Pertama Kali

Pertama Kali
Episode 17


__ADS_3

"Tolong... tolong...!"


Mira berusaha menggapai pinggir kolam namun gagal, dan perlahan tenggelam.


Indra melepas jas yang dipakainya dan Byurrr.... dia masuk ke dalam kolam, berenang, berusaha menggapai tangan Mira. Indra meraih tangan Mira dan menariknya, mengaitkan tangannya ke dada Mira, membawa ke pinggir kolam.


"Hah... hah... hah..." suara Indra memburu. Melihat Mira tak bernafas


Indra melakukan pertongan CPR pada Mira, dia menekan dada Mira berulang kali.


"Uhuk... uhuk.. uhuk..."


"Hah.. hah... hah.." Mira terbatuk dan sadar.


"Kamu gak pa pa?" Indra menepuk-nepuk punggung Mira.


"Hah... hah... hah..." Mira membuka mata nya samar-samar terlihat seperti orang yang dikenal nya.


"Hiks... hiks... huuuu... huuuu..." tangis Mira pecah. Tiba-tiba Mira memeluk Indra.


"Mas Riko, Mira takut! huuuuu.... huuuu...."


"Sudah gak usah nangis, yang penting selamat!" Indra mengambil jasnya yang tergeletak di lantai.


"Pakai ini! baju mu basah."


"Makasih mas Riko," Mira membuka mata nya perlahan.


"Eh Indra? ma'af!" Mira kaget dia mengira sosok yang menolong nya adalah Riko.


"Ya sudah, cepet bangun, apa mau aku gendong?"


"Gak usah Ndra, makasih!"


Mira berdiri dibantu Indra.


-----


"Rama loe dimana?" Riko menelfon Rama, dia sudah sampai di rumah bu Ajeng, karena banyaknya tamu, dia tak menemukan Rama.


"Gue di kolam renang, cepet kesini!"


"Kayaknya Mira habis tenggelam."


"Apa? Hallo... Hallo..."


"Sial telfon terputus." Riko tak begitu mendengar ucapan Rama, karena suara gemuruh musik dan juga kembang api saling bersahutan. dia hanya mendengar "kolam renang."


----


Rama melihat Mira bersama dengan Indra dan berlari menghampirinya.


"Kamu kemana saja?"


"Apa ini kamu basah?"


"Ma'af mas... huuuuu... huuuu..."


"Biar dia ikut gue saja!" Indra masih memegang pundak Mira.


"Dia mau loe bawa kemana?"


Riko berlari dan melihat Mira. Melihat Mira di peluk Indra, Riko emosi dan langsung menarik tangan Mira, Mira kaget, Indra dengan sergap menarik tangan Mira juga.


"Eh kita ketemu lagi, sudah lama sekali ya?" tanya Indra.


"Apa mau loe, cepet lepasin Mira?"


"Loe sama sekali gak berubah Ko!"


"Lepasin Mira Ko!" Rama menarik tangan Riko agar tak memegang tangan Mira.


"Baju Mira basah!"


"Biar dia ganti baju dulu!"


"Hufff!" Riko kesal dan melepas genggaman tangannya.


Indra membawa Mira,


"Bi, tolong bawa gadis ini ke kamar Yesi!"


"Ambilkan baju dan pakaian dalam yang masih baru!"


"Baik den,"


"Mari non, ikut Bibi!"


Mira mengikuti bibi itu.


------


"Sudah lama sekali gue gak ketemu sama loe ya?" tanya Indra membuka percakapan.


"Mungkin sudah 1 tahunan."


"Loe kangen sama gue?"


"Apain sih!"


Riko dan Indra berpelukan.


"Gimana kabar loe bro?"


Riko melepas pelukannya.


"Seperti yang loe lihat! hehehe."


Mira telah berganti pakaian lalu menemui Indra, Riko dan Rama yang menunggunya.

__ADS_1


"Mas."


Riko menoleh, kemudian berdiri dan menghampiri Mira.


