
"Assalamu'alaikum?"
"Waalaikumsalam." Jawab bu Santi dan juga bu Eny bersamaan.
"Riko?"
"Kapan pulang?" tanya bu Santi. Lalu berdiri,
"Ayo sini duduk dulu."
"Terima kasih tante, tante saja yang duduk!"
"Riko pulang tadi malam tante, gimana keadaan Azka?" Riko menyerahkan parsel buah yang dibawanya.
"Terimakasih ya!" bu Santi meletakkan buah itu di meja.
"Alhamdulillah tadi Azka sudah bangun, sekarang lagi tidur dia habis minum obat!"
"Oh syukurlah tante!"
"Riko, kamu kesini naik taksi kan?" tanya bu Eny memastikan.
"Iya kak, ada apa?"
"Nanti kamu bawa mobil kakak ya, kakak mau nginap disini!"
"Loh kamu mau menginap dek?"
"Kerjaan kamu gimana?" tanya bu Santi menimpali.
"Eny sudah minta ijin cuti kak 2 hari,"
"Mas Bagus kan belum pulang, makanya aku mau nemeni kakak!"
"Makasih ya dek!" kata bu Santi sembari memeluk adek satu-satunya itu.
"Iya kak." bu Eny menepuk-nepuk punggung kakaknya itu.
"Ya sudah, kalau begitu Riko pamit dulu ya Kak, Tante!" pamit Riko.
"Ini kuncinya!" bu Eny memberikan kunci mobil pada Riko.
"Hati-hati!" kata bu Eny dan bu Santi bersamaan.
"Iya sip!"
-----
"Mira, tolong ambil dokumen dari Ike, terus cek ulang, kalau perlu tambah poin-poin penting untuk pemasaran produk terbaru!"
"Nanti selepas makan siang antar ke ruangan ku ya!" perintah Jena ketua Divisi Managemen Pemasaran.
"Baik bu!"
Jena meninggalkan meja Mira.
"Mir, kamu gak pa pa kan?" tanya Rena teman Mira di Divisi itu.
"Aku gak pa pa, emang nya kenapa?"
"Muka mu pucet tahu!" kata Faisal menimpali.
"Iya tuh, apa kamu masuk angin?" tanya Rena khawatir.
"Cuma pusing sedikit sih!"
"Aku ambilin obat di pantry ya?" Faisal berdiri.
"Sudah gak usah Sal! makasih."
"Nanti aku ambil sendiri, sekalian ke ruangan Ike!"
"Makasih ya, kalian memang teman terbaikku." Mira tersenyum haru.
"Ya sudah, aku pergi dulu!" Mira meninggalkan meja nya.
"Aku mau bikin kopi! kamu mau aku buatin sekalian gak?" tanya Faisal ke Rena.
"Mau dong! hehehe." jawab Rena lalu melanjutkan pekerjaannya.
-----
Di pantry. Faisal membuat kopi untuk nya dan juga Rena, lalu mengambil 1 cangkir lagi dia membuat teh hangat untuk Mira, saat dia mengaduk teh itu Mira datang ke pantry untuk mengambil obat sakit kepala,
"Ini!" Faisal memberikan teh itu.
"Makasih ya Sal!"
"Makan ini dulu!" Faisal memberikan Roti untuk Mira.
"Buat ganjal perut!"
Mira tersenyum dan memakan roti itu lalau meminum obatnya.
"Kamu kok masih disini?" tanya Mira karena Faisal belum beranjak dari tempatnya.
"Nungguin kamu minum obat!"
"Sudah minum nih! ayo!" ajak Mira.
Sesampai di meja, Mira membuka dokumen dan segera mengecek nya, apakah masih perlu di tambah poin-poin penting. Sedangkan Rena dan Faisal menikmati kopi nya sembari melanjutkan pekerjaannya.
Saatnya jam makan siang, Mira sudah menyelesaikan dokumen yang akan diserahkan ke bu Jena, tapi wajahnya masih pucat.
__ADS_1
"Makan siang dulu yuk?" ajak Rena
"Ayo!" Faisal berdiri setelah menutup dokumen nya.
