Pertama Kali

Pertama Kali
Episode 54


__ADS_3

"Sluruuuppp..." suara Riko saat makan tutut.


"Hmmm..."


"Ma'af Dek, lupa!"


"Mas jadi malu!"


"Hihihi."


"Untung saja tadi saat makan malam gak makan tutut ini!"


"Coba kalau makan!" ucap Mira geleng-geleng.


"Iya-iya, kan Mas jadi malu sama calon mertua dan kakak ipar!"


"Hihihi!" Riko menutup mulutnya.


"Hadeh


"Mas mau nambah nasi lagi?" tanya Mira seraya berdiri.


"Gak usah Dek!"


"Mas sudah kenyang, apalagi tadi kan kita sudah makan malam bersama!"


"Oh ya sudah!"


"Aku mau ambil air minum dulu ya mas!" pamit Mira saat masuk ke dalam rumah.


"Iya!" Riko melanjutkan makan hewan bercangkang itu, hasil pencariannya tadi sore.


Riko sangat menikmati tutut kuah kuning, masakan dari calon istrinya. Bahkan Mira sendiri hanya memakan sedikit untuk mengajari Riko cara memakannya. Untuk makan malam sengaja seisi rumah tak menyajikan tutut buatan Mira itu, selain cuma sedikit, mereka juga sering mengkonsumsinya, berbeda dengan Riko yang baru pertama mencobanya. Mira datang dengan membawa sebotol air mineral, dan juga buah jambu biji yang ada di belakang rumahnya.


"Hmmm... segar!" ucap Riko setelah meminum air. Mira tersenyum dengan tingkah Riko.


"Dek!" Mira menoleh.


"Kayaknya mas betah deh, tinggal di desa!"


"Kenapa Mas?"


"Makanannya enak semua, apalagi itu tadi daun semanggi buatan mu, dan apa tadi yang dibuat sama mbak Indah?"


"Kalau disini namanya 'rempah' Mas!"


"Kalau di Surabaya kayaknya perkedel singkong deh! (ma'af kalau salah)"


"Ou, namanya kok rempah. kayak.rempah-rempah!"


"Tadi rasanya itu unik banget!


"Unik gimana mas?" ucap Mira dengan mengerutkan dahinya.


"Ya unik saja!"


"Enak tapi juga kenyal!"


"Pokonya unik deh!"


"Tadi Mbak Indah masaknya di campur sama jagung mas!"


"Kalau cuma parutan singkong saja kurang empuk!"


"Tapi tetap sama kok enaknya!"


"Adek kalau dirumah kenapa gak masak itu?" tanya Riko sebelum menggigit buah jambu di tangannya.


"Takut kalau semua gak suka mas!"


"Hmmm,"


"Kalau Adek suka gak?"


"Kalau aku sih suka mas, tapi gak sampai suka banget!"


"Cuma kadang kangen sama 'rempah' buatan Ibu!"


"Kalau Adek kepingin buat 'rempah' ya buat saja, kan mas juga sudah suka!"


"Iya mas!"


"Tadi kata Pak RT gimana mas!"


Seketika Riko memincingkan matanya, Mira pun heran kenapa Riko ssperti itu,


"Mas kenapa?"


"Adek pernah pacaran sama anak pak RT ya?"


"Rudy maksud Mas?"


Riko tak suka saat Mira menyebutkan nama pria yang tadi ditemuinya.


"Mesra banget manggil namanya!"


"Apa sih mas!"


"Cuma nama doang kok disebut mesra!"


"Kenapa pertanyaan ku gak dijawab?"


"Jadi benerkan cowok berkumis itu mantan pacar mu?"

__ADS_1


"Apa mas?"


"Sekarang Rudy kumisan?"


"Hahaha, padahal dulu dia culun banget!" Mira menerawang masa kecilnya dengan temannya itu.


"Nah kan jadi inget pacaran dulu!" ucap Riko sebal.


"Bukan begitu mas!"


"Habis dia itu dulu culun banget, kemana-mana harus sama aaku sana Tara!"


"Hahaha..."


"Hahahaha..." Riko menirukan Mira dengan nada mengejek, seketika Mira pun berhenti.


"Mas cemburu?" ucap Mira dengan menunjuk hidung Riko yang mancung.


"Gak!"


"Cie cemburu!"


"Hehehe..."


"Mas Aku sama Rudy itu cuma sahabatan seperti Aku dan Tara!"


"Kalau suka sebenarnya Tara lah yang suka sama Rudy, makanya kalau Rudy ngajak Aku pergi. Aku selalu mengajak Tara!"


"Ouhhh..."


"Mas gak percaya?"


"Percaya...!" ucapan Riko berbeda dengan nada bicaranya, namun Mira tak memusingkan hal itu. karena baginya memang dia dan Rudy murni sahabatan.


"Mas gak ngantuk?" tanya Mira untuk mengalihkan perhatian Riko.


"Belum." jawab Riko singkat.


