Pertama Kali

Pertama Kali
Episode 50


__ADS_3

"Kakak jadi pulang besok?"


"Jadi dek!"


"Sudah 5 bulan kakak gak pulang!"


"Oh!"


"Berapa hari kakak tinggal di desa?"


"Semingguan Dek!"


"Kenapa?"


"Adek mau ikut?"


"Mau sih!"


"Tapi kan Izza harus sekolah!"


"Hari sabtu Mama mau ke rumah melamar Kak Mira!"


Terlihat pipi Mira merah merona, malu Dia.


"Izza boleh kok kalau mau menginap di sana!" sambung Bu Eny.


"Oh ya?"


"Izza boleh menginap?" Izza melihat Mira.


"Iya boleh kok Za!"


"Nanti Kakak ajak main di sawah!"


"Kita mau nanem padi ya kak?" tanya Izza histeris.


"Kalau memang lagi musim nanem padi!"


"Ya kakak ajak!"


"Oh, baiklah!"


"Sudah gak sabar Aku mau ke desa!"


"Besok sebelum pulang anter Ibu ke Butik Tante Milana ya Mir!"


"Iya Bu!"


"Ngomong-ngomong dimana Riko?"


"Tadi Mas Riko bilang mau pergi sebentar Bu!"


"Oh!"


"Kamu temenin Izza ya!"


"Ibu mau ke Rumah kak Santi sebentar!"


"Baik Bu!"


Bu Eny meninggalkan kamar Izza dan mengajak Mak Idah untuk pergi bersamanya. Sementara Mira membantu Izza membuat prakarya tugas dari sekolahnya.


-----


Di Kamar Mira.


Setelah Bu Eny pulang, Mira kembali ke kamarnya. Dia mengambil ponselnya dari saku roknya dan mengetik sebuah pesan,


 


Mas dimana?√√


 


Lama pesan itu tak kunjung di buka oleh Riko, sehingga dia amat khawatir.


"Katanya cuma keluar sebentar!"


"Ini sudah 2 jam, gak pulang-pulang!" gerutu Mira.


"Jangan-jangan!" Mira kembali mengetik sebuah pesan yang di tujukan ke Riko lagi.


Mas balas dong!√√


Aku khawatir nih!√√


Lagi-lagi gak di baca oleh Riko, sekitar lima menit baru kemudian pesannya di baca.


Mas dimana?®


Mas balas dong!®


Aku khawatir nih!®


Mas ada di depan kamar mu!


Ayo cepat buka!


Mira kaget dan bangun dari kasur empuknya. Dia segera menuju ke pintu dan membukanya. Ternyata benar ada Riko di depan pintu itu,


"Eh mas ngapain?" tanya Mira ber bisik dari ujung pintu, dia tak membuka pintu dengan lebar.


Namun Riko memaksa masuk ke kamar Mira,

__ADS_1


"Mas kok main masuk ke kamar aku?"


"Mas kangen!" ucap Riko dengan memeluk Mira.


"Ehm, bau duren?"


"Mas habis dari mana sih!"


"Dari rumah pak RT!"


"Tadi sama Bu RT di kasih duren!"


"Oh!"


"Lepasin mas!"


"Hah... hah... hah...!" Mira merasa lega akhirnya Riko melepaskan pelukannya.


"Jangan begitu!" Riko risih mendengar suara desahan dari Mira.


"Begitu gimana?" Mira bingung karena memang Mira tak berbuat apa-apa.


"Adek gak penasaran?"


"Kenapa Mas dari rumah pak RT?" tanya Riko manja.


Mira duduk di kursi sementara Riko duduk di ranjangnya,


"Hmmm..."


"Mas ngapain ke rumah pak RT?"


"Mau minta bantuan sama beliau untuk melamar kamu!" jawab Riko seraya menarik tangan Mira dan akhirnya Mira duduk di pangkuannya.


"Hmmm..."


"Mas Mira gak nyaman duduk di pangkuannya Mas!" Mira berusaha melepas pelukan Riko.


"Tapi mas pengen gimana dong!" Riko menekan kata 'pengen'.