"Kalian ke kantin aja dulu, nanti aku nyusul, mau menyerahkan dokumen ini ke bu Jena!"
"Mir, wajahmu masih pucat tau!" Faisal khawatir.
"Iya tuh, apa gak sebaiknya kamu makan siang dulu!"
"Gak usah Ren, tadi sudah makan roti dari Faisal kok."
"Oh ya sudah kita duluan ya!" pamit Rena.
Faisal melambaikan tangannya dan mengikuti Rena. Mira berjalan ke ruangan bu Jena, menyerahkan dokumen itu,
Tok... tok.. tok... Mira mengetuk pintu ruangan bu Jena.
"Masuk!"
"Mira? Sudah selesaikah?"
"Sudah bu!"
"Ini tolong dilihat dulu, sudah saya tambah poin-poinnya!" Mira menyerahkan dokumen itu.
Bu Jena membuka dokumen yang dibawa Mira,
"Hmmm, bagus!"
"Muka mu pucet banget Mir?"
"Pusing sedikit bu, sudah minum obat kok!"
"Sudah makan?"
"Sudah bu, tadi makan roti."
"Mau ibu pesan kan makanan?"
"Ah gak usah bu, terima kasih!"
"Ya sudah kalau begitu istirahat dan tidur siang saja."
"Baik bu, terima kasih sarannya! Mira pamit dulu!"
"Iya, jangan lupa nanti setelah tidur siang langsung makan!"
"Makasih bu, permisi!"
Mira menutup pintu ruangan bu Jena.
Dia menuju ke ruang istirahat, ruang yang khusus di gunakan untuk karyawan yang akan tidur siang atau pun rebahan sebentar.
-----
Ting... pintu lift terbuka
Riko berjalan menuju ke meja Mira setelah dia bertanya pada salah satu karyawan yang dia temui tadi.
Suasana di ruang kerja Mira sudah sepi, Mira pun tak ada disana,
"Mungkinkah dia sudah dikantin?"
"Telfon dulu ah!" Riko mengambil ponselnya dan menelfon Mira.
Drindingding... suara nada dering Mira, namun Mira sudah tertidur diruangan itu.
Berulang kali Riko menelfon tapi tak ada jawaban. Setelah Riko hampir menyerah ternyata ada jawaban,
"Hallo... Assalamu'alaikum?" Terdengar jawabn dari telfon seberang yang ternyata suara seorang laki-laki.
"Iya hallo... Waalaikumsalam, ma'af ini siapa ya?" Riko kaget karena yang menjawab bukan Mira.
"Ini temannya Mira, ini siapa ya?"
"Ma'af Mira nya dimana kalau boleh tahu?"
"Mira lagi tidur siang di ruang peristirahatan di lantai 3, ada yang bisa saya sampaikan?"
"Oh, ya terima kasih info nya, biar saya kesana sekarang juga!"
Telfon dimatikan.
-----
"Aneh, siapa dia ya, apa mungkin pacar Mira?" Faisal meletakkan kembali ponsel Mira di meja dan duduk di sebelah Mira.
Mira bangun dari tidurnya perlahan-lahan membuka matanya.
"Eh, Faisal ada apa?" Mira heran Faisal ada disampingnya.
"Ini aku bawain jus jambu!"
"Ma'af Mira, tadi ponsel mu berdering, karena sudah berkali-kali nelfonnya, aku angkat deh, siapa tahu penting!"
"Oh gak pa pa kok Sal!" Mira mengambil ponselnya dan mengecek siapa yang menelfonnya.
Riko memasuki ruangan istirahat itu, di ujung ruangan itu terdengar obrolan suara pria dan wanita, Riko mendekati mereka. Di ruangan itu ada kain pembatas yang memisahkan ranjang satu dengan lainnya, makanya Riko tak melihat Mira saat masuk kedalam ruangan itu.
Riko membuka kain pembatas itu dan melihat Mira sedang mengobrol dengan seorang pria, Faisal dan Mira menengok melihat Riko,
"Eh mas Riko?" Mira bangun dari ranjangnya dan duduk.
