau beli apaan sih?" tanya Rena menyelidik.


"Ada deh!"


"Ya sudah nanti loe nyusul!"


"Sip!"


"Eh ntar dulu! jangan-jangan kamu mau kabur ya?" tanya Faisal menyeringai.


"Kabur kemana?"


"Gak jadi traktir kita es krim!"


"Hadeh, aku janji bakal traktir kalian es krim, percaya deh!"


"Awas loh kalau bohong!"


"Hadeh miskin aman hidup loe Sal, ntar gue traktir kalau Mira gak nyusul!"


"Jadi cowok yang berkelas dikit napa!"


"Hehehe, ya sudah kami duluan!"


"Da...!"


"Iya da...!"


Rena dan Faisal berlalu, kini Mira memasuki toko itu. Di saat dia dan teman-temannya tadi Mira melihat sebuah gelas keramik cantik bergambarkan tokoh anime naruto, sesaat dia ingat Rama, tentu dia akan menghadiahkan untuk seseorang ynag telah dia anggap sebagai kakak nya itu.


-----


Di kedai es krim.


"Eh, gue curiga deh sama Mira?"


"Kenapa Ren?"


"Loe lihat kan tadi?"


"Dia membeli dasi!"


"Dan sekarang malah mau beli peralatan rumah tangga!"


"Iya kenapa memangnya?"


"Gue rasa dia?" Rena menerawang jauh.


"Loe rasa dia kenapa?" tanya Faisal mengerutkan dahinya.


"Dia kayaknya mau merried deh!" ucap Rena menopangkan dagu dengan tangannya.


"Apa?" Faisal kaget, sebagian pengunjung menengok mereka.


"Heist!"


"Loe cowok!"


"Tapi mulut loe gak pernah bisa di kondisikan!" kata Rena kesal.


"Kaget gue, loe ngomong Mira mau merried!"


"Dia emangnya pernah cerita soal cowok sama loe?"


"Gak pernah sih!"


"Nah kan!"


"Mending dia sama gue saja, sudah cakep rajin menabung lagi!" kata Faisal percaya diri.


"Cakep dari mana?"


"Rajin menabung, hobinya minta di traktir?"


"Hahaha."


Faisal diam saja dengan perkataan Rena.


"Eh, tapi siapa ya?"


"Heleh, kalau loe penasaran banget?"


"Ntar loe tanya saja sama dia!"


"Kenapa gue?"


"Kan loe yang ngomong kalau dia mau merried!"


"Kan perkiraan, Salu!" ucap Rena memonyongkan bibir saat mengucapkan huruf 'U' nya.


"Siapa tuh Salu?"


"Faisal halu,"


"Hahahahaha."


"Puas-puasin tuh kalau ketawa!" ucap Faisal kesal.


"Tuh dia datang!" Faisal menunjuk Mira dengan dagunya.


Mira datang dengan suka cita, karena bertepatan dengan kedatangan es krim pesanannya.


"Loe beli apaan?" tanya Rena seraya mengintip paperbag yang dibawa Mira.


"Ada deh!" sengaja Mira tak memberitahukan pada teman-temannya.

__ADS_1


Faisal menikmati es krim vanila, tanpa memperdulikan Rena yang mengkodenya untuk bertanya pada Mira soal tadi.


Mira menikmati es krim coklat bertabur mesis dengan suka cita.


"Mir?"


"Gue mau nanya boleh?" tanya Rena seraya memasukkan es krim strowberry ke dalam mulutnya.


"Boleh!" jawab Mira tanpa melihat Rena di sampingnya.


"Jangan marah ya!"


"Marah kenapa?" Mira masih fokus dengan es krim nya, ada perasaan tersendiri saat es krim yang dingin itu meleleh di dalam mulut, seakan-akan beban kehidupan ikut meleleh saat dia menikmati es krim.


"Loe mau merried ya?" tanya Rena hati-hati.


"Apa?"


"Uhuk... uhuk... uhuk..." Mira terbatuk karena kaget dengan pernyataan Rena.


Rena menepuk punggung Mira. Faisal berjalan meminta air untuk Mira pada salah seorang pelayan, lalu memberikannya.


Mira memandang Faisal seakan meminta petunjuk, mengapa Rena bisa bertanya seperti itu?


"Kamu kan tadi beli dasi, trus juga mampir ke toko peralatan rumah tangga!"


"Jadi dia mikir kamu mau nikah!"


"Hadeh, kamu Ren bikin jantungan saja!"


"Ya ma'af!"


"Berarti loe belum mau nikah kan?"


"Belum lah!"


"Mungkin masih beberapa tahun lagi!"


"Syukurlah!"


"Kamu aman Sal!"


Mira menatap Rena dan Faisal heran. Sedangkan Faisal semakin kesal karena Rena berkata seperti itu di depan Mira.


-----


"Gimana?" tanya Riko tak sabar.


"Tentang kecelakaan mu? sudah ada bukti nya! dan ada hal yang lebih mengejutkan dari itu!"


"Apa?"


"Pak Angga ternyata dibunuh, dan dia orang yang sama dengan orang yang menyuruh untuk mencelakaimu!"


"Apa?"


"Sial!" Riko menggebrak meja, sehingga orang di sekitar menengok ke meja itu.


"Dan lagi, bersikap biasalah pada orang itu!"


"Agar dia tak mencurigaimu!"


Riko tak menjawab nya, dia menggeretakkan giginya dengan kesal.


