
"Gini ya, ternyata wanita yang dipuja-puja Riko berani datang ke pesta sama sahabatnya sendiri!" Anggun menekan kata sahabatnya.
"Sudahlah Nggun, gak usah bikin masalah!"
"Udah ayo pindah aja Mir!" Rama menarik tangan Mira.
"Wah... wah... wah... berani menghindar ya loe,"
"Takut kalau gue ngadu sama Riko, ha!" mata Anggun melototi Mira.
"Ma'af, sepertinya kamu salah sangka, aku dan mas Rama cuma..."
"Salah sangka apaan, pegang-pegang tangan juga!"
"Gini ya udah jadi pelakor, sekarang sahabat nya juga di gaet!" Anggun berbicara dengan suara agak keras.
Rama segera melepas tangan Mira. Sebagian tamu melihat ke arah mereka, Rama pun tak ingin menjadi pusat perhatian, dia menarik Anggun dan membawanya pergi.
Mira malu dengan apa yang diucapkan oleh Anggun. Dia mengambil minum untuk menenangkan diri.
"Udah gak usah diambil hati perkataan Anggun!" kata seorang pria yang mendekati Mira seraya memberikan cake coklat.
"Makasih, Anda kenal Anggun?"
"Gak cuma kenal, bahkan saya pernah pacaran sama dia!"
"Oh mantan pacar!"
"Kenalin saya Indra." Indra mengulurkan tangannya.
"Saya Mira." Mira menjabat tangan Indra.
-----
"Lepasin!" Anggun menarik kuat tangannya.
Rama melepas tangannya.
"Sakit tau!" Anggun meremas tangan yang di pegang Rama tadi.
"Gue tau loe juga suka sama Mira kan!"
"Apaan sih!" Rama mengelak.
"Gue udah tau dari dulu."
"Apalagi waktu Riko ngusir gue dari kamarnya!"
Flasback on.
"Kita udah putus Anggun, jangan kesini lagi!" bentak Riko.
"Kenapa, gara-gara pelakor ini?" suara Anggun meninggi dan menunjuk-nunjuk Mira.
"Jangan bawa-bawa Mira, dia gak ada hubungannya sama kita."
"Loe yang selingkuh dan bodoh nya gue gak tau." suara Riko tak kalah tingginya.
"Trus loe gak selingkuh?"
"Setiap kita bersama cuma Mira aja yang ada dipikiran loe, Mira suka ini lah, Mira itulah!"
"Siapa yang selingkuh?"
"Coba gue nanya sekarang, loe dimana aja ketika gue terbaring sakit selama sebulan, gak pernah liat, loe nengokin gue,"
"Pasti loe seneng kan, jadi loe bisa jalan bareng sama cowo loe itu!"
"Maafin aku sayang!" bujuk Anggun dengan suara memelas.
"Pemotretannya gak bisa di tunda!" Anggun menggenggam tangan Riko.
Riko mendengus kesal, dia sudah capek menghadapi sifat Anggun. Riko menarik tangannya agar terlepas dari genggaman tangan Anggun.
"Mir, tolong mas ambilkan amplop coklat di laci!"
Mira mengambil amplop yang dimaksud Riko. Dan memberikannya.
"Coba loe liat isinya!" Riko melempar amplop itu ke Anggun.
Anggun kaget, kemudian membuka amplop itu dan membuka isinya. Ternyata itu foto Anggun dan selingkuhannya. Wajah Anggun pucat memerah menahan malu,
"Sayang, aku bisa jelasin!"
"Gak usah jelasin, cepat pergi!" bentak Riko.
"Kamu..." Anggun menarik tangannya keatas, dia akan menampar Mira, karena terakhir kali dia jalan sama selingkuhnnya dia berpapasan dengan Mira.
"Au." Anggun kesakitan dan menoleh kearah seseorang yang menangkis tangannya.
"Rama cepat usir dia, gue gak mau lihat muka dia lagi!"
Rama menarik tangan Anggun dan keluar dari kamar Riko.
"Lepasin!"
"Awas loe Rama gue bakal buat perhitungan sama Mira."
__ADS_1
Anggun meninggalkan Rama.
Flasback off.
"Sekarang gue udah tau rahasia loe,"
"Kita lihat aja nanti, gimana reaksi Riko setelah tau masalah ini!"
"Hahaha loe bodoh sekali,"
"Loe kira, gue suka sama Mira?"
"Mira udah gue anggep adek sendiri! Ingat, jangan sampe gue lihat loe nyakitin Mira!" Rama melotot memperingatkan Anggun, lalu pergi.
-----
Anggun menemui teman-temannya di pesta dia merencanakan sesuatu yang akan mempermalukan Mira.
"Guys bantu gue dong!"
"Bantu apa sih?"
"Gue baru ketemu sama wanita ******, dia yang bikin gue putus sama Riko!"
"Apa?"
"Loe- loe pada ada yang punya ide gak?"
"Gue ada ide!" jawab salah satu teman Anggun.
-----
"Hahaha kamu lucu sekali." Mira tertawa dengan cerita Indra.
"Akhirnya kamu ketawa juga, manis deh!"
Mira langsung diam mendengar rayuan Indra.
"Aku salah ngomong ya?" tanya Indra.
"Ah enggak kok!"
"Permisi, mas Indra dicari sama bu Ajeng!" kata pelayan.
"Oh iya,"
"Sebentar ya!" Indra berpamitan sama Mira.
Mira menikmati kue di pesta itu.
"Anda Mira?" tanya pelayan.
"Silahkan ikut saya!"