"Mas tidur sama Adi ya!"


"Sama Adek saja ya!" bujuk Riko manja.


"Heleh maunya!" ucap Mira dengan mencebikkan bibirnya.


"Aku mau tidur sama mbak Indah mas!"


"Hadeh!"


"Tuh Adi sudah pulang!" kata Mira saat melihat Adi yang tengah berlari menghampiri mereka


"Hah... hah... hah... hah...." suara nafa Adi memburu.


"Kenapa lari-lari?" tanya Riko kemudian memberi sebotol air yang tadi Ia minum ke Adi.


"Takut di kejar setan!" nafas Adi masih memburu.


"Mana ada setan, Bukannya kamu baru pulang dari rumah pak Ustad!"


"Hehehe, iya juga sih Bi!"


"Bibi?"


"Kata Paman, Adi harus panggil lek Mira Bibi! biar serasi!"


"Oh, Paman!"


"Kayaknya kalian sudah berteman?"


"Sudah dong!"


"Kan tadi beli es cincau bareng!"


Tos... Tangan Adi dan Riko beradu.


"Kok Aku gak dikasih Mas?" Mira menoleh ke Riko.


"Es nya habis!"


"Cuma tinggal dua gelas!" jawab Riko beralasan.


"Bener itu Lek, eh Bi!"


"Makanya kami minum disana!"


"Sebagai gantinya makanya tadi kami beli es kelapa muda!"


"Heleh!"


"Ngomong saja kalau kalian gak mau berbagi!"


"Ya sudah, sebagai gantinya besok kita beli lagi, gimana?"


"Janji loh!"


"Iya janji!"


"Hoammm..." Adi menguap dan menutup mulutnya.


"Ngantuk?"


"Ayo tidur!" ajak Mira seraya berdiri.


Riko menarik tangan Adi dan menggandengnya masuk ke dalam kamar. Mereka berpisah menuju ke kamar masing-masing.

__ADS_1


-----


Di kamar Adi.


"Ayah mu biasa lembur malam ya Di?"


"Iya Paman!"


"Kalau pulang jam berapa?"


"Kadang jam dua pagi!"


"Kadang jam empat!"


"Bahkan kemarin jam tujuh!"


"Apa gak ngantuk Ayahmu?"


"Ngantuk lah!"


"Makanya kalau pulang pasti langsung tidur!"


"Kalau sudah tidur, aku gak berani mengganggunya Paman!"


"Kenapa?"


"Kata Ayah, kalau tidurnya kurang dia bisa pusing!"


"Makanya kalau perlu apa-apa biasanya aku minta tolong sama Ibu dan Mbah Kung!"


"Oh, ya sudah besok belajar bareng paman saja!"


"Mumpung paman ada disini, kita besok maen bareng ya!"


"Iya paman!"


"Aku sudah ngantuk Paman!" Adi menguap dan menutup mulutnya.


"Ya sudah kamu tidur duluan ya!"


"Paman mau mengecek pekerjaan dulu!" Riko beranjak dari ranjang, menuju ke tas miliknya.


"Iya paman!"


"Gulingnya buat aku ya paman!"


"Iya..."


Adi sangat senang sekali memounyai seorang paman, bisa dilihat berkali-kali dia memanggil Riko pamannya. Riko mengambil laptopnya dan membuka setelah naik ke ranjang.


-----


Di kamr Mira.


"Jadi munggu depan keluarga Riko mau kesini?" tanya Indah seraya menarik selimutnya.


"Iya mbak." jawab Mira malu-malu.


"Aku gak percaya, kalau kamu bakalan tunangan sama Riko!"


"Dulu aku juga gitu mbak


"Tapi saat melihat mas Riko melamar aku di kantor!"


"Aku melihat ketulusan disana!"


"Apalagi Ibu juga disana, bahkan dia yang mendandani aku!"


"Karena mereka sudah tahu kamu selama ini!"


"Tapi yang aku heranin?"


"Apa mbak?"


"Beneran kamu gak pakai pelet untuk menarik hati Riko yang ganteng itu?" tanya Indah dengan memiringkan tubuhnya menghadap Mira.


Mira yang kesal pun menimpuk wajah Indah dengan menggunakan bantal,


"Mbak tega banget!


"Hehehe!"


"Habisnya dia ganteng juga kaya, apalagi dia tidak sombong!"


"Tipe aku banget!"


"Inget mbak!"


"Mas Dimas lagi kerja di luar lembur lagi!"


"Jangan keganjennan, di luar sana masih banyak cewek cantik yang siap menerima mas Dimas apa adanya!"


"Apaan sih kamu Dek!"


"Nyebelin banget, gak nyambung lagi!"


"Sudah-sudah aku mau tidur!" Indah yang kesal akhirnya tidur dengan membelakangi Mira. Mira pun tertawa dnegn sikap kakaknya yang kekanak-kanakkan.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung. Terima kasih sudah mampir, mohon krisannya.


__ADS_2