
"Mir?"
"Aku pinjem tas warna abu-abu kamu ya?" tanya Tara saat memasuki kamar Mira.
"Boleh,"
"Memangnya kamu mau kemana?" tanya Mira yang sedang merapikan hijab warna hijau nya.
"Mau ambil barang di gudang!"
"Oh," Mira mengambil tas yang di maksud Tara di dalam lemari nya.
"Ini!" ucap nya seraya memberikan.
"Thank's ya!"
"Iya!" jawab Mira seraya menyambar tas yang akan di pakai nya.
"Riko gak jemput kamu?"
"Jemput kok, tadi mas Riko chat mari ada di lampu merah!"
"Ih, ngapain dia di lampu merah?"
"Jangan-jangan?" Tara menerka-nerka.
"Jualan kebab dia disana!" jawab Mira enteng.
"Heleh kamu tuh!"
"Pastinya ya berhenti lah i lampu merah!"
Din… din… din.. Suara klakson mobil Riko.
"Aku duluan ya Ra?"
"Iya, Bismillah!"
"Bismillahirrohmanirrohim,"
"Assalamu'alaikum!"
"Waalaikumsalam."
Mira keluar dari dalam kost nya setengah berlari menuju ke mobil Riko. Riko langsung ke luar dari dalam mobil nya, melihat Mira sudah mendekat.
"Sudah sarapan?" tanya Riko seraya membuka pintu mobil untuk calon istrinya.
"Belum mas!" ucap Mira sebelum masuk ke dalam mobil.
"Nanti saja di kantin."
Riko menutup pintu mobil, kemudian berputar. Bukan duduk di kursi kemudi, namun Riko membuka kursi belakang dan mengambil sebuah kotak nasi. Riko membuka pintu mobil kemudian masuk, dia memberikan kotak nasi itu ke Mira,
"Ini makan lah!"
Mira melihat Riko.
"Tadi mak Idah, titip buat adek!" Riko memasang sabuk pengaman Mira dan dirinya sendiri.
"Mak Idah kangen, adek sih gak pernah pulang ke rumah besar lagi!" kata Riko seraya menyalakan mesin mobil nya, mobil pun berjalan.
"Mak Idah?" mata Mira berbinar-binar.
"Jadi kangen sama beliau!" ucap Mira seraya mengusap kotak makannya, kemudian membukanya perlahan.
"Hmmmm," Mira menghirup aroma masakan yang keluar.
"Mas sudah sarapan?"
"Sudah tadi, ayo cepat makan!"
Mira menurut, setelah membaca do'a dia membuka sendok yang terbungkus tissu dan memakan isi dari kotak nasi itu. Dengan nasi putih berlaukkan tempe goreng serta tumis kangkung, Mira sangat menikmati masakan yang di masak oleh orang yang dia anggap seperti Ibunya sendiri. Tak butuh waktu lama, Mira menghabiskan sarapannya, pas di lampu merah Riko membukakan botol air mineral untuk calon istrinya itu dan Mira meminumnya. Mira menutup kembali kotak nasi yang telah kosong itu dan memangangnya..
"Nanti mas lembur nggak?"
"Nggak kok,"
"Adek mau pulang ke rumah?"
"He'em!" jawab Mira semangat.
"Nah gitu dong!" Riko membelai kepala Mira halus.
Sudah seminggu semenjak Mira kembali ke Surabaya, dia tak pulang ke rumah besar. Di karenakan keluarga nya melarang dia untuk pulang ke sana, mereka hanya tak ingin Mira serta Riko satu rumah. Selain untuk menghindari omongan yang tidak enak di dengar oleh telinga, mereka juga khawatir jika Mira dan Riko khilaf. Semua keluarga setuju, meskipun Riko ngedumel karena harus berpisah dengan Mira.
Atas saran dari Tara, Mira kini ngekost bersebelahan dengan nya. Waktu Pak Seto menawarkan apartement nya Mira menolak dengan halus. Karena selain belum terbiasa oleh keluarga Riko, Mira juga masih harus menyesuaikan diri dengan Lisa, calon adik iparnya.
__ADS_1
-----
Di Kantor.
Mira dan Riko sama-sama dibuk dengan tugas rutinitas mereka. Saat makan siang tiba Riko tak bisa makan bersama dengan Mira, karena dia ada pertemuan dengan kliennya. Rena dan Faisal mendatangi meja Mira, dia mengajaknya makan bersama, dengan senang hati Mira pun ikut.
-----
Di Kantin.