"Kamu gak pa pa?"


"Mira gak pa pa kok mas."


"Kamu tenang saja, Mir!"


"Biar mas yang balas dendam buat Anggun!" Riko geram.


Mira terkejut, Riko tahu apa yang telah diperbuat Anggun,


"Indra sudah cerita semuanya." Riko menjelaskan.


"Kita pulang dulu ya bro!" Riko pamit ke Indra. Rama ikut berdiri.


"Ok, hati-hati!"


Mereka berjalan menuju tempat dimana Rama memarkirkan mobilnya.


Setelah berpamitan sama Bu Ajeng dan Pak Anam.


Di dalam mobil. Riko dan Rama duduk di kursi depan dan Mira di belakang,


"Kamu beneran gak pa pa?" tanya Riko memastikan.


"Mira gak pa pa mas!"


"Ya sudah, kita langsung pulang saja ya!"


Mira mengangguk, Rama memutar mobil dan tancap gas.


-----


"Ok gue pulang dulu ya!" Rama melambaikan tangan.


"Hati-hati mas!"


Rama mengangguk dan menjalankan mobilnya itu.


Mira mengeluarkan kunci dari dompet nya, ketika Mira akan membuka gembok pagar itu, Riko mengambil kunci nya,


"Biar mas saja!"


Gredekkk... gredekkk... gredekkk...


Riko membuka berjalan dan membuka pintu rumah, Mira mengekori nya.


"Kamu tidur duluan saja, biar nanti mas yang kunci pagar nya!"


"Iya mas."


Mira berjalan menuju kamarnya.


-----


"Hadeh, gimana nih, besok gue harus ngomong apa sama Mira?"


"Semua rencana gagal total gara-gara ulah Anggun. Sial!" Riko mengumpat.


Sebenarnya Riko merencanakan kejutan untuk Mira besok. Disaat jam makan siang Riko akan datang ke kantor dan menemui Mira untuk mengajaknya makan siang.


-----


"Huff!" Mira mendengus kesal.


"Hampir saja aku mati, untung ada Indra."


" Hmmm gimana besok ya?"


Mira tersenyum geli memikirkan apa yang akan dia lakukan jika ada Riko. Karena, dia masih belum bisa memutuskan jawaban untuk Riko.


-----


Pagi ini, Mira telah menyiapkan sarapan pagi, setelah dia bersiap-siap dengan memakai baju kantor, dia naik ke lantai atas, menuju kamar Izza, seperti biasa dia membantu untuk mengepang rambut gadis itu.


"Kak, Mama Papa sudah pulang belum?"


tanya Izza di sela-sela rambutnya di kepang.


"Sudah dek, tadi Kakak lihat Mama mu di dapur."


"Oh, gimana kak Azka ya kak?"


"Kakak kurang tahu dek, tadi langsung cepat-cepat ke kamar mu,"


"Jadi gak sempat nanya mama mu."


"Kak?"


"Eh iya ada apa?" Mira telah selesai mengikat rambut Izza.


Izza memutar tubuhnya dan sekarang di depan Mira. Izza menggenggam tangan Mira,


"Kakak gak ada niatan pindah dari rumah ini kan?"


Mira kaget dengan pertanyaan Izza.


"Eh, kenapa Izza bertanya seperti itu?"


"Izza kemarin mendengar kakak sedang menelfon seseorang,"


"Kakak sebut-sebut kata pindah rumah gitu."


Mira mengingat-ngingat kemarin dia menelfon siapa.


"Oh kemarin?"

__ADS_1


Izza mengangguk.


"Kakak, sedang telfon saudara kakak,"


"Karena orang tua kakak sudah tua dan juga kakak sekarang jarang pulang kampung kan! Kakak minta dia sama suaminya pindah ke rumah kakak, menemani orang tua kakak."


"Oh, Izza kira kakak mau ninggalin Izza."


"Gak lah dek, bagaimana pun, kakak sekarang bisa seperti ini juga karena keluarga Izza kan!"


