Pertama Kali

Pertama Kali
Episode 39


__ADS_3

Mereka menikmati kue nya dengan menikmati kembang api, saat kembang apinya habis Riko menyalakannya lagi. Kue juga sudah habis, angin malam pun sudah terasa sangat dingin. Riko mengeluarkan paperbag yang dia taruh di dekat pot bunga dan memberikannya ke Mira,


"Ini, terimalah!"


"Apa ini mas?"


"Bukan apa-apa, aku ingin benda itu menemani langkah mu!"


Mira mengambil kotak di paperbag itu, lalu membukanya,


"Sepatu!"


"Ini sepatu mahal mas!" ucap Mira setelah melihat merknya.


"Mas cuma pilih yang mas suka dan yang ukurannya pas sama ukuran kaki mu!"


"Sekalian mas mau pamit!"


Mira kaget lalu melepaskan sepatu yang di cobanya,


"Mas mau kemana?"


"Besok mas mau ke Jakarta!"


"Menemui Rama dan 'orang itu'!"


"Hmmm,"


"Hati-hati mas!"


"Aku cuma bisa bantu do'a!"


"Iya!"


"Dan mas minta kamu juga hati-hati disini!"


"Bisa jadi dia juga punya orang yang selalu mengawasi kamu dan kakak ipar!"


"Iya mas!" jawab Mira dengab senyum manisnya.


"Sudah ayo masuk!"


"Angin malam gak baik untukmu!"


"Iya mas!"


"Besok mas berangkat jam berapa?"


"Mungkin jam 10an!"


"Ada apa?"


"Gak pa pa mas!"


"Cuma nanya!"


-----


Di kamar Mira.


Mira membuka kotak kecil berwarna pink di laci lalu membukanya, masih tersimpan manis liontin dari Riko. Mira membuka lalu memakai liontin itu, dia sangat senang sekali karena Riko memberikan kejutan di hari ulang tahun nya. Meskipun dia sangat senang, tetapi Mira sangat cemas karena besok Riko akan pergi ke Jakarta.


Besok aku harus memberikan dasi ini kepada Mas Riko, aku ingin agar dasi ini menemani Mas Riko, saat aku tak bersamanya. Mira.


-----


Pagi ini seperti biasa Mira menyiapkan sarapan untuk semuanya, dia juga membuatkan sandwich untuk Riko. Setelah dia menyiapkan semuanya di meja, Mira bergegas untuk segera mandi.


Di meja makan,


"Berapa hari kamu di Jakarta Ko?" tanya Bu Eny.


"Cuma 3 hari kok Kak!"


"Doakan saja semoga semuanya berjalan dengan lancar!"


"Iya Aamiin!"


Sebelum Mira berangkat kerja, dia


pergi ke kamar Riko dengan membawa sebuah kotak kecil.


Tok.. tok… tok…  Mira mengetuk pintu Riko.


"Masuk!"


"Eh, ada apa Dek?" tanya Riko setelah melihat Mira masuk.


"Ini untuk kakak!" jawab Mira dengan memberikan kotak itu.


"Ini apa?"


"Sebenarnya sudah dari dulu ingin Mira berikan kepada kakak! tapi Mira menunda-nunda nya!"


"Kakak buka sekarang ya!"


"Nanti saja! setelah Mira berangkat kerja! Mira malu!"


"Sekalian Mira pamit!"


"Hati-hati ya Dek!"


"Maaf Mas gak bisa mengantar mau kerja!"


"Nggak papa kok Mas! kan Mira berangkat kerja sama Bu Eny!"


"Bismillah ya Mas!"

__ADS_1


"Iya Bismillahirrohmanirrohim!"


Mira keluar dari kamar Riko, dengan pipi merah merona antara malu, bahagia, dan cemas. Mira bergegas ke bawah agar Bu Eny tidak menunggunya.


-----


Di kamar Riko.