__ADS_1
"Oh kamu yang telfon tadi ya?"
"Kenalin saya Faisal, teman kantor Mira!" Faisal mengulurkan tangannya.
"Riko!" Riko menjabat tangan Faisal.
"Ya sudah kalau begitu Mir, aku balik lagi ya!"
"Jangan lupa, diminum jus nya biar cepet sembuh!" Faisal berdiri dari tempat duduknya.
"Iya Sal makasih!"
"Saya balik dulu ya bro!" Faisal menepuk pundak Riko.
Riko tak menjawab Faisal, matanya melotot melihat Faisal keluar dari ruangan itu.
"Mas kok mampir kesini?" tanya Mira,
Riko menoleh, kemudian duduk.
"Ini mas bawain makan siang!" Riko memberikan kotak makan yang dia bawa,
Mira membuka kotak itu dan tersenyum lebar,
"Mie goreng seafood?"
"Sudah lama Mira gak makan ini mas, makasih ya?"
"Iya." Riko menjawab datar.
"Mas gak makan?" tanya Mira sambil memakan mie itu.
"Sudah tadi." masih dengan suara datar.
Mira fokus dengan mie goreng nya itu, sesekali dia minum, sedangkan jus nya di minum oleh Riko. Mira hanya melongo melihat Riko menghabiskan jus miliknya.
"Kamu sakit?"
"Tadi pusing sedikit mas, sudah minum obat juga."
"Mas anterin ke rumah sakit ya?"
"Gak usah mas, Mira sudah mendingan kok!"
"Iya deh percaya, lihatin kamu makan kayak gitu! hehehe." Riko meledek Mira, karena Mira memakan mie itu dengan cepat.
Mira berhenti sejenak mulutnya masih penuh dengan mie, dia melotot kearah Riko. Merasa Mira tak suka dengan apa yang diucapkannya Riko berkata lagi,
"Maksud mas, kamu makannya hati-hati, mas kan gak minta mie nya!"
Mira melanjutkan makannya tanpa menjawab perkataan Riko.
"Kalau gitu mas langsung ke atas dulu ya, mau ngambil dokumen,"
"Tunggu aku!" Riko mengacak-acak rambut Mira.
Mira mengangguk, meskipun dia heran kenapa Riko memintanya untuk menunggu, sedangkan dia akan kembali bekerja.
-----
Pak Angga mengambil dokumen yang akan diperiksa oleh Riko,
"Ini coba kamu periksa ulang dan pelajari," pak Angga memberikan dokumen itu ke Riko.
Riko membuka dokumen itu,
"Ini biar Riko periksa dirumah ya kak, Riko mau langsung pulang saja!"
"Ya sudah terserah kamu, yang penting kamu harus temukan poin-poin yang mungkin saja merugikan perusahaan kita!"
"Ok siap!" Riko meninggalkan ruangan pak Angga.
-----
Riko turun ke lantai 3 menemui bu Jena, dia akan meminta ijin pulang untuk Mira, cukup mudah meminta ijin pada bu Jena karena bu Jena mengenal Riko dan Mira dengan baik. Kemudian Riko pergi ke meja Mira dia mengambil tas milik Mira, meskipun banyak karyawan yang berbisik-bisik bertanya siapa dia, mengapa dia mengambil tas milik Mira? dia tidak memperdulikannya,
"Eh siapa itu tadi Sal?" tanya Rena pada Faisal karena Riko sempat tersenyum dengannya tadi.
"Oh itu, temannya Mira!"
"Masa temannya berani masuk kesini main ambil tas sembarangan tanpa ijin?"
"Ya gak tahu lah!" Faisal menjawab tanpa menoleh Rena.
Rena yang penasaran akhirnya mengirim pesan untuk Mira.
Mir, ada cowo ganteng ambil tas mu ®
Siapa?
Mana aku tahu! ®
Mira tak membalas chat dari Rena,
Apa mungkin mas Riko ya? Mira.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1