Pertama Kali

Pertama Kali
Episode 28


__ADS_3

"Kakak... Huhuhuhu." Izza berlari menghampiri Mira.


"Mama dimana? huhuhu."


"Mama mu masih di ruang ICU, apa kamu mau melihat Papa mu?"


Izza mengangguk.


Mira mengantar Izza untuk memakai baju steril,


"Za, Izza yakin mau menemui Papa mu?"


"Yakin kak, hik... hik... hik.."


"Izza akan berusaha tegar!"


"Tadi kak Rama sudah bicara di mobil, kalau mau Papa cepet sembuh!"


"Izza harus memberi semangat Papa."


"Oh, baik lah, kakak selalu ada dibelakangmu."


"Kakak gak ikut?"


"Kakak tunggu diluar saja."


-----


"Makan lah!" kata Rama menyodorkan makanan yang dia beli di restoran, depan rumah sakit.


Mira menggeleng, dia masih menunduk, air matanya menetes, lalu mengambil sapu tangan di tas untuk mengelapnya.


"Menangislah!"


Riko kembali menyenderkan kepala Mira dipundaknya,


"Hik... hik.. hik.. huhuhuhu!" sungguh terdengar pilu sekali.


-----


Bu Eny memeluk Izza, berusaha tegar disamping putri semata wayangnya.


"Pa?" Izza duduk di kursi dekat Papanya.


"Izza ada kabar baik untuk Papa."


"Jadi kapan kita pergi liburan ke Bromo Pa?"


"Izza rangking 3 loh Pa?" Izza menyeka air mata yang jatuh ke pipi nya.


"Tapi untuk sekarang Izza gak akan menagih janji Papa itu!"


Izza menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan, menata kata akan akan terucap, agar terlihat tegar di mata Mama nya dan Papa nya saat di dengar.


"Izza hanya ingin Papa bangun saja dan kita berkumpul bersama seperti tadi pagi, bercanda gurau saat malam hari, dan belanja bersama saat akhir pekan!"


"Tapi..." meskipun sekuat apapun Izza berusaha tegar air mata nya jatuh juga disaat Mamanya memegang erat tangannya.


"Mengapa Papa ada disini?"


"Pa cepet bangun Izza ingin dipeluk Papa!"


"Hik... hik... hik..." Izza memegang erat tangan Mamanya dan bersandar di dekapan bu Eny.


"Kita keluar dulu ya sayang!"


"Nanti kita jenguk Papa lagi!" ajak bu Eny dengan mengelus rambut Izza.


Izza mengangguk pelan.


-----


"Ibu dan Izza makan dulu!" pinta Rama.


"Biar saya saja yang menunggu disini!"


"Ibu harus makan!"


"Apakah Ibu mau saat Bapak membuka matanya, Ibu terlihat pucat?"


Melihat Bu Eny hanya terdiam Mira mengalihkan pandangannya ke Izza.


"Tolong bujuk Mama mu dek!"


"Bagaimanapun juga kita harus tetap sehat!"


"Ayo Ma, bener kata Kakak!"


Bu Eny akhirnya menyetujui ajakan Mira dan juga Izza.


-----


Dari jauh terlihat Rama sedang berbicara dengan seseorang melalui ponselnya.


"Siapa mas?"


Rama menoleh kearah sumber suara.


"Oh, ini Riko!" Rama memasukkan ponselnya kedalam saku celana.


"Dimana bu Eny?"


"Mama ke toilet Kak." jawab Izza.


"Oh."


"Mas, bagaimana dengan supir yang menabrak bapak?"


"Dia sudah ada di kantor polisi dan sudah ada pengacara perusahaan yang mengurus semuanya!"


Melihat Bu Eny sudah kembali Rama meminta mereka untuk pulang,


"Rama, Ibu mau disini menemani bapak!"

__ADS_1


"Tolong kamu antarkan Izza dan Mira!"


"Baiklah kalau itu keinginan ibu."


"Tapi Ma... Izza ingin ikut Mama!"


"Sayang!" Bu Eny mengelus-elus rambut putrinya.


"Tak terasa kamu sudah sebesar ini!"


"Bisakah kamu menuruti perkataan Mama?"


"Pulang lah dan istirahat, besok pagi-pagi sekali kamu dan Kak Mira bisa kembali kesini!"


"Baiklah Ma!"


"Kalau begitu kami pulang dulu bu!" pamit Mira.


"Wassalamu'alaikum." salam mereka bertiga.


"Waalaikumsalam."


"Bismillah!"


"Bismillahirrohmannirrohim."


-----


"Mas langsung pulang ya Mir!"


"Gak mampir dulu mas?"


"Gak usah, terima kasih!"


"Baiklah mas, hati-hati! Bismillah!"


"Iya, Bismillahirrohmannirrohim!"


-----


Saat akan menaiki tangga menuju lantai atas, Mira berpapasan dengan mak Idah,


"Gimana keadaan Bapak Mir?"


"Bapak masih kritis mak." jawab Mira sedih.


"Bapak orang yang baik, semoga beliau cepat sadar dan sehat seperti sedia kala!"


"Aamiin."


"Kamu mau nemeni Non Izza?".


"Iya Mak, kasihan dia kalau tidur sendiri."


"Oh baiklah."


-----


"Rama, bagaimana keadaan kakak ku?


"Kenapa gak hubungin aku dari awal?"


tanya Riko kesal.


"Mira sudah menelfon, tapi hp loe gak aktif."


"Sial, tadi siang gue rapat!"


"Haist, siapa sih?" Riko tertabrak seseorang yang tengah berlari setelah turun dari taxi.


