Pesawat Kertas Untuk Kyeri

Pesawat Kertas Untuk Kyeri
• Lacerta •


__ADS_3

Olahraga pun berakhir dan kami semua pulang ke rumah seperti biasa karena pelajaran ini tepat di jam terakhir.


"Nadt, makan dulu yuk nanti di tempat bi siapa itu. Baru nanti kita pergi ke suatu tempat oke."


"Iya, ikut aja aku mah Ke."


Aku memang sudah mengganti pakaian karena aku sudah menduga kalau aku tidak bisa ikut praktek hari ini.


Dan sekarang aku sedang menunggu Kyeri untuk mengganti pakaiannya di toilet. Sedangkan aku menunggu di tangga arah ke toilet tersebut.


"Kayaknya itu trio gangers deh," gumam ku sembari menatap lurus lorong itu.


Tiga orang perempuan jalan di lorong kelas tersebut dan arahnya semakin mendekat, semakin mendekat dan mendekat.


"Benerkan," gumamku lagi sembari melipat tangan di dada.


"Hey Nadta, apa kabar?" Tanya Gita menghampiri aku.


Aku tidak merespon mereka, aku hanya memandang lurus ke gedung seberang toilet ini. Tidak memberikan senyum apalagi tawaran sapa kembali.


"OY! Nadta lo ini di tegur bukannya jawab," sahut Cece.


"Hoaaam, kok banyak nyamuk sih disini?" Tanyaku ke diri sendiri.


"Apa?!" ucap Mya sedikit terpancing emosi.


"Jangan, nanti kita malah kena!" gumam Gita menahan temannya.


Plak ... plak ...


"Duh nyamuknya banyak amat sih?!" ucapku sembari memukul udara dengan tangan.


Mungkin mereka sudah terpancing emosi denganku hingga Mya menahan tanganku, disitulah Kyeri menyaksikan kalau mereka ingin melakukan hal jahat ke diriku.


"Woy!" Teriak Kyeri dengan nada begitu tegas dan sangat laki-laki sekali.


Deg!


"Kan gua bilang apa!" bisik Gita ke temannya.


"Mau apa lo? Belum puas buat orang celaka sampe seminggu gak masuk?" Ucap Kyeri menatap menreka dengan tatapan mematikan.


"Hah? E-enggak bukan gitu Matteo, kita cuma mau nanya kabar aj-" ucap Gita sedikit terbata-bata.


"Nanya kabar apa mau lakuin hal lain?"


"Gua ingetin sekali lagi ya Git! Sampe lo atau teman-teman lo nyentuh Nadta sedikit aja, gua bakal bawa lo keluar dari sekolah ini! Ngerti?"


Deg!


Glek, Gita dan teman-temannya sedikit susah menelan saliva mereka.


Karena ini pertama kalinya mereka melihat Kyeri marah dan mengancam seperti mereka mengancam aku dulu saat di toilet kantin.


"Gua cuma nyapa Nadta aja kok," ucap Gita sembari menundukan pandangannya.


"Gua tau niat busuk lo, lo dan lo. Jadi jangan harap setelah ini kalian lolos dari pandangan gua, ngerti!" Ancam Kyeri lagi.


Setelah itu aku dan Kyeri pergi menuju parkiran sembari bergandeng tangan diiringi tatapan Kyeri yang mematikan.

__ADS_1


"Ke!"


"Kyeri!"


"Aduh Kyeri pelan-pelan dong jalannya!"


Kyeri tetap berjalan hingga ke parkiran sekolah sembari menarik tanganku dan tidak menghiraukan ucapanku.


...~▪︎~...


Parkiran sekolah.


"Kyeriii! Sakit tau gak?! Kalo aku jatuh tadi gimana?" ucapku menatap balik Kyeri dengan tatapan emosi.


"Iya maaf Nadt, aku emosi."


"Kalo aku jatoh lagi gimana? Terus aki kayak kemarin lagi gimana?" Tanya ku menatap Kyeri.


"Iya-Iya maaf ya Nadta aku sayang."


"Udahlah ayok cepet kita pulang!"


"Iya-Iya, jangan cemberut lagi geh. Senyum dulu," goda Kyeri ke aku.


Aku hanya menarik sedikit senyum ku saja dan berjalan mundur agar Kyeri dapat mengeluarkan motornya.


