
Keesokan harinya,
Aku menunggu Kyeri di rumah sakit karena Kyeri bilang akan menjemput ku dan akan berangkat bersama ke SMA.
10 menit kemudian,
Kyeri datang menggunakan motor vikson berwarna Silver. Aku melihatnya dari jendela tetapi aku pura-pura saja tidak tau.
Setelah menaruh motornya di parkiran rumah sakit, Kyeri langsung menuju ke ruangan ayah sembari memainkan kunci motornya yang di lempar ke atas lalu ia menangkapnya kembali.
Tok..tok..tok..
Ketukkan pintu ruangan ayah sangat jelas.
Grek..
Ibuku langsung membukakan pintu dan benar saja itu Kyeri yang datang. Mengenakan kemeja merah serta celana dasar hitam, pakaian Kyeri nampak rapih sekali.
"Eh nak Kyeri, yaampun rapih banget. Mau kemana?" tanya ibu.
"Hehehe pagi tante," Kyeri mengambil tangan ibu untuk bersalaman.
"Kyeri sama Nadta mau ke SMA dulu tante, mau daftar ulang sekalian mau liat lokasinya dimana," jelas Kyeri.
"Oalah tunggu sebentar ya Nadta masih dandan."
"Ih udah selesai kok bu," sahutku dari sudut kamar ini.
"Yaudah kalau gitu cepetan berangkatnya nanti keburu siang lagi."
"Iya ibuku sayang."
Aku dan Kyeri pun berpamitan untuk pergi ke sekolah bersama. Saat menuju parkiran, aku melihat lorong yang semalam aku lewati bersama Zera.
Memang benar lorong ini sangat sepi bahkan di pagi yang cerah seperti ini pun sangat sepi sekali.
"Liatin apaan sih?" tanya Kyeri melihat ke arah lorong itu.
"Ahahah bukan apa-apa kok," ucapku sembari menepuk pundak Kyeri dan menariknya langsung ke parkiran.
Tubuhku sudah mulai bergidik merinding kembali dan aura yang seperti semalam pun muncul kembali.
...~•< Parkiran Rumah Sakit >•~...
"Nadt pake ini dulu sini," panggil Kyeri.
Karena aku berada cukup jauh dari Kyeri, bukan karena aku masih memikirkan lorong atau aura dingin tadi.
Tetapi aku tau Kyer akan mengeluarkan motornya dan aku pun harus mencari tempat untuk menunggu.
"Apaan?" tanyaku langsung menghampiri Kyeri.
"Udah sini," jawab Kyeri lagi.
Helm? Ya benar helm berwarna cokelat muda di sertai garis putih pada pinggir helm ini.
Tek..
__ADS_1
Kyeri melepaskan helm itu dari ujung motornya dan langsung memakai kan helm ini ke kepalaku.
Wangi helm ini seperti baru bahkan kertas yang ada di depan kaca helm ini pun masih terpasang jelas.
"Dah aman," ucap Kyeri sembari tersenyum.
Puk..puk..puk..
"Awas dikit Nadt aku mau keluarin motor."
"Heh?" ucapku secara tiba-tiba.
Kyeri pun mendorong motornya keluar dari baris parkiran dan mulai menyalakan motornya. "Kenapa?" tanya Kyeri saat aku menaiki motor ini.
"Kamu tumben Ke ngebahasin atau ngucap pake kata aku. Biasanya aja gua elo."
"Iyatah? Enggak kok."
"Enggak salah lagi, hehehe. Ada angin apa nih?" tanya ku lagi.
"Enggak ada loh Nadta."
"Hmm, bohong aja."
Selama di perjalanan aku dan Kyeri mengobrol bersama. Obrolan ini terasa hangat, hangat sekali setelah hampir setahun kami tidak pergi berdua, akhirnya hari ini adalah awal dimulai nya perjalananku.
"Helm baru tah ini Ke?" tanya aku.
"Kenapa emang?"
"Ini masih ada label di depan kacanya sama dari bau-baunya juga sih masih baru."
"Hilih bicit," ledek ku.
"Nah kamu ini gak percaya."
"Tuh kan kamu ngomong pake aku kamu lagi, hmmm Kyeri sekarang gemes deh," ucap ku sembari mencubiti pundak Kyeri.