"Aku duduk di samping mas saja ya!" Mira berusaha berdiri namun gagal, Riko keukeuh memeluk dirinya dengan kuat.


"Adek diam saja!"


"Nanti malah makin bahaya kalau Adek geser-geser terus!" ucap Riko dengan berbisik di dekat telinga Mira, sehingga Mira merasa geli dan merinding.


"Tapi mas!" Mira mulai merasakan ada yang mengganjal dari bagian tubuh bawahnya karena menduduki Riko. Mira tahu apa yang terjadi pada bagian tubuh Riko itu.


"Huft..." Riko meniup telinga Mira.


Seketika tubuh Mira merinding, bulu tangannya berdiri dan kepalanya serasa membesar. Karena Mora gagal untuk melepaskan pelukan Riko, akhirnya di menyerah dan melemaskan tubuhnya. Riko merasakan bahwa tak ada perlawanan dari Mira,


"Dek, kalau Mas khilaf gimana?" Riko masih berbisik namun kali ini suaranya serak.


"Kan belum sah!"


"Dan lagi apa mas gak mau dapat kado dari Aku?"


Riko mengerutkan dahinya,


"Kado apa?"


"Ya kado malam pertama kita!" jawab Mira malu-malu.


"Wah... wah... wah...!"


"Sudah berani bicara mesum ya


"Padahal mas sudah berusaha merendam nafsu mas loh!"


"Ini Adek malah menggoda mas!"


Kini Riko memutar kaki nya ke kiri dan ke kanan, sehingga Mira semakin tak tenang di buatnya.


"Aku gak menggoda Mas!"


"Cuma ngasih jawaban doang kok!"


"Iya-iya!"


"Gimana sudah packing barang!" tanya Riko yang kini sudah melepas rubuh Mira.


Mira yang sudah bisa bernafas dengan lega kini dia duduk di berhadapan dengan Tunangannya itu,


"Sudah Mas!"


"Mas beneran jadi ikut besok?"


"Jadi dong!"


"Mas mau ngomong sebagai calon mantu untuk Bapak mu!"


"Hmmm..." Mira malu.


"Cie malu!" Riko memegang tangan Mira dan menciumnya.


"Mas berjanji akan membuat mu lebih bahagia lagi!"


Deg... Ada rasa ketulusan dari ucapan Riko, Mira sangat merasakannya. Tentu saja dia juga ingin membina rumah tangga bersama Tunangannya itu.


"Mas!" ucap Mira saat Riko akan mencium bibirnya.


"Apa?" tanya Riko kesal karena Mira menghentikan bibirnya yang akan mencium Mira dengan jari.

__ADS_1


"Aku ngantuk!" ucap Mira pura-pura menguap dan menutup mulutnya.


"Ayo bobok kalau gitu!" Riko menepuk-nepuk bantal Mira.


"Maksud Mira!"


"Mas gak mau balik ke kamar mas gitu?"


"Oh, jadi mas di usir?"


"Iya!"


"Hehehe!"


"Wah sekarang sudah berani ngusir mas ya!"


"Hehehe!"


"Sudah sini tidur di sebelah mas!" Riko menggeser tubuhnya dan menepuk-nepuk bantal Mira lagi.


"Mas mau ngapain?" tanya Mira saat melihat Riko tiduran.


"Mas mau nemeni Adek tidur!"


"Ah bohong ah!" Mira beranjak dari ranjangnya dan berdiri.


"Mas janji cuma nemeni!"


"Beneran ya gak ngapa-ngapain Aku!" ucap Mira memperingatkan.


"Lha emangnya Adek mau mas apa-apain?" tanya Riko menggoda.


"Tuh kan!"


"Ah gak jadi ah!" Mira kesal di buatnya.


"Mas tahu Adek gak ngantuk!" Riko menarik tangan Mira.


"Adek mau nonton drama kan?" Riko menggeser tubunya dan kini dia berada di tembok.


"Mas kok tahu?"


"Tahu lah!"


"Apa yang Mas gak tahu tentang Adek!" jawab Riko terkekeh.


"Sudah ayo tiduran di samping mas!"


