
Satu persatu rombongan Riko keluar dari mobil mereka. Di depan sudah ada Pak Budi dan Mbah sepuh yang menyambut mereka. Di belakang juga banyak saudara-saudara dan juga tetangga kanan kiri yang sudah menunggu. Akhirnya mereka semua keluar serta saling bersalaman. Pak Seto menyalami keluarga calon besannya disusl oleh Riko dan yang lainnya. Rama di bantu oleh Aro mengluarkan seserahan yang mereka bawa dan yang menerimanya adalah Dimas, Pak Teguh serta tetangga lainnya. Setelah mengeluarkan semuanya, Rama dan Aro masuk ke dalam rumah.
Mira keluar dari kamarnya di dampingi oleh Elly dan juga kakaknya, Indah. Dari ujung Mira mencium punggung tangan Pak Seto calon mertuanya,
"Saya Papa nya Riko, senang akhirnya bisa melihat calon pendampinng Riko!" ucap nya lalu tersenyum.
"Iya Pak!" jawab Mira dengan sneyum simpulnya. Lalu menyalami Bu Eny.
"Baru tunangan saja sudah secerah ini, gumana nanti kalau sudah jadi pengantin?"
"Hehehe."
"Terima kasih Bu!"
"Mas sudah gak sabar!" bisik Riko pelan.
Mira tak menjawab nya namun mencubit punggung tangan Riko.
"Aww!" pekik Riko pelan.
"Kakak cantik!" bisik Izza saat mencium punggung tangan Mira.
"Makasih ya Dek!"
Dan di jawab dengan anggukan oleh Izza. Mira beralih ke Lisa, mereka saling bertatapan dan pada akhirnya Lisa tersenyum,
"Hai kakak ipar!"
"Aku Lisa, senang bisa melihat mu!" ucap nya lalu memeluk Mira.
"Lisa?"
"Iya kak!" Lisa terseyum lebar.
Akhirnya selesai Mira dan keluarga memberi salam. Acara lamaran di rumah Mira hanya beralaskan tikar tanpa menggunakan dekor lamaran, dan tanpa mikrofon juga, setrlah berbincang-bincang sebentar, acara pun di mulai.
" Bismillahirrahmanirrahim,"
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" ucap Dimas sebagai pembawa acara.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." jawab semuanya.
"Alhamdulillahirobbil alamin, washolatu wassalamu ‘ala asrofil ambiya iwal mursalin wa’ala alihi wasohbihi aj ma’in. Amma ba’du,"
"Segala puji hanya bagi Allah SWT. yang selalu melimpahkan rahmat, taufik dan hidayahNya kepada kita semua, sehingga pada hari ini kita masih diberikan kesempatan untuk bersilaturahmi. Semoga Allah SWT memberikan tempat yang istimewa di surgaNya bagi kita. Amin ya robbal ‘alamin."
"Aamiin."
"Sholawat beriring salam mari kita persembahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW,"
"Allahuma shalli Allaih."
"Beserta keluarga dan para sahabat. Allohuma shalli ala Muhammad wa’ala ali Muhammad, Semoga kita termasuk orang yang mendapat syafaatnya di Yaumil Akhir nanti,"
"Amin ya robbal ‘alamin."
"Pada hari ini adalah acara silaturahmi antara keluarga bapak Budi Utomo dan juga bapak Seto Gunawan,"
"Untuk mengawali acara ini marilah kita buka dengan membaca basmalah,"
“Bismillahhirohmannirrohim!”.
"Baiklah acara selanjutnya, yaitu pengutaraan maksud dan tujuan dari keluarga bapak Seto Gunawan yang akan diwakilkan oleh bapak Panji (RT) waktu dan tempat kami persilahkan."
