Pesawat Kertas Untuk Kyeri

Pesawat Kertas Untuk Kyeri
• Tujuh Belas •


__ADS_3

"Eh bapak, hehehehe."


"Ngintip siapa kalian?" tanya pak Petugas.


"Hmm nungguin bapak lah ya kali kita ngintip aneh aja bapak ini," ucap Rizal sembari merangkul Kyeri.


"Mau apa kalian?"


"Kita mau barter kelas dong pak."


"Kelas? Siapa yang mau masuk IPS emangnya?"


"Saya dong pak," ucap Rizal menyombong.


"Kalian berdua ini cocok banget jadi anak IPS. Apalagi anak IPS 5. Cocok bener pokoknya."


"Dih bapak mah gitu."


"Yaudah sana, kalian udah bapak tukar tinggal belajar yang bener kalau kamu mau masuk IPA dan untuk kamu jangan nakal-nakal kalau masuk IPS ya," nasihat ringan seorang guru pun terdengar kembali.


...~▪︎~...


"Sudah bu," ucap ku masih di ruang guru.


"Sudah? Makasih ya nak Nadta."


"Iya bu sama-sama," ucapku langsung keluar ruang guru.


"Ngapain masih disini?" tanya pak Petugas.


"Ayok Mat," ajak Rizal.


"Duluan."


"Dasar anak jaman sekarang," gumam pak petugas.


"Nadta! Udah selesai? Kantin yuk, aku traktir."


"Oke."


"Dasar anak jaman sekarang," gumam pak petugas lagi saat melihat aku dan Kyeri ke kantin berjalan beriringan.


...~•< Kantin sekolah >•~...


Bisik-bisikan pun mulai terdengar kala aku dan Kyeri datang ke kantin yang cukup luas dan megah ini.


Bahkan sudut mata pun sangat menyorot ke kami saat Kyeri menarik lengan ku.


"Mau pesen apa?" tanya Kyeri.


"Bakso aja sama es teh."


"Bu, bakso 2 mangkuk sama es tehnya dua ya bu." Kyeri memesankan makanan.


"Duduk di mana Ke?" tanya ku dengan berbisik.


"Dimana ya?"


Di sudut paling ujung kantin aku melihat Teo berada disana sendirian dan mejanya pun kosong.


Mungkin Kyeri sudah melihat tetapi ia hanya berpura-pura saja tidak tau.


"Nah itu Ke masih kosong," tunjuk ku ke meja Teo.


"Hay Teo," sapa ku saat berada di depan mejanya.

__ADS_1


"Hay, Eh? Nadta, Kyeri. Duduk-duduk, meja ini kosong kok cuma saya sendirian aja disini."


"Wah, boleh Ke. Makasih ya Teo."


Wajah Kyeri begitu dingin saat menghampiri Teo bahkan lirikan tajam saja yang bisa Kyeri tujukan ke Teo.


"Kamu masuk apa kelas apa Teo?" tanya ku walau sudah tau.


"IPS Nadt, padahal saya maunya IPA."


"Boleh pindah kok, asalkan ada penggantinya. Jadi kayak sistem barter gitu Teo," jelasku.


"Oh ya?"


"Iya, kalo lo serius masuk IPA di bolehin kalo enggak ya gak bisa," cetus Kyeri.


"Saya ini mau jadi Spesialis Bedah dan juga saya mau lanjutin perjuangan bunda."


"Oalah, yaudah cari temen barter aja Te."


'Sialan cita-cita dia kuat banget. Apalah daya gua yang masuk IPA cuma gara-gara Nadta,' umpat Kyeri dalam hatinya.


"Oke, nanti saya cari yang mau tukeran sama kelas saya."


'Semoga gak ada!' doa Kyeri dalam hatinya.


Dan keheningan pun terjadi di antara mereka.


"Ini non pesanannya dan ini pesenannya tuan."


"Makasih bu."


"Makan Teo, makan Kyeri."


Kyeri dan aku makan begitu lahap tetapi sayangnya Kyeri tidak suka dengan sambal jadi menurut ku kuah baksonya sangat hambar.


"Waw lama tidak berjumpa ya," sahut perempuan tiba-tiba saja berdiri di ujung meja.


