Pertama Kali

Pertama Kali
Episode 53


__ADS_3

"Mas mau duduk di sini dulu atau langsung ikut Aku?" tanya Mira menawarkan agar Riko berteduh di gubuk sawah itu.


"Memangnya Adek mau kemana?" tanya Riko sambil duduk di gubuk beratapkan batang padi.


"Mau nyari Ibu sama Bapak sih!"


"Tapi mau nyari 'krai'!"


Riko mengerutkan dahinya,


"Krai itu apa?"


"Krai itu?" Mira berpikir.


"Krai itu seperti Timun!"


"Tapi gak banyak getahnya mas!"


"Warnanya hijau kadang juga kuning!"


"Timun jepang?" tanya Riko menebak.


"Lah, Aku gak tahu bahasa Indonesia nya Mas!"


"Hehehe!"


"Hmmm,"


"Ok Mas ikut nyari kalau begitu!"


"Hayuk!"


Mira memandu jalan dan Riko mengikutinya setelah mengambil bunga dari rumput liar, tak lebih dari sepuluh langkah Riko berhenti,


"Dek!"


Mira menoleh,


"Apa Mas?"


"Ini bukannya tanaman semanggi ya tanya Riko dengan memperlihatkan sebuah tanaman kecil di tangannya.


Mira memincingkan matanya, kemudian mendekat,


"Oh iya nih mas!"


"Kamu bisa masak ini gak?"


"Kenapa Mas?"


"Mas kepengen makan ya?"


"Hehehe, iya!"


"Ini banyak nutrisinya loh!"


"Iya Aku tahu kok mas!"


"Kalau Mas mau nanti Aku masakin!"


"Jadi sekarang nyari timun jepang dulu atau metik daun semanggi?" tanya Mira membuat pilihan.


Dan pilihan Riko jatuh kepada,


"Metik ini saja ya!" tanpa menunggu jawaban dari Mira, Riko masuk ke dalam sawah itu.


"Tapi ini nanti taruh dimana?" tanya Riko dengan membawa daun semanggi di genggaman tangannya.


"Bentar!"


"Mas ambil dulu daunnya, nanti Mira kesini lagi!"


"Jangan kemana-mana!"


"Nanti mas nyasar!"


"Iya sayang!"


Mira tersipu malu karena panggilan Riko terhadapnya, dan kini pun dia hilang di balik ladang jagung di sebelah sawah yang masih belum di bajak itu.


Di tangan Riko sudah banyak daun semanggi, namun Mira masih belum kembali, dilihatnya dauh jati di dekat gubuk tadi, segera Riko mengambilnya,


"Tak ada baskom, daun jati pun jadi!" ucapnya seraya menaruh daun semanggi hasil petikannya.


Riko kembali memasuki sawah itu dan mengambilnya lagi, setelah memastikan daun semanggi yang dia petik cukup, kini Riko duduk di pematang sawah. Karena air di sawah itu sangat jernih, terlihat ada kehidupan di dalam air itu. Riko melihat hewan yang tak pernah Ia temui di kota,


"Ini seperti keong?" Riko mengambil hewan bercangkang itu.

__ADS_1


"Tapi lebih mirip siput!" Riko mengambil ponsel dari sakunya. kemudian dia mengambil foto hewan itu lalu mengirimnya kepada Rama.


Ting... pesan dilihat.


Itu namanya tutut!


Enak itu kalau di masak!


Bener nih!®


Jangan bohong ya!®


Beneran, coba deh Loe ambil yang banyak, ntar suruh Mira yang memasak!


Di jamin nampol!


Riko masih belum puas atas jawaban dari Rama, kini dia juga akan melihat dari google apa itu tutut. Riko kaget karena melihat dari mesin pencari di ponselnya, ternyata benar apa yag di katakan Rama dalam chat nya itu, bahwa 'tutut' bisa dimasak. Dan ternyata khasiatnya banyak sekali, segera Riko mengembalikan ponselnya ketempat semula dan kini Ia masuk kedalam sawah lagi, namun pencarian kali ini berbeda.


Riko senang bukan main, dia sama sekali tak sadar, bahwa Ia sedang berlari kesana kemari hanya untuk mencari 'tutut'. Dia mengumpulkan 'tutut' nya di pematang sawah dekat dengan daun semanggi tadi,


"Pantas saja hidup di desa itu enak!"


"Makanan mentah apapun bisa di cari disini!"


"Apa Gue harus buka cabang perusahaan disini kali ya!" ucap Riko yang masih menunduk kebawah mencari hewan yang akan dia makan nantinya.


"Mas..." teriak Mira dari jauh.


Riko menengok, ternyata kini dia sudah beralih kesawah di sebelah sawah yang tadi, karena keasyikan berburu hewan bercangkang itu, tak terasa Riko telah berpindah. Riko mendekati Mira yang kini sudah ada Ibunya. Melihat mereka, buru-buru Riko mencuci tangannya dengan air yang masih jernih dan mengelap dengan kaos yang Ia pakai tentunya.


"Mas ngapain?" tanya Mira saat melihat 'tutut' di tangan calon suaminya itu.


"Nyari tutut!"


"Kata Rama enak kalau dimasak!"


"Hehehe!" Riko naik ke pematang sawah kemudian menyalami Ibu Mira.


"Assalamu'alaikum Bu!" ucap Riko tersenyum dengan mencium punggung tangan Ibunya Mira.


"Waalaikumsalam!"


