Pesawat Kertas Untuk Kyeri

Pesawat Kertas Untuk Kyeri
• Agenda Esok •


__ADS_3

Setelah perbincangan malam itu, Kyeri kembali ke rumah dengan selamat namun ....


...~▪︎~...


Pagi harinya, Nadta melanjutkan aktivitas seperti biasa. Ke kampus penuh dengan semangat bersama dengan Teo.


"Nadt?" Panggil Teo seperti biasa.


"Iya?"


"Ada permintaan gak untuk tahun ini tapi belum tercapai?" Tanya Teo.


Pembahasan pagi ini sangat random tetapi aku tidak heran karena Teo memang begitu orangnya dan terkadang aku pun sama.


"Hmmpft .... apa ya?" Tanyaku pada diri sendiri.


"Apa? Ada gak?"


"Oh ada!" Ucapku penuh dengan semangat.


"Apa-apa?" Jawab Teo yang sama semangatnya.


"Merapihkan dan menata ulang rumah pohon seperti sedia kala dengan tambahan gerbang agar orang-orang tidak seenaknya membakar kenangan masa kecil."


"Udah itu aja?" Tanya Teo kembali.


"Iya, kenapa emang?"


"Gak apa-apa, kemarin abis liat Twitter kayak chalange gitu ke temen, jadi ya aku coba nanya ke kamu," jelas Teo walaupun sebenarnya ini hanya alasan semata..


"Oalah, ih kamu buat Twitter ya? Hahaha keren banget."


"Iya dong."


Perbincangan random lainnya pun terjadi hingga sampai di parkiran kampus.


Aku dan Teo pun berpisah di gedung yang berbeda karena kami tidak satu jurusan. Hingga matakuliah selesai, aku menemani Teo belanja baju untuk adiknya.


Oh iya, aku belum memberi tahu kalau mamah Teo telah menikah lagi setelah 5 bulan kematian papah Teo. Mamahnya di lamar oleh duda pengusaha makanan yang berada di Sulawesi dan menatap di sana.


Sementara Teo tinggal sendiri di rumah ruko yang mereka tempati dulu. Ayah tirinya membeli ruko itu dengan harga sangat mahal lalu membangunnya bak rumah minimalis elegan.


Walaupun tetap ada ruko kecil untuk sembako, tetapi Teo masih di rumah itu merawatnya sembari berdagang.


Membagi waktu antara berdagang dengan kuliah sangat sulit tetapi Teo di bantu oleh bi Inem saat Teo tidak bisa menjaga tokonya.


Kini aku dan Teo sudah sampai di toko baju anak.


"Nadt, kira-kira adek aku beli baju ini cocok gak ya?" Tanya Teo.


"Cowo apa Cewe?" Tanyaku karena tidak terlalu tau.


"Dua-duanya."


"Alias kembar," lanjut Teo lagi.


"Wah, yaudah beli baju yang sama tapi dia netral terus semi baju yang gak panas terus cari juga yang ukuran 1-2 tahun," tuturku.


"Waw," decak kagum Teo saat mendengar penjabaran dariku.

__ADS_1


Setelah mencari-cari, akhirnya kami menemukan satu baju couple sleep warna coklat dan dengan harga yang cukup mahal karena bahan yang aku pegang cukup tebal.


"Apa lagi?" Tanyaku.


"Sepatu? Atau kaos kaki?"


"Sepatu kaos kaki aja, biasanya kalau untuk bayi atau umur 1-2 tahun di gantung di rak." Aku berjalan menuju rak gantung dan benar saja ada di sana.


"Tapi gak ada warna yang sama," ucap Teo.


"Gak apa-apa, inj kan warna maroon bisa untuk yang cewe terus yang abu-abu bisa untuk yang laki-laki," jelasku.


"Yang penting modelannya sama," lanjutku lagi.


"Oh gitu, yaudah deh."


Kami pun ke kasir untuk membayar barang-barang yang telah kami pilih, lalu kami berjalan ke parkiran toko.


Baru saja ingin memakai helm, aku melihat mobil Agya warna biru muda milik Kyeri melewati mereka.


Sontak aku terkejut karena akhirnya Kyeri sudah bisa jalan jauh lagi dan akhirnya aku pun bisa bertemu dan jalan seperti dulu lagi.


begitulah angan-angan yang ada di benakku dan aku harap itu akan terwujud dan menjadi kenyataan selamanya.


