
Di dapur. Mira kebingungan, karena memang dia tak pernah membuat jus sebelumnya. Akhirnya dia memanggil mak Idah yang masih menonton sinetron ikan terbang dikamarnya.
Tok.. tok.. tok... suara tangan Mira mngetuk pintu kamar mak Idah.
Mak Idah segera membuka pintu kamarnya.
"Ada pa Mir?"
"Mak... ajari Mira buat jus!"
"Jus buat siapa Mir?"
"Buat mas Riko mak."
Aneh mas Riko kan gak pernah minum jus jambu, kalau non Izza sih sering. Mak Idah.
"Ya udah, mak matiin dulu TV nya."
"Kamu ambil alatnya di lemari bawah meja dapur di sebelah kanan ya!"
"Ada tulisannya juicer."
"Iya mak."
Mira berlari dan segera membuka lemari bawah meja dapur itu, mencari tumpukan kardus dengan tulisan juicer, Dia meletakkan juicer ke meja dapur, dia juga mencuci dan memotong jambu yang telah diambilnya tadi. Mak Idah datang,
"Kamu kenapa gugup gitu?" tanya mak Idah selagi mencolokkan kabel juicer setelah memasukkan potongan buah jambu itu. Mak Idah menujuk gelas, Dan Mira segera mengambilkan nya.
"Takut mas Riko..."
Sreeeng...sreeengengengngeng
"Takut mas Riko marah mak, kalau nanti telat."
Mira melanjutkan perkataan nya dengan berteriak takut mak Idah tidak tak mendengar.
"Oh."
Mak Idah hanya tersenyum, dia tahu mas Riko ngejahili Mira lagi.
"Mir, kamu kalau sama mas Riko gak usah tegang-tegang ya?"
"Mas Riko lagi jahilin kamu ini." kata mak Idah seraya menyerahkan gelas berisi jus jambu yang sudah jadi.
"Masa sih mak?"
"Iya... pasti nanti dia minta diambilin apel." kata mak Idah tersenyum tipis.
"Ya sudah mak, Mira mau ke atas,"
"Nanti mas Riko tambah marah lagi karena Mira lama."
"Hati-hati ya." kata mak idah terkekeh.
Mira berlalu meninggalkan mak Idah didapur. Sesampai di depan kamar Riko,
Mira mengetuk pintu kamar Riko yang sudah terbuka, Riko menoleh sebentar lalu melanjutkan pekerjaannya.
"Ini mas Jus nya!"
"Masa cuma jus jambu, aku juga suka apel,"
"Cepet bawain apel kamari!"
"Eh... iya mas."
Bener kata mak Idah, hadeh. Batin Mira mengeluh.
__ADS_1
Mira berlari kedapur. Mengambil 3 buah apel dari kulkas dan meletakkan di piring, melihat Mira berlarian mak Idah hanya tertawa kecil.
"Mir, jangan lupa pisaunya."
"Eh iya mak, makasih sudah nginget-in."
"Bawa juga air putih segelas!"
"Iya mak."
Kali ini Mira menurut kata mak Idah, karena mak Idah sudah lama mengenal Riko.
Mira mebawa nampan berisi apel dipiring dan juga segelas air, dia langsung masuk ke kamar Riko tanpa mengetuk.
"Ini mas apel nya!"
Menyerahkan sepiring apel didekat Riko.
"Kupasin dong mbak, lagi nanggung nih!"
"Iya mas."
Mira menurut mengupas dan memotong 2 buah apel tersebut. Riko makan potongan buah apel itu satu per satu dan mengunyahnya, dengan mata nya yang masih tertuju pada layar laptop milik nya. Masih tersisa 1 buah apel. Riko meminum air putih lalu berdiri setelah menutup laptop miliknya.
"Sudah yang 1 itu untuk mbak,"
"Trus jus jambunya buat Izza, dia suka jus jambu!"
"Jangan bilang dari aku jus nya "
"Baik mas."
