Pesawat Kertas Untuk Kyeri

Pesawat Kertas Untuk Kyeri
Bukit Menjadi Bukti


__ADS_3

Dengan wajah tersenyum, aku yakin ingin menyampaikan sebuah perasaan yang aku pendam selama belasan tahun.


'Bahwa aku mencintai mu.'


Tapi bibirku susah sekali mengucapkan kata itu. Aku hanya bisa berteriak dalam hati berkali-kali hingga jantungku berdegup cepat seperti orang yang sedang berlari di lapangan stadion 7 putaran.


Aku ingin menangis, tapi tertahan kala Kyeri menggenggam kedua tanganku, lalu merangkul pundakku.


"Kita nikmati waktu ini bersama ya, hingga waktunya tiba," ucap Kyeri sembari memandang wajahku begitu dalam.


Seperti ada kata yang ingin ia sampaikan kepadaku namun nyatanya kata-kata itu pun terpendam di dalam lubuk hatinya.


Kyeri membelikan aku makanan cukup banyak, satu plastik besar dengan berbagai macam bentuk snack hingga minuman kesukaanku.


"Mau?" Aku menawarkan minuman ke Kyeri.


"Enggak, buat kamu aja."


"Ih sebanyak ini masa buat aku aja?" Tanyaku padanya.


"Iya Nadta sayang, makan dan minuman ini khusus untuk kamu semua."


"Ish, gak seru kalau makanan ini gak bagi-bagi, kan biasanya kita selalu makan bareng," gumamku.


"Oh iya, maaf. Aku lupa kalau sebenarnya kita sudah beda arah dan tak sama seperti dulu lagi," ucapku sembari menundukan wajah.


"Gak perlu minta maaf Nadt, aku tau ini semua sal-" Aku memotong ucapannya.


"Gak Ke, kita memang ...." Aku tidak bisa melanjutkan ucapanku karena aku mengingat ucapan Teo dua tahun yang lalu.


Flasback on.


Perjalanan Pulang.


Teo dan sang mamah sedikit berdiskusi tentang Kyeri atau lebih dikenal dengan Matteo untuk kalangan mereka.


"Itu tadi Matteo mah."


"Hah?"


"Kata kamu Keri tadi namanya!?" Mamah terkejut.


"Itu panggilan sayang dari Nadta terus akhirnya kami juga manggil Matteo dengan nama tengah dia," jelas Teo.


"Oalah, ya ampun tampan juga ya!"


"Seperti Ayahnya dulu saat masih remaja."


"Mamah kenal sama keluarga pak Bram dengan jelas?" Tanya Teo sedikit mulai penasaran.


"Iya sedikit, karena ayahnya Matteo dulu pernah satu kelas dengan mama dari SMP hingga kami Kuliah."


"Tapi sayang, saat di bangku kuliah Gerry Bram bercekcok dengan senior dan terpaksa harus di pindahkan ke universitas lain," lanjut mamah Teo menjelaskan.


"Oh iya dulu kakeknya pernah mengalami sakit parah dan cukup akut hingga meninggal di usia 50 tahun."


"Tapi mamah lupa apa nama penyakitnya itu," ucap sang mamah sembari berfikir.


"Apa mungkin Kyeri mengalami kondisi yang sama dengan kakeknya?" Tanya Teo.


"Mamah tidak tau pasti. Tetapi mamah tidak asing dengan sebutan penyakit itu."

__ADS_1


...****************...


"Kalau tidak salah Kanker Paru!" Lanjut ucapan mamah setelah 15 menit berfikir.


"Serius mah, penyebab utamanya apa?"


Penyebab utama dari kanker paru biasanya karena merokok, tapi ada juga faktor lainnya yaitu paparan okupasi terhadap bahan kimia karsinogenik.


Tetapi ada kemungkinan terjadi kanker paru karena riwayat kanker sebelumnya (keturunan) dan riwayat penyakit paru PPOK atau fibrosis paru.


Gejala Kanker Paru.


Gejala awal kanker paru yang biasanya muncul dengan batuk disertai nyeri dada menyesak, riak atau dahak bercampur darah, napas berbunyi (mengi), dan berat badan turun drastis.


Tanda kanker paru ini bisa saja lebih parah dari gejala umumnya, apabila sudah memasuki kondisi yang lebih serius. Untuk itu jangan abaikan gejalanya dan segera periksakan ke dokter.


Cara Mencegah Kanker Paru.


Mencegah memang lebih baik daripada mengobati, untuk itu segera hentikan kebiasaan merokok dan hindari asap rokok terutama bagi perokok pasif.


Mulai rajin olahraga secara teratur serta konsumsi makanan bergizi dan kaya serat. Hindari stres juga penting, tapi jangan lupa untuk rutin melakukan medical check up.


"Padahal kalau di lihat Matteo hidupnya sesehat itu tapi tetap saja terkena penyakit berat," tutur Teo.


"Bisa di perkirakan bakal hidup dengan umur panjang atau enggak mah?" Tanya Teo yang teringat Nadta.