Riko membuka hadiah yang diberikan oleh Mira, Dia sangat senang sekali dengan dasi yang diberikan oleh Mira. Dasi dengan warna hitam dengan motif bintang-bintang kecil. Riko juga sangat senang sekali, karena pada akhirnya Mira menggunakan liontin yang Ia berikan dulu, liontin dengan inisial huruf IR.


Setelah Riko menyiapkan semua dokumen yang akan dibawanya, dia berpakaian dan menggunakan dasi yang diberikan oleh kekasihnya. Ada rasa semacam kekuatan yang dia rasakan setelah memakai dasi pemberian Mira, mungkin karena Mira yang memberikannya.


Riko mengambil ponselnya di nakas, terlihat dia akan membuat suatu panggilan. Setelah beberapa kali menunggu akhirnya di ujung telepon itu ada sebuah jawaban,


"..."


"Waalaikumsalam, Kamu sudah siap?"


"..."


"Aku akan menjemput kalian!"


"Assalamualaikum!"


"..."


Ponsel dimatikan.


-----


Di kantor.


"Eh kalian tahu nggak?"


"Enggak!" jawab Mira dan Faisal secara bersamaan dengan cekikikan.


"Kalian nyebelin deh!"


" Males aku!"


"Loenya belum cerita udah nanya duluan!"


"Kami tahu apa enggak? ya dari mana kita tahu!"


"Ya mungkin saja loe sama Mira sudah tahu!"


"Makanya gue nanya!" jawab Rena kesal.


"Sudah-sudah kalian nih! Kalau ketemu kayak kucing sama anjing melulu!"


"Berantem terus!"


"Ya sudah Ren kamu mau tanya apa?"


"Faisal tuh Mir!"


"Beneran!"


"Ya sudah ma'af!"


"Sekarang cerita! Ada apaan?"


"Gue dengar sekarang Pak Aldi ada di kantor polisi!"


"Dan sekarang Ike nggak masuk kerja loh!"


"Loe dapet gosip dari mana?"


 "Masa iya pak Aldi masuk kantor polisi!"


"Dari anak-anak di bawah tuh!"


 "Waktu aku naik lift, banyak banget yang cerita masa cuma gosip!"


"Loe nih, ngesosip melulu!"


"Gak percaya ya terserah loe aja Sal!"


"Sudah-sudah, ayo makan siang!"


"Laper aku tuh!"


"Oke!" jawab Rena dan Faisal bersamaan. Meskipun mereka sering berantem tapi mereka juga cepat saling mema'afkan maka dari itu Mira sangat senang bisa berteman dengan Rena dan juga Faisal.


-----


Di jakarta.


Riko, Jihan dan Johan telah sampai di Jakarta. Rama menjemput mereka di bandara dengan menggunakan mobilnya,


"Langsung ke apartemen gue apa gimana?"


"Iya!"


"Capek banget!" ucap Riko seraya membuka pintu mobil.


"Saya Jihan adiknya Kak Jo!" kata Jihan dengan mengulurkan tangan ketika sedang memasukkan ransel ke bagasi mobil Rama.


"Oh ya, kenalin saya Rama!"


"Kita makan dulu aja gimana?"


"Baiklah kalau begitu!"


"Aku juga sudah laper!"


"Yang dekat apartemen mu aja!" ucap Riko menimpali

__ADS_1


"Iya-iya!"


Rama melajukan mobilnya, Riko langsung memejamkan matanya, Jihan sedang mengecek ponselnya, dan Johan langsung membuka laptopnya. Mereka sibuk sekali! Rama.


Mereka telah sampai di resto dekat apartemen Rama. Setelah memesan menu Rama duduk dengan mereka,


"Gue dengar pak Aldi sudah di kantor polisi!"


"Iya benar!"


"Namun dia gak mau buka mulut untuk masalah perihal kecelakaan itu!"


"Pak Rama sudah dapat bukti tentang percakapan kalian?"


"Sudah lah!"


"Semoga ini bisa menjerat mereka!"


"Semoga saja!" jawab Jihan menimpali.


"Ini pak bu pesanannya!"


"Silahkan menikmati!" ucap waiters itu kemudian berlalu.