"Mas janji cuma nemeni Adek sampai tidur!"


"Janji ya!"


"Kalau Aku sudah tidur Mas balik ke kamar Mas loh!"


"Iya..."


"Jangan Khawatir!"


Mira tiduran di samping Riko sambil memutar drama kesayangannya. Karena berkali-kali Mira mengeser tubuhnya mencari posisi yang pas, akhirnya Riko memintanya untuk tidur di pangkuannya. Riko bersandar di dua bantal dan Mira tiduran di paha dan juga guling. Sedangkan laptop nya di letakkan di kaki Riko, sehingga dia dan Mira bisa melihatnya.


Riko mengusap rambut Mira dan merapikannya, mengusap hingga berantakan dan merapikannya lagi. Mira kesal di buatnya, lalu menutup laptop,


"Hahaha!"


"Kesal ya?"


Mkra tak menjawab dan pura-pura tertidur. Riko mengambil laptop dari kakinya dan membuka file yang Ia simpan di laptopnya Mira. Tampak beberafa file terdiri dari video, foto dan juga musik. Kemudian Riko memilih untuk menonton video musik dari ost drma favorit Mira , agar Tunangannya yang berpura-pura tertidur, bisa tidur beneran.


(Author suka ost dari drama korea, jadi bagi yang gak suka skip aja ya hehehe)


Riko memutar video dari ost drakor My Secret Romance_same Mira sangat suka lagu itu, menurut nya lagu itu sangat sejuk. Setelah itu Riko memutar video dari ost drakor Moon Lovers, Say yes dari Punch (dua saja ya lagunya, sebenarnya masih banyak lagi, tapi karena suasana Riko dan Mira lagi romantis banget, Author hanya memasukan dua lagu itu).


Riko melihat Mira dan ternyata dia tidur benera, terdengar suara halus tanda bahwa Mira tidur dengan nyaman. Dengan hati-hati Riko mengangkat kepala Mira dan memindahkan ke sampingnya. Dengan berbantalkan lengannya kini Mira tertidur di dalam pelukannya.


Semula Riko akan kembali ke kamarnya, namun Ia urungkan saat Mira malah memeluk tubuhnya, mungkin dia mengira sedang memeluk guling. Riko pun dengan senang hati ikut memeluk Mira,


"Hmmm,"


"Jadi ini siapa yang menggoda!"


"Jangan salahkan Mas ya!"


"Kalau samapai Mas tidur di ranjang bersama mu!"


Riko akhirnya tidur denagn memeluk Mira. Dia tak akan melewatkan kesempatan ini, meskipun 'Adek kecil' nya tak bersahabat saat tangannya tak sengaja menyenggol p******* Mira,


"Kenyal!"


"Adek kecil ingat!"


"Belum halal!" ucapnya dengan memperingatkan tubuh bagian bawahnya itu.


Namun bagaimana lagi namanya nafsu bisa datang kapan saja. Riko tak kehabisan akal dia berkedip dengan cepat agar kantuknya segera datang dan 'Adik kecil' nya segera tertidur lagi. Benar saja cara itu ampuh untuk.mendatangkan kantuk Riko, sebenarnya bukan itu saja tetapi pikiran Riko berusaha agar dia bisa memeluk Mira tanpa membangunkannya.


-----


TENG... TENG... TENG... Bunyi jam dinding pertanda sudah jam tiga pagi. Tak biasanya Riko bangun jam segitu. Mungkin karena sugestinya, sebelum tidur bahwa dia harus bangun sebelum Mira, yang membuatnya terbangun saat mendengar suara lonceng jam dinding itu. Dengan hati-hati Riko memindahkan kaki Mira yang menumpangi kakinya dan tangan Mira yang memeluknya agar dia bisa beranjak dari kamar Tunangannya tanpa membangunkan sang pemilik kamar. Tentu saja dia juga tak ingin kepergok ketahuan tidur di kamar Mira oleh penghuni rumah yang lain. Sebelum Riko meninggalkan kamar Mira, dia mengecup kening Mira dan menutup selimutnya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung. Terima kasih sudah mampir.


__ADS_2