Aku hanya melirik saja dan tidak mau merepon orang tidak jelas itu.


Siapa lagi kalau bukan Gita and the ganger. Lagi-lagi aku harus berjumpa dengannya entah apa yang ia ingin kan dari ku ini.


"Tempat lo ini kosong kan Teo?" tanya Gita.


"Gak, penuh!" jawab Kyeri.


"Oh ya?"


Terlihat dari ujung kantin Renaldi bersama Tiyas. Kyeri pun langsung memanggil mereka untuk duduk bersama di meja ini.


"Ren!"


"Oy!"


"Ayok kesana aja Yas."


Renaldi dan Tiyas pun menghampiri Kyeri dan aku di meja ini.


"Ada kan! So? Silahkan pergi."


"Uh!" kesal Gita pergi meninggalkan meja ini.


"Gak apa-apa kan Kalo Renal sama Tiyas di sini?" tanya Kyeri ke Teo.


"Iya, gak apa-apa kok. Lagian kita juga pernah satu SMP ini."

__ADS_1


"Oy Teo apa kabar?"


"Baik Ren."


"Kalian ini berdua terus, coba lah sekali gua pinjem dulu si Nadta ini Ke," ledek Tiyas.


"Gak! Gak boleh."


"Pelit amat, liat nanti gua bakal culik si Nadta!" ucap Tiyas.


Ucapan hangat pun memenuhi meja ini bahkan candaan ringan memenuhi mereka.


Sampai di jam istirahat selesai, Teo langsung mengurus siapa yang ingin pindah bersamanya di kelas IPA.


Teo menemui teman-temannya dari kelas ke kelas, sampai akhirnya dia masuk di kelas IPA 2.


"Lah Nadta gak ada?" gumam Teo.


"Teo sini!" ucap Renaldi.


"Duh gua ini gak kuat di IPA mau pindah ke IPS malah udah di ambil sama si Kyeri," keluh salah satu siswa di kelas ini.


"Maaf, tadi lo mau pindah ke IPS?" tanya Teo memutar balikan badan menui arah suara itu.


"Iya bang, gua mau masuk IPA capek otak gua ngapalin itung-itungan."


"Yaudah turun sama gua. Gua mau pindah ke IPA kalo lo mau tukeran sama gua."


"Oke bang, ayok kita ke petugas."


"Iya, sebentar ya."


Teo menghampiri Renaldi entah apa yang ia bicarakan tetapi setelahnya Teo pergi bersama anak itu menuju petugas sembari membawa tas.


Di tangga lantai 3.


Kyeri dan aku sedang menuju ke kelas, tetapi saat itu aku melihat Teo dan teman kelasku menuju ke bawah sembari membawa tas.


Kami berfikir Teo baru saja berkelahi karena saat aku menegur saja Teo hanya tersenyum. Sedikit aneh, bahkan Kyeri pun merasakan hal yang sama.


"Teo berantem?" tanya ku.


"Entahlah, ayok kita ke kelas. Kita tanya Renaldi."


"Iya."


Aku dan Kyeri pun berlari menuju kelas dan bertanya ke Renaldi apa yang terjadi.


Tetapi Renaldi hanya menjawab, "Lihat saja nanti." Entah apa maksudnya. Tapi yang pasti aku dan kyeri sangat penasaran.


Walau pelajaran belum di mulai tetapi ini kesempatan kami untuk berkenalan satu sama lain.


Sampai tepat pukul 12.00


Teo masuk ke dalam kelas kami dan duduk tepat di barisan belakang samping Renaldi.


"Lah? Katanya lo masuk di IPS?" tanya ku.


"Jangan bilang lo?!" ucap Kyeri tidak mau melanjutkan ucapannya.


"Iya saya pindah ke sini."


"Kenapa harus kelas ini?" tanya Kyeri seperti tidak suka.


"Karena gua udah ke kelas-kelas yang lain gak ada yang mau pindah terus pas gua mau ketemu Renaldi malah ada anak yang mau pindah ke IPS," jelas Kyeri.

__ADS_1


'Sialan! Doa gua gak denger lagi sama tuhan. Haduh kenapa Teo lagi, Teo lagi sih?!' umpat Kyeri dalam hatinya.


Bersambung ....


__ADS_2