"Makan dulu ayo!" ajak Riko semangat.


-----


Di apartemen Rama.


Riko dan Johan sedang membahas apa yang akan mereka lakukan saat bertemu dengan 'orang itu'. Rama datang membawa bukti rekaman dan juga dokumen yang ditanda tangani oleh 'orang itu' jika Rama melakukan apa yang dia minta.


"Thanks Bro!"


"Loe gak menghianati gue!" ucap Riko seraya menepuk pundak Rama.


"Gue gak akan pernah lakuin itu ke Loe!"


Flashback On.


Dua hari setelah meninggalnya Pak Angga. Riko dan Rama mendatangi apartemen Johan perihal CCTV yang merekam sebelum kecelakaan yang terjadi pada Riko dan Almarhum Pak Angga,


"Ko!" seru Rama kepada Riko.


"Apa?"


"Orang itu!"


"Gue tahu orang itu!" Rama menunjuk ke arah orang yang naik mobil (CCTV kecelakaan Riko). Untung saja kamera CCTV nya sudah di perjelas oleh Johan, butuh tiga bulan, untuk itu.


"Beneran?"


"Iya, dia orang yang loe tabrak waktu pulang dari bandara!"


"Kemarin waktu Pak Angga kritis!"


"Loe gak salah lihat kan?"


"Gak lah!"


"Ganteng-ganteng gini, mata ku gak siwer tahu!"


"Heleh!" ucap Riko seraya menoyor bahu Rama.


"Tapi benerkan yang loe ucapin?"


"Tentulah!"


"Baik, karena Pak Rama sudah tahu orangnya!"


"Kini rekaman CCTV sebelum kecelakaan Pak Angga juga akan mengejutkan kalian!" Johan membuka file lainnya, lalu terlihat sebuah video lagi.


Di video itu ternya juga terlihat orang yang sama dengan orang yang Rama maksud. Riko murka dia menggebrak meja Johan, untung saja meja itu terbuat dari kayu. Jika rusak maupun hancur itu tak akan terlalu melukai tangan Riko.


Dan lagi Johan memperlihatkan CCTV yang merekam pertemuan 'orang tadi' dengan sosok yang Rama dan Riko kenal. Maka dari itu Riko dan Rama membiat rencana agar mereka bisa menjebak 'orang itu'.


Setelah mereka pulang dari apartemen Johan, mereka mampir ke sebuah restoran untuk makan siang. Namun hal yang tak terduga terluhat di depan mata mereka. Mereka melihat, 'orang tadi' keluar dari mobil Pak Aldi, tentu saja itu membuat Riko dan Rama saling bertanya, ternyata Pak Aldi ada kaitannya dengan mereka.


Rencana pun berubah. Riko dan Rama kembali ke apartemen Johan untuk mendiskusikan rencana mereka yang baru, karena ternyata ada orang dalam yang ikut andil dari kecelakaan itu,


"Jadi apa rencana mu?" tanya Riko kepada Johan setelah menceritakan apa yang di lihatnya.


"Baik Pak Riko!"


"Hmmm, tapi saya minta Pak Rama ikut terlibat dalam rencana ini!"


"Boleh!" ucap Rama seraya meletakkan gelas yang berisi jus yang dia minum.


"Bagaimana jika Pak Rama dan Pak Riko terlihat tak akur dalam beberapa hari kedepan, sampai mereka bisa mengambil Pak Rama yang notabene orang kepercayaan Pak Riko, agar mereka bisa mengajak Pak Rama ikut dalam rencana mereka,"


"Istilahnya menghianati pak Riko!"


"Wah gimana itu!"


"Ya kalau itu loe cari cara agar gue bisa marah sama loe!"


"Oke lah, kapan-kapan gue pikir caranya!"


"Kalau bisa jangan lama-lama pak!"


.


.


.


Bersambung. Terima kasih sudah mampir, mohon krisannya.

__ADS_1


NB: 'orang itu' dan 'orang tadi' beda ya! 🤗


__ADS_2