"Sakit Nadta! Nadt sakit astaga."
Percakapan seperti itu pun masih panjang lagi sampai akhirnya di depan gerbang SMA, aku dan Kyeri tidak berbicara lagi.
Aku turun dari motor Kyeri dan langsung mundur menjauh dari Kyeri. Menaruh helm di ujung jok paling belakang aku pun langsung masuk ke dalam gedung sekolah.
Belum, baru saja selangkah aku menjauh dari Kyeri, aku pun langsung di tahan oleh Kyeri dan seperti biasa kami pun jalan beriiringan.
"Ke, kamu jauhan dikit. Malu nanti di sangka kita apa lagi."
"Di sangka apa?" tanya Kyeri lagi.
"Ish Ke jauhan dikit," ucapku sembari menghempas Kyeri menggunakan map pendaftaran.
"Ahahaha oke, oke."
Saat masuk ke dalam gedung ini, bangunnya sangat asik sekali. Tanaman dimana-mana, pohon yang cukup rimbun saja ada.
"Ke kita kemana ini?" tanya aku mendekat lagi ke Kyeri.
__ADS_1
"Sebentar kita tanya dulu ke pak satpam."
Pak satpam ada di ujung dekat kelas sedang mengepel lantai sembari bernyanyi. Mungkin dirinya terlalu fokus sampai akhirnya ia tak melihat kalau ada kami di belakangnya.
Puk..puk..puk..
Tepukan pundak dari Kyeri membuat pak satpam terkejut dan tubuhnya terduduk di lantai basah yang baru saja ia pel.
"Astagfirullahalazim," ucap pak satpam loncat membalikan badan.
Brugh!
tubuhnya pun terjatuh. "Ehh, pak maaf-maaf saya gak sengaja. Saya cuma mau nanya aja padahal bukan niat ngagetin kok," ucap Kyeri membantu pak satpam berdiri.
"Iii-ih," ucap pak satpam memukul Kyeri mengenakan topinya.
"Maaf ya pak," ucap ku juga meminta maaf.
"Huh.. kalian berdua ini, mau apa?" tanya pak satpam bernada sedikit jengkel.
"Ruangan pendaftaran di sebelah mana ya pak? mau ngaruh berkas sama, daftar ulang sekalian."
"Itu noh, di kelas tiga dari tangga ini."
"Oke pak terimakasih."
Kyeri pun kembali menuntun tanganku ke maiki anak tangga, Walau tidak terlalu banyak, Kyeri tetap menggenggam tangan ku sangat erat.
"Dasar anak jaman sekarang," gumam pak satpam.
Akhirnya kami sampai di depan ruangan pendaftaran. Cukup banyak orang yang antusias untuk bersekolah disini.
Sepasang mata pun melirik kami dengan tatapan yang sinis. Kyeri langsung meminta arahan ke petugas untuk daftar ulang ini.
Petugas pun memberikan panduan cara dan apa saja yang harus diisi di dalam lembar kertas ini.
"Banyak banget yang harus diisi?" gumamku.
"Ayok Nadt," Kyeri mengajakku mencari bangku.
"Ini gimana?" tanya ku ke Kyeri.
"Sini, aku bantuin."
"Tuh kan, pake aku lagi," ledekku sembari berbisik.
Tidak butuh waktu lama untuk mengerjakan ini. Hanya butuh waktu 15 menit kami menyelesaikannya ini dan setelahnya, aku menyerahkan semua berkas-berkas ini ke petugas.
Di luar kelas.
"Kok kamu bisa tau susunan itu semua Ke?" tanya aku heran.
"Gua pernah bantu ibu ngisi formulir kayak gitu pas adik mau masuk TK. Walaupun aku gak begitu paham tetapi aku bantu aja isi Formulirnya sampai banyak yang salah hehehehe," jelas Kyeri.
"Oalah, hebat ya kamu."
"Kamu juga gak kalah hebat kok Nadt. Kamu hebat banget bisa dapet beasiswa full dan sekolah di sekolah yang cukup terkenal ini pastinya karena aku deh."
__ADS_1
"Hmm," ucapku sedikit jutek saat Kyeri mulai membanggakan dirinya sendiri.
Bersambung..