Pesawat Kertas Untuk Kyeri

Pesawat Kertas Untuk Kyeri
• Sebelas •


__ADS_3

...~•< Parkiran Sekolah >•~...


"Nadt makan yuk abis ini," ajak Kyeri.


"Yaudah mau makan dimana?" tanya ku.


"Udah ikut aja."


Saat aku dan Kyeri sedang berbincang hangat, aku merasa seperti ada sepasang mata memperhatikan kami dari tadi.


Tapi aku tidak tau dari mana asalnya itu, entah di dalam mobil berwarna merah tepat di belakang kami atau mungkin seseorang yang berada di atas gedung sekolah ini.


"Nadt?" ucap Kyeri menepuk pundakku.


"Ah? Iya Ke kenapa?"


"Kok bengong? Ayok."


"Iya, iya."


Tapi perasaan ini terus mengikuti ku sampai akhirnya aku paham kalau mobil Agya berwarna merah ini dari tadi mengikutiku.


Tidak, bukan aku maksudnya tetapi kami. Aku semakin cemas, mungkin raut wajahku terlihat jelas di kaca spion motor ini.


10 menit perjalanan,


Akhirnya aku dan Kyeri sampai di warung bakso jumbo. Tetapi Kyeri tidak membeli bakso jumbo untuk di makan di tempat melainkan untuk di bawa pulang.


"Mas beli bakso jumbo nya 1 yang spesial, terus bakso setannya 2 ya, di bungkus."


"Oke, tunggu sebentar ya."


"Hah? Ngapain beli bakso jumbo? Emang kita mau makan dimana?"


"Udah ikut aja Nadta."


Aku menuruti perkataan Kyeri tetapi hati ku dari tadi tidak tenang entah apa yang akan terjadi. Rasa khawatir pun muncul seketika.


Setelah pesanan Kyeri selesai, Kyeri langsung menuju ke kasir untuk membayarkan pesanannya.


"Hoam, astaga ngantuk banget aku Ke."


"Ngantuk kenapa?"


"Aku gak tidur semalem."


"Kan! Nadta, kan sebelum berangkat aku bilang apa? Jangan begadang, jangan tidur malem-malem," omel Kyeri sembari memakaikan helm ke kepalaku.


"Huh.. kamu gak tau sih Ke, kalau semalem ada tragedi tau, buat aku jadi parno tau," ucapku sembari mengingat kejadian semalam.


"Kejadian apa?"


Aku menjelaskan semua yang terjadi semalam dan Kyeri hanya bisa mendengarkan ucapanku saja.


Bahkan sangking asyiknya aku bercerita, aku tidak menyangka kalau kami telah memasuki pedesaan tempat kami tinggal.


Kyeri pun memberhentikan motornya tepat di tanah lapang tempat kami biasa bermain dulu saat masih kecil.


"Jadi kita makan disini?"


"Iya, Ini pegang ini sebentar ya. Jagain juga motor gua," ucap Kyeri tiba-tiba berlari.


"Apaan sih Kyeri? Gak jelas banget deh."


Aku pun naik ke atas rumah pohon ini sembari memantau motor Kyeribyang berada di bawah.


5 menit kemudian,


Kyeri datang membawakan dua buah mangkuk aluminium serta sendok dan garpu.

__ADS_1


Kyeri menunjukan barang apa saja yang ia bawa di tangannya itu sembari tersenyum lebar.


"Astaga Kyeri, Kyeri."


Dep.. dep.. dep..


"Hah... Ini, gua bawa mangkuk sama sendok untuk kita makan disini."


"Astaga Ke, kenapa gak makan di tempat tadi aja?"


"Gak enak suasananya. Gua seneng makan disini sambil liat pemandangan sawah yang udah mulai menghijau."


"Huh.. iya deh gak apa-apa."


"Udah lama kan kita gak makan bareng disini?" tanya Kyeri sembari membuka bungkus bakso tadi.


"Iya," jawabku menuangkan kuah bakso.


"Hemmm dari baunya enak ini pasti," lanjutku lagi saat menghirup aroma dari kuah bakso.


"Ayok makan."


"Iya, selamat makan Kyeri."


"Selamat makan juga Nadta."


Makan bersama di atas rumah pohon yang sudah kokoh lagi ini membuat suasana semakin nyaman, sejuk dan hangat.


Oh iya, rumah pohon ini baru saja di benarkan oleh ayahnya Kyeri dan juga Kyeri. Kata Kyeri rumah pohon ini sudah lapuk, bahkan banyak kayu yang sudah lepas.


