Pertama Kali

Pertama Kali
Episode 65


__ADS_3

Pagi sekali, Mak Idah dan Bi Lastri menyiapkan barang yang akan mereka bawa nantinya di ruang tamu. Seserahan yang akan mereka bawa yaitu berupa buah-buahan yang di stok sendiri oleh Pak Seto. Iya Pak Seto adalah pedagang buah dalam skala besar, banyak pedagang pasar maupun pedagang keliling mengambil buah yang ada di gudang milik Pak Seto. Meskipun namanya adalah gudang, tapi tak banyak buah yang ada di sana. Gudang itu di peruntukan para pedagang dalam skala kecil agar mempermudah dalam pengambilannya. Sedangkan Pak Seto dan anak buah nya, mengambil buah-buahan dari para petani buah di desa dan mengumpulkannya di gudang itu.


Setelah sholat bersama, Riko membuka pagar, dia bersiap untuk jogging di temani oleh Rama yang baru pulang tadi malam. Selain untuk membakar kalori nya yang hampir tiga hari tak Ia bakar, Riko juga memanfaatkan jogging itu untuk menghilangkan rasa gerogi nya pagi ini. Rama mengelilingi lapangan kompleks sebanyak lima kali sedangkan Riko berhenti di putaran ke empat.


"Heh, calon pengantin?"


"Semangat dong!"


"Apaan baru empat kali putaran sudah berhenti!"


"Malu tuh sama otot!" teriak Rama sambil terengah-engah saat berlari.


"Bang*** Loe!" Riko tak beranjak dari tanah tempat yang Ia selonjori, dia masih mengintai Rama yang mengejeknya dengan berlari lebih oelan sambil mempermainkan tangannya dengan gerakan push up.


Saat Rama berlari di depan Riko,


"Yaelah, belum juga jadi pengantin sudah loyo!"


"Apa kabar nanti saat malam pertama?"


"Hahaha!" Rama berlari lebih cepat karena di kejar oleh Riko.


"Sia***n Loe!"


"Jangan sampai Loe tertangkap oleh otot ku!" teriak Riko mengejar Rama.


-----


Di Rumah Besar.


Riko memakai batik dengan dasar berwarna navi, dengan motif bunga-bunga berwarna kuning dan juga abu-abu. Rama juga memakai batik berwarna dasar coklat sama dengan Ibu nya, Mak Idah. Bu Eny dan Izza memakai kebaya kombinasi brokat dengan warna navi. Bu Santi dan Pak Bagus serta Azka dan mbak Ima juga sudah datang ke rumah besar. Kini mereka menunggu kedatangan Pak Seto, Lisa dan juga Aro.


Selagi merapikan dan mengecek kembali barang bawaannya, Bu Eny ingat sesuatu dan naik ke lantai atas, menuju kamarnya. Di kamar nya, Bu Eny mengeluarkan sebuah foto berukuran 10 R, Iya itu adalah foto almarhum Bu Senja, kemudian Bu Eny juga mengambil foto suaminya yang ada di nakas, dia juga akan membawa nya. Bu Eny juga mengeluarkan sebuah kotak kecil di laci tengah di nakas nya. Setelah di buka, ternyata itu adalah sepasang cincin yang Ia pakai dulu saat pertunangannya dengan almarhum Pak Angga, lebih tepatnya dulu sekali itu adalah cincin milik almarhum Bu Senja dan Pak Seto. Bu Eny memasukkan dua foto itu ke dalam tas yang Ia ambil dari dalam lemari, tak lupa dia juga memasukkan kotak yang berisi cincin itu ke dalam tas yang Ia pakai kenakan sekarang.


Pak Seto, Lisa dan Aro telah datang. Lisa memakai kebaya yang sama dengan yang di pakai oleh Bu Eny dan Izza, sementara Pak Seto dan Aro memakai batik yang di gunakan untuk mengkombinasikan kebaya yang mereka pakai. Pak RT dan Bu RT juga sudah datang, kini semua berkumpul di ruang tamu dan berdoa bersama sebelum mereka berangkat.


Riko, Aro dan Lisa ada di mobil Riko dan yang mengendarai adalah Aro. Rama dan mak Idah menggunakan mobil Bu Eny, mereka yang membawa seserahan. Pak Seto, Bu Eny dan Izza ada di mobil pak Seto. Sementara pak Bagus dan keluarga, serta pak RT dan Bu RT membawa mobil masing-masing. Semuanya berangkat setelah mengucapkan doa, dan berjalan beriringan.


-----


Di Rumah Mira.


Mira masih ada di kamar nya, pagi ini salah satu temannya datang, Elly nama nya. Elly datang karena memang Mira mengunjunginya, dia meminta tolong agar dia datang ke rumahnya saat acara tunangan nantinya. Tentu saja Elly menyetujui, pasal nya di hari pernikahannya dulu, Mira juga menyempatkan pulang kampung untuk menghadiri pernikahannya. Elly yang pernah mengikuti kursus kecantikan menawarkan diri untuk merias wajah Mira di hari pertunangannya nanti, Mira pun sangat berterima kasih atas tawarannya.


Elly sangat puas dengan hasil kerja nya. Mira terlihat cantik dengan polesan natural di wajahnya, tak banyak yang di lakukan Elly untuk menrias wajah Mira. Untuk alis nya, Elly hanya merapikannya saja, karena alis Mira memang sudah tebal. Kini Mira memakai kebaya yang di berikan oleh Bu Eny kepadanya, dengan di bantu Elly. Setelah merapikan anak rambut yang ada di wajah Mira, Elly mengambil kerudung yang akan di pakai oleh Mira. Kerudung warna Navi sebagai pilihannya, karena memang kebaya Mira yang berwarna Kuning bawahannya berwarna dasar Navi seperti punya Riko. Beberapa kali Mira tersenyum-senyum menatap wajah nya yang manis di cermin.


