Pertama Kali

Pertama Kali
Episode 41


__ADS_3

Di Jakarta.


Riko membawa pulpen yang diberikan oleh Rama. Johan membuka file berisi rekaman dari Bu Ima ketika suaminya sedang berbicara dengan 'orang tadi' (Episode 36) dan mencocokkan rekaman dari Rama saat mereka bertemu di restoran juga di CCTV dasboard mobilnya.


"Gimana Jo?"


"Sudah ada rencana mengungkap semuanya?"


"Bagaimana kalau pak Rama memberikan dokumen yang diminta pak?"


"Agar mereka bisa bertemu!"


"Saya yakin 'orang itu' akan muncul bersamaan dengan 'orang tadi'!"


"Tapi bagaimana caranya agar 'orang tadi' mau ikut?"


"Bagaimana jika kita mengirimkan rekaman dari Bu Ima agar dia juga ikut pak?" ucap Jihan menyela.


"Maksud mu?"


"Aku akan menemuinya pak!"


"Dia kan sudah tahu aku sebelumnya!"


(Jadi begini 'orang tadi' adalah orang yang menabrak Riko di bandara juga orang yang menyelamatan suami Bu Eny, serta orang yang menculik putrinya tapi berhasil kabur.)


"Rencana mu?" tanya Riko penasaran.


"Apakah benar-benar matang?"


"Aku khawatir dia melarikan diri!"


"Alhamdulillah sduah pak!"


"Begini...!" Jihan menjelaskan rencananya dan akhirnya disetujui oleh Riko dan juga kakaknya.


-----


"Apa?"


"Dia salah satu karyawanmu?"


"Iya Ra!"


"Aku sih belum tahu sepenuhnya tentang dia!"


"Nanti aku tanya sama Mira!"


"Thank's ya, sudah bantu aku!"


"Iya sama-sama!"


"Oh ya!"


"Izza dimana? kok gak kelihatan!" tanya Bu Ira seraya melihat sekeliling.


"Dia lagi les Ra!"


"Semenjak Papa nya gak ada, dia sering menyibukkan dirinya dengan belajar!"


"Ikut les renang, bela diri, dia juga ikut les menari!" ucap Bu Eny sedih.


"Sering-seringlah ajak dia bicara!"


"Iya Ra!"


"Kamu juga jangan sampai ikut larut dalam kesedihan terus menerus!"


"Ingat Izza juga butuh perhatian mu juga!"


"Makasih Ra!" Bu Eny memeluk sahabatnya dengan erat sekali, semenjak kepergian suaminya dia jarang sekali berbagi cerita.


Mira pulang diantar oleh Rena. Setelah salam perpisahan dia masuk dengan membawa sekotak Pizza.


"Assalamu'alaikum!"


"Waalaikumsalam!" jawab Bu Eny dan Bu Ira bebarengan.


"Sudah lama Tante?" tanya Mira seraya mencium punggung Bu Ira.


"Sudah dari tadi kok Mir!"


"Kamu makin cantik saja!" puji Bu Ira dengan senyum mengembang.


"Makasih Tante!"


"Tante juga cantik dan masih terlihat muda sekali!"


"Ah kamu bisa saja!"


"Hehehe!"


"Kalau begitu Mira pamit ke kamar dulu ya Tante!"


"Oh iya silahkan!"


Mira berlalu menuju ke kamarnya, sementara Bu Eny dan Bu Ira meneruskan curhatannya.


-----


Di Jakarta.


"Hallo pak!"


"Bisa kita bertemu!"


"..."


"Ih iya pak!"


"Anda tahu kan kalau Riko ada disini?"


"..."


"Tentu saja pak!"


"Ini juga akan membawa keuntungan untuk kita!"


"Bapak tenang saja! saya sudah melakukan semua yang bapak minta!"


"Dia gak akan curiga!"


"Besok saya akan membawa dia dan juga dokumennya!"


"..."


"Tenang pak!"


"Saya ada dipihak bapak!"


"Selama bapak masih memegang janji bapak!"


"Saya akan setia sama bapak!"


"..."

__ADS_1


Telfon dimatikan.