Setelah itu aku pun pergi bersama Kyeri ke warung bi Inem untuk makan sore bersama.


Tapi aku masih heran, kemana Kyeri akan membawa ku pergi setelah ini? Jadi aku hanya bisa mengikuti dia saja.


...~▪︎~...


Setelah makan sore di warung bi Inem, aku dan Kyeri melanjutkan perjalanan. Walau kami masih memakai baju sekolah tetapi kata Kyeri ini memang tujuannya.


"Hah? Kita ke sini?" Tanya ku.


"Iya, aku sengaja membuat kamu kesini."


"Reptile? Aku takut Kyeri!" ucapku langsung bersembunyi di balik tubuh Kyeri.


"Kan ada aku, aman kok tenang aja."


"Jangan aman-aman taunya nanti aku kena gigit ular disini atau, atau aku di gigit kura-kura besar!"


Kyeri yang mendengar ucapanku hanya bisa tersenyum lebar saja, karena ia baru pertama kali melihat aku sedikit takut seperti ini.


"Udah ikut aja! Sini." Kyeri langsung meraih tanganku dan menggandeng aku hingga masuk ke dalam festival.


'Pantas dia tidak mau menyuruhku berganti pakaian sekolah, ternyata ini alasannya.'


..._______________________________...


...Festival reptile...


Festival ini menghadirkan berbagai macam jenis hewan yang langka dan juga ada beberapa peliharaan dari komunitas kami.


HTM : 300K / orang (terbuka untuk umum)


Untuk pelajar atau mahasiswa (Gratis) jika menunjukan kartu pelajar mereka dan kartu mahasiswa.

__ADS_1


Note : akan ada dorprize jika beruntung dan akan ada acara gebyar yang di meriahkan oleh Band kebanggaan kita Kotak.


Kami tunggu di festival!


See you and have fun!


..._______________________________...


'Huh pantas saja Kyeri mengajakku ke sini, ternyata ada band Kotak,' ucapku dalam hati.


Kyeri terus menggenggam tanganku dan terus berjalan lurus entah kemana tujuannya.


Yang pasti disini aku melihat berbagai macam hewan. Mulai dari kura-kura besar, ular berwarna kuning, ular desis, mungkin ada juga laba-laba besar.


Dan akhirnya kami sampai di sebuah tempat bunglon dari berbagai jenis, rupa dan juga negara.


"Wah keren!" ucap ku terkagum-kagum dengan hewan yang ada di hadapan ku.


"Keren ya Nadt!"


"Iya keren banget Ke," ucapku memperhatikan satu per satu reptile ini.


"Kita kesini mau ngapain memangnya?" Tanyaku masih bingung karena tadi di warung bi Inem Kyeri bilang seperti ini.


Flasback on.


"Ada yang ingin aku cari disana," ucap Kyeri setelah selesai menyeruput mie rebus.


"Apa itu?" Tanya ku.


"Sesuatu yang menarik perhatianku sejak lama."


"Apa? Siapa?" Tanyaku sembari mengerutkan dahi.


"Ada deh, intinya dia cantik sama kayak kamu."


Flasback off.


Kyeri tetap berjalan maju hingga kami berhenti di satu tenda dan akhirnya aku tau apa yang Kyeri cari.


"Bang!" ucap Kyeri menyapa seseorang di sana.


"Oy! Matteo apa kabar lu?" sambutan hangat dari abang tersebut.


"Baik bang."


"Wah bagus-bagus. Siapa tuh?" Tanya abang tersebut mengarah ke aku sepertinya.


"Pacar," ucap Kyeri dengan santai.


"Heh! Temen bang, saya Nadta temen Matteo dari kecil," ucapku menyapa bang Joe disana.


"Oh temen kecil, kayak bukan temen deh. Tapi yang pasti kekasih dari kecil," ledek abang tersebut."


"Ih enggaklah bukan," ucap ku sembari menundukan kepala.


Kyeri langsung menepuk kepalaku sembari tersenyum malu-malu.


'Ya begitulah indahnya masa muda anak SMA,' batin bang Joe saat melihat Kyeri dan aku begitu malu-malu satu sama lain.

__ADS_1


"Hahahaha, ayok masuk liat-liat hewan peliharaanku," ajak bang Joe masuk ke dalam tenda memperlihatkan koleksinya.


Bersambung ....


__ADS_2