"Selamat siang Bapak/ Ibu dan segenap keluarga yang kami hormati!" "Terimakasih kami ucapkan telah berkenan menerima kami sekeluarga dengan baik. Perkenankanlah saya untuk menyampaikan tutur kata mewakili Bapak Seto Gunawan untuk secara resmi menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan kami ini,"
"Pada hari ini, kami hadir di tengah-tengah keluarga Bapak/Ibu, tiada lain dalam rangka bersilaturahmi agar saling mengenal lebih dekat antara satu dengan lainya. Selanjutnya, kami juga ingin menyampaikan hajat dari anak kami yang bernama Riko Gunawan." "Anak kami sudah cukup lama mengenal putri Bapak / Ibu yang bernama Mirani Putri, yang selama ini sudah bersama kami tentunya,"
"Izinkan kami mewakili Nak Riko, menyampaikan niat tulus untuk melamar putri Bapak/ Ibu. Untuk itulah maksud dan tujuan kedatangan kami pada hari ini."
"Mudah-mudahan Bapak dan Ibu berkenan untuk meridho’i niat anak kami, dengan menerima lamaran ini. Hanya inilah yang dapat kami utarakan kepada Bapak dan Ibu, sambil menanti gayung sambutan, apakah lamaran kami ini diterima atau mungkin ditolak, tak lupa kami sekeluarga mohon maaf apabila dalam menyampaikan maksud dan tujuan ini ada tutur kata yang kurang berkenan di hati. Begitu pula hantaran hari ini yang ala kadarnya sebagai wujud keseriusan hati kami."
"Wassalamuallaikum Warahmatullahi wabarakatuh."
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."
"Baiklah telah dijelaskan oleh wakil dari keluarga Bapak Seto Gunawan sebagai orang tua dari Nak Riko Gunawan, bahwa maksud dan tujuan untuk melamar putri Bapak Budi Utomo yg bernama Mirani Putri,"
"Selanjutnya kami persilahkan perwakilan dari Bapak Budi Utomo untuk memberikan jawaban, waktu dan tempat kami persilahkan!"
"Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh."
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."
__ADS_1
"Pertama - tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kita kehadirat Allah SWT yang telah memberikan banyak kenikmatan kepada kita sehingga kita dapat berkumpul pada kesempatan yang berbahagia ini untuk mempererat tali silaturahmi kita semua."
" Kedua kali nya, Shalawat serta salam mari kita hadiahkan kepada suri tauladan kita, Nabi Muhammad Sholallahu 'Alaihi Wassalam,"
"Allahuma sholli Allaih."
"Beserta keluarga, sahabat dan para pengikutnya yang masih selalu kita nanti - nantikan syafaatnya kelak di hari akhir,"
"Aamiin."
"Pada kesempatan ini , tak lupa kami menghaturkan selamat datang dan terima kasih kepada Bapak Seto Gunawan beserta rombongan. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala meridho'i silaturahmi kita pada kesempatan kali ini."
"Aamiin."
"Pada kesempatan yang berbahagia ini , kami mewakili Bapak Budi Utomo beserta Istri ingin menyampaikan " Gayung Bersambut " atas apa yang diutarakan oleh Bapak Panji selaku wakil dadi pihak pria yang telah kita dengar bersama yang telah disampaikan secara jelas dan terperinci tentang maksud khitbah ( melamar atau meminang ) putri kami bernama Mirani Putri, yang biasa kami panggil dengan Mira."
"Ternyata takdir jualah yang telah nenghantarkan Ananda Riko Gunawan dipertemukan dengan putri kami Mirani Putri seperti peribahasa yang berbunyi 'Di mana ada kembang, di situ ada kumbang',"
Lisa dan Izza cekikikan.
"Wah ternyata mereka juga tahu tentang peribahasa ya?" bisik Lisa kepada Mira.
"Iya,"
"Stttt!" Bu Eny menegur mereka dan mereka diam seperti semula.
"Bapak Seto Gunawan beserta keluarga yang kami hormati dan juga Ananda Riko Gunawan yang tercinta,"
"Kedatangan Anda sungguh dinantikan, karena orang tua dari Mirani Putri, sejak kalian telah cukup mengenal budi pekerti dan kesolehan dan juga nasab Ananda."
"Sekali lagi, atas nama Bapak Budi Utomo beserta Ibu , kami menyambut dan menerima kehadiran Ananda Riko Gunawan, beserta Bapak Seto Gunawan dan juga Ibu dalam khitbah ( pinangan ) terhadap putri kami Ananda Mirani Putri binti Budi Utomo."