Rama masih ada dibalkon apartemen nya, seraya menikmati langit malam. Banya bintang bertebaran di langit karena memang malam yang cerah, di bawah gedung apartemen nya juga sangat indah dengan lampu jalan dan juga mobil yang sedang berlalu lalang.


Riko dan Johan baru pulang dari rumah teman Johan sedangkan Jihan diantar sebelum kembali ke apartemen Rama. Melihat mereka pulang, Rama masuk kedalam apartemennya,


"Sudah?"


"Iya sudah!"


"Ini pesananmu!" kata Riko seraya memberikan kotak itu kepada Rama.


"Thankvs ya bro!"


"Gue heran sama loe, sekarang selera loe sama seperti Mira!"


"Hehehe!"


"Suka saja!"


"Kok cuma sekotak?"


"Buat kalian mana?"


"Kami sudah makan malam tadi!"


"Ya sudah saya permisi dulu pak!"


"Selamat malam!"


"Ok!"


"Loe mau kemana Ko?"


"Mau mandi!"


"Kenapa? mau ikut?"


"Gak lah!"


"Emang gue apaan?"


"Mungkin saja selama ini gue gak tahu kalau loe itu, cabe makan terong!"


"Eh, apaan loe bilang!"


"Loe cabe nya?"


"Gue terongnya!


"Hahaha!"


"Gue singkong nya!"


"Hahaha!"


"Kenapa? gak percaya?" tanya Rama saat melihat Riko menaikkan satu alisnya.


"Sini gue lihatin!" Rama menarik sedikit celananya kebawah.


"Gue gak tertarik sama cabe ijo!" ucap Riko seraya membuka kamarnya.


"Cie yang gak mau kalah menghindar!"


"Hahaha!"


"Makan ah!"


"Bentar-bentar!" gumam Rama seraya mengambil ponselnya dari dalam saku celana.


(Rama mengetik pesan untuk di kirimkan ke Mira)


"Wah masih centang dua!"


"Mungkinkah dia sudah tidur?"


-----


Bu Eny, Izza, Mira, dan juga Mak Idah sedang menikmati pizza yang dibawa oleh Mira tadi. Mereka bercerita banyak hal, dari Mak Idah yang lupa membeli parutan kelapa padahal sore tadi dia akan membuat urap bayam dan touge, untung saja ada kacang tanah, jadi Mak Idah membuat bumbu kacang.


Izza yang sangat sibuk dengan lesnya, dia juga bercerita tentang sekolahnya, dari teman-temannya yang suka mencontek ulangannya sampai ketua kelas yang sangat aneh, bukannya dia memberi contoh yang baik tetapi dia malahan yang sering membuat onar jika tak ada tugas. Izza sangat ceria sekali ketika bercerita, itu membuat Mama nya sangat bahagia. Dia tak ingi putrinya kekurangan kasih sayang.


"Kak!"


"Besok minggu kakak sibuk gak?"


tanya Izza seraya memakan apel karena pizza nya sudah habis.


"Gak lah!"


"Kenapa Dek!"


"Bisa Kakak temani Izza ke toko buku!"


"Boleh!"


"Kok kak Mira yang diajak, Mama gak diajak nih!"


"Mama mau ikut?" tanya Izza dengan mata yang berbinar-binar.


"Mau dong!"


"Yeah, berarti besok kita bertiga pergi bareng!" ucap Izza semangat.


"Mak gak diajak non?" tanya Mak Idah dengan wajah memelas."


"Mak Idah juga mau ikut?"


"Boleh non?" tanyanya dengan antusias.


"Boleh dong!"


"Tapi apa Mak Idah rela gak nonton drama ikan terbang?"


"Non ini kurang aptodet deh!"


"Kan sekarang mak bisa nonton di youtube!"


"Nih! Mak juga sudah sabkreb drama ikan terbangnya!" Mak Idah memperlihatkan ponselnya dengan membuka aplikasi itu.


"Jadi mak gak akan tertinggal dramanya!"


"Dan juga mak bisa menonton yang bahkan belum pernah mak lihat di tv non!"


"Wow mak Idah keren!"


"Bisa tahu youtube juga!"


"Btw mak! hp nya balu ya?" tanya Izza penasaran karena terakhir kali dia melihat ponsel Mak Idah masih ponsel jadul.


"Iya dong!"