Setelah antri mengambil makan siang, mereka duduk di meja favorit merrka, yaitu di dekat jendela. Rena dan Faisal duduk berdampingan sementara Mira ada di depan mereka. Setelah menyelesaikan makan siang nya, mereka mengobrol santai denagn jus yang mereka ambil di kantin sendiri.
"Mir,"
"Jadi kapan loe mau merried?"
"Masih empat bulan lagi kok, Ren!"
"Masih lama ya?" tanya Faisal santai.
"Apa nya yang lama?"
"Belum milih gaunnya, belum undangannya, catering nya, dekor nya, seserahannya!"
"Hufff, masih banyak lagi tahu!"
"Oh!" ucap Faisal setelah meneguk jus nya.
Rena melihat Faisal lalu melihat Mira,
"Jadi tadi pagi loe di jemput pak Riko, Mir?"
Faisal melihat Mira, lalu meletakkan jus nya di meja.
"Iya Ren, tapi kayak nya besok aku naik bis deh!" ucap Mira dengan memainkan sedotan di jus nya.
"Kenapa?"
"Kasihan mas Riko, kan gak searah!"
"Memangnya kamu sekarang gak tinggal bersama pak Riko?" tanya Faisal serius.
"Nggak Sal,"
"Sekarang aku tinggal di kost."
"Jalan Mawar putih!"
"Loh, rumah ku kan juga di situ!"
"Memangnya di blok apa?"
"Di bl…!"
"Loe kepo banget Sal?" potong Rena dengan mengerutkan alis nya.
"Bukan kepo Ren,"
"Kan aku sama Mira tetanggaan siapa nanti Mira butuh bantuan kan aku bisa langsung cus ke kost nya,"
"Kalau nunggu pak Riko kelamaan." jawab Faisal memberi alasan.
"Apa iya?" ledek Rena.
"Iya lah!" jawab Faisal mantap.
Sebenarnya Rena tahu, kalau Faisal ada rasa sama Mira. Namun Rena tak memberitahukan ke Mira ataupun menanyakan langsung ke Faisal. Karena dia tak ingin persahabatan mereka retak.
"Jadi kamu tinggal dimana?"
"Di blok C no 12A."
"Oh, kost milik tante Amy ya?"
"Iya."
"Apa lagi?" sahut Rena melihat Faisal terlalu antusias.
"Itu kost milik tante ku,"
"Dan…"
"Dan apa?"
"Dan yang mengelola kost itu adalah aku!"
"Kok aku gak tahu temen mu ya?"
__ADS_1
"Padahal kan aku pernah ketemu dengannya?"
"Loh iyakah?"
"Tara juga gak cerita."
"Heleh, mana bisa temennya Mira tahu Loe!"
"Meskipun Loe yang mengelola, tapi kan loe gak pernah nengokin mereka!" terka Rena.
"Kok loe bisa tahu Ren?"
"Jangan-jangan Loe stalker ya?"
"Iya, gue stalking loe, puas?"
"Idih, jauh-jauh sana!" Faisal mengeser tempat duduk nya.
"Sana yang jauh!" Rena menendang kursi Faisal hingga menimbulkan suara dan semua yang ada di kantin menengok ke arah nya.
Rena malu dan Faisal kembali ketempat semula dengan mengangkan kursinya perlahan.
"Loe sih!"
"Gue lagi!"
"Ayo balik yuk!" ajak Mira saat melihat jam tangannya.
"Ayo!" ucap Rena dan Faisal bersamaan.
.
.
.
Bersambung.
Author
Kali ini saya akan memperkenalkan tokoh yang ada di cerita saya ya!
Meskipun tak cocok untuk pemerannya yang notabene ada di pedesaan.
Mirani Putri (Zhau lu)
Tanggal lahir : 31 Agustus 1998
Riko Gunawan (Mario Maurer)
Tanggal lahir : 1 Januari 1989
Dio Ramadhan (Do Ji Han)
Tanggal lahir : 24 September 1991
Aro Hendra Gunawan (Park Solomon)
Tanggal lahir : 11 November 1999
Lisa Gunawan (Han So Hee)
Tanggal lahir : 18 November 1994
Izza Angga Gunawan ( Jihan Weeekly)
Tanggal lahir : 12 Juli 2004
Rudy (Bright Vachirawit)
Tanggal lahir : 27 Desember 1997
Ini gak tahu ya, cuma saya kok pinginnya si Rudy ini ikut.
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir, mohon krisannya. Untuk Facebook nama saya sudah ganti lagi ya, sekarang Kadang-kadang guyu dewe dengan foto profil Mira dan Riko.