Orang itu menoleh,


"Oh ma'af saya buru-buru!"


Rama melihat orang itu sekilas, sementara Riko masih mengomel-omel karena dia hampir saja terjatuh.


Ngengngngngng.... suara pesawat melintas di bandara.


"Loe pulang dulu saja! besok baru kesana!" perinta Rama seraya membuka pintu mobil.


"Tapi kak Eny?"


"Biar gue aja yang di rumah sakit!"


"Besok pagi gue jemput kalian!"


Rama menstarter mobil untuk mengantarkan Riko pulang.


-----


Mira bangun, melihat gadis disampingnya yang masih terlelap, perlahan-lahan menarik selimut untuk menutup i tubuh gadis itu,


"Sabar ya dek!" Mira mengelus-elus rambut Izza.


Mira keluar dari kamar Izza dan menutup pintu perlahan.


Mira akan memasak seperti biasa tapi kali ini dia juga akan membawa bekal yang akan dia bawa ke rumah sakit. Saking fokus nya dia memasak, dia tak menyadari kalau Riko sudah ada di belakangnya,


"Mau masak apa?"


Mira kaget, menoleh dan dengan posisi tangannya yang masih mengiris daun bawang,


"Aw..." pekik Mira.


Dengan cekatan Riko menarik tangan Mira dan melihat jarinya yang terluka, Riko memasukkan jari Mira kedalam mulutnya. Mira melongo,


"Gak hati-hati sih!" Riko mengeluarkan jari Mira dari mulutnya, dan membasuhnya dengan air yang mengalir.


"Mas kapan pulang?" tanya Mira yang tangan nya masih diremas-remas Riko.


"Tadi malam." Riko mengelap tangan Mira yang basah dengan Tissu.


"Sudah mas yang masak!" Riko mengambil alih pisau yang tergeletak di telnan.

__ADS_1


"Mas bantu saja!"


"Baiklah, tunggu sebentar!" Riko mengambil sebuah plester di laci dapur dan membalut luka di jari Mira.


"Sudah selesai,"


"Mas yang bagian iris mengiris kamu yang cemplungin dan bumbuin!"


"Iya mas."


-----


Rama datang tepat waktu disaat semuanya bersiap untuk sarapan, Mereka pun sarapan bersama.


Riko dan Izza sudah menunggu di mobil, semenrara Mira menyiapkan bekal yang akan dia bawa, dan Rama pamit kepada Ibunya.


Riko menjalankan mobilnya setelah semuanya sudah masuk kedalam mobil.


-----


Di rumah sakit. Riko dan Rama menemui dokter yang merawat Pak Angga, sementara Izza dan Mira menemui bu Eny di ruang tunggu,


"Bagaimana keadaan Bapak Bu?" tanya Mira dengan meletakkan bekal yang dibawanya di meja kecil dalam ruangan itu.


"Masih belum ada perkembangan Mir." jawab Bu Eny sedih.


"Mama jangan sedih ya!"


"Papa pasti akan segera bangun!" kata Izza menenangkan Mamanya.


"Ibu sarapan dulu!"


"Pasti ibu belum sarapan kan?" Mira membuka bekal dan memberikannya pada bu Eny.


Kali ini Bu Eny menurut, tentu saja dia harus sehat agar bisa menemani suaminya.


-----


"Riko, bagaimana kata dokter?"


"Mengapa kakakmu belum bangun juga?" tanya Bu Eny Khawatir.


Rama dan Riko saling berpandangan, mereka sepakat tak akan memberi tahu keadaan Pak Angga kepada Istrinya, dikarenakan Bu Eny syok lagi dan pingsan seperti kemarin.


"Kata dokter kita disuruh menunggu kak, berdoa saja semoga nanti siang kakak siuman!" jawab Riko menenangkan kakak iparnya.


"Kakak mu pasti bangun kan Ko?"


"Pasti kak, kita berdoa yang terbaik untuk beliau!"


"Kakak sudah sarapan?"


"Sudah."


"Kakak pulang dulu ya istirahat dan juga mandi!"


"Biar Riko disini!"


"Tapi Kakak mau menemani kakak mu Ko!"


"Kakak ipar pasti capek karena dari kemarin belum istirahat, kakak harus sehat dan jangan sampai kecapekan!"


"Baiklah!"


Rama mengantar bu Eny dan Izza pulang, setelah Izza mengengok Papanya sebentar.


-----


Di rumah sakit. Rama menemui Riko yang sedang duduk berdampingan dengan Mira.


"Ehem..."


Riko dan Mira terkejut dan bangun dari kursinya,


"Sudah ke kantor polisi?"


"Sudah."


Rama menatap Riko dengan pandangan tak biasa, sekmakan memberi tahu kalau ada hal yang mencurigakan,


"Mas mau ke kantor sama Rama!"


"Beneran kamu gak pa pa disini sendirian?"


"Biar Mira sama Tante Ko!" kata bu Santi yang baru datang.


"Ma'af baru datang?"


"Bagaimana keadaan Kakak mu?"


"Masih belum sadar Tante,"


"Hmmm... kasihan sekali dia."


"Kakak ipar mu mana?" tanya bu Santi mencari adiknya.


"Kakak baru pulang tante."


"Oh, ya sudah biar tante sama Mira yang disini! katanya kamu mau ke kantor?"


"Iya tante, terima kasih!"


"Kalau begitu kita permisi dulu!"


"Iya hati-hati!"


"Bismillah mas!"


"Bismillahirrohmannirrohim!" ucap Rama dan Riko bersamaan.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung. Terimakasih sudah mampir, mohon krisannya.


__ADS_2