"Alhamdulillah."
"Namun untuk itu agar kebih meyakinkan, marilah bersama - sama kita dengar ketulusan hati Ananda Mirani Putri dalam menerima lamaran Ananda Riko Gunawan."
"Anakku Mirani Putri hari ini , Ananda Riko Gunawan telah datang dan telah menyampaikan niat nya melamar mu untuk dijadikan tunangan menuju perkawinan pada waktunya nanti. Apakah Anak ku Mira bersedia menerima lamaran dari Nak Riko?".
Dengan tangan gemetar seraya memegang erat tangan Elly disisi kirinya dan Indah disisi kanannya, Mira berusaha untuk menjawab nya dengan tulus,
"InsyaAllah, apabila Ayah dan Ibu merestui dan menerima lamaran mas Riko dengan segala kekurangan yang ada pada diri saya mudah - mudahan Allah meridhoi."
"Alhamdulillah."
"Baru kita dengar bersama - sama jawaban dari Nak Mira dalam menerima pinangan dari Nak Riko."
"Demikianlah sambutan kami, atas nama selaku wakil dari Bapak Budi Utomo dan keluarga, mohin maaf atas tutur kata yang kurang berkenan yang kurang berkenan dihati bapak ibu."
"Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh."
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."
"Alhamdulillah, telah sama-sama kita dengarkan jawaban dari kelurga bapak Budi Utomo sebagai orang tua dari Ananda Putri Mirani Putri."
"Sebagai tanda ikatan bahwa ananda Mira telah dilamar oleh ananda Riko kami persilahkan kepada Ibu untuk memasangkan cincin kepada Nak Mira, didampingi oleh Riko dan ayahnya, kami persilahkan."
Bu Eny membuka kotak cincin yang ada di tas nya dan Mira mendekat. Riko dan Mira saling bertukar cincin.Meskipun mereka sama.sekali tak.mencoba sebelumnya cincin itu namun ternyata sungguh takdir, cincin itu di takdirkan untuk mereka.
Plok... plok... plok... suara gemuruh tepuk tangan untuk kedua calin mempelai pengantin. Mereka berdua pun tersenyum bahagia.
"Selanjutnya marilah kita panjatkan doa agar rencana pernikahan Nak Riko dan Nak Mira dilancarkan oleh Allah swt. Dipersilahkan kepada Bapak Haji Jaiz untuk memimpin doa."
"Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh."
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."
Pak Haji Jaiz menengadahkan tangannya dan di ikuti oleh semua orang.
"Astagfirullahal’azim... Astagfirullahal'azim...
Astagfirullahal'azim..."
"A’uzubillahiminassyaithanirrajim, Bismillahirrahmanirrahim."
"Alhamdulillahirrobbil’alamin, wasshalatuwasshalamu’ala asrhofil anbiyai walmursalin wa’ala aalihi wa shohbihi rosulillahi ajema’in."
"Allahummaghfirli wa liwalidayya warhamhuma kama robbayanishogira."
"Allahumma ihdinasshirothalmustaqim sirothollazi naan’am ta’alaihim ghoiril maghdu bi’alaihim waladhollin, aamiin..."
"Robbana zolamna anfusana wa ilantaghfirlana watarhamna lana kunanna minalghosirin."
"Robbana atina fiddunia hasanah wa fil a khiroti hasanah waqina ‘azabannar. Subbhanakarabbika rabbil’izati ‘amma yasifun wassalamu’alarmursalin. Walhamdulillahirrobil’alamin." Pak Haji Jaiz mengakhiri doanya.
__ADS_1
"Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh."
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."
"Allhamdullilah, semoga rencana pernikahan Nak.Riko dan Nak Mira dapat berjalan lancar. Selanjutnya kita masuk ke acara lain.
"Disini akan dijelaskan mengenai hari, tanggal, tempat, dan mekanisme pelaksanaan akad dan resepsi pernikahan oleh Mbah Sepuh Waktu dan tempat kami persilahkan."