Akhirnya Kyeri berinisiatif untuk membenarkan lagi rumah pohon ini. Walaupun dengan bahan yang seadanya, mereka berhasil membenarkan rumah pohon ini.


"Tempat ini jadi tanda awal kita ketemu ya Nadt."


"Hah? Maksudnya Ke?"


"Oh yang itu.Aku inget banget saat itu kamu ngeledek aku bisu kan?! karena aku gak mau jawab perkataan kamu," jelasku.


"Hahahaha iya, maaf sih Nadt. Habisnya aku tuh kesel kalau ada orang gak jawab pertanyaan aku."


"Nah kan!"


"Kenapa?" tanya Kyeri panik.


"Kamu ngomong lagi pake bahasa aku kamu, ahahahaha Kyeri tumben-tumben amat, hahaha ada angin apa ini?" ledekan yang aku berikan membuat wajah Kyeri tersipu malu.


"Enggak loh Nadta! gua tuh cuma ngelatih aja supaya pas nanti gua deket sama cewe yang gua suka bisa ngomong lancar pake bahasa aku kamu gitu," jelas Kyeri


Aku hanya mengangguk-anggukan kepala saja walau tidak percaya tetapi Kyeri masih saja meyakinkan diriku.


"Emang siapa yang mau kamu deketin? Kating ya? Siapa namanya?" tanya aku penasaran.


"Enggak ada Nadta, astaga penasaran banget sih kamu, eh lo."


"Emmm Kyeri Bram yang kita kenal selalu memakai bahasa gua elo jadi imut pas ngomong pake aku kamu hehehe," Aku tidak henti-hentinya meledek Kyeri sampai wajahnya memerah.


"Ahahahahahaha," tawaku puas sekali.


"Puas? Puas lo ketawa,"


"Ih kan pundung." ucap ku sedikit merasa bersalah.


"Hmmm mana bisa gua pundung sama lo Nadta," ucap Kyeri sembari mengacak-acak rambutku.


"Keeeeriiiii, berantakan rambut aku! susah rapihinnya tau gak sih kamu?!"


"Enggak! makanya ajarin dong," goda Kyeri.


"Dasar GENIT!"

__ADS_1


Tap..tap..tap..


Aku langsung turun dari rumah pohon ini karena aku ingin mencuci tangan bukan karena marah dengan Kyeri tetapi saat turun.


Bruk!


"Awww!" pekikku.


"Nadt? Kenapa?" tanya Kyeri panik.


"Itu tangga nya lapuk, aduh."


Tepat di 3 tangga dari bawah, kayu penyanggah untuk naik jatuh dan lepas. Seketika itu pula aku langsung terjatuh.


"Hati-hati Ke kalau kamu mau turun," ucapku memperingatkan.


"Iya."


Deg...


Deg..


Deg.


'Kenapa perasaanku tidak Enak ya?' ucap ku dalam hati.


'Mungkin perasaan aja kalinya,' aku langsung menepis kata demi kata yang aku ucapkan tadi.


"Hoam, pulang yuk Nadt. Aku mau tidur ngantuk," ucap Kyeri.


"Yaudah sana pulang duluan, aku masih mau disini."


"Dimana? Tangganya aja udah pada copot gitu, gimana caranya kamu naik coba?" tanya Kyeri panjang lebar.


'Iya juga ya,' batinku.


"Duluan aja Kyeri, aku masih mau nikmati suasana disini."


"Gak gak boleh. Kamu harus pulang juga," paksa Kyeri.


Akhirnya aku yang mengalah dan pulang ke rumah bersamanya. Sebenarnya tubuhku juga lelah, tetapi fikiranku masih bekerja.


Entah apa yang akan terjadi, tetapi aku hanya bisa pasrah saja dan akhirnya sampai dirumah juga.


"Bye Nadt," ucap Kyeri melambaikan tangannya.


"Bye."


Grek...


Tek..


Bruk..


"Haaaah, enak banget punggungnya bisa di istirahatin kayak gini."


"Hmmm, jadi ikut ngantuk deh."


Tidak lama kemudian, Aku pun langsung memasuki dunia isekai mimpi yang begitu unik dan aneh.


"Hoam," aku tetap menguap walaupun sudah tertidur.


Creeek..


Bersambung..


..."Ada pesan tersirat yang ingin aku sampaikan ke padamu, tapi tunggu nanti."...


...-Kyeri...

__ADS_1


__ADS_2