"Jadi sebisa mungkin kakak akan tetap disini, menemani mak Idah juga, kasihan dia sudah tua."


"Izza kemarin mendengar Mama bicara sama Papa, katanya mau mencari mbak baru juga,"


"Makanya, Izza yakin kakak bakalan ninggalin Izza." Izza sedih mengingat kejadian kemarin disaat dia mendengar pembicaraan Mira ditelfon dan juga pembicaraan Orang tuanya.


"Cup... cup.. cup...!" Mira memeluk Izza, dia sangat sayang sekali sama Izza selain cantik, Izza juga sering menghiburnya dikala dia sedih, kadang mereka juga tidur bersama di kamar Izza.


"Sudah... sudah...!"


"Jangan menangis lagi, nanti cantik nya hilang, hehehe!"


Izza kembali tersenyum.


-----


Mira dan Izza keluar dari kamar mereka berjalan menuju tangga, di saat akan menuruni tangga Mira dan Izza melihat Riko ada di ujung bawah tangga itu,


"Om kapan pulang?" tanya Izza histeris.


"Tadi malam!"


"Om gak lupa kan, Izza pesan apa?" tanya Izza, dia sudah berada di depan Riko.


"Haizttt!" Riko menepuk jidat nya.


"Ma'af om lupa!" Riko lalu memegang pundak Izza.


"Ihhhh, lepasin Izza!" Izza merajuk dan meninggalkan Riko.


"Om, beneran lupa!"


Riko menghampiri Izza yang tengah duduk di meja makan.


"Izza gak mau ngomong sama Om titik!"


Izza menyembunyikan wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Riko bingung, dia pun mengkode Mira agar membujuk Izza.


"Izza Om salah kan, mungkin dia sudah terlalu tua makanya dia pikun!"


Riko melotot, sedangkan Izza tertawa dan membuka tangannya.


"Jadi orang yang salah kan harus di hikum, Izza ada rencana gak buat menghukum om Riko?" Mira melanjutkan perkataannya.


"Apa ya kak?"


"Minta Om menemani kamu main di Mall saja Za, kata nya mau beli kado ulang tahun teman mu!" Bu Eny memberi ide untuk putrinya.


"Berarti gak jadi sama Mama?"


"Mama mungkin nanti malam menginap di Rumah sakit, Kak Azka masih belum sadar!"


"Operasi nya berjalan dengan lancar kan bu?" tanya Mira khawatir.


"Alhamdulillah lancar, tapi masih belum sadar, jadi nanti kamu temani Izza sama Riko ya!"


"Iya bu."


"Kamu Riko, rencana tinggal disini berapa hari?"


tanya pak Angga menikmati sarapannya.


"Sekitar 4 hari sih kak."


"Oh, kamu ada acara gak pagi ini?"


"Rencana nya nanti mau ke rumah sakit sih kak! Memang nya ada apa?"


"Setelah pulang dari rumah sakit kamu mampir ke kantor ya, ada dokumen penting untuk kamu periksa!"


"Ok kak!"


Mereka pun menyelesaikan sarapannya.


-----


Riko telah bersiap-siap pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Azka.


Riko terlihat maskulin, dia memakai jaket denim warna biru memadupadankan dengan kaos putih ketat, sedangkan untuk celananya dia memakai celana jeans panjang warna hitam, agar penampilannya terlihat lebih sempurna dia juga memakai low top sneaker berwarna putih.


-----


Di rumah sakit. Semua pandangan tertuju pada Riko, setiap Riko lewat pasti ada saja yang berbisik entah itu suster, pasien ataupun orang yang datang menjenguk,


"Eh itu artis baru ya?"


"Kok gak pernah lihat di TV."


"Kalau dia dokternya gue mau deh jadi pasiennya! aw aw aw."


Ya seperti itulah percakapan yang di dengar Riko di rumah sakit itu. Kini dia telah sampai di ruang Azka dirawat inap.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2