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh."
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."
"Alhamdulillah dan terima kasih atas kedatangan dari keluarga cucu ku Riko, karena sudah mau menerima cucu teeakhir dari mbah."
"Alhamdulillah mbah masih deberi kesehatan sehingga bisa masih bisa menyaksikan acara pertunangan kalian, semoga saat nya pernikahan kalian , mbah juga masih di beri kesehatan."
"Aamiin."
"Karena kampung sini masih memegang erat adat jawa, sekiranya keluarga dari cucu Riko berkenan untuk mengikuti kegiatan nanti di acara pernikahan,"
"Setelah sebelumnya kami sudah tahu tanggal weton kalian, dan Alhamdulillah jatuh ke angka 20, maka kami sangat yakin dengan pernikahan kalian nantinya.
"Saya sebagai anggota keluarga tertua, memohon maaf jika lancang telah membuat hari pernikahan dari pihak kami sendiri,"
"Setelah kami menghitung pernikahan akan kami adakan sekitar empat bulan yang akan datang, jika keluarga cucu Riko keberatan mohon di sampaikan terlebih dahulu, sehingga kami akan mencari tanggal lainnya."
"Perwakilan dari Nak Riko, silahkah menyampaikan pendapatnya!"
"Terima kasih, Alhamdulillah saya sebagai orang tua dari Riko, sanagt berterima kasih, jika mbah dan keluarga dari Nak Mira sudah merencanakan pernikahan,"
"Kami sangat menghormati dan kami akan mengikuti oilihan dari mbah, sekiranya lebih cepat lebih baik, karena memang pergaulan anak jaman sekarang ini."
"Jadi kami akan mengikuti semua acara dari keluarga Nak Mira, terima kasih."
"Allhamdulillah, baik hari dan tanggal nya akan mbah sampaikan!"
"Dimas mana kacamata mbah?" mbah sepuh mengeluarkan kertas dari saku nya, terlihat tulisan yang mungkin hanya mbah yang tahu. Dimas memberikan kacamata mbah yang ada di atas meja.
"Pernikahan akan diadakan di hari minggu pon tanggal 27 bakdamulud, ya!"
Semua dari keluarga Riko tak mengerti dan pak Teguh mengerti.
"Karena mbah hanya tahu tanggal.jawa, saya sebagai translate nya mbah,"
"Hahaha." semuanya tertawa.
"Akan memberitahu tanggal.di kalender tahunan,"
Pak Teguh meminta kertas yang si bawa mbah sepuh, mbah sepuh memberikan.
"Baik ini adalah tanggal 13 Desember tahun 2020, bagaimana keluarga Nak Riko?"
"Adakah sesuatu yang ingin di sampaikan?"
Pak Seto tersenyum dan mempersilahkan Pak Teguh untuk melanjutkan.
"Sepertinya keluarga dari Nak Riko setujucsetuju saja mbah,"
"Meskipun mereka dari kota namun mereka sungguh menghargai kita."
"Alhamdulillah,"
"Jadi sudah di pastikan ya tanggal nya, semiga sampai di hari H kita semua di beri kesehatan dan kelancaran."
"Aamiin."
"Selesai sudah rangkaian acara silaturahmi pada hari ini semoga acara ini diridhoi oleh allah swt Untuk menutupnya marilah kita membaca hamdallah!"
“Alhamdulilahhirobbil alamin.”
Terimakasih atas perhatiannya. Wabilahitaufik wal hidayah," "Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."
"Silahkan untuk menikmati santap siang bersama."
.
.
.
**Bersambung. Terima kasih sudah mampir, mohon krisannya.
__ADS_1
Saya mohon maaf jika ada salah dalam penuturan hitungan jawa dan teks dalam doa di naskan ini saya ambil dari google, sekali lagi saya sampaikan mohon maaf.
Dan untuk up nya saya masih dua hari sekali karena memang di dunia nyata saya juga sedikit sibuk, sekiranya jika memang terlalu lama saya mohon maaf. Terima kasih yang sudah menyemangati saya, dan memberi saya dukungan dengan vote, terima kasih**.