...~▪︎~...


Malam pun tiba.


Aku sedang asyik mengerjakan tugas, tiba-tiba saja telfonku berdering. "Nomor tak di kenal?" Aku mengerutkan dahi saja.


Lalu aku biarkan hingga telfon itu 3x melakukan panggilan. Saat panggilan keempat berdering lagi, aku mengangkat tanpa mengeluarkan suara.


Deg ... deg ...


Suara tak asing membuat hatiku meluap seketika dan seperti puncak bahagia, aku tak bisa berkata-kata karena aku hanya bisa tersenyum saja.


Pov telfon.


"Nadt?" Panggil Kyeri.


"Iya Ke, ada apa?"


"Ganggu ya?" Tanya Kyeri.


"Enggak kok, lagi ngerjain tugas aja dikit lagi selesai."


"Oh gitu, maaf ya aku ganggu kamu nugas."


"Gak apa-apa Ke, kenapa?"


"Besok libur kan?" Tanya Kyeri langsung.


"Iya libur, mau kemana emang?" Tanyaku langsung menebak.


"Ke bukit yuk!" Ajak Kyeri.


"Ayok, jam berapa?"


"Dari siang mau?" Tawar Kyeri ke Nadta.

__ADS_1


"Boleh sih, tapi bukannya sunset ada di jam 5 sore." Aku secara tidak langsung menawarkan jam berangkat.


"Iya sore jam setengah 4 kita kesana, nah jam 1 temenin aku belanja ya untuk bagi-bagi ke anak panti."


"Wah boleh tuh, dari jam 10 aja kalo gitu nanti kita langsung belanja, terus kita packing-packing nah jam 1-jam 3 kita di panti asuhan sambil main sama anak-anak disana."


"Boleh tuh Nad, ide bagus! Yaudah nanti aku jemput kamu jam 10 ya, udah disana."


"Oke."


Malam itu kami telfonan hingga tertidur lelap dan aku bangun di jam 5 pagi dengan kondisi handphone lowbatt.


Aku bangun, peregangan, senam pagi 15 menit, mandi, lalu membersihkan kamar, mencuci baju, menggosok baju yang akan di pakai, lali menyapu rumah.


Tugas ibu du rumah bisanya hanya memasak karena aku tak mau ibu kelelahan karena membereskan rumah.


Apalagi ibu untuk saat ini bekerja bersama tante Lia di toko kue miliknya dan ibu sebagai penjaga toko disana.


"Kamu mau mana sudah mandi?" Tanya ibu.


"Bukannya aku emang mandi pagi terus ya bu?" tanyaku sedikit heran.


"Huh ... mana ada. Bukannya kamu kalau setiap libur tidak pernah mandi?" Tanya ibu seperti panah yang melesat menusuk dada.


"Ih enggak geh."


"Mau jalan ya sama Kyeri?" Ibu menebak seraya menggodaku.


"Iya, Kyeri ngajak belanja abis itu mau ke panti asuhan."


"Wah bagus itu, semakin dewasa ya dia," ucap ibu bahagia.


"Iya, benar."


...~▪︎~...


Tak lama setelah ibu pergi ke toko, Kyeri datang dengan mobilnya. Tetapi kami tidak langsung pergi, melainkan kami berjalan ke rumah pohon yang sudah menjadi arang.


"Astaga." Kyeri terkejut kala bambu dan kamu rumah pohon menjadi arang dan hiasannya sudah menjadi abu.


"Mereka ya?" Tanya Kyeri.


"Bukan, tetapi ketuanya saja yang langsung membakar tempat ini karena dia mengira aku menyembunyikan kamu."


Satu tahun setelah kamu hilang dia beraksi di malam hari, membakar dengan meyiramkan bensin serta minyak tanah.


Dengan dalih puntung rokok, tetapi ada bekas korek api modern untuk membakar satu buah buku lalu di selipkan di tumpukan daun kering.


lalu terbakar hingga aliran listrik terputus dan hampir mengenai permukiman warga, termasuk rumahku.


"Gila ya dia, udah di tangkap?"


"Ayahnya yang di tangkap, karena dia belum cukup umur untuk di tahan kata polisi seperti itu."


"Astaga tindakan kriminal loh ini! Mana lahan ini milik ayah kamu." Kyeri nampak kesal.


"Ayah kamu separuh juga dari tempat ini." Aku meluruskan.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2