"Kenapa turun ke sawah?"


"Apa gak gatal?"


"Hehehe!"


"Sudah ayo pulang Mas!" ajak Mira.


"Tapi baru dapet segini 'tutut' nya?"


"Sudah dapet semangkuk itu Mas!"


"Oh!"


"Lah ini Bapak dimana Bu?" tanya Riko saat melihat Bu Siti membawa sekarung rumput untuk pakan sapi.


"Bapak lagi cari makan untuk kambing Nak!"


"Oh!"


"Ayo kita balik dulu!"


"Ini biar saya saja yang bawa ya Bu!" Riko mengambil sekarung rumput dari tangan calon mertuanya itu.


"Kamu bisa Nak?"


"Bisa Bu!"


"Ibu dan Mira jalan duluan saja!"


"Iya Nak!"


Bu Siti dan Mira berjalan duluan sementara Riko di belakang mereka. Saat akan membawa karung itu, Riko mengalami kesulitan. Di gendong belakang tangannya tak biasa mengendong, akhirnya dia menggendong karung itu ala bridal style. Mira yang melihatnya menahan tawanya dan berjalan terus, tanpa menanyakan apakah Tunangannya itu kesulitan atau tidak.


Di jalan pematang sawah yang kecil Riko sangat mengalami kesulitan sehingga berkalickali dia masuk kedalam sawah. Terakhir karung yang dibawanya terlepas dari tangan, untung saja karung itu jatuh di sawah yang tak ada airnya jadi tak basah. Melihat hal itu, Riko merasa tak enak hati.


"Biar Ibu saja yang bawa Nak!"


"Lagian ini tak berat dan Ibu juga sudah biasa!" Bu Siti mrnggendong karung itu kemudian pamit pulang duluan.


"Ma'af Bu!"


Bu Siti mengangguk sebelum pergi.


"Mas bawa ini saja!" Mira memberikan tas yang tadi dibawanya.

__ADS_1


Riko menerima tas itu dan melihat isinya,


"Ini apa?"


"Itu jagung!" jaeab Mira cekikikan.


"Hmmm,"


"Yang ini dek!" Riko mengambil sayuran yang di maksud nya.


"Nah itu yang namanya 'krai'!"


"Oh, ini 'krai'!"


"Tapi seperti timun jepang!"


"Ya mungkin itu bahasa Indonesianya timun jepang mas!"


"Iya kali!"


Bu Siti sudah berjalan jauh meninggalkan mereka berdua. Seraya berjalan cepat kini mereka sampai di rumah bersamaan. Bu Siti langsung menuju ke belakang rumah, Mira dan Riko menuju dapur, disana sudah ada Indah yang telah selesai memasak.


"Ini apa?" tanya Indah saat daun jati yang membungkus sesuatu.


"Daun semanggi kak!"


"Mas Riko mau dimasakin itu!"


"Ya sudah masakin kalau begitu!"


"Loh ini 'tutut'?"


"Bukan kak itu dinosaurus!"


"Apaain sih!" Indah kesal dengan jawaban Mira.


"Lha itu kakak tahu!"


"Masih nanya juga!"


"Ya basa-basi dek!"


"Ini siapa yang ambil 'tutut'?"


"Mas Riko mbak!"


"Apa Riko?" teriak Indah, bahkan suaranya terdengar oleh Riko yang sedang di ruang tamu.


"Mbak apaan sih!" Mira kesal.


"Beneran Riko yang ambil?"


"Iya mbak!"


"Hehehe aneh ya?" tanya Riko yang kini sudah di pintu dapur itu.


"Ya aneh Dek!"


"Kamu kan gak pernah kesawah!"


"Kata temen ku ini enak dimasak mbak!"


"Makanya saya mau minta Mira untuk masakin!"


"Tuh Mir, dengerin pacar mu minta dimasakin!"


"Iya... iya kak!"


"Mira juga sudah denger!"


"Jadi ini gimana ngebersihin cangkangnya mbak?"


"Ini pakai sikat gigi saja!" Indah membawa dua buah sikat gigi yang memang khusus untuk membersihkan cangkang tutut.


"Oh, ayo dek!"


"Ambilin baskom sama airnya!" perintah Riko pada Mira.


Mira melongo dibuatnya, sementara Indah kini mengambil dua buah dingklik (kursi ukuran kecil) untuk.mereka berdua. Sementara Mira memasak daun semanggi, Riko dan Indah membersihkan cangkang tutut.


.


.


.


**Bersambung. Terima kasih sudah mampir, mohon krisannya.

__ADS_1


Ma'af hanya sedikit ceritanya. Sekarang Author sama suami lagi membangun rumah setelah 11 tahun lebih, akhirnya bisa keturutan punya rumah sendiri. Maka dari itu up nya juga lama dua hari sekali. Kalau memang terkesan lama, bisa mampir seminggu sekali, hehehe. Mohon do'anya agar bisa cepat selelsai membangun rumah. Terima kasih do'anya. Luv untuk kalian semua dan trrima kasih semangat nya. Kalau berkenan untuk berteman di facebook nama ku PURA-PURA BUDEG ya dan foto profilnya seperti di foto profil di Noveltoon ini, Saya dan juga Ahjussi Song seung-heon. Pecinta drama Korea, Thailand dan juga Cina. Ma'af untuk produk drama di Indonesia Aku kurang terlalu suka. Ma'afin Aku ya**.


__ADS_2