Riko keluar kamar dan diikuti Mira,
"Mbak nanti aku lembur,"
"Mbak nanti tungguin aku pulang ya, buka pagar rumah nya!"
"Iya mas."
"Masukkk" kata Iza yang mendengar suara ketukan pintu kamar nya.
"Non Izza lagi apa?" kata Mira sambil meletakkan jus jambu di dekat Izza.
"Lagi ngerjain PR mbak,"
"Eh... ini jus jambu buat Izza ya mbak."
"Eh iya non."
"Wah makasih ya mbak"
"Sama-sama non."
"Nanti setelah ngerjain PR main yuk mbak!"
"Iya non."
Waktu berlalu, pak Angga dan Bu Eny sudah pulang. Mereka menikmati makan malam tanpa Riko, karena dia lembur. Setelah menikmati makan malam dan mencuci piring kotor Mira ke Kamar mak Idah, mak Idah masih Asyik menonton sinetron ikan terbang favorit nya.
"Mak boleh nanya?" Mira tiba-tiba nyeletuk.
"Boleh, nanya apa?" Mak idah masih fokus menatap layar kaca TV itu.
"Kalau mas Riko lembur, kira-kira jam berapa mak pulang nya?"
"Biasa nya sih jam 10an Mir,"
__ADS_1
"Emangnya kenapa?"
"Mas Riko minta Mira menunggu."
"Oh.. ya sudah mak temani ya?"
"Iya mak, makasih."
Sudah jam setengah 10, ternyata mak Idah sudah tertidur, sementera Mira masih menunggu di kamar mak Idah.
Masih lama gak ya mak Riko? Apa aku nunggu di teras aja, biar nanti tahu kalai mas Riko pulang? Ya udah gitu aja deh, tunggu di luar. Mira.
Mira kekamar nya setelah mematikan TV dan mengambil Buku yang di pinjam dari Izza tadi sore. Dan segera ke teras duduk dan membaca buku itu.
Jam berdentang 10 kali tapi mas Riko belum ada tanda-tanda telah pulang, Mira masih membaca buku dan menunggu.
15 menit berlalu. Ada sebuah taksi berhenti tepat di depan rumah itu, Mira bergegas membuka pagar, setelah tahu Riko yang keluar dari taksi itu.
"Kok belum tidur mbak?" tanya Riko yang berwajah kusut karena kecapekan.
"Lagi nunggu mas Riko pulang."
Masa mas Riko lupa, dia kan yang minta ditungguin. Mira.
"Apa nungguin aku?" kata Riko terheran.
"Eh Iya mas."
Oh iya tadi aku yang minta dia untuk nungguin aku, ternyata dia nurut juga, hehehe. Riko.
"Ya sudah mbak, tidur sana,"
"Makasih sudah bukain pagarnya, Aku mau mandi dulu gerah!"
"Iya mas,"
"Mas, tadi saya masak air buat mandi mas."
"Oh... makasih mbak."
Perhatian banget, baru juga mulai kerja. Riko.
Mira menuju dapur yang akan mengambil panci berisi air panas, melihat Mira yang akan membawa air tersebut Riko berkata,
"Udah mbak, biar aku aja yang bawa air nya,"
"Tolong tuangin aja ke ember kecil!"
"Baik mas."
Mira melakukaan yang disuruh Riko, dan membawa ember itu keruang tamu, karena Riko sedang duduk di sofa itu.
"Ini mas air nya."
"Oh makasih mbak,"
"Udah mbak tidur aja, udah malem!"
"Baik mas."
Riko mengambil ember itu dan membawanya ke atas, sedangkan Mira ke kamarnya, dia langsung tertidur karena memang dia tak pernah tidur selarut itu.
.
.
.
__ADS_1
Akankah, keesok harinya Riko masih mengerjai Mira? Tunggu episode selanjutnya!
Terima kasih sudah bersedia membaca novel pertama Author. Mohon kritik dan sarannya. Ma'af jika ada tanda baca ataupun typo. Mohon bimbingannya.