"Mamah kurang tau, tapi kita doakan saja dia bisa sembuh dengan penyakit yang di deritanya," jawab mamah yang tau inti ucapan sang anak.


Flasback off.


Hal ini membuatku sedih karena aku sadar kalau Kyeri yang berada di sebelahku tidak akan selamanya hidup bersamaku.


Hiks ... hiks ... hiks ...


"Kamu jahat!" Ucapku sembari menghapus air mata.


"Jahat kenapa?"


Deg ... deg ... deg ....


'Nadta sudah tau ya?' batinnya.


" Kenapa sih kamu gak pernah cerita? Kenapa sih kamu gak pernah bilang?" Ucapku.


Aku sudah tidak bisa lagi memendam semua kata uang tersimpan di dalam relung hati ini. Jika aku biarkan, maka aku tidak akan tau yang sebenarnya.


"Kamu sudah tau ya?" Tanya Kyeri.


Aku hanya bisa menangis sembari mengelap air mata dengan kasar, mencengkram pahaku dengan tangan sendiri agar aku bisa berhenti menangis.


"Maaf Nadt, aku gak mau kamu sedih kayak gini," jawabnya akan pertanyaan yang masih tenggang di kepalaku.


"Walaupun aku tau kamu bukan makhluk yang bisa di bohogi secara lama dan terus menerus, tetapi akan ada waktunya dimana aku memberitahu semuanya."


"Tapi kenapa gak dari awal?" Tanya ku.


Bugh ... bugh ...


Aku memukuli lengan atas Kyeri sembari berkata, "Jahat kamu! Kamu jahat banget!" Dan begitu terus hingga tanganku tidak mampu memukuli dia lagi.


"Maaf ya Nadt, aku terlalu sayang sama kamu bahkan rasa sayang ini lebih dari sekedar sayang. Aku cinta sama kamu tapi aku gak bisa Nadt."

__ADS_1


"Aku pasti bakal ngecewain kamu dan nyusahin kamu secara terus menerus," lanjut ucapan Kyeri.


"Kamu bodoh Ke! Selama ini apa pernah aku bantu kamu? Apa pernah aku bantu kamu dalam kondisi susah?"


"Aku gak pernah bantu dari segi yang berat seperti itu Ke malah yang ada keluarga kamu selalu bantu keluarga aku dan kamu selalu bantu aku dalam hal apapun."


"Aku yang selalu merepotkan kamu Ke, kamu sadar gak sih? Dengan cara seperti ini kamu membuat aku seolah-olah gak berguna!"


"Aku pengen bantu kamu, aku juga mau kita susah sama-sama, aku juga mau narik kamu kayak kamu narik aku pas terpuruk!"


"Karena apa? Aku juga cinta kamu ke, aku mau kita hidup sama-sama sampai akhir."


"Aku mau kamu dan aku melihat anak-anak kita lari di tanah lapang, naik rumah pohon, main ayunan dan kita merawat anak-anak kita sama-sama."


"Tapi kamu bohong akan hal yang sangat serius. Bahkan aku tau pun dari orang hal yang seterusnya itu."


"Hiks... hiks ... hiks ..."


"Boleh gak sih, aku minta sama tuhan kesempatan sekali lagi untuk kita bisa hidup sama-sama selamanya? Karena aku ingin hal itu Ke, ingin sekali."


Hiks ... hiks ... hiks ...


Drap ...


Tiba-tiba saja aku di peluk olehnya sangat erat sekali, aku pun tak sungkan untuk membalas pelukannya. Lalu Kyeri berkata hal yang sama.


"Aku juga mau seperti itu Nadt, tapi takdir tidak bisa diubah. Takdir yang sudah kita lewati sama-sama akan menjadi kenangan indah selama hidupku."


"Mengenalmu adalah jalan yang benar untuk aku mencapai kehidupan, mencapai semua yang aku inginkan."


"Mengenalmu adalah hal terindah yang tak akan pernah aku lupa."


"Bahwa aku disayangi oleh wanita tulus yaitu bernama Nadta Garwita Langsih."


Hiks hiks hiks


Bagaimana aku tidak menangis sejadi-jadinya? Jika laki-laki yang membuat aku jatuh cinta pertama kali adalah dia, Matteo Kyeri Bram.


"Boleh peluk lebih lama lagi kan Nadt?" Tanya Kyeri yang masih memeluk tubuhku.


"Boleh Ke."


"Harum tubuhku masih sama seperti dulu, tak berubah dan aku suka," ucap Kyeri.


"Aku suka jika kamu suka," jawabku atas pernyataannya.


"I love u," ucapan terakhir yang Kyeri ucapkan untukku.


"I love u too."


Dan tak lama setelah itu tubuhnya mulai memberat ke arahku, bahkan tangannya saja terlepas secara perlahan dari lingkar tubuhku.


Di tengah sunset yang indah, di atas bukit ini, di pelukanku, menjadi bukti bahwa Kyeri telah meninggalkan aku untuk selama-lamanya.


"Ke?"


"Kyeri?"


"Kyeriii? Hiks hiks hiks."


"Kyeriiiiiiiiiiiiiiiiii."

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2