"Sudah gak sabar ya?" goda Elly saat meletakkan bros di dada sebelah kiri Mira.


"Apaan sih El?" Mira malu.


"Dulu, aku juga gitu kok!"


"Beruntung banget kamu dapet jodoh yang memang sudah lama kamu kenal!"


"Lah aku?"


"Harus menyesuaikan diri selama setahun baru tahu sifat asli nya!" curhat Elly di sela-sela membenarkan posisi bulu mata nya.


"Lah bukannya kamu pacarana sama Rony saat dari SMA ya?"


"Ya iya, tapi kan pacaran beda sama nikah!"


"Butuh penyesuaian!"


"Oh begitu!"


"Aku gitu gak ya El?"

__ADS_1


"Ya gak tahu!"


"Kan belum nikah!"


"Eh kamu beneran gak mau pakai bulu mata?" tanya Elly dengan memperlihatkan bulu mata yang masih baru.


"Gak ah El!"


"Takut gak bisa melek!"


"Hahaha,"


"Kamu bisa saja Mir!"


"Masa pakai bulu mata gak bisa melek?"


"Sudah gini saja!"


"Nanti kalau bulu mata nya lepas malah repot!"


"Hehehe, terserah kamu sih!"


"Lagian kamu gak pakai bulu mata juga sudah lebat tuh mata mu!"


"Kamu pakai apa sih, kok bisa lebat?"


"Sama alis mu juga gitu."


"Oh, aku pakai lidah buaya, aku mix sama vitamin E!"


"Kamu tahu dari mana?"


"Dari temen ku di kantor."


"Oh, hmmm,"


"Apalagi dia bos mu!"


"Hehehe iya El."


"Aku juga gak nyangka!"


"Aku mau cerita Mir! Boleh?"


"Cerita apa El?"


"Kalau bisa nanti sebelum menikah, kamu jangan KB (keluarga berencana) dulu!"


"Nanti kayak aku!" Elly sedih.


"Apa?"


"Jadi kamu KB sebelum menikah?" Mira yang tadi nenghadap cermin kini memutar badannya ke arah Elly yang duduk di ranjang nya.


"Iya."


"Kenapa?"


"Jangan-jangan kamu nyicil duluan ya?"


"Ih Mira, apaan sih?" Elly kesal.


"Ya kamu juga,ngapain KB sebelum menikah?"


"Ibu mertua yang belum mau punya cucu dulu, soal nya dulu kn pernikahan ku gak langsung di ramaikan!"


"Kan kamu tahu kalau aku menikah mendadak karena mbah mertua ku meninggal jadi ya akadan dulu!"

__ADS_1


"Takut kalau waktu diramaikan, tahu-tahu sudah bunting tujuh bulan!"


(Jadi waktu Elly menikah itu adalah bulan Rajab di hari meninggalnya mbah mertua, jadi dilarang mengadakan pesta kalau belum melewati bulan muharam, begitu tradisi di desa ku).


"Oh, maka dari itu kamu sampai sekarang belum hamil juga?"


"Iya Mir!"


"Padahal sudah pengen banget gendong dadik bayi!" Elly sedih.


"Berpikirlah positif!"


"Mungkin Allah memang belum mempercayakan malaikat kecil untuk mu agar kamu dan suami bisa menyesuaikan keadaan kalian terlebih dulu!"


"Tapi kadang aku risih sama omongan tetangga!"


"Biarin saja!"


"Kalau kamu memang gak suka dengan omongan mereka, langsung pergi saja, gak usah yang namanya ngeladenin perkataan mereka, yang ada nanti kamu malah sakit hati terus!"


"Hmmm, makasih ya Mir sudah mau mendengarkan curahan hati ku!"


"Selama ini aku jarang bercerita sama orang-orang!"


"Dulu sih sama kamu dan Tara,"


"Eh Tara gak pulang?"


"Dia gak pulang, Restorannya Alhamdulillah sudah banyak pelanggannya!"


"Wah sekarang dia sudah punya restoran juga?"


"Hebat ya kalian, bisa sukses semua!"


"Kamu juga hebat El!"


"Nyata nya kamu sudah menikah dan punya suami!"


"Apalagi kamu tinggal sama mertua mu juga, pastinya hebat dalam menata hati."


"Hehehe iya Mir!"


"Aku hebat banget, selain menata mas Rony aku juga menata sikap.ku dengan mertua ku, bagaimana pun juga harus belajar menghormati keputusan orang lain meskipun aku belum tentu bisa menerima nya."


"Yang sabar El!"


"Bukan hanya 6+6 yang jadi 12, tapi 5+7 9+3 dan masih banyak yang lainnya yang jadi angka 12!"


"Jadi pemikiran orang itu berbeda namun hasilnya akan tetap sama!"


"Wah sekarang kamu tambah pinter ya Mir!"


"Iya dong!"


"Hahaha." mereka tertawa bersama.


Tak lama kemudian terdengar suara deru mobil yang telah memasuki halaman rumah Mira, Elly segera menengok ke jendela dari kamar Mira.


"Ayo keluar, keluarga Riko sudah datang!" ucap Indah saat masuk ke kamar Mira.


.


.


.


Bersambung. Terima kasih sudah mampir, mohon krisannya.

__ADS_1


__ADS_2