Mira mengekori pelayan itu. Ternyata pelayan itu membawa Mira masuk kedalam rumah, dan mengantarkannya ke sebuah kolam renang. Pelayan itu pamit meninggalkan Mira, tanpa penjelasan meskipun Mira bertanya.
"Haduh dingin banget, siapa juga yang ingin ketemu? dan kenapa juga harus di kolam renang?"
"Hufff!" Mira mendengus kesal.
-----
Rama kembali menemui Mira, namun Mira tak ada di tempat, dimana dia meninggalkan Mira. Rama mencoba menelfon Mira,
Rindingdingding... suara nada dering ponsel Mira.
Ternyata Mira meninggalkan dompet dan ponsel nya di meja.
"Ceroboh sekali dia!" Rama mengambil dompet dan ponsel Mira.
Lalu dia berkeliling mencari Mira.
-----
"Selamat hari Anniversary buat Tuan Anam dan Nyonya Ajeng yang ke 30, Semoga tambah langgeng, selalu sehat dan saling melengkapi di masa tua nanti,"
"Acara puncak malam ini, kami persembahkan, silahkan lihat ke langit!"
Duarrr... duarrr... duarrr... suara kembang api mewarnai langit yang cerah.
"Silahkan menikmati pestanya!"
kembali MC menyampaikan kata-katanya.
-----
Duarrr... duarrr... duarrr...
"Wah indah sekali!" Mira menatap langit, seakan terhipnotis dengan keindahan langit itu.
Plok... plok... plok... plok... suara tepuk tangan.
"Wah... wah... wah... ada siapa ini?" suara Anggun membuyarkan lamunan Mira.
Mira berdiri.
"Oh jadi dia wanita ******, yang sudah merebut Riko dari loe Nggun?" tanya teman Anggun.
__ADS_1
"Masa sih, kelihatannya dia wanita lugu!" kata temennya yang lain.
"Eh jangan salah, muka boleh lugu, hati mana ada yang tahu?"
"Hahahahaha." mereka tertawa bersama.
"Ma'af saya harus pergi!" Mira beranjak dari tempatnya.
"Eits gak sopan banget, diajak ngomong malah pergi!"
"Namanya juga wanita ******, mana tahu sopan santun! hahaha"
"Loe yang udah ngrusak hubungan gue sama Riko, jadi loe harus tanggung jawab!"
"Ma'af kenapa kamu selalu mengaitkan saya dengan mas Riko?"
"Bukannya, kamu sendiri yang bikin mas Riko kecewa!"
"Dasar *****, pinter banget loe ngomong ya!"
"Kalau loe gak ngaduin gue sama Riko, dia gak bakalan tahu semuanya!"
"Siapa yang ngaduin, aku gak pernah ngaduin kamu sama mas Riko tuh!"
"Maunya sih aku aduin, eh ternyata mas Riko sudah tahu duluan, syukur deh, bisa terbebas dari cewe jahat macam kamu!"
"Kamu ya, bener- bener!" Anggun geram.
-----
Di lantai atas. Indra mendengar suara ribut, dia pun mencari ke arah sumber suara tersebut, sampai dia melihat ke kolam renang, meskipun lampu remang-remang dia bisa melihat ada keributan di sana, ternyata ada seorang wanita yang dia kenal, yaitu Anggun.
Byurrr... Mira terjebur ke dalam kolam renang.
"Hap... hap.. hap.. tolong.. tolong... aku gak bisa renang!" Mira berusaha menaikan tubuhnya namun gagal kakinya tak mencapai dasar kolam itu, terlalu dalam.
"Nggun gimana nih?" tanya temen Anggun, panik.
"Udah biarin aja, biar sekalian ******!"
"Ayo pergi!"
"Tapi Nggun!"
"Udah, mumpung gak ada yang tahu!"
Mendengar suara seseorang tercebur ke dalam kolam Indra bergegas lari menuju kolam itu, dia melihat masih ada bayangan orang-orang tadi,
"Hey tunggu!"
Mendengar suara seseorang Anggun dan teman-temannya lari meninggalkan kolam itu, mereka tidak mau tertangkap basah karena kelakuan mereka.
-----
15 menit sebelum kajadian terceburnya Mira.
Rama mengambil ponsel dari saku nya karena berdering,
"Hallo Assalamu'alaikum Riko."
"Waalaikumsalam, loe dimana jemput gue di bandara sekarang!"
"Gue lagi ada di pestanya bu Ajeng dan pak Anam!"
"Bisa jemput gue gak loe?"
"Wah gak bisa nih, gue tadi kesini sama Mira,"
"Sekarang Mira nya ngilang!"
"Apa? Mira hilang?"
"Gimana sih loe gak bisa jagain Mira?"
"Ya mana gue tahu kalau Mira bakalan hilang! kalau tahu bakal hilang gue gandeng dia trus!"
"Haist oke sekarang gue nyusul kesana!"
"Cepet cari yang bener, gue punya firasat gak enak!"
"Iya ini gue juga lagi nyari, gue juga punya firasat gak enak, apalagi tadi ketemu sama Anggun!"
"Apa? Anggun?"
"Sial dia bakal di kerjain Anggun, cepat cari!"
Telfon terputus, Rama kembali berkeliling mencari Mira sesekali dia bertanya pada pelayan, namun hasilnya nihil.
-----
Riko panik setelah mendengar kalau Mira hilang, apalagi Mira baru saja bertemu dengan Anggun. Riko tahu sifat Anggun dia pasti akan mengerjai Mira habis-habisan. Riko segera menghentikan taksi di jalan, pergi menyusul Mira dan Rama.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.