"Kenapa non naksirkan?"


"Mak yang pilih sendiri loh hp nya!"

__ADS_1


"Pantas!"


"Kenapa non!"


"Dari jauh ssudah kelihatan menyala mak!"


"Apalagi kalau terkena cahaya!" ucap Izza seraya menahan tawa.


"Benarkan Non pilihan ku tepat!"


"Sama mbak penjualnya dikasih warna gelap!"


"Ya gak mau lah aku!"


"Jadi Mak pilih yang warna merah ini!" kata Mak Idah denagn mengelus-elus ponsel dengan baju yang dipakainya.


"Sudah kinclong kok Mak!"


"Jangan di gosok terus ntar lecet!"


"Oh gitu ya Non!"


"Iya dong Mak!"


"Dan kalau mau membersihkan kaca nya harus pakai tissu mak!"


"Oh jadi Mak salah ya Non!"


"Ok deh! makasih ya Non!"


"Iya mak!"


"Jadi besok Mak ikut ya Non!"


"Boleh mak!"


Mak Idah senang sekali karena diajak oleh Izza. Mira dan Bu Eny hanya melihat dan mendengarkan percakapan mereka sesekali mereka tertawa.


-----


Di kamar Mira.


Mira membuka ponselnya, ternyata ada tiga pesan, dari Rama,


Sudah makan belum?


Sudah mas tadi®


Mas kirain tidur!


Hehehe belum mas!®


Mas sendiri kok belum ngantuk?®


Dari mana kamu tahu mas belum ngantuk? (disertai emotikon mata melirik keatas)


Ya kalau mas ngantuk kan sudah tidur!®


Hehehe®


Heleh kamu tuh!


Mira belum sempat membalas chat dari Rama, ternyata dia mendapat chat juga dari Riko,


Sudah tidur?


Aku kenapa?® (Mira keliru membalas chat dari Riko yang seharusnya dia kirim ke Rama, dia menyadari setelah melihat chat yang Riko kirim sebelumnya)


"Haduh!" keluh Mira seraya menepuk jidatnya.


Kenapa belum tidur?


Belum ngantuk mas!® (untung saja chat yang salah kirim tersebut tidak mencurigakan, sehingga Riko tidak bertanya.)


Mas sudah makan?®


Sudah tadi! kamu?


Sudah mas!®


Mas Video call ya!


Belum sempat Mira membalas chat darinya, Riko sudah membuat panggilan video call. Mira punkalang kabut karena rambutnya berantakan, dia mengambil sisir dan segera menyisir rambutnya agar terlihat lebih rapi.


"Hallo Assalamu'alaikum?"


"Waalaikumsalam dek!"


"Lagi apa nih?"


"Lagi VCan nih mas!"


"Heleh!"


"Kamu gak kangen sama mas ya dek?"


"Kenapa mas?"


"Lah ini! mas duluan yang chat kamu!"


"Oh...! Mira habis ngobrolcngobrol tadi mas!"


"Ngobrol apa?" tanya Riko seraya menata bantal di belakang punggungnya.


"Besok Mira mau beli buku sama Izza, Bu Eny, dan Mak Idah juga ikut loh mas!"


"Benarkah?"


Mira bercerita panjang lebar tentang aktifitasnya tadi, tanpa bercerita mengenai yang terjadi rtadi sore, dia tak mau membuat Riko khawatir tentang dirinya. Sedangkan Riko cuma mendengarkan apa yang di katakan oleh Mira. Tak terasa sudah satu setenagh jam mereka berbicara, Mira juga sudah menguap beberapa kali.


"Ya sudah, adek tidur sana!"


"Sudah ngantuk kan?"


"Hehehe ma'af ya mas!"


"Iya, selamat malam dek!"


"Eemmmuaaacccchhhh!" ucap Riko seraya mendekatkan mulut ke kamera ponselnya.


Mira malu untuk membalas ciuman Riko, dia membalas dengan mencium telapak tangannya lalu meniupkan ke layar ponselnya.


"Assalamu'alaikum dek!"


"Waalaikumsalam mas!"


Ponsel dimatikan.


.


.


.


Bersambung. Terima kasih sudah mampir, mohon krisannya.

__ADS_1


__ADS_2