-----


Mira dan teman-temannya telah selesai menikmati es krim itu, mereka pun meninggalkan kedai setelah Mira membayar bill nya.


"Kalian duluan saja ya!" ucap Mira setelah tak sengaja dia melihat Riko duduk di restoran.


"Hmmm, ada apa lagi?" tanya Faisal kesal.


"Hehehe,"


"Ntar aku pulang sendiri saja!"


"Oh, jadi gak mau nih gue anterin?"


"Bukan gitu Ren! aku mau mampir ke suatu tempat!" Mira tak bohong memang dia akan mampir menemui Riko, namun dia tak menjelaskan detail pada teman-temannya.


"Baiklah, aku tahu kamu gak bohong!"


"Hati-hati pulangnya!" ucap Faisal.


"Siap!" Mira mengangkat tangannya tanda hormat.


"Kami duluan kalau gitu!"


"Mau mempersiapkan surprise buat pacar!"


"Iya, aku doain semoga langgeng sampai pernikahan!"


"Aamiin!"


Rena dan Faisal meninggalkan setelah berpamitan. Mira mengambil ponselnya,


"Hallo, assalamu'alaikum?"


"Waalaikumsalam, mas lihat ke pintu!" pinta Mira memastikan bahwa orang yang dilihatnya memang Riko, karena memang orang dilihatnya juga sedang berbicara di telfon.


"Hah, apa?" Riko langsung menengok ke pintu restoran itu, dan menemukan Mira.


Mira melambaikan tangan dan Riko pun membalas nya. Ponsel dimatikan.


"Lanjutkan pengintaian terhadap dia, dimana pun dia berada, aku perlu bukti yang benar-benar akan membuat dia membusuk dipenjara, bahkan seluruh keluarga nya!"


"Baik pak Riko, kalau begitu saya permisi dulu!" detektif itu berdiri dan berjalan menuju pintu keluar, bersimpangan dengan Mira saat menuju meja Riko.

__ADS_1


Mira melihatnya sekilas dan menunduk, deketif itu membalasnya.


"Itu tadi temen mas ya?" tanya Mira seraya duduk, Mira tak curiga kalau yang bersama Riko tadi adalah detektif karena detektif itu berpakaian seperti seorang kutu buku memakai kaos berkancing dan berkacamata tebal.


"Iya, teman mas,"


"Kamu sudah makan?" tanya Riko mengalihkan pembicaraan.


"Belum mas?"


"Tapi tadi sudah makan es krim sama temen-temen!"


"Mas pesenin pizza ya!"


"Boleh!"


"Mb!" Riko melambaikan tangannya pada seorang pelayan, pelayan itupun datang.


"Kamu mau minum apa?"


"Capucino saja mas!"


"Pizza sosis sapi 1 sama capucino na 1 ya mb! "Dan ini tolong dibawa!" ucap Riko menyodorkan kopi milik detektif itu.


"Baik, silahkan ditunggu!" pelayan itu pergi meninggalkan mereka.


"Kamu habis dari mana?"


"Beli kado buat pacar Rena mas!"


"Oh, trus katamu tadi kamu nganter temen mu cewek?"


"Tapi tadi mas lihat kamu jalan bertiga, dan siapa tuh yang rambutnya seperti kucing kehujanan tuh!"


"Oh Faisal?"


"Iya itu Faisal, kenapa dia ikut?"


"Ya iya mas, memang kan dia selalu bersama kami!"


"Oh jadi memang kalian selalu jalan bertiga?"


"Iya mas!"


Apaan yang jalan bertiga, kemarin sebelum aku kembali ke Jakarta, kan kamu di jemput sama dia, cuma kamu sama dia! gak ada tuh si Rena. Riko.


"Mas kenapa?"


"Gak pa pa!" jawab Riko cuek.


Mira tak merasa bahwa Riko sedang cemburu, dia mengira kalau Riko capek saja.


-----


Di mobil.


"Ini apaan?" tanya Riko seraya mengintip paperbag yang dipegang Mira.


"Oh, ini gelas mas."


Perhatian sekali dia. Riko.


-----


Di rumah.


Faisal membereskan baju yang akan dia bawa ke Jakarta. Mira memanggilnya agar segera bergabung untuk makan malam.


"Rama, mak Idah sudah tahu belum?"


"Kalau kamu mau ke Jakarta?"


"Oh sudah bu, tadi sore sudah pamit kok!"


"Bekerjalah dengan baik disana, dan hati-hati!"


"Baik bu."


"Rencana berangkat kapan kak?"


"Besok pagi Za, sekalian nganter kamu sekolah!"


"Baiklah."


-----


Riko membuka pintu kamar, setelah penghuni kamar itu mempersilahkannya. Sekilas Riko memperhatikan paperbag di samping koper Rama, dia pun menengambilnya.


"Oh itu dari Mira!"


"Wah dia kasih hadiah ke kamu?"


Rama tak suka dengan nada bicara Riko, seakan dia telah berselingkuh dengan Mira.


"Tenang Ko, dia sudah gue anggap sebagai adik sendiri!"


"Dan gue juga tahu loe suka sama dia."


"Baguslah!"


"Tapi ingat! jangan sampai kamu menghianatiku!" Riko mengancam.


"Tentu saja!" balas Rama dengan nada mengejek.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung. Terima kasih sudah mampir, mohon krisannya.


__ADS_2