Pesawat Kertas Untuk Kyeri

Pesawat Kertas Untuk Kyeri
• Troublesome •


__ADS_3

Setelah hari itu, hubungan Nadta, Tiyas, Kyeri, Renaldi dan Teo semakin membaik walaupun ada sedikit drama di antara Teo dan Kyeri.


...~▪︎~...


Kenaikan kelas pun tiba.


Kini mereka berlima menjadi kakak kelas atau senior yang cukup unggul di kelas Mipa 2 dan masalah-masalah pun bertambah.


Mulai dari demo penurunan kepala sekolah, Tawuran sekolah antar preman, Teo yang hampir di keluarkan karena ketahuan menjadi mata-mata sekolah dan lainnya.


Tapi sebisa mungkin mereka saling membantu setiap ada masalah yang datang.


Hingga akhirnya....


Tet .... tet... tet... (bel istirahat berbunyi)


Setelah guru keluar kelas, tiba-tiba ada perempuan yang tak lain adalah Zera datang tergesa-gesa kedalam kelas Nadta.


Brak! (tubuh Zera menabrak pintu)


"NADT!" pekik Zera membuat orang-orang yang ada di dalam ruangan tertuju ke arahnya.


"Iya? Kenapa Ze?"


"I.. itu!"


"Itu apa?" Tanya Renaldi.


Sedangkan Kyeri hanya mengerutkan dahi sembari menatap tajam Zera yang berada di depan pintu.


"Ihhh udah ayok Nad, ikut gua sekarang!" Perintah Zera lalu keluar dari ruang kelas.


"Zera kenapa sih?" Gumam Nadta.


Nadta pun langsung menyusul langkah Zera perlahan-lahan dan disusul dengan langkah Kyeri di belakangnya.


Saat sedang asyik mengikuti langkah Zara, Zera tiba-tiba berhenti di sebuah sudut bangunan sembari menghadangkan tangan agar Nadta tidak berjalan lagi.


"Stop!" bisik Zera.


"Wisss kalo ngerem gak suka bener mendadak ih!" ujar Nadta.


"Kenapa sih?" Lanjut Nadta.


"Itu si Viko!"


Deg ....


"Kenapa?"


"Dia ketahuan ngehamilin anak 12 Bahasa," bisik Zera.


"Syukurlah." Sahut seseorang dari belakang mereka berdua.


Dengan wajah sama-sama tegang dan saling bertatapan, Zera menatap secara perlahan ke arah belakang dan ...


Bugh!


"Lo itu kebiasaan banget sih Ke selalu nimbrung kalo orang lagi ngobrol."


"Enggak, gua cuma takut si cempreng ini ngebawa Nadta pergi," ledek Kyeri membuat Zera ingin berbicara panjang.


"Hmmm"


Sebelum Zera berbicara Nadta langsung menutup mulutnya dengan tangan sebelah kanan.


Nadta pun mulai mendengar kan pembicaraan antara kepala sekolah yang baru dengan wali murid Viko.


"Ibu tau dari mana kalau Viko yang melakukannya?"


"Saya mendengar sendiri percakapan antara ananda Viko dengan ananda Icha saat pelajaran olahraga selesai."


"Ananda Icha berkata 'Bagaimana jika kita gugurkan saja anak ini, aku belum siap menjadi ibu,' dan tanggapan ananda Viko sangatlah bijak. Tetapi jal ini tidak bisa di benarkah di dalam sekolah bu."

__ADS_1


"Apa lagi sejak kejadian kepala sekolah yang lama, nama SMA kita semakin jelek di pandang masyarakat luas. Saya tidak mau masalah datang terus menerus ke sekolah kita."


"Tetapi jika ibu meminta Viko tetap bersekolah, maka kami akan memindahkannya ke tempat lain dan memberhentikan Icha sebagaimana mestinya."


Mendengar percakapan itu, Nadta hanya terdiam dan begitu pula dengan ibu Viko.


'Apa yang Viko pikirkan sampai berbuat hal seperti itu?' Batin Nadta.


"Saya akan bicara dengan Viko bu dan keluarga Icha bu, tetapi saya harap berita ini jangan sampai tersebar ke semua siswa-siswi disini." Pinta ibu Viko.


"Baik saya akan usahakan."


Setelah mendengar percakapan itu, Nadta jadi memikirkan akan satu hal tapi dia sendiri pun tidak tahu apa hal itu.


...~▪︎~...


Jam istirahat berlalu, berganti kembali pembelajaran.


Kini jam pulang pun berbunyi, siswa-siswi berjalan menuju pintu gerbang sembari membawa tas masing-masing dengan raut wajah gembira.


Parkiran sekolah.


"Ke, kamu pulang duluan aja ya, aku mau pergi sebentar."


"Kemana?"


"Ada lah, sebentar aja. Nanti tolong bilangin ibu ya aku pulang telat."


"Gak!"


"Ish Ke tolong ya," pinta Nadta dengan nada lembut.


"Enggak."


"Sama aku perginya!"


"Gak, gak bisa."


"Bisa, udah ayok naik."


Rencana yang sudah di susun Nadta pun hancur dan Nadta mau tidak mau pergi bersama Kyeri.


Du tengah-tengah perjalanan, Nadta menepuk pundak Kyeri dengan cepat sembari berkata, "Ke pelan-pelan dikit bawa motornya."


Kyeri menuruti perintah Nadta dan ternyata Nadta sedang memperhatikan mobil yang tak asing sedang terparkir di halaman rumah Wulan.


"Itu mobil Viko kan?" Tanya Nadta ke Kyeri.


"Iya."


"Kok di rumah Wulan?" Pertanyaan kompak antara kedua orang tersebut.


"Ih, kok samaan hahaha," ucap Nadta sembari tergelak.


"Yaudah kita pulang dulu aja ya, nanti kita temuin Viko."


Deg!


'Kok Kyeri bisa tau'


"Aku mana mungkin gak bisa ngerti perasaan kamu Nad, dari kecil kita selalu bareng-bareng sampe segede ini kita masih bareng, jadi bohong kalau aku gak tau isi kepala kamu," tutur Kyeri ke Nadta.


Nadta hanya diam sembari memanjang pundak Viko yang begitu gagah.


...~▪︎~...


Malam pun tiba.


Tok ... tok ... tok ...


Grek ...


"Aih tumben nak Kyeri kesini," Sambut ibu.

__ADS_1


"Iya bu, lagi pengen makan masakan ibu, kangen."


"Idih, biasa tuh bu kalau gak ada mamah dia pasti kesini," sahut Nadta.


"Ya gak apa-apa dong, ayok makan-makan."


Malam ini Kyeri berada di rumah Nadta dan mungkin akan menginap disini karena orangtuanya sedang pergi keluar kota selama beberapa hari.


Setelah makan malam, Kyeri pun pergi bersama Nadta ke sebuah tempat.


"Kemana?" Tanya Nadta.


"Udah ikut aja."


Tak lama perjalanan mereka sampai di sebuah taman yang baru saja di buka dan Nadta pun langsung tau kemana Kyeri membawanya.


"Temuinlah, kamu pasti mau ngobrol sama dia."


"Iya, makasih ya Ke."


"Hmm, aku beli minum dulu ya tadi lupa minum di rumah."


"Astaga yaudah sana."


Nadta pun menghampiri seseorang yang duduk di ujung taman.


"Hay!" Sapa Nadta.


"Hmm? Eh ... Hay," ucap laki-laki ini sembari menghapus air matanya.


"Kenapa disini sendirian? Biasanya kumpul sama mereka?"


"Gak apa-apa. "


"Yakin?"


"Lo sendiri ngapain disini? Tumben keluar malem sendirian tanpa Kyeri. "


"Ada kok, dia lagi beli minum."


"Kebetulan aja gua sama Kyeri lagi main disini eh terus ketemu sama lo."


"Apa kabar?" Lanjut Nadta.


"Baik Nadt, lo sendiri gimana?"


"Baik juga kok Vik, kok tadi lo gak masuk? Gua liat tante Lia di parkiran soalnya."


"Oh, itu gua pergi ada urusan."


'Gak mungkin gua ceritain aib gua ke Nadta sekarang, walaupun nanti dia bakal tau tapi gak mungkin gua ceritain,' batin Viko.


"Gua bakal pindah sekolah."


"Hah? Kemana?" Tanya Nadta pura-pura terkejut.


"Ke sekolah swasta di daerah selatan."


"Kenapa kok mendadak?" Tanya Nadta mulai menggali info.


"Gak tau, kata mamah gua pindah demi nyelametin masa depan gua."


"Oh, bagus deh. Di sekolah kita juga lagi ada banyak masalah jadi agak sedikit susah untuk nyari beasiswa untuk kerja nanti."


"Tapi apa boleh? Kan lo udah mau lulus?" Tanya Nadta bak orang yang tidak tahu masalah.


"Bisa, karena kan masih awal kenaikan kelas, jadi masih bisa."


"Oh yaudah kalo itu keputusan lo, yang penting jangan lupain tanggung jawab terbesar lo ya!" Ucapan Nadta mengurus ke banyak versi.


"Iya Nadt."


'Apa Nadta udah tau ya kalau gua ada masalah sama Icha?'

__ADS_1


'Apa Nadta udah denger cerita gua sama Icha?